Outdoor Activity

Outdoor Activity
Chapter 10 : "Entitas Energi"


__ADS_3

Sosok Barong tepat berada dihadapan Karina, ia bingung harus berbuat apa. semua teman-temannya pingsan tak sadarkan diri, hanya Sandi yang terlihat masih sadar tetapi ia terkapar dan batuk darah.


"TERNYATA BENAR, KAU BUKAN GADIS BIASA!!"


"AKU SEMAKIN INGIN MENDAPATKANMU!! "


GRRHH!!


Makluk itu perlahan mendekati Karina, ia pun mundur melangkah kebelakang. Kemudian Barong menyerang kaki sebelah kanan Karina bermaksud ingin menariknya, namun lidahnya kembali terbakar saat menyentuh tubuh Karina.


"Pergi sana, jangan ganggu kami" teriak Karina.


BHUAHAHAH!!!


"TIDAK BISA, AKU HARUS MENDAPATKANMU!!"


Kemudian Barong menyuruh temannya yang merasuki tubuh Anwar untuk menyergapnya dari belakang, namun teriakan Karina membuat Anwar jauh terpental. Barong semakin bingung bagaimana cara mendapatkan gadis dihadapannya itu.


Dari atas kepala Karina sebuah cahaya putih terang turun dan berubah menjadi sosok Kakek berjanggut beruban putih.


"Pergi, aku sudah memperingatkanmu beberapa kali" ucap si kakek lewat telepati.


"KAU LAGI KAKEK TUA, AKU TIDAK AKAN PERGI SEBELUM MENDAPATKANNYA!!"


GRRHH!!!


"Kalau kau masih keras kepala apa boleh buat"


"BUAAHAHAHAHA, KAU MAU APA?"


Kakek itu kemudian memberikan sugesti pada Karina untuk duduk bersila untuk melakukan meditasi. Karina hanya mendengarkan sebuah suara yang ia tidak tahu dari mana sumbernya. Dia pun mencoba mengikuti perintah dari suara tersebut.


"Tutup matamu, jernihkan pikiranmu dari rasa takut, setalah itu tahan urat nadi sebelah kananmu, lalu fokus pada titik cahaya putih yang kau lihat, jika cahaya putih itu sudah terlihat, IKUTI!" seru kakek.


Perlahan Karina mulai melihat cahaya, lalu mengikuti cahaya putih tersebut sampai dirinya tenggelam didalamnya.


Disana ia melihat dunia yang putih, dan berdiri sebuah pintu warna cokelat keemasan.


"Inikan seperti didalam mimpiku" ucap Karina sambil melangkah menuju pintu.


"Apa itu berarti aku sedang tertidur??" imbuhnya.


Dia kemudian membuka pintu dan seketika cahaya terang menyelimutinya. Tiba-tiba Karina sudah ada didunia nyata. ia melihat teman-temannya terkapar, sedangkan si Barong melongok terkejut melihat Karina menjadi ada dua.


Di sebelah kiri, Karina melihat dirinya yang sedang duduk bersila sedang meditasi. Dia juga melihat aura biru mengelilingi tubuhnya. Dan kakek itu akhirnya bisa menyapa Karina secara langsung.


"Kau benar-benar anak yang diberkahi" ucap si Kakek.


Sontak Karina kaget dan menoleh ke arah kanannya, akhirnya ia bisa tahu siapa pemilik suara yang sudah membimbingnya.


"Loh, kakekkan yang aku temui sebelumnya?" ucap Karina.


"Apa kakek yang sudah membantuku, kakek sebenarnya siapa?" karina.


"Nanti saja, sekarang kau harus menyelamatkan teman-temanmu. Makluk itu tidak akan pergi sebelum kau menghabisinya" ucap Kakek.


"Aku, tapi bagaimana bisa..aku tidak tahu apa-apa kek" jawab Karina gelisah.


"Kau lihat alam semesta ini merupakan sebuah energi yang tak terbatas, dan kau adalah anak yang diberkahi oleh alam semesta, kau adalah yang terpilih. Sekarang kau coba fokus, dan lihat disekelilingmu. Apa yang kau lihat?" jelas si Kakek.


Karina kemudian fokus memperhatikan sekelilingnya, lalu secara tiba-tiba Api biru terlihat bermunculan dipandangan matanya.


