
Darren berhasil membawa pergi Ve pergi, sementara di kediaman Sabrina seolah tidak terjadi apa-apa. Pesta yang sengaja dibuat untuk mengecoh Darren pun tetap berlangsung aman terkendali, seolah tidak terpengaruh akan ketidakhadiran sang pemilik pesta.
Sedangkan Ve, saat ini sedang dibawa kembali ke Villa tempat tinggal Darren di puncak. Sementara Sabrina diserahkan ke pihak kepolisian.
"Apa tidak sebaiknya memanggil dokter Qin kemari?" tanya Tiyan yang kebetulan berada di kamar Ve.
"Bagaimana menurut Papa dan Mama?"
"Aku sih baiknya aja gimana, masalahnya Mama nggak bisa menemani Ve di sini, setelah ini adalah jadwal terapi untuk Al."
"Kalau di sini biar aku yang menjaganya."
Tiba-tiba Aiden sudah berada di dalam kamar Ve.
Membuat Darren, Tiyan dan Putri menoleh ke arahnya.
"Lalu, bagaimana dengan kesehatan Lisa? Siapa yang akan menjaganya?"
"Penjagaan untuk Lisa sudah aku diperketat, begitu pula dengan Al dan Ve."
"Oke kalau begitu biarkan aku pergi sebentar, aku percayakan Ve pada kalian berdua."
Akhirnya Tiyan dan Putri meninggalkan villa untuk menuju Rumah Sakit. Saat ini saatnya mereka menyelamatkan putra mereka. Mobil hitam itu segera melaju meninggalkan area villa menuju kota.
🍂Di Rumah Sakit
Keajaiban akhirnya terjadi, jari jemari Alfarizi bergerak dengan perlahan. Beruntung pada saat yang sama suster sedang memeriksa keadaan Al. Melihat respon dari pasien, suster segera memanggil dokter Qin.
Beberapa saat kemudian ruangan ditutup lalu dokter Qin segera melakukan pemeriksaan secara menyeluruh. Pada saat yang sama Putri dan Tiyan baru saja sampai. Mereka terkejut karena di depan ruangan Al ada beberapa tenaga medis di sana. Putri segera mempercepat langkahnya menuju tempat tersebut.
Tidak berapa lama, dokter Qin keluar dari dalam sana.
"Bagaimana keadaan anak saya dok?"
"Kondisinya sudah membaik, bahkan saat ini ia sudah siuman dan duduk di dalam sana."
"Benarkah? Bolehkah kami masuk?"
"Silakan!"
Dokter Qin segera memberikan jalan di sana. Membuat Putri dan Tiyan segera masuk untuk memeriksa keadaan Al, apakah sama dengan yang dikatakan oleh dokter Qin barusan.
Mata Putri berkaca-kaca melihat putranya kembali siuman. Tanpa menunggu waktu yang lama, akhirnya mereka memeluk Al dan menumpahkan kerinduannya di sana.
"Alhamdulilah kamu selamat, Nak."
"Mama kenapa menangis, Al sudah nggak kenapa-napa."
__ADS_1
"Iya, syukurlah kamu sudah siuman."
"Oh, ya. Di mana Ve, dia nggak apa-apa, kan?" tanya Al sambil sorot matanya sesekali menyisir ke seluruh ruangan.
"Kok nggak ada?" tanya Al dengan nada kebingungan.
Putri menundukkan dirinya di dekat brankar. Ia memegang erat tangan Al, lalu menatap suaminya. Sesaat kemudian Tiyan mengangguk.
"Ve ada di rumah, saat ini ia sedang beristirahat di Villa bersama ayahnya dan Darren."
"Loh Kak Darren kapan pulang?"
Putri tersenyum, "Kakakmu belum pulang tapi kita yang mendatanginya."
Alis Al berkerut, "Ma-maksudnya?"
"Kita sedang berada di luar negeri untuk pengobatan kamu dan Ve."
Al sudah terlihat panik dan tidak tenang saat mendengar Ve tidak baik-baik saja.
"Memangnya Ve kenapa?"
"Kalian kecelakaan dan saat itu kalian berdua dalam keadaan kritis, tetapi sejak saat itu pula kau tidak bangun hingga akhirnya kita sepakat memindahkan pengobatan kalian ke sini."
