MY KETOS VS SAHABAT MASA KECILKU

MY KETOS VS SAHABAT MASA KECILKU
TERPESONA


__ADS_3

Happy reading all😘


.


.


Seorang gadis baru saja selesai mematut dirinya di depan cermin. Seragam kebesaran miliknya kini pun sudah ia kenakan. Sebuah seragam yang mampu membuat anak-anak dari sekolah lain tunduk dan hormat karena kepopulerannya yang sudah di atas rata-rata.


Tak lupa sebuah jam tangan manis berwarna hitam, sudah bertengger di salah satu pergelangan tangan. Membuat siapapun yang memakainya akan terlihat lebih berkelas kata netizen.


Jam tangan pemberian Ken itu tak pernah ia minta, tapi tetap saja Ken memaksa untuk membelikannya. Hingga mau tak mau kini jam tangan itu melingkar di tangan Ve, yang sialnya semakin membuat ia terlihat manis.


Rambutnya sengaja ia gerai sesuai permintaan Ken kemarin, katanya ia terlihat makin cantik kalau rambutnya dibiarkan seperti itu.


"Wkwkwk, memuji diri sendiri nggak dosa 'kan?" batin Ve saat melihat pantulan dirinya di cermin.


Tak mau terlambat, ia pun segera pergi meninggalkan rumah. Tak lupa ia membawa sebuah kotak bekal makanan yang berwarna merah muda.


Dengan memilih naik bus, kini Ve sedang dalam perjalanan ke sekolah. Sesekali ia melirik ke arah jendela karena ada hal aneh yang ia rasakan saat ini. Terlebih salah satu mobil berwarna hitam itu sejak tadi seolah mengikutinya sejak dari rumah sampai sekarang.


"Kok, kaya mobil si Dion sih? Ah, mana mungkin, lagian mobil seperti itu kan sangat banyak di kota besar seperti ini," batin Ve.


Padahal, di belakang sana memanglah mobil milik Dion. Kenyataannya, pagi ini, Dion terlambat menjemput Ve. Sehingga mau tak mau, ia pun mengiringi bus yang dikendarai Ve dari arah belakang menuju sekolahnya.


Mana mungkin ia berani menghentikan laju bus, bisa-bisa ia diamuk oleh para warga, kalau ia sampai nekat melakukan hal itu.


Sepuluh menit kemudian, bus yang ditumpangi Ve sudah sampai di sekolah. Kini dengan santainya ia turun dari bus itu. Padahal ia sudah berhati-hati saat turun tapi ternyata masih ada seorang pengendara motor yang menyerempet dirinya sesaat setelah kaki Ve menginjak jalan aspal.


Ve jatuh terguling saat itu. Tetapi pengendara motor sudah ngacir meninggalkan dirinya.


"Awwhhh," pekiknya saat menyadari ada luka di salah satu lututnya.


Diusapnya segera bekas-bekas kotoran yang menempel di seragamnya itu, lalu ia pun bergegas berdiri. Tak mau terlambat, ia memaksakan diri masuk. Dengan langkah kaki sedikit pincang Ve melangkah memasuki area sekolah.


"Pagi, Pak," sapa Ve ramah pada security sekolah.

__ADS_1


"Pagi, Non, itu kakinya nggak apa-apa?" tanya beliau saat menyadari ada luka di lutut Ve.


"Nggak apa-apa Pak, mari."


Diantara para siswa yang bersekolah di SMA TUNAS BANGSA hanya ada segelintir siswa yang ramah pada petugas sekolah, dan Ve termasuk diantaranya. Lain halnya dengan siswa lain, yang lebih terkesan cuek dan angkuh pada mereka.


Melihat Ve sudah datang tapi dengan kondisi kaki setengah pincang membuat Kenzo menaikkan sebelah alisnya.


"Kenapa lagi?"


Tak mau kehilangan kesempatan dua kali, ia membuang bukunya ke sembarang arah, lalu menghampiri Ve.


"Kamu kenapa?" tanya Ken sesaat setelah berhasil memapah Ve.


"Jatuh, Kak."


"Kok bisa begini?" tanya Ken hawatir.


"Ke UKS ya?"


"Ya udah, naik ke punggung ku biar aku gendong sampai kelas."


"Aaa, nggak usah Kak," tolak Ve.


Tiba-tiba tubuhnya sudah terangkat dan entah sejak kapan Ken akhirnya berhasil menggendong Ve di punggungnya. Kini ia bahkan sudah bersiap untuk lari.


"Nggak pake penolakan, pegangan dan kita lari!" seru Ken dengan spontan.


"Haaaa ...." ucap Ve kaget.


Karena pergerakan Ken yang tiba-tiba, mau tak mau tangan Ve berpegangan pada tubuh Ken. Karena malu ia pun menenggelamkan wajahnya di punggung Ken.


Apalagi Ken sengaja membawanya dengan sangat cepat, dan dengan santainya membawa Ve melewati beberapa siswa lain. Tentu saja hal itu membuat perhatian mereka terfokus pada Ken dan Ve.


"Woi masih pagi uda uwwu ..." seru anak-anak.

__ADS_1


"Cuit ... cuit ...." bunyi siulan menggema seketika.


Sehingga kelakuan mereka menarik perhatian para siswa. Belum lagi para gadis yang berteriak histeris, karena idola mereka menggendong seorang gadis pagi itu. Apalagi Kenzo wakil ketua OSIS.


Tapi apapun yang mereka lakukan, diabaikan oleh Ken. Dan tentunya Ken sangat menikmati moment pagi itu bersama Ve. Seolah-olah pagi itu milik mereka berdua.


Al yang baru saja datang. Tapi sayang suasana sekolah sudah kembali normal. Masalahnya Ve dan Ken sudah berada di dalam kelas masing-masing. Hari ini memang Al datang siang karena ia tidak ada jadwal absen siswa.


Al terkejut karena Ve sudah duduk di kursinya.


"Pagi, Kak Al," sapa Ve ramah.


"Pagi."


Entah kenapa detak jantung Al berdetak lebih kencang saat duduk di samping Ve. Apalagi tampilan Ve pagi ini begitu girly.


"Kenapa dia bisa cantik sih?" batin Al.


"Eh, makasih kak untuk bukunya, udah selesai aku salin, makasih," ucap Ve yang tak menyadari kalau teman duduknya lagi kena serangan jantung mendadak.


Ve pun menyodorkan buku milik Al, tapi respon lain diberikan Al. Wajah Al terlihat pucat pasi. Tentu saja Ve menjadi khawatir saat itu.


"Kak, kamu nggak apa-apa?" tanya Ve panik karena keringat dingin mengucur pada dahi Al.


"Nggak apa-apa, kok!" elak Al.


"Kok pucet?"


"Eh, itu ... a-anu," ucap Al yang mendadak otaknya nge-lag untuk beberapa saat.


"Ah, sial, kenapa pasukan oksigen jadi sedikit banget di ruangan ini?" batin Al.


.


.

__ADS_1


...🌹Bersambung🌹...


__ADS_2