"Aku melihat seperti bulatan api biru, itu apa?" tanya Karina.


"Itulah energi, kau bisa mengambil energi tersebut untuk mengusir makluk-makluk seperti mereka. dan mereka tidak akan pernah bisa melihat energi itu. Sekarang coba kau ambil!" ucap Kakek.


Karina melangkah, ia melihat didalam tubuh teman-temannya juga terdapat energi yang berwarna biru tetapi ia memilih mengambil energi yang ada disebuah tumbuhan.


"Apa yang kau rasakan?" tanya kakek.


Karina terdiam, dan energi itu terlihat seperti terserap dalam tubuhnya.


"Ga terjadi apa-apa, tapi badanku terasa sangat ringan dan rasanya seperti bisa melakukan apa saja. aku juga tidak merasakan takut lagi" ucap Karina sambil memperhatikan keadaan tubuhnya.


"Tentu saja, sekarang apa yang kau butuhkan untuk mengahabisi makhluk itu" ucap Kakek.


"Ng..apa ya..senjata mungkin??" ucap Karina dalam hati.


"Kau bisa mengambil dan memegang benda yang berada didunia nyata, tetapi jika itu terjadi dihadapan semua orang mereka akan lompat ketakutan. Dan juga Entitas energi didunia nyata terbatas, sedangkan didunia ini kau bisa melakukan apapun selama memiliki sebuah energi. Maka dari itu kau harus membuatnya sendiri dengan energimu" jelas si Kakek.


"Membuatnya sendiri...dengan energiku...apakah itu mungkin bisa terjadi" ucap Karina yang melihat kedua tangannya.

__ADS_1


"Manusia memiliki akal yang seluas alam semesta, akan tetapi tidak semua orang yang dapat mampu melampaui pemikiran itu. Sekarang kau coba ulurkan tanganmu pada suatu benda, dan fokuskan energimu pada benda itu, seakan kau juga ingin memilikinya" jelas si Kakek.


"Suatu benda...?"


...BAGIAN II...


Karina kemudian melihat sekelilingnya adakah benda yang bisa digunakan sebagai senjata.


Disana ada Sandi yang tergeletak tak berdaya bersama sebuah pistol yang jatuh dibawah kakinya. Dia kemudian berjalan mendekat, dan mengulurkan tangannya ke arah pistol itu, dan seolah-olah ingin mengenggamnya.


Barong kebingungan melihat apa yang sedang dikerjakan oleh mereka berdua. Dia mencoba menyerang Karina tetapi kakek menahan energi negatif yang keluar dari mulutnya Barong.


Karina fokus pada pistol tersebut, dalam beberapa detik ia terlihat kesusahan untuk merealisasikannya. sampai urat dikepalanya pun terlihat keluar.


"Tidak usah memaksa, dalam sebuah tujuan kau harus ikhlas untuk mendapatkannya, dan kau juga harus ikhlas menerima hasilnya" ucap kakek.


Karina kemudian merenungkan perkataan si Kakek, dan mencoba sekali lagi dengan rasa hati yang tenang. Pistol itu tiba-tiba bergetar dan tak lama cahaya biru berbentuk yang sama keluar, lalu merambat kedalam genggaman tangan kanannya Karina.


"Eh...tidak mungkin...ini benar-benar bisa terjadikah?" ucap Karina yang terdecak kagum juga terpaku keheranan.


...


Note:


Okay break dulu. sebelumnya terima kasih sudah membaca sejauh ini. di chapter ini saya akan jelaskan kemampuan yang dimiliki Karina. tetapi saya tegaskan sekali lagi, didalam keseluruhan cerita Karina tidak akan pernah mengetahui nama kemampuan yang dimilikinya.


[1]. Sleeping Paradise


Adalah sebuah dunia atau tempat dimana Karina bisa melihat sebuah pintu untuk dia melakukan aktifitas didunia lain. Ada tiga buah cara agar dapat memasuki dunia tersebut,


Pertama : Karina harus jatuh didalam tidurnya sampai ke alam bawah sadar.


Kedua : Karina tanpa tidak sengaja tidak sadarkan diri atau pingsan.


Ketiga : Dengan Meditasi jiwa dan raga.


