MY KETOS VS SAHABAT MASA KECILKU

MY KETOS VS SAHABAT MASA KECILKU
DEG DEG SERR


__ADS_3

Jedag-jedug, irama jantung Ve tidak karuan akibat ulah Ken sepanjang hari ini. Malu dan senang bercampur aduk menjadi satu.


Ve masih berada di depan meja belajarnya sambil tersenyum sedari tadi. Pamitnya sih belajar, tapi nyatanya, entahlah. Lembaran-lembaran kertas itu hanya bergerak seiring hembusan angin malam yang masuk lewat jendela kamar Ve. Sedangkan pemilik kamar masih melongo sambil sesekali tersenyum.


"Hhh, apa yang aku pikirin sih," gumam Ve dalam hatinya.


Begitu pula dengan Ken yang memandangi wajah Ve dari layar pipih berwarna hitam yang sedang ia pegang.



"Kamu cantik, Ve," puji Ken sambil mengusap foto Ve.


"Mau diapain juga uda cantik."


Ken semakin memeluk erat benda pipih berwarna hitam itu. Matanya terpejam sambil membayangkan hal-hal indah dalam imajinasinya.


...๐Ÿƒ๐Ÿƒ๐Ÿƒ...


Keesokan harinya, Al baru membaca isi selebaran yang ia terima kemarin. Lalu ia pun memberikan kertas tersebut pada Mamanya.


"Pagi, Ma, pagi, Pa."


"Pagi sayangnya Mama, kok tumben cemberut?" tanya Mama Putri lembut.


"Puft, Mama muji atau ngejek sih, kan emang muka dia selalu rata!"


"Darren, jaga sikap kamu, gitu juga adik kamu!", gertak papa.


"Hm, iya Pa, sorry Al."

__ADS_1


"Udah-udah, kita lanjutin sarapannya aja."


"Ma, Pa, ini ada surat dari sekolah!"


"Nih, Pa."


Mama membantu menyerahkan surat itu ke tangan Tiyan, suaminya. Setelah membetulkan kaca matanya, ia pun membaca isi dari surat itu.


"Oke, Papa kasih ijin."


"Emang, isinya apa, Pa?" tanya Darren.


"Kepo!" ucap Al singkat, padat dan jelas.


Sontak saja kedua remaja itu sudah saling beradu pandang kembali. Mama Putri hanya geleng-geleng melihat interaksi dari kedua putranya tak pernah berubah. Tapi mau gimana lagi, calon anak ketiga mereka tidak jadi hadir ke dunia, jadi ia pun harus berlapang dada karena hal ini.


.


.


Al sudah sampai di sekolahnya. Suasana sekolah masih sepi seperti biasanya. Karena hari ini jadwalnya untuk absensi siswa, maka ia pun datang lebih pagi dari biasanya.


"Pagi, Sayang."


Tiba-tiba, Salsa memeluk tubuh Al dari belakang. Sontak saja hal itu membuat Al bergidik ngeri karenanya.


"Ih, Sayang, kenapa gitu sih, masa enggak kangen sama aku," ucap Salsa dengan manja.


"Sorry, nggak ada kata sayang dari aku!" ucap Al dengan nada ketus.

__ADS_1


"Hm, oke, tapi nggak harus ketus sama aku dong."


Al sama sekali tak menjawab hal itu, hanya saja ia melirik tajam ke arah Salsa.


Tak lama kemudian datanglah Ve dan Ken yang berboncengan motor. Pagi ini Ve tampil fresh dengan rambut sedikit di ikat dan memakai poni. Rok yang ia pakai pun sudah sesuai standart sekolah. Hanya saja satu minus darinya, ia datang ke sekolah dengan Ken, bukan bersama dirinya.


Al menggeleng-gelengkan kepalanya. Ia ingin menormalkan kembali pikirannya tapi ternyata tak bisa. Aura yang ditampilkan Ve pagi ini mengalihkan dunia milik Al. Detak jantungnya sudah tidak beraturan kembali. Apalagi senyuman dari nya mengoyak dinding pertahanan Al yang sangat kokoh itu.


"Demi Tuhan, Al tidak akan mengalah kali ini, Ve harus menjadi miliknya, meski harus merebutnya dari Ken, sahabatnya sendiri."


"Jika kamu bisa meluluhkan hati Ve, maka aku lebih bisa mendapatkan seluruh hati dan tubuh Ve," ucapnya yakin pada pilihannya kali ini.


Bagi Al, semua yang ada di tubuh Ve sudah memenuhi kriteria di hati Al. Hanya saja Al begitu ragu akan hatinya, belum lagi ikrarnya yang mengatakan kalau ia akan fokus pada study sekolah dan tidak mau melibatkan hatinya.


Entah kenapa, hanya dengan melihat wajah Ve sudah mampu membuat pendiriannya goyah. Ve benar-benar gadis imut, cantik dan baik hati. Meski kadang wajahnya absurd, tapi kini lihat Ve sudah sedikit berubah menjadi girly.


Sayang, semua itu atas dasar kegigihan Ken dalam mendekatinya. Satu hal yang paling Al benci adalah semua yang ia harapkan selalu dengan mudah didapatkan oleh Ken terlebih dahulu.


Tapi persetan dengan itu semua, kini detak jantung Al sudah deg, deg, serr tidak karuan.


"Tuhan, beri aku nafas tambahan agar aku kuat untuk merebut Ve dari Ken."


Salsa yang sedari tadi kedatangannya tak dianggap sama sekali oleh Al, mengumpat kesal.


"Al, sebentar lagi kamu akan menjadi milikku seutuhnya, lihat apa yang aku lakukan setelah ini, kamu pasti suka dan berterima kasih padaku."


.


.

__ADS_1


...๐ŸŒนBersambung๐ŸŒน...


__ADS_2