MY KETOS VS SAHABAT MASA KECILKU

MY KETOS VS SAHABAT MASA KECILKU
BAB 58. SEBUAH KENYATAAN


__ADS_3

Beruntung sinyal di ponsel milik Al penuh, jadi tak butuh waktu lama, bantuan medis segera menuju ke lokasi camping.


Satu jam kemudian tubuh Ve dan Ken berhasil di evakuasi. Meski wajah dan tubuh mereka memucat tapi detak jantung mereka masih ada, itu artinya mereka masih bisa tertolong.


Cairan infus kini sudah menempel pada salah satu tangan mereka. Karena Ve sangat penting untuknya, Al meminta ijin pada petugas medis untuk ikut bersama di dalam ambulance Ve. Sedangkan Sean yang kebetulan akhir-akhir ini dekat dengan Ken ikut bersama ambulance Ken.


Keadaan di lokasi camping sempat terguncang, apalagi melihat kondisi Ve dan Ken tadi sepertinya cedera yang mereka alami cukup lumayan. Kening dan beberapa tangan mereka lecet, dan bibir sudah memutih pucat. Terlalu lama berada di daerah lembab sepertinya membuat suhu di tubuh mereka meningkat.


"Kamu yang kuat ya Ve," doa Al dalam hatinya dengan posisi kedua tangan memegang tangab Ve yang sangat dingin itu.


"Aku nggak akan membiarkan kamu dekat dengan Ken, kalau akibatnya bakal seperti ini," sesal Al dalam hatinya.


Andaikan ia bisa datang lebih cepat, mungkin semua ini tidak akan terjadi. Tapi semua sudah terjadi, sehingga saat ini yang bisa ia lakukan hanyalah berusaha memberikan pertolongan medis sebaik dan se-efektif mungkin.


Sementara itu di lokasi camping.


"Al di mana, di mana, Kak?" tanya Salsa kebingungan karena tak mendapati jejaknya di sana.


Dion yang melihatnya segera menepuk pundak Salsa. Tentu saja ia terjingkat karenanya.


"Aish, kamu kenapa ngagetin?" tanya Salsa setengah emosi.


"Nggak kenapa napa sih, cuma kasihan aja sama kamu yang cintanya selalu bertepuk sebelah tangan, kenapa nggak taubat aja sih!"


"Taubat kenapa, aku kan nggak khilaf, lagian dengan kesadaran miliku yang seratus persen aku bersumpah jika di dalam hatiku hanya ada Al seorang."


"Cih, kayak cewek nggak laku aja, masak sih seorang Salsa tidak bisa meluluhkan hati Alfariz?"


Dion memang sengaja mencemooh Salsa karena sebenarnya hatinya juga sakit saat ia melihat Ve bersama orang lain. Tapi ia juga sadar diri, jika bukan karena dulu ia pergi meninggalkan Ve, mungkin saat ini mereka sudah bisa bersama.


Berbekal mode setengah sewot, Salsa menginjak kaki Dion lalu meninggalkannya tanpa mau mengucap kata maaf. Sementara Dion hanya tersenyum miring karena hal itu.

__ADS_1


Di sisi lain, para panitia dan penegak Bantara segera mendamaikan situasi. Meski ada dua siswa yang terluka, kegiatan camping tetap dilanjutkan.


.


.


...⚜⚜⚜...


...INSTALASI UNIT GAWAT DARURAT...


Mobil ambulance yang membawa Ve dan Ken sudah sampai di rumah sakit. Kini keduanya langsung dilarikan ke UGD. Beruntung kedua remaja tadi berhasil diselamatkan. Hanya saja luka-luka di tangan, kaki dan keningnya harus diperban.


Saat kedua remaja sedang berada di kamar perawatan masing-masing. Sean tetap setia menemani Ken. Sementara itu, Al menunggu di kamar Ve. Ia bahkan tidak makan dan minum dan hanya berdiam diri di samping brankar milik Ve.


"Ve, kapan kamu bangun? Kata dokter kamu akan baik-baik saja? Bukankah begitu Ve? Kamu harus bangun demi aku!" bisik Al tepat di telinga sebelah kiri milik Ve.


Tak terasa, beberapa bulir air mata Al menetes, mengenai tangan Ve. Merasakan ada tetesan air di tangannya, sontak kedua mata Ve terbuka.


Al mengusap air matanya lalu tesenyum.


"Ve, kamu sudah bangun?" ucapnya bahagia.


Ve menoleh, tapi ia tak mengingat siapa lelaki di sampingnya itu.


"Kamu siapa?"


"Ha-ah, ka-kamu ...."


Tak mau mengambil resiko, Al memencet tombol nurse call yang berada di samping brankar Ve. Beberapa saat kemudian, dokter dan suster datang ke kamar Ve, lalu memeriksa keadaan pasien.


Al memundurkan langkahnya untuk memberi ruang pada dokter untuk memeriksa keadaan Ve.

__ADS_1


Kedua mata Ve diperiksa, denyut nadinya juga tak luput diperiksa dokter. Lalu setelahnya beberapa pertanyaan diberikan padanya untuk mengetahui seberapa parah atau luka yang di derita pasien saat ini.


"Bagaimana dokter?"


Dokter mengajak Al untuk berbicara empat mata di sudut ruangan. Al segera mengikuti kemana dokter membawanya. Di sudut kamar Ve, dokter mulai menjelaskan semuanya dan segala kemungkinan yang terjadi setelah ini.


"Jadi, sebenarnya apa yang sedang terjadi pada pasien?"


Dokter itu melepas kaca matanya lalu mulai berbicara pada Al.


"Sepertinya pasien mengalami hilangnya memori jangka pendek atau short term memory loss adalah kondisi ketika seseorang lupa apa yang didengar, dilihat, atau dilakukan beberapa saat lalu."


"Apakah itu berbahaya?"


"Sebenarnya tidak, tapi semua tergantung pasien dan dukungan dari keluarga dan orang-orang terdekat pasien."


"Lalu saya harus bagaimana dokter?"


"Bantu pasien untuk memulihkan ingatannya secara perlahan, ajak pasien melakukan apa yang ia suka, dan hindari hal-hal yang tidak ia sukai atau membahayakan pasien."


"Karena tidak ada obat yang bisa menyembuhkan hilangnya memori jangka pendek, namun beberapa perawatan medis dapat meredakan gejalanya. Satu hal yang paling penting adalah dukungan dan support dari orang-orang terdekat dari pasien."


.


.


...🌹Bersambung🌹...


Sambil nunggu up, jangan lupa mampir di karya teman literasi Fany ya... karya author Kiss dengan judul "Budak Ku Mr. Mafia"


__ADS_1


__ADS_2