
"Kamu ikut dengan kami atau mau pakai mobil sendiri?" tanya Rudi pada Billy, saat semua anggota kepolisian sudah pergi dari tempat itu, sampai tertinggal mereka bertiga yang masih berdiri dihalaman vila.
"Aku pakai mobil sendiri aja!" sahut Billy.
"Oke, kalau begitu, kami jalan duluan ya!" ujar Rudi yang sudah duduk di mobilnya, bersama Alex.
Billy menganggukkan kepalanya lalu masuk ke mobilnya. Dia lalu menjalankan mobilnya, menyusul mobil Rudi.
Ketika sampai di rumah sakit dimana Dinda dirawat, mereka bertiga berjalan bersama-sama.
"Bagaimana kamu bisa menahan Mita tadi?" tanya Alex penasaran.
"Aku biarkan dia merayuku," ujar Billy. Badannya lalu bergetar seperti sedang bergidik ngeri.
Alex dengan Rudi menatap Billy.
"Jijik!" celetuk Billy.
"Berarti kalian ke lokasi kejadian tadi?" tanya Billy.
Mereka bertiga sudah hampir sampai diruangan Dinda.
"Iya!" Jawab Rudi sambil membuka pintu.
Mereka bertiga masuk kedalam bersamaan.
Alex dengan cepat mengambil tempat duduk, yang masih tersisa di samping ranjang Dinda.
Laura yang duduk di sisi sebelahnya lagi, senyum-senyum melihat Alex di depannya.
Sedangkan Dinda hanya bisa menggeleng-gelengkan kepala, melihat tingkah Alex dan Dinda.
"Kenapa lama sekali?" tanya Dinda, sambil memandangi ketiga lelaki itu bergantian.
Rudi dan Billy bertatap-tatapan. Kemudian duduk di sofa.
"Mita sudah ditangkap polisi tadi!" ujar Rudi.
Laura dan Dinda membelalakkan mata.
"Bagaimana ceritanya?" tanya Laura, buru-buru sebelum Dinda sempat mengeluarkan suaranya.
"Aku dan Rudi tadi melapor ke polisi. Terus, kami minta untuk buru-buru diproses," ujar Alex.
"Jadi, kami bersama beberapa anggota polisi pergi ke lembah. Aku mengantar mereka ke tempat mobilmu jatuh. Saat di periksa, mereka menemukan kamera dashboard mobilmu, lalu langsung dibawa kembali ke kantor," kata Alex.
__ADS_1
"Nah! Pas dicek isi rekamannya, kelihatan kalau Mita dan dua orang lelaki, sempat mengelilingi mobilmu sebelum mereka mendorong mobilmu jatuh ke lembah," sambung Alex, lalu mengambil nafas panjang
"Terus aku telpon Billy. Lalu, bilang Billy, Mita ada di vila miliknya. Jadinya kami menyusul kesana, bersama banyak polisi," kata Alex. Dia bercerita dengan wajah serius
Dinda dengan Laura terdiam mendengarkan cerita Alex.
Benar-benar tega Mita mencoba membunuh Dinda.
"Kedua teman lelakinya belum tertangkap, masih dalam pencarian" ujar Rudi.
"Oh, iya!" seru Alex yang teringat sesuatu "Aku mengambil gambar kedua lelaki itu tadi," kata Alex, sambil mengeluarkan ponsel dari saku celananya, lalu memperlihatkannya pada Dinda.
Dinda masih terdiam, seakan tidak menanggapi perkataan Alex belakangan.
Laura yang melihat Dinda seperti itu, lalu mengambil handphone Alex untuk dia lihat.
Laura terbelalak.
"Ini, teman lelaki Mita waktu di vila itu! Juga lelaki brengsek yang membuatku dihajar Papaku!" seru Laura.
Dinda tidak bereaksi, dia masih tenggelam dalam pikirannya. Pandangannya kosong, lurus kedepan.
Billy lalu berdiri mendekat pada Laura, lalu ikut melihat gambar itu. Benar yang dibilang Laura, itu dua lelaki yang datang bersama mereka ke vila milik Billy.
Dinda tetap dengan pandangan kosongnya. Dia sama sekali tidak terpengaruh, dengan gerak gerik teman temannya disitu.
Billy lalu meminta mereka semua keluar dari ruangan itu. Dia mau mencoba bicara dengan Dinda, yang kelihatan sedang shock berat.
Mereka menyetujui permintaan Billy, lalu berjalan keluar dari ruangan itu.
