
Saat Billy sedang menyetir mobilnya menuju ke vila, ponselnya kembali bergetar. Billy memelankan laju mobilnya, lalu melihat layar benda itu.
Alex yang menelponnya.
Billy menghentikan mobilnya dipinggir jalan.
"Halo!" ujar Billy.
"Mita pelaku nya, dia dengan dua orang laki-laki yang mendorong mobil Dinda kejurang. Mereka terekam kamera dashboard mobil Dinda!" sahut Alex.
"Sekarang polisi sedang melakukan pencarian!" sambung Alex.
"Mita pergi ke vila milikku, dia mengajakku bertemu. Aku lagi dijalan menuju kesana. Kamu bawa polisi kesitu!" ujar Billy.
"Dimana itu? aku nggak tahu," sahut Alex.
Billy lalu menyebut nama jalan, dan danau sampai detail.
"Ok, aku tahu danau itu! Kamu nanti share lokasi tepatnya nanti!" suara Alex seperti sedang berbicara lagi dengan orang lain.
"Lex... Alex!" seru Billy.
"Iya, kami kesana!" sahut Alex.
"Jangan buat keributan, jadi dia tidak kabur! Aku akan mencoba menahannya disitu," ujar Billy.
"Oke!" Alex memutus panggilan itu.
Billy merasa lututnya lemas. Dia kembali menjalankan mobilnya. Pikiran Billy benar-benar kacau.
Ketika dia sampai di vila, dia melihat mobil Mita ada terparkir disitu. Billy lalu mengirim titik lokasi vila pada Alex, lewat aplikasi whatsapp.
Billy berusaha menenangkan diri agar Mita tidak curiga. Dia terpikir untuk memancing Mita agar mengaku, tapi bagaimana caranya? Untuk berjaga-jaga, Billy menyalakan mode rekam suara diponselnya.
Saat Billy masuk ke dalam bangunan vila, Billy berpura-pura seperti sedang sedih.
"Kamu lama sekali...!" ujar Mita, yang sedang duduk di sofa.
"Aku lelah mencari Dinda... Entah dimana dia sekarang," kata Billy, lalu duduk dan menyandarkan punggungnya ke sofa, seolah-olah dia sedang frustrasi.
"Dinda kemana?" tanya Mita.
"Nggak tahu! Nomornya nggak bisa dihubungi," keluh Billy, yang merebahkan kepalanya ke sandaran sofa.
Mita mendekat lalu mengusap kepala Billy.
__ADS_1
Billy lalu memejamkan matanya.
Melihat Billy memejamkan mata, Mita semakin mendekat lalu mencium bibir Billy.
Billy tidak melawan. Dia tetap berakting agar Mita percaya kalau Mita bisa lolos.
Mita lalu membuka satu persatu kancing kemeja Billy, lalu mulai mengecup berulang-ulang dada lelaki itu.
Billy masih membiarkan kelakuan Mita.
Saat Mita mencoba membuka kancing celana panjang Billy, lelaki itu menahan tangan Mita.
"Aku mau mandi dulu! Rasanya lelah sekali!" ujar Billy, yang kemudian berdiri menuju kekamarnya.
Mita memeluknya dari belakang. Billy membiarkannya. Dia lalu berbalik, kemudian menggendong Mita masuk ke kamarnya.
Mita kelihatan senang, karena perlakuan Billy padanya.
Billy membaringkan Mita di ranjang perlahan lahan. Lelaki itu lalu mencium bibir Mita, tangannya mulai memegang buah dada Mita.
Mita menggeliat, dia ter*ngsang hebat. Mita memang menginginkan itu sejak lama. Tapi karena Billy selalu saja teralihkan dengan Dinda, makanya dia tidak pernah melihat Mita seperti sekarang.
Mita membuka kaus dan juga br* nya. Buah dadanya sudah memadat. P*tingnya mengeras karena ter*ngsang. Dia memegang bahu Billy dan mendorongnya kebawah, agar Billy m*lum*t buah dadanya.
Billy menuruti kemauan Mita. Lelaki itu menghisap, dan memainkan p*ting buah dada Mita, dengan mulutnya.
Billy memainkan jari tangannya disitu. Seakan ikut menikmati permainan yang ada. Dia harus mengalihkan perhatian Mita sampai polisi datang.
Mita melepas rok pendek dan sehelai thong yang dia pakai untuk menutupi bagian bawah tubuhnya, agar tangan Billy lebih leluasa memainkan jari-jari tangannya di situ.
