MY KETOS VS SAHABAT MASA KECILKU

MY KETOS VS SAHABAT MASA KECILKU
BAB 77. KALUT


__ADS_3

Beberapa saat setelah Ken keluar dari kamar Ve dan membiarkannya istirahat, Ve membuka mata. Ia pun meraba-raba sakunya. Beruntung ponselnya masih berada di sana dan ia tidak pingsan dalam waktu yang lama. Oleh karena itu ia segera menghubungi Al.


Beberapa saat mencoba, memang belum langsung tersambung, tapi Ve tetap mencoba menghubunginya, baginya posisi Al saat ini lebih penting dari segalanya. Jadi apa pun itu ia akan berbagi cerita padanya.


Setelah ke sekian kali mencoba, ia berhasil menghungi ponsel Al. Ternyata sedari tadi tidak bisa tersambung karena Al baru saja dari kamar mandi. Ia baru saja buang air kecil, lalu ketika melihat ponselnya menyala, Al segera meraihnya.


Ada senyum tergurat ketika melihat nama dari siapa yang menelponnya malam itu. Lalu ia pun mengangkat telpon dari Ve.


"Hallo ...."


"Hei, Kak, ini aku ..." ucap Ve lirih.


Al mendudukan dirinya.


"Iya, Ve, ada apa?" ucapnya lembut.


Ve menahan sesak di dadanya, memejamkan mata untuk sejenak. Entah kenapa perasaannya menjadi sedikit ragu, hingga akhirnya ia yakin dan meneruskan kembali perkataannya.


"Aku takut."


Al menajamkan pendengarannya. Meski khawatir ia mencoba menyalurkan supportnya lewat perkataannya.


"Kenapa, takut apa?"


Akhirnya Ve melanjutkan kalimatnya, menjelaskan dengan cara sederhana agar Al paham maksudnya. Sementara itu, Al mengangguk sambil terus menajamkan pendengarannya. Hingga akhirnya Al tau bagaimana keadaan Ve saat ini.


"Tenang saja, Ken orang baik, percaya padaku."


Ada sedikit ketenangan yang ia rasakan setelah Al mendukungnya. Hingga akhirnya percakapan mereka terputus dan tak lupa Ve berterima kasih lalu mengucap salam.


Al menatap langit-langit di kamarnya. Tentu saja kabar yang barusan ia terima sangat membuat Al tidak percaya. Bagaimana mungkin Ayah Ken kini menjadi Ayah Ve juga.


Al harus bertindak lebih cepat untuk menyelidiki hal ini. Beruntung besok hari masih libur, ia bisa menggunakan hari esok untuk menjenguk Ve dan juga neneknya.


Sementara Darren segera menuju kamarnya takut ketahuan oleh adiknya. Tapi sepanjang perjalanan ia masih memikirkan apa yang sedang menimpa adiknya. Sepertinya masalah kali ini cukup rumit. Bagaimanapun hubungan dia dan adiknya meski tidak terlalu dekat tapi ia amat menyayangi adiknya.


Hubungan darah memang lebih kental dari apa pun. Oleh karena itu meski Darren tak pernah akur dengan adiknya tapi tak mengurangi rasa sayangnya sedikitpun.


.


.


🍃Keesokan harinya.


Langit hari itu sangat cerah, sebiru lautan yang membentang di Samudra Hindia. Seindah cakrawala yang dilukiskan oleh alam yang membuat siapa pun yang memandangnya tak berhenti bersyukur pada Tuhan.


Pagi-pagi sekali Al sudah terlihat rapi dengan pakaiannya. Setelah mematut dirinya di depan cermin, ia berjalan turun dengan lumayan cepat. Di lantai satu, lebih tepatnya ruang makan, seluruh anggota keluarganya sudah menunggu kedatangannya.


"Pagi, Pa, Ma, Bang," sapa Al pada semuanya.


"Pagi, Sayang. Ceria banget, mau kemana sih?" tanya Putri.

__ADS_1


"Ada urusan bentar, Ma."


"Oh, pantes rapi. Biasanya kalau hari libur kan kalian bakal di rumah aja," ucapnya sambil memandangi kedua putranya secara bergantian.


