MY KETOS VS SAHABAT MASA KECILKU

MY KETOS VS SAHABAT MASA KECILKU
BAB 59. IRONI


__ADS_3

🍃Beberapa hari kemudian.


Ve dan Ken sudah dibawa pulang ke Ibu Kota. Para peserta camping juga sudah kembali mengikuti kegiatan belajar seperti biasanya. Tapi ada hal lain yang terjadi di sana. Yaitu Ken dan Ve tak saling mengenal lagi karena mereka berdua sama-sama hilang ingatan sementara akibat insiden kemarin.


Entah ini sebuah keberuntungan atau pun bukan, nyatanya Al menjadi satu-satunya orang yang paling dekat dengan Ve. Hingga membuat Salsa setiap hari harus meradang akibat kedekatan Ve dan Al.


"Sepulang sekolah, jangan lupa tunggu aku di depan gang, nanti kita les bareng," ucap Al setelah mata pelajaran matematika selesai.


"Oke, tapi jangan telat ya ... " pinta Ve.


"Siap."


Setelah itu mereka segera mengemasi buku-bukunya lalu bergegas meninggalkan kelas satu A.


Di depan kelas tak sengaja Ve berpapasan dengan Ken. Ada rasa aneh yang menjalar di hati Ve ketika ia bertemu dengan Ken, bahkan beberapa hari yang lalu ia pernah tiba-tiba merasa sakit kepala. Sama seperti saat ini, hal yang sama juga ia rasakan.


"Awwhhh ..." rintih Ve sambil memegangi kepalanya.


"Kamu nggak apa-apa Ve?" tanya Al khawatir.


"Mana yang sakit?"


Ve menggeleng, "Udah nggak apa-apa, kok."


"Ya udah, kita jalan lagi."


Ve menggeleng lalu meyakinkan Al bahwa dia sudah baik-baik saja.


Ken yang mendengar suara Ve menoleh seketika.


Sama seperti yang Ve rasakan, hatinya berdenyut ketika melihat Ve bersama Al. Tapi sayang, ia tak bisa mengingat apapun saat ini. Bahkan yang ada di memorinya hanya belajar dan belajar saja.


Tetapi, saat melihat tangan Al yang baru saja memegang tangan Ve, seolah hatinya terbakar saat itu.


"Kenapa, siapa gadis itu?"


"Sial, nggak ada yang bisa aku ingat saat ini," keluhnya.


Sebenarnya kemarin secara tak sengaja, Ken menemukan sebuah map cokelat di kamarnya. Mungkin Sean lupa menyembunyikan map itu.


...RUMAH SAKIT CITRA MEDIKA...


...(HASIL LAP ATAS NAMA PASIEN)...


..."KENZO BRAWIJAYA"...


...USIA : 17 TH...

__ADS_1


...STATUS : PELAJAR...


...HASIL TES :...


...Pasien saat ini mengalami short term memory loss ....


Kira-kira begitulah isi dari kertas di dalam map itu.


.


.


Setelah melihat hal itu, Al lebih memilih untuk memfokuskan kembali pandangannya ke depan.


"Ayo kita pergi, Sean!" ajak Kenzo.


"Ayo, Kak."


Untuk sesat Sean masih terpaku, tapi ia segera mengikuti Ken yang sudah berjalan lebih dahulu.


"Maafkan aku Kak Ve, ini demi kebaikan kalian," ucap Sean dalam hatinya.


.


.


Ia baru saja mendapat kabar dari Sean bahwa putranya itu kecelakan. Sehingga membuat beberapa luka di tubuh Ken dan juga ia harus mengalami hilang ingatan sementara.


"Sean, makasih ya udah mau jagain Kenzo selama Tante dan Om masih sibuk di sini."


"Iya, Tante, nggak apa-apa kok."


"Oke, Tante percayakan semuanya padamu, ya."


"Siap, Tante."


Sesuai rencana, Minggu depan Kenzo akan ikut pindah kedua orang tuanya ke luar negeri. Semua surat-surat sudah diurus oleh orang kepercayaan Keluarga Brawijaya.


.


.


"Makasih, Kak."


"Sama-sama, hati-hati."


"Sip."

__ADS_1


Setelah berpamitan pada Ve, Al melajukan mobilnya menuju rumah. Sedangkan Ve berjalan kaki masuk gang ke arah rumah neneknya.


"Assalamu'alaikum, Ve pulang," sapa Ve pada neneknya yang baru saja keluar dari kamar.


Ve kemudian salim pada neneknya.


"Diantar Al lagi ya?"


"Iya, Nek."


Ve sudah menaruh kembali tas dan melepas sepatunya. Masih berseragam, Ve mendekati neneknya.


"Nek, memang ada apa?"


"Nggak apa-apa, Sayang."


"Apakah aku berdosa ketika membohongimu, Nak. Maafkan nenek."


Ve yang melihat neneknya melamun segera menegurnya.


"Nenek kenapa? Kok seperti ada yang Nenek sembunyikan."


"Nenek cuma kangen Ayahmu, saja."


"Nenek ...."


Ve memeluk tubuh renta itu. Saat ini, ia juga merindukan kehadiran ayah dan ibunya. Entah kenapa sepulang ia dari Rumah Sakit semuanya terasa berbeda.


Tapi ia tak mau bertanya lebih banyak pada neneknya, karena ia sadar, dengan begitu ia berusaha agar neneknya tidak terlalu terbebani olehnya.


"Oh, iya, Nek, hari ini Nenek mau makan apa, biar aku yang masak buat nenek sore ini," ucap Ve sambil tersenyum ke arah neneknya.


"Hm, gimana kalau sup makaroni saja, atau mie lethek saja."


"Hm, boleh, boleh Nek. Nanti saat Ve berangkat les, sekalian mampir ke pasar sebentar."


"Kalau gitu, bikin ayam ungkep aja. Nenek kangen masakan itu, Sayang."


"Siap, Nenek."


.


.


Sambil nunggu up, jangan lupa mampir ke karya Author Teh Ijo kakak, dengan judul "Segenggam Luka"


__ADS_1


__ADS_2