Tiyan akhirnya ikut bicara, "Tapi kamu tenang saja, karena kondisi Ve sudah sedikit membaik, oleh karena itu ia bisa pulang lebih dulu."
"Ha ha ha, tunggu sampai kondisimu normal maka kita akan kembali ke Indonesia."
.
.
Setelah cukup lama terbaring dan melewati beberapa kali terapi pengobatan dari dokter Qin, kedua mata Ve sudah berangsur sembuh. Bayangan hitam yang beberapa minggu menutupi kedua matanya kini sudah pergi. Ve tidak perlu takut lagi untuk melihat keindahan dunia. Apalagi kini di sisinya sudah ada Al yang juga sudah sembuh.
Kedua tangan mereka saling berpegangan tangan, menguatkan satu sama lain. Mencoba menggenggam asa yang sebelumnya tidak pernah bisa mereka raih. Kedua orang tua mereka sangat bersyukur Tuhan masih berbaik hati pada takdir kedua putra putrinya.
Dari kejauhan Aiden, Lisa, Tiyan dan Putri tersenyum melihat mereka sembuh.
"Jadi bagaimana kalau rencana pernikahan mereka di percepat?" ucap Aiden membuka suara.
"Aku sangat setuju akan hal itu, bagaimana dengan kalian?"
"Kami ikut saja, Ayah. Asalkan itu yang terbaik untuk kita berdua," ucap Al mantap memegang tangan Veeya.
Pancaran indah dari keduanya membuat senyuman terbit dari kedua orang tuanya.
"Memang sebaiknya hal yang baik harus disegerakan saat ini. Apa pun keputusan kalian kami akan ikut," ucap kedua orang tua Al.
__ADS_1
"Karena kalian semuanya sudah setuju, maka hari dan tanggal pernikahan Al dan Ve sudah kami putuskan."
"Tanggal 7 Februari tepat, di salah satu hotel ternama di Bali, pesta pernikahan mereka akan digelar."
"Lalu akad nikahnya, bagaimana?"
"Pagi harinya dong, biar siangnya langsung pesta resepsi. Setelah itu kalian berdua bebas berbulan madu," ucap Tiyan sambil merengkuh pinggang mungil Putri istrinya.
Sikap romantis Tiyan dan Putri tidak pernah sirna di makan usia. Keduanya sangat pandai menjaga hubungan pernikahan mereka sampai lama. Bahkan membuat Al kadang iri dengan kemesraan mereka.
Dengan memeluk tubuh Veeya, Al mengecup kening Ve. Lalu sesaat kemudian ia mengeluarkan sebuah kotak perhiasan dari sakunya. Al yang sebelumnya memeluk Ve kini melepasnya lalu berlutut dihadapan Ve.
"Aku juga ingin menua bersamamu, maukah kamu hidup berdua denganku?" ucapnya sambil mengarahkan kotak berisi cincin permata itu di hadapan Ve.
Tentu saja sikap romantis Al yang tiba-tiba membuat Ve malu, tetapi tepuk tangan dan support dari kedua orang tua mereka memberinya sebuah semangat baru.
"Terima ... terima ...." ucap mereka bersamaan.
Sementara itu Al masih menunggu jawaban dari Ve. Sampai moment romantis tersebut akhirnya diakhiri dengan sebuah anggukan kepala dari Ve yang membuat semuanya bahagia.
"Aku menerima pinangan darimu," ucap Ve malu-malu.
"Yeay ...." Semuanya bersorak untuk kebahagian Ve dan Al di senja itu.
Sebuah lukisan maha karya dari sang pencipta sore itu membuat moment romantis sore itu semakin lengkap. Sebuah senyuman terbit disudut bibir Kenzo yang baru saja tiba.
"Selamat untuk kebahagiaanmu, Veeya. Love you."
"Love you too."
...🌹TAMAT🌹...
Jangan lupa mampir di karya author yang lain guys.
"NOTA HUTANG DI ATAS PERNIKAHAN"
"TERJERAT RANJANG GADIS ABG"
"WANITAKU BAHU LAWEYAN!"
Ditunggu kehadirannya all, makasih 😘
__ADS_1