
Akibat perkelahian Ve dan Salsa, membuat pihak sekolah harus memberikan skorsing pada kedua anak tersebut.
Kini mereka sedang berada di dalam ruang BK. Di hadapan mereka ada Bu Diana yang menatap tajam ke arah Ve dan Salsa. Saking kesalnya, Bu Diana menggebrak mejanya.
"Apa-apaan ini!"
"Kalian sudah dewasa, harusnya kalian paham, ini sekolah tempat untuk menimba ilmu bukan tempat untuk adu kekuatan, paham!"
"Paham, Bu, tapi dia yang mulai!" ucap Salsa sambil menunjuk ke arah Ve.
Sedangkan Ve hanya terdiam dan menunduk.
"Satu hal yang harus kamu ingat, saat nanti kamu dipanggil guru BK, maka kamu nggak usah banyak bicara, usahakan untuk menyimak dan menerima semua ucapan dari guru BK tersebut, paham!" bisik Al sesaat sebelum Ve digelandang ke ruang BK.
Sementara Al, Kenzo dan Dion mondar-mandir di depan pintu ruang BK. Dari wajah ketiga malaikat tampan itu tercetak dengan jelas kecemasan di wajah mereka.
Mereka khawatir akan terjadi apa-apa dengan Ve. Apalagi tindakan Ve barusan mampu membuat sekolah yang biasanya aman tentram menjadi rusuh, hanya karena ulah kedua gadis remaja yang sempat berkelahi. Terlebih lawan Ve adalah putri salah satu anggota dewan sekolah, semakin membuat mereka khawatir.
Tetapi Dion sempat tersenyum bangga, karena Ve telah kembali menjadi Ve miliknya yang dulu.
"Itu baru gadis gue," batin Dion bangga.
Sementara Al memikirkan cara agar hukuman Ve tidak terlalu berat.
"Jika Salsa melibatkan dewan sekolah, maka aku akan bertindak!"
Sedangkan Kenzo berniat akan menemani Ve jika nanti hukuman untuk Ve sudah turun.
"Apa pun hukuman untuk kamu, aku akan menemanimu setiap saat."
Ve benar-benar mengusik ketenangan ketiga pria tampan tersebut. Sedangkan di sisi lain, terlihat anggota geng Salsa yang juga sedang menunggu kedatangan ketua geng mereka.
"Hm, bagaimana ini?" ucap salah seorang dari mereka.
"Bagaimana jika kita hubungi Ayah Salsa?"
"Jangan, kita tunggu saja, hukuman apa yang akan diberikan oleh Bu Diana untuk mereka!"
"Oke," ucap yang lainnya.
__ADS_1
🍃Di dalam ruang BK.
Suasana semakin memanas kali ini, apalagi perkelahian kali ini melibatkan salah seorang putri dari anggota dewan sekolah. Salah sedikit dalam mengambil keputusan bisa membuat karirnya hancur.
"Hm, jika aku salah sedikit dalam mengambil keputusan, bisa jadi karirku hancur. Meski Ve bukan anak salah satu anggota dewan sekolah tapi dia dekat dengan Alfarizi dan Kenzo."
Setelah beberapa saat bermonolog pada pikirannya, Bu Diana segera mengambil jalan tengah dan memutuskan hukuman yang tepat untuk mereka.
"Baiklah, sudah Ibu putuskan untuk kamu Ve, kamu akan ibu skorsing selama tiga hari."
"Ha-ah, cuma tiga hari, Bu," ucap Salsa tidak terima.
"Dan kamu Salsa, kamu juga ibu skorsing satu hari."
"Kok, aku juga dapat hukuman Bu?" ucapnya tak terima.
"Hm, ini sudah sesuai dengan peraturan sekolah, Sayang."
"Harusnya dia langsung di keluarkan dari sekolah, Bu!"
"Tidak bisa, Salsa, karena menurut peraturan sekolah memang harus seperti itu hukumannya," ucap Bu Diana sedikit bijak.
"Tidak, Bu."
"Dan kamu Salsa?"
Salsa hanya terdiam dan tetap saja tak terima.
"Salsa?"
"Iya, Bu."
"Bagus, maka di mulai besok sampai tiga hari ke depan, hukuman kamu dimulai!"
"Begitu pula dengan kamu Salsa."
"Hm," ucap Salsa.
"Baik, Bu. Terima kasih," ucap Ve.
__ADS_1
"Hm."
Meski kesal, Ve dan Salsa menerima hukuman kali ini.
"Sekarang kamu boleh merasa menang, tapi lihat aja setelah ini, berani bermain denganku, maka kamu akan habis!" batin Salsa.
"Hm, ini baru permulaan Sal, meski kamu anak orang kaya, bahkan putri salah satu anggota dewan sekolah, tapi jika nanti mereka tau kebenarannya, aku jamin kamu yang akan menangis."
Setelah itu, mereka keluar dari ruangan BK. Ketiga remaja tampan itu sudah bersiap untuk mendekati Ve. Tapi sayang, yang muncul adalah Salsa terlebih dahulu. Lalu di belakangnya baru muncul Ve.
"Ve," seru ketiga remaja itu kompak.
"Kalian ngapain di sini?" tanya Ve bingung memandangi satu persatu remaja tampan di depannya itu.
"Buat nungguin kamu lah!" ucap ketiganya kompak.
"Ha-ah."
Tak mau menunggu lama, Dion menarik lengan Ve. Hingga membuat kedua lelaki depannya tak terima.
"Ngapain kamu pegang Ve!" gertak Al dan Kenzo bersamaan.
"Kalian kenapa sih, Dion teman gue keles, sans, Bro."
Perkataan Ve barusan membuat Kenzo dan Al saling menatap heran.
"Sejak kapan?"
"Bukannya, Dion yang ...." ucap Al terhenti.
"Hhh, kalian bertiga ikut aku!" ajak Ve pada ketiganya.
Sementara Salsa kesal karena Al bukan menunggu dirinya melainkan menunggu Ve.
"Lihat aja nanti!"
.
.
__ADS_1
...🌹Bersambung🌹...