
Hari yang ditunggu tiba, kini Ve bersama Ken dan Dion sedang bersiap-siap membantu Ve untuk keluar dari Rumah Sakit. Mama Jihan, Nenek Safa dan Lisa mempersiapkan syukuran penyambutan kedatangan Ve. Keinginan Nenek Safa hanya satu setidaknya tidak ada kemalangan yang terjadi setelah ini. Maka dari itu nenek kekeh membuat acara syukuran ini.
Tadinya hanya mau mengundang kerabat dekat saja, tetapi rupanya Jihan menginginkan agar ada anak yatim yang juga ikut mendoakan kebahagian mereka.
Oleh karena itu mereka membuat banyak aneka masakan yang akan dibagikan kepada anak yatim dan orang yang kurang beruntung. Setelah siap, aneka makanan itu dibungkus ke dalam kotak makanan saji.
Jihan dan nenek sengaja memilih anak yatim karena selama ini mereka banyak melihat anak-anak diperlakukan secara tidak layak dan banyak diantara mereka lahir dalam keadaan tidak mempunyai orang tua. Setidaknya berbagi rezeki pada mereka bisa mengukir seulas senyum di wajah tidak berdosa itu.
🍂RUMAH SAKIT
Al yang baru saja kembali dari bagian administrasi segera menuju kamar Ve. Ia membuka pintu dengan perlahan. Dari tempatnya berdiri Al bisa melihat wajah Ve, kini ia terlihat sudah lebih berseri daripada keadaannya beberapa hari yang lalu.
Dengan mengukir senyum Al mendekati Ve. "Sudah siap, Sayang?"
"Sudah, ayo pergi," ucap Ve dengan tersenyum.
Namun, wajah Ve menjadi sendu ketika Al malah mengambil kursi roda di sudut ruangan.
"Kenapa pakai kursi roda?" tanya Ve keheranan dengan tingkah laku Al.
"Aku takut kamu capek, sayang," bisik Al pada pipi Ve hingga membuatnya merona.
"Ta ... tapi ...." ucapan Ve tertahan ketika jemari Al menempel di depan mulutnya.
__ADS_1
"Kamu ikutin kataku ya, biar kamu juga nggak kecapekan nanti."
"Ehem, masih ada orang loh, bos kuh!"
"Pepet terus sampe dapat," ucap Dion yang sedikit cemburu.
Tentu saja tingkah Ken dan Dion membuat Al dan Ve tersenyum.
"Makanya cari pasangan dulu, woy!" sindir Al sambil menyenggol bahu Dion.
"Kalau bukan temen udah gue gasrak tuh!" umpatnya kesal.
"Sabar, orang sabar pasti kesel," ucap Ken menghibur Dion.
Bagaimana ia tidak cemburu, sejujurnya rasa itu masih tersimpan rapi di dalam hati Dion, sayangnya hati Ve sudah tertutup oleh cinta Al yang amat besar. Sehingga secara otomatis kesempatan untuknya telah habis.
Sebuah persahabatan antara lelaki dan perempuan tidak akan pernah ada yang murni. Akan ada rasa yang terlibat di dalamnya. Lambat laun rasa itu pasti muncul dan semakin besar. Tentu saja akibat intensitas pertemuan yang semakin sering terjadi.
Akan berbeda kisahnya jika rasa itu terbayar dengan sebuah kisah baru yang semakin membuat mereka saling merajut asa. Apa lagi sampai mereka jadian.
"Semoga kamu cepat dapat gantinya ya Dion, Aamiin," doa Ve dalam hati.
...⚜⚜⚜...
__ADS_1
...Wahai pemilik hati...
...Bolehkah aku tetap memilihmu...
...Tetap mencintaimu...
...Meski aku tau ini salah...
...Aku akan tetap menyimpan rasa ini...
...Hanya untukmu sang belahan hati...
...Meski kini kau telah bersamanya ...
...Akan aku coba untuk mengikhlaskanmu...
...Walau aku tau itu tak mungkin terjadi ...
...Berjanjilah untuk tetap bahagia ...
...Meski tak bersamaku...
...Ijinkanlah aku tetap menyimpanmu di dalam hatiku...
__ADS_1
...⚜⚜⚜...
...Untukmu, Veeya Nazia Raya...