MY KETOS VS SAHABAT MASA KECILKU

MY KETOS VS SAHABAT MASA KECILKU
Bab 115. SELAMAT


__ADS_3

Permainan takdir sedang dilakukan oleh Veeya Nazia Raya. Terlahir sebagai anak yatim piatu dan hanya tinggal bersama neneknya kini harus terlibat dalam masa lalu misteri kematian kedua orang tuanya.


Menyeretnya masuk terlalu jauh hingga nyawa menjadi ancamannya. Ini adalah kesekian kalinya ia bisa selamat dari kecelakan. Entah dia yang mempunyai nyawa lebih dari satu atau memang ini adalah kelebihan untuknya. Tetapi tidak dengan Al, ia baru pertama kali terlihat kecelakan. Beruntung nyawa keduanya berhasil selamat.


"Veeya, kamu ng-ngak apa-apa, kan?" ucap Al dengan suara paraunya.


Meski terasa sakit di sekujur tubuh, Ve mencoba membuka matanya untuk memastikan apa dia benar-benar selamat atau hanya sebuah mimpi.


"Apakah kamu membutuhkan bantuanku?"


Ve mengangguk lalu pingsan. Al yang melihat Ve pingsan segera mendekatinya. Meski tubuhnya juga sakit, tetapi ia tidak akan membiarkan kekasih hatinya terluka. Karena hanya bisa menggapai tangannya dan tiba-tiba tubuh Ve terguling ia pun ikut berguling dengannya.


Sementara orang yang menabrak mobil yang dikendarai Al dan Ve mengabarkan pada bosnya jika tugas mereka sudah selesai.


"Bagus segera berkemas dan bersembunyi. Sebentar lagi berita ini akan booming, sebaiknya kamu segera pergi."


"Baik Nyonya."

__ADS_1


Sesaat setelah mereka pergi, ada seorang tukang taman yang menemukan tubuh mereka. Ia lalu membuang sapu dan keranjangnya hanya untuk menyelamatkan korban kecelakan tersebut.


"Innalillahi kenapa mereka ke sini, apa ada kecelakan mobil di atas sana?" ucapnya sambil ngawur.


Didekatinya tubuh Al dan Ve. Ia mengguncangkan bagian tangan mereka berdua, tetapi tidak ada respon.


"Jangan-jangan mereka pingsan betulan."


Tukang taman mulai memeriksa jalan napas korban untuk memastikan orang tersebut bernapas dengan benar.


"Haduh kok tetap nggak bereaksi, atau aku mungkin perlu memberikan napas buatan untuk anak-anak ini?"


Beruntung tidak lama kemudian muncul polisi lalu lintas jalanan, mereka sempat berhenti karena memang terlihat dua orang yang terluka tergeletak di pinggir jalan.


"Ada apa ini?" tanya petugas itu.


"Sepertinya ada kecelakaan di jalan yang berada di atas."

__ADS_1


"Oke aku tampung dulu kesaksian kamu, dan kami sekarang meminta Anda untuk ikut ke kantor polisi terdekat."


"Siap Pak."


.


.


Di dalam alam mimpi, Ve sedang berada di tengah taman bunga yang sangat indah, lalu terdengar panggilan suara dari kejauhan, meski kecil Ve masih bisa menangkap suara itu, sepertinya ia sangat familiar dengannya. Ve menoleh ke arah belakang, sementara itu Al yang memanggilnya tadi.


"Al kamu ngapain sih ikut di sini?"


"Lah aku kan selalu menjaga kamu apa adanya dan di mana pun kamu berada."


Senyum dari Ve merekah sempurna menyadari jika lelaki di depannya kali ini sudah membuktikan ia pantas bersanding dengannya.


"Ve ... Veeya sayang."

__ADS_1


Ve menoleh mencari sumber suara tetapi nihil ia tidak bisa melihat apapun di sana. Yang terdengar hanyalah suara tanpa wujud, tetapi satu keyakinan yang masih Ve jaga adalah semua makhluk berhak menyerupai manusia tetapi yang paling sempurna hanyalah Allah semata.


Ve mencoba untuk tidak takut dan meminta semuanya menjadi lebih indah malam ini. Hingga tanpa ia sadari sebuah ketukan halus mengingatkan jika ia tidak sedang berada di alam lain yang ia ragukan keberadaannya.


__ADS_2