MY KETOS VS SAHABAT MASA KECILKU

MY KETOS VS SAHABAT MASA KECILKU
Bab 121. DICULIK


__ADS_3

"Pasien atas nama Veeya Nazia Raya," panggil suster tersebut di depan pintu ruang praktek dokter.


"Iya Sus."


Lisa dan Putri memegang masing-masing lengan Ve dan menuntunnya ke ruangan praktek dr. Qin.


"Silakan duduk!"


"Ulurkan tanganmu," ucap dr. Qin.


Setelah itu ia mulai memeriksa kondisi Ve, memastikan apakah kebutaannya permanen atau bisa disembuhkan. Beberapa saat kemudian, ia mulai memberikan instruksi pada asistennya untuk mempersiapkan pengobatan kali ini.


"Silakan berbaring di tempat yang sudah dipersiapkan oleh asisten saya."


Ve dituntun oleh kedua ibunya menuju brankar. Kemudian dr. Qin mulai melakukan pengobatannya dengan beberapa jarum akupuntur. Teknik pengobatannya memang lain, tetapi cara ini ditempuh karena menurut mereka paling minim resiko.


Benar saja, hanya beberapa saat setelah proses pengobatan dengan jarum akupuntur, tubuh Ve terasa lebih baik, aliran darahnya juga terasa lebih lancar. Hanya saja penglihatannya belum sepenuhnya kembali.

__ADS_1


"Untuk pengobatan kali ini sampai di sini dulu, karena setelah ini masih hanyak tahapan yang harus dilakukan, jangan lupa menebus resep obat yang telah saya tuliskan."


"Baik, terima kasih dok."


"Sama-sama."


Setelah melakukan pengobatan tadi, Putri mengajak calon menantunya itu untuk makan siang. Sesuai anjuran dr. Qin ia memang harus mengurangi makanan berlemak untuk saat ini. Jadi menu makan siang mereka semuanya berjenis vegetarian.


"Kamu nggak kenapa-napa kan Jeng saat makan tanpa daging?"


"Nggak kenapa-napa kok, udah membiasakan diri."


"Iya sebentar lagi ini masih menunggu Aiden untuk datang."


Saat kedua wanita dewasa di depannya asyik mengobrol, Ve masih berusaha beradaptasi dengan lingkungan sekitarnya. Ia masih mencoba makan tanpa melihat menu apa yang kita makan. Hanya bisa merasakan jika makanan di depannya hangat dan mengetahui jenis makanan dari bau masakan tersebut.


"Beginikah rasanya menjadi orang buta?" ucap Ve dalam hati.

__ADS_1


"Dunia terlalu gelap saat ini, bagaimana aku bisa terus melangkah jika kamu terus tidur Al."


Sungguh saat ini orang yang sangat dirindukan oleh Ve adalah kehadiran Al. Kenangan yang terakhir kali di ingat adalah saat Ve dan Al melaju di jalanan sepulang dari rumah Salsa.


Hanya karena cinta buta, Ve dan Al harus terluka sampai seperti ini. Apakah hidup yang ia impikan sejak kecil tidak dapat ia miliki kembali? Begitu banyak pertanyaan yang berkecamuk di dalam hatinya.


"Ve, Mama ke toilet sebentar ya, kamu di sini sama Mama Lisa sebentar, oke."


"Iya, Ma."


Putri memang ada keperluan sebentar, sehingga dengan terpaksa ia meninggalkan Ve dan Lisa. Tetapi beberapa saat kemudian, meja makan mereka didatangi beberapa lelaki berbaju hitam dan berperawakan tinggi. Dengan membekap mulut Lisa dan Ve, komplotan itu berhasil membekuk kedua wanita itu dan membawa pergi salah satunya.


"Kalau cuma pekerjaan begini mah gampang, kenapa pakai nyuruh kita sih?" ucap salah seorang bandit itu.


"Ha ha ha, namanya juga rezeki. Kita mah tinggal melakukan tugas dari Bos, bayaran trus pulang, kan?"


"Betul juga kamu, ha ha ha ...."

__ADS_1


Komplotan bandit suruhan Sabrina itu memang berhasil menculik Ve, tetapi mereka tidak tau jika saat ini yang mereka hadapi bukan hanya keluarga Aiden melainkan juga keluarga Tiyan.


Lalu apakah Ve akan selamat? Lalu bagaimana nasib Al yang tak kunjung siuman sampai saat ini?


__ADS_2