Setelah semua pergi, tertinggal Billy dengan Dinda disitu, Billy lalu duduk diranjang. Billy tidak bicara apa-apa, hanya memegang tangan Dinda sambil tangan sebelahnya lagi, mengelus rambut Dinda.
Beberapa menit kemudian, baru Dinda bereaksi. Air matanya mengalir deras di wajahnya yang pucat.
Billy memeluk Dinda erat-erat, sambil tetap mengelus rambut gadis itu.
Sesekali Billy mengecup kepala Dinda.
Dinda membalas pelukan Billy, sambil menangis sejadi-jadinya. Billy membiarkan Dinda meluapkan emosi, yang mengganjal dihati Dinda.
Masih terisak-isak, Dinda lalu berkata,
"Kenapa? Kenapa Mita melakukan ini? Kenapa Mita membenciku?" Dinda terdengar histeris. "Tapi meski Mita mencoba membunuhku, aku masih nggak tega, kalau memikirkan dia harus dipenjara."
Billy hanya terdiam. Dia tidak tahu harus bilang apa pada Dinda.
__ADS_1
Ketika Dinda sudah mulai tenang. Billy lalu mengendurkan pelukannya. Dia lalu mengusap air mata diwajah Dinda.
"Kamu nggak bersalah apa-apa pada Mita... Aku rasa Mita sedang depresi berat. Aku curiga terjadi sesuatu dengan Dovi, selain perselingkuhan yang Dovi lakukan," kata Billy, sambil menatap Dinda.
Dinda menatap Billy. Ada apa lagi ini? pikir Dinda. Tapi, dia tidak bisa menanyakan apa yang dia pikirkan itu.
Karena Billy melihat Dinda sudah tenang.
Billy lalu mengajak teman-teman yang diluar tadi, untuk masuk kembali keruangan itu.
Seperti awal tadi, Laura dengan Alex yang mengambil tempat duduk disamping Dinda. Sedangkan Rudi dengan Billy duduk disofa.
"Apa yang kamu pikirkan?" tanya Rudi saat melihat Billy sedang melamun. Dia mengerutkan alisnya karena penasaran.
"Ini baru dugaanku... Tapi, aku merasa, Dovi suami Mita... Mungkin yang membuat Mita jadi begitu," ujar Billy. "Kalau benar begitu, Dovi harus ikut bertanggung jawab, dengan apa yang terjadi dengan Mita."
"Rencananya besok aku pergi ke Australia. Aku akan mencari tahu keberadaan Dovi disana," kata Billy.
"Kalau aku bertemu dengannya, meski aku harus menyeretnya, aku akan membawanya kesini. Biar dia bisa melihat, akibat dari perbuatannya pada Mita," sambung Billy, dengan nada kesal.
"Kamu pergi besok? Kapan kamu kembali?" tanya Rudi.
"Iya. Aku nggak tahu kapan aku balik kesini," ujar Billy. "Aku titip Dinda dengan kalian semua, kalian jangan biarkan dia sendiri. Apalagi dia sedang terguncang seperti itu."
Rudi menganggukkan kepalanya.
Billy lalu memandangi Dinda, yang sudah mulai bisa tersenyum dengan candaan Alex dan Laura.
"Entah bagaimana proses pemeriksaan Mita. Teman-teman lelakinya juga apa masih disini, atau sudah melarikan diri keluar negeri," celetuk Rudi.
"Kenapa kamu berpikir kalau mereka kabur keluar negeri?" tanya Billy.
"Soalnya teman lelaki Mita yang satu itu, tampangnya bukan warga negara ini," sahut Rudi.
"Kalau cuma dari tampang, aku juga tahu. Tapi, bagaimana kalau mereka masih disini? Kalian harus terus menjaga Dinda, selama mereka belum tertangkap. Aku khawatir Dinda masih dalam bahaya," Ujar Billy.
"Satu lagi! Kamu dan Laura juga tetap harus memperhatikan Alex. Meski dia menolong Dinda, kita masih tidak tahu apa yang sebenarnya terjadi. Bisa saja Alex tetap ada hubungannya dengan ini semua," sambung Billy.
Mereka berdua lalu terdiam, sambil memandangi Dinda.
"Apa kamu sudah kasih tahu Dinda kalau kamu pergi keluar negeri besok?" tanya Rudi tiba-tiba.
"Belum. Nggak perlu kamu kasih tahu Dinda, kecuali dia bertanya," ujar Billy.
"Kalau ada kabar perkembangan di kasus Mita, kabari aku nanti ya?!" sambung Billy lagi.
__ADS_1