Sementara Al langsung melahap roti panggang buatan Mamanya pagi itu. Sesekali matanya masih mengamati Mamanya yang sibuk ngomel dengan tersenyum. Lalu setelahnya ia minum susu dan langsung berpamitan.


"Kok buru-buru, Sayang?"


"Iya, ada perlu," ucapnya cepat.


Melihat Al bergegas pergi, Darren berniat segera menyusulnya.


"Ma, Pa, Darren juga berangkat dulu ya."


"Lah-lah, tumben?"


Tapi Darren hanya tersenyum. Setelahnya ia pun melakukan hal yang sama dengan adiknya lalu segera melajukan mobilnya mengikuti kemana Al pergi.


"Kok tumben-tumbenan mereka pergi hampir barengan gitu, Pa?"


"Nggak tau, lagi pengen kali."


"Hu um, kali ya, ya dah, Papa ayo bantu Mama siapkan bahan-bahan buat kue yuk."


"Oke, Mama sayang."


Di jalan Al memang lebih fokus mengendarai mobilnya agar ia lebih cepat sampai ke Rumah Sakit. Sebelumnya ia juga mampir sebentar di sebuah toko kue dan bunga. Sementara Darren masih membuntutinya dari kejauhan.


Karena barang yang diinginkan sudah didapatkan ia segera melajukan kembali mobilnya ke Rumah Sakit. Begitu pula dengan Darren.


.


.


...⚜⚜⚜...


...Rumah Sakit...


"Kenapa Al lama sekali?" gumam Ve sambil duduk menyandar di dash board brankar miliknya.


Tapi tiba-tiba lamunannya buyar ketika melihat Ken masuk ke dalam ruangannya.


"Pagi, Ve."


Pagi ini Ken membawa sebuket bunga untuk Ve.


"Cantik banget, Kak."


"Ini buat kamu," ucapnya sambil menyerahkan bunga itu padanya.


"Makasih."

__ADS_1


"Sama-sama."


Ken mendudukan dirinya di samping brankar Ve.


"Gimana? Udah mendingan?"


"Alhamdulillah sudah, makasih, Kak."


"Oh, ya, gimana Nenek?"


"Tadi kata dokter udah lumayan, bentar lagi dokter mau memeriksa kondisinya kembali."


Ve manggut-manggut mendengarkan setiap ucapan dari Ken. Sampai beberapa saat kemudian, muncullah Al dari luar ruangan Ve.


"Assalamu'alaikum," sapa Al ketika baru saja membuka kamar Ve.


"Wa'aalikumsalam," ucap Ve dan Ken secara bersamaan.


Al terpaku ketika melihat gadis pujaannya berduaan dengan lelaki lain saat ini. Meski ia baru tau jika Ken kakak Ve, tapi melihat seperti itu tetap saja ia tak terima. Apalagi Ken merupakan mantan rival Al selama ini.


Tunggu dulu, bahkan Ken lebih dulu memberi Ve sebuah buket bunga. Ingin rasanya buang yang ia beli, dilempar ke tong sampah. Tapi sepertinya tidak etis melakukan hal itu pagi-pagi.


"Loh, kok ada Ken di sini?" tanya Al pada mereka.


"Kebetulan dari semalam aku juga yang melarikan Ve kemari.


"Oh."


Ve mencoba mencairkan ketegangan yang terjadi.


"Bunganya untuk siapa, Kak?"


Al menatap Ve lalu bunganya, tanpa diminta, Al segera menuju ke tempat Ve.


"Ini buat kamu," ucapnya penuh senyuman.


"Makasih," balas Ve.


"Tumben kalian bawa bunga bareng, ups," seketika Ve menutup mulutnya.


"Sorry."


Tapi tatapan keduanya tetap saling mengintimidasi. Satunya tidak rela jika Ve dekat dengan Al. Satunya tidak rela Ve dekat dengan Ken meski hubungan mereka saat ini adalah kakak dan adik.


Lalu bagaimana dan apa yang terjadi setelah ini?


.


.


...🌹Bersambung🌹...

__ADS_1


__ADS_2