MY KETOS VS SAHABAT MASA KECILKU

MY KETOS VS SAHABAT MASA KECILKU
PACARAN YUK!


__ADS_3

"Beberapa hari ini aku nggak gangguin kamu, tapi setelah ini gue bakal lebih keras sama lu! Persiapkan diri lu dari sekarang!"


Sorotan mata tajam dari Salsa seolah ingin menerkam Ve. Jika bukan masih jam pelajaran, mungkin Salsa akan memakan Ve sampai habis.


Rencana yang sudah disusun matang kali ini harus berhasil atau setidaknya benar-benar membuat Ve jauh dari Al.


Bel tanda berakhirnya pelajaran telah berbunyi. Tapi Pak Prapto belum juga keluar dari ruangan kelas.


"Kenapa lagi tu guru rese belum keluar?" tanya Salsa dalam hatinya.


"Eheem, ehem, attention please!" ucap Pak Prapto mengawali ucapannya.


Mendengar Wali Kelas mereka berbicara membuat sebagian siswa yang hendak keluar kelas harus kembali duduk di kursinya.


"Karena dalam agenda sekolah setiap tahunnya ada kegiatan "Camping", maka Bapak akan memberikan selebaran tentang informasi yang berkaitan dengan acara tersebut!"


"Ketua Kelas silakan maju ke depan untuk membantu saya mengedarkan selebaran ini."


Al yang mendapatkan mandat dari Wali Kelasnya segera menuju ke meja guru untuk mengambil selebaran itu dan membagikannya pada semua siswa.


Hanya butuh waktu lima menit untuk menyelesaikan tugas tersebut.

__ADS_1


"Karena selebaran itu sudah di tangan kalian, silakan untuk dibaca, dicermati dan dipahami!" titah Pak Prapto.


"Oke, karena tidak ada yang ditanyakan saya persimi eh permisi dan kalian silakan pulang!"


Sesaat setelah Pak Prapto keluar dari kelas, para siswa segera mengikutinya. Begitu pula dengan Al, Salsa, Dion dan Ve.


Tetapi Ve memilih untuk menjadi yang terakhir keluar dari kelas. Rasanya ia tak mau bergesekan dengan siswa lain karena lukanya masih basah.


Dengan sedikit tertatih Ve mulai melangkahkan kakinya. Tapi tiba-tiba ia melayang sesaat ia keluar dari kelas.


"Aaa ...." sontak saja Ve berteriak karena tiba-tiba Ken menggendongnya.


Hingga akhirnya kedua tangan Ve mengalung sempurna di leher Ken, membuat pemiliknya sangat bahagia dan terbang di atas awan.


"Kenapa malu? Toh kamu milikku sekarang?"


"Ha-ah, sejak kapan?"


"Sejak saat ini, aku mau kamu jadi pacar aku!" ucap Ken sembari mengerlingkan mata ke arah Ve.


Malu, jelas malu, lah, apalagi yang nembak orang paling ganteng satu sekolah. Tapi Ve masih bingung dengan perasaannya. Salahkah jika ia meng-amini hatinya yang ada sedikit rasa padanya.

__ADS_1


"Cantik, kok diem?" tanya Ken menatap lembut ke arah mata Ve.


Sedangkan yang ditanya sudah malu-malu. Tak berani mengeluarkan sepatah kata pun untuk saat ini. Yang ia tau dan ia rasakan adalah ada banyak kupu-kupu beterbangan di dalam hati Ve saat ini. Perasaannya begitu bahagia. Ia juga belum pernah merasakan hal seperti ini sebelumnya. Sampai asyiknya terhanyut dalam pikirannya sendiri. Saat ini Ve sudah duduk manis diatas motor Ken.


"Eh, jadi mau dijawab sekarang atau besok?" tanya Ken hati-hati.


"Em, itu ... anu, mau pulang dulu aja, malu diliat anak-anak."


"Oke, apapun keinginan kamu, akan aku penuhi mu princes."


Setelah semuanya siap, maka Ken segera melajukan motornya keluar sekolah.


"Jangan lupa pegangan, biar nggak jatuh!" goda Ken pada Ve.


"Iya," ucap Ve malu-malu.


Semakin Ve malu-malu, ia akan semakin gencar untuk menggodanya. Benar saja, setelah Ve sedikit melonggarkan pegangan tangannya, Ken menambah gas pada motornya. Akibatnya motor yang mereka kendarai melaju cepat dan membuat Ve semakin mengeratkan pegangannya.


.


.

__ADS_1


...🌹Bersambung🌹...


Kira-kira diterima nggak ya, sama Ve, atau Ve nggak boleh pacaran dulu nih, kasih komentarnya ya😘


__ADS_2