MY KETOS VS SAHABAT MASA KECILKU

MY KETOS VS SAHABAT MASA KECILKU
SUDAH KETEMU, YEAY


__ADS_3

Karena tarikan Dion terlalu kuat, akibatnya tubuh Ve limbung dan terjatuh menghantam tubuh Dion. Hal itu membuat mereka jatuh bersamaan ke lantai. Untung saja Dion menahan tubuh Ve agar tidak sakit saat jatuh. Sehingga badannya menjadi tumpuan saat mereka terjatuh.


Tetapi sayang, meski terlihat kecil, nyatanya tubuh Ve lumayan padat juga. Sehingga sempat membuat nafas Dion tersengal. Pekikan spontan muncul dari bibir Ve saat mereka benar-benar sudah terjatuh.


"Akhhh, asem!!" umpatnya kesal.


Beruntung kedua tangan Ve melipat di depan dada sehingga tubuh mereka tak terlalu menempel satu sama lain. Tetapi tetap saja degup jantung mereka saling berlomba.


Kedua pasang mata mereka saling beradu dalam beberapa saat. Terasa betul hembusan nafas hangat beraroma mint dari bibir lelaki tampan di depannya ini di wajah Ve. Ingin bangkit darinya tapi tangan Dion malah memegang pinggang miliknya.


Satu detik dua detik rasanya oh, nano-nano. Sampai sebutan sakral itu terdengar di telinga Ve.


"Hai cungkring, ternyata kau tumbuh menjadi gadis yang sangat cantik ketika besar," ucap Dion sambil tersenyum.


Seketika kedua netra mata Ve membola seketika. Ia lansung bangkit dari tubuh Dion. Mulutnya mungkin sudah menganga saat ini.


"Gendut, itu kamu?"


Ve menunjuk Dion dengan setengah tidak percaya. Tak lama kemudian, Dion sudah berdiri lalu membersihkan sisa-sisa debu di celana dan bajunya. Kini ia memegang bahu Ve lalu memutar tubuh Ve. Tak lupa ia menyibak rambut Ve untuk menekan tombol ajaib milik Ve.


"Awh, geli dudul!" pekik Ve yang langsung berjingkat karena ulah Dion barusan.


Ve lalu menghadap ke Dion kembali dan dengan spontan langsung memeluknya senang.


"Gendutku sayang, kamu kembali?" tanya Ve dengan bahagia.


Dion mengangguk dan merangkul pinggang Ve. Saat ini ia juga merasa bahagia karena gadis yang selama ini ia cari sudah ketemu.


Tak mau menjadi konsumsi publik Dion mengajak Ve pergi ke rooftop sekolah. Kali ini tanpa perlawanan Ve mengikuti langkah Dion menuju ke rooftop. Sepasang remaja tadi saling melempar senyum bahagia mereka.

__ADS_1


Sesampainya di tempat itu, mereka duduk di bawah sebuah bangunan gudang yang berada di ujung rooftop.


"Nggak nyangka, setelah sekian tahun berlalu, kiya bisa ketemu lagi," ucap Ve sambil memandang hamparan langit biru di depannya.


"Iya, beruntung saat aku kembali kamu masih sekolah, jadi aku masih bisa mengejarmu."


Pluk, Ve memukul lengan Dion.


"Dasar gendut, kenapa baru kembali? Di mana kamu saat aku di bully oleh mereka?" tanya Ve sambil terisak.


Dion mendekap tubuh Ve dan menariknya dalam dekapan hangat tubuhnya.


"Kalau lu mau nangis, sini aja, aku sudah menyiapkan dada bidang untuk menampung air matamu."


Dion pun mengusap lembut pucuk kepala Ve. Sedangkan Ve memukul-mukul dada Dion.


"Kamu benar-benar jahat, Gendut!"


"Huhuhu ...." Ve masih tergugu dalam tangisnya.


Tetapi Dion tak mau tinggal diam, di saat itulah ia mulai menceritakan semua yang ia alami saat ia dipaksa meninggalkan Ve dan Indonesia.


"Kamu tidak tahu, bagaimana aku harus berjuang selama belasan tahun hidup tanpa kamu, itu rasanya sangat tidak menyenangkan."


"Sampai beberapa bulan bahkan tahun aku baru bisa sedikit melupakanmu. Karena kedua orangtuaku tidak kunjung kembali ke Indonesia, aku pun sudah mematahkan harapanku untuk bisa bertemu denganmu lagi."


Dion menoleh, kini ia menatap sendu wajah gadis yang sangat ia rindukan ini. Ia tak menyangka Ve kecil dengan yang duduk di hadapannya ini adalah orang yang sama.


Dion menyibak poni Ve, lalu menyematkan satu buah jepitan pita di rambut milik Ve.

__ADS_1


"Manis," seru Dion sambil tersenyum.


"Makasih."


"Beruntung satu bulan yang lalu, Mama memutuskan kembali ke Indonesia. Kamu tahu apa yang membuatku bersemangat kembali ke sini?"


Ve menggeleng perlahan, "Nggak tau kak."


"Itu kamu!"


Dion pun menyentil ujung hidung Ve.


"Kok bisa?"


"Karena hidup tanpa kamu bagai sayur tanpa garam, Sayang."


"Dih, gombal, sue lu gendut! Lama nggak ketemu, eh balik-balik udah sengklek bin somplak aja."


"Jangan-jangan otak kamu korslet ya saat dalam perjalanan balik ke sini?"


"Ogak, gue ngomong sejujurnya, dudul."


"Preeetttt, wleeekkkkk ...." cibir Ve.


Mereka berdua lalu kejar-kejaran di rooftop. Sampai beberapa putaran, tubuh Ve berhasil Dion tangkap.


"Kena lu!"


Ve hanya pasrah ketika Dion kembali memeluknya. Ve bisa berbangga saat ini, karena sahabat masa kecilnya kini sudah kembali. Hingga ia tak akan merasa dikucilkan setelah ini.

__ADS_1


...🌹Bersambung🌹...


__ADS_2