Billy memainkan perannya dengan baik, Mita sama sekali tidak menyadari apa yang Billy pikirkan. Dia terbawa nafsu ber*ahinya. Dia menikmati permainan jari-jari Billy di bagian bawah tubuhnya.
Mita menggeliat dan mengerang hebat. Dia jadi mau lebih. Mita lalu membuka kancing dan retsleting celana Billy. Saat dia lihat punya Billy masih belum siap. Dia lalu memasukkan milik Billy kedalam mulutnya.
Billy merasa hendak menampar wanita itu, tapi dia menahannya. Terasa punya Billy tetap lemah, Mita mendongakkan kepalanya, melihat wajah Billy.
"Aku lelah... Aku mandi dulu ya?! Biar segar!" ujar Billy santai.
Mita menganggukkan kepalanya.
Billy lalu melepas semua kain dari badannya di depan Mita, lalu berjalan kekamar mandi.
Sebelum menutup pintu kamar mandi, Mita sudah ikut masuk kedalam situ.
Billy menyalakan shower. Dia membasahi tubuhnya dengan air. Mita lalu ikut berdiri di bawah jatuhan air pancuran. Dia menggosok badannya dengan sabun, kemudian dia juga menggosok badan Billy dengan sabun sampai berbusa dan licin.
__ADS_1
Mita memainkan punya Billy dengan tangannya, yang penuh busa sabun.
Billy tidak menghiraukannya. Lelaki itu kemudian memakaikan shampoo di kepalanya, dan kepala Mita.
Gadis itu mulai merasa kesal melihat punya Billy, yang masih terkulai lemas. Dia menatap Billy curiga.
Billy mencium bibir Mita. Kemudian berkata dengan lembut
"Aku sudah bilang aku lelah! Kita mandi dulu, baru kita minum wine dingin. Kamu mau menginap disini? Aku mau kamu bersamaku malam ini!" Billy menatap Mita, seolah Billy memang menginginkan gadis itu.
Mita mengangguk, dia percaya dengan apa yang di bilang Billy.
Mereka saling membantu membersihkan diri.
Setelah mereka selesai mandi, Billy lalu memakai kaus dan celana pendek. Dia kemudian memberikan Mita sebuah gaun pendek yang cantik.
Mita memakai itu dengan senang hati.
Billy lalu keluar dari kamar, lalu mengambil sebotol wine dari kulkas. Dia mengajak Mita minum dengannya di sofa. Mita lalu duduk didekat Billy. Billy merangkul bahu Mita, sambil mulai meminum sedikit wine dari gelasnya.
Tiba-tiba di pintu depan terdengar ketukan.
Mita menatap Billy.
"Mungkin pengantar bahan makanan. Kata tukang kebun tadi siang, hari ini belum ada yang mengantar stok dapur!" kata Billy, saat melihat Mita menatapnya dengan tatapan heran.
"Tunggu disini sebentar yaa?! Aku suruh dia langsung antar lewat belakang!" ujar Billy, lagi kemudian mencium bibir Mita.
Mita yang masih terbuai dengan angan-angan, menunggu Billy disitu.
Dia terbelalak ketika yang masuk kembali bukan Billy, tapi beberapa orang berseragam polisi.
Mita tidak bisa berkutik, saat aparat kepolisian mengikat tangannya dengan cable ties. Mita hanya bisa menatap Billy yang berdiri didekat pintu, dengan tatapan penuh kebencian.
Gadis itu dimasukkan kedalam mobil polisi, lalu dibawa pergi dari situ.
"Gila! Benar-benar gila! Gadis seperti itu bisa jadi teman kalian!" seru Alex, sambil menggeleng-gelengkan kepalanya.
Rudi menatap Billy yang terlihat bingung.
"Kenapa?" tanya Rudi pada Billy.
"Nggak apa-apa. Aku hanya merasa ini bukan kali pertama Mita berbuat seperti ini. Dia sama sekali tidak terlihat menyesali perbuatannya," sahut Billy.
Billy lalu masuk kedalam rumah, saat beberapa petugas kepolisian masih bicara dengan Rudi dan Alex. Billy mengganti pakaiannya dengan kemeja lengan panjang, dan celana panjang.
__ADS_1
Sebelum keluar lagi, Billy sempat mencuci wajahnya di wastafel dan berkumur-kumur. Dia merasa jijik karena mencium bibir Mita tadi.
Kemudian Billy ditanyai beberapa pertanyaan, oleh salah satu anggota polisi.