[2]. Object Invasion


Dengan memfokuskan pada sebuah objek tertentu, Karina dapat menyalin benda tersebut ke dunia dia sekarang dengan menggunakan energi yang dimiliki lalu dapat menggunakannya. Metode ini hanya bisa dilakukan dalam Sleeping Paradise.


[3]. Stuttering Whisper


Dimana disaat kedua telinga Karina mendengung, ia dapat mendengarkan suara dengan frekuensi terendah yang berada disekitarnya.


Adalah kemampuan Karina untuk merasakan Aura Negatif yang coba mendekat. dengan jarak maksimal 30 meter. Ketika Aura negatif mencoba mendekati, tubuhnya akan merasakan merinding lalu secara automatis batinnya akan mengalami penolakkan.


...


"APA ITU, AKU BELUM PERNAH MELIHAT MANUSIA MELAKUKAN HAL ITU!"


"Sekarang coba kau arahkan senjata itu pada temanmu yang sudah dirasuki makluk jahat"


ucap kakek.


"Tapi...nanti dia akan terluka" jawab Karina Ragu.


"Apa kau ingin melukai temanmu dengan menggunakan senjata itu" ucap Kakek.


"Tidak, aku... ingin melindungi mereka!!" jawab Karina.


"Semua tindakan baik dan buruk berdasarkan niat didalam hati, jadi sekarang lakukan dengan niatmu yang sebenarnya" jelas kakek yang meratap tajam pada Karina.


Karina kemudian berusaha mengarahkan pistol itu kepada Anwar, dengan tangan yang gemetar ia coba menarik pelatuknya. Sementara Anwar yang dirasuki sosok jahat terlihat panik ketakutan.


DROOS!! suara bunyi tembakan yang berbeda.


AAAARGHHWWHAHSGHAHAKSKS!!!!


Sosok itu tertembak keluar dari tubuh Anwar dan berteriak kesakitan terguling-guling diatas tanah, terlihat bagian tubuh makluk itu terbakar api berwarna biru. Anwar jatuh tergeletak diatas tanah.


Karina terkejut memperhatikan kejadian itu, dan tiba-tiba lengannya seketika terasa lemas.


"Ahhh, kenapa aku jadi merasa lemas?" ucap Karina yang menurunkan kedua lengannya.


"Itu karena kau belum terbiasa, jangan pernah lengah dalam kondisi apapun, kau harus tetap fokus, kau bisa mendapatkan energi itu lagi selama mereka ada disekitarmu" ucap Kakek.


Barong terlihat marah, ia langsung mengeluarkan energi terbesarnya. Sementara sosok yang tertembak itu lari ketakutan dengan api yang masih menyala dibahunya.


"AKU TIDAK TAHU BAGAIMANA KAU BISA MENDAPATKAN KEKUATAN ITU, TETAPI INI TIDAK BISA DIBIARKAAAAAANN!!"


URAAAA!!!

__ADS_1


Sosok Barong yang marah berubah 2x lebih besar dari yang sebelumnya, bersama dengan aura hitam yang menyelimuti tubuhnya.


Sandi tersadar namun tidak bisa berdiri, dalam penglihatannya yang samar-samar ia melihat sosok kepala yang amat besar sedang berada dihadapan Karina yang sedang duduk bersila.


Energi negatif yang sangat besar terpancar dari sosok tersebut, membuat Sandi jatuh pingsan tak sadarkan diri.


Amarah besar dari sosok Barong membuat angin yang berada disekitar bertiup sangat kencang. Kakek dan Karina terlihat menahan aura tersebut.


"Cepat kita harus segera mengakhiri semua ini, dengan menghabisinya" ucap kakek yang terlihat cukup kewalahan menahan energi besar tersebut.


"Yaa, baik!!" ucap Karina.


Pertempuran dimulai, Kakek itu terlihat sedang mengalihkan perhatian Barong dengan menahan dan membalas serangannya. Sementara Karina berinisiatif untuk melihat energi yang ada disekitarnya. Langkah demi langkah ia lalui, sedikit demi sedikit ia melihat beberapa energi yang ada disekitarnya.


Kemudian Karina menarik energi itu satu persatu dalam tubuhnya. Dia melihat Kakek sedang kewalahan, dan pada saat ada kesempatan Karina memberanikan diri menembak Barong dari sisi sebelah kanan.


DROOOS DROOOS DROOOS!!


Barong terkenakan tembakan tepat dikepalanya yang besar, tiga api biru membakar sebagian rambut barong dan wajahnya. Api itu akan terus membakar dalam waktu yang cukup lama.


"AAAAAAARGGHHHHH, KURANG AJAR KALIAN BERANINYA KEROYOKAN!!!!"


Karina jatuh lesu, seakan semua energinya sudah habis terlepaskan. Barong yang melihat kesempatan itu menjulurkan lidahnya yang bisa memanjang lalu melilit kaki kanan Karina dan menyeretnya.


"BAUAHAHAAHAHA, KENA KAUUU!!! AKAN KUMAKAN!"


Karina yang terseret 10 meter dari tempatnya berdiri, berteriakk minta tolong.


"Tembak lidahnya!!" teriak Kakek mendesak sambil menahan Barong.


Karina yang terseret berupaya membidik ke arah lidahnya Barong, akan tetapi satu dua tembakannya meleset. Lidah itu kemudian menaikkan tubuh Karina keatas, lalu Barong membuka mulutnya dengan lebar.


Pada moment Karina akan dimakan, sebuah energi besar bewarna biru terpancar dari tubuh Winda. Karinapun terpaksa mengulurkan tangan kirinya kearah Winda, lalu menyerap energi tersebut. Energi itu mengalir dari tangan kiri ke tangan yang kanan dan masuk kedalam pistol yang digenggamnya.


Dengan sebuah teriakan amarah, Karina melepaskan tembakan tepat didalam mulut Barong.


BROOSSZZHH!! sebuah suara tembakan dari energi yang besar terlepaskan.


Tembakan energi itu menembus kepala Barong dan memutuskan lidahnya yang panjang. Akibatnya, Karina terbanting ke permukaan tanah dan terguling tiga kali kesebelah kanan.


Lalu Darah keluar mengalir dari mulut Karina yang sedang bermeditasi.


Sosok Barong yang tadinya terbang diatas tanah, kini jatuh terkapar dan tak bisa berbuat apa-apa. Wujudnya yang menyeramkan kini perlahan-lahan mulai terurai seperti debu lalu terbang ke atas dan terhapus oleh alam.


Tiba-tiba terdengar suara teriakan bersorak disekitar desa tersebut, lalu sesosok Wanita cantik datang mendekati Kakek dan Karina.


"Terimakasih sudah membebaskan kami" ujar sesosok Wanita yang sangat cantik.


Karina yang terpukau atas kecantikan dari sosok wanita tersebut tidak bisa berkata apa-apa, sedangkan kakek memberikan jawaban dengan menganggukan kepalanya.


Sosok itu kemudian pergi terbang dan menghilang.


Kakek yang terduduk lemas kini juga terlihat kehabisan energinya, terlihat tubuhnya juga mulai terurai menjadi butiran debu cahaya berwarna biru terang. Karina yang menyaksikan itu kemudian mendatanginya.


"Kakek kenapa kek?" ucap Karina yang terlihat khawatir dari raut wajahnya.


"Tugas kakek sudah selesai, sekarang kau sudah bisa menggunakan kelebihan itu untuk melindungi dirimu ataupun melindungi orang lain" ucap kakek yang perlahan semakin menghilang.


"Tunggu...kakek jangan pergi dulu...aku bahkan ga tau kakek ini sebenarnya siapa..." ucap Karina dengan raut wajah yang mulai bersedih.


Di tersisa waktu yang singkat, kakek itu memberitahukan siapa dirinya. Dahulu sewaktu Karina masih didalam kandungan ibunya. Didalam suatu perjalanan, ibunya Karina melihat seorang nenek tua bungkuk dan seorang anak gadis kecil sedang membawa barang dagangannya yang tak kunjung laku.


Dia kemudian datang menghampiri dengan memberhentikan mobilnya ketepi jalan. Ibu Karina yang merasakan sedih dan Iba dalam hatinya. memutuskan untuk membeli semua dagangan nenek itu dan memberikan uang lebih untuk si gadis kecil yang bersama nenek.


"Dia adalah istri dan cucuku yang ku tinggal sewaktu kakek masih hidup didunia..." ucap Kakek.


"Waktu itu kakek tidak bisa membalas apa-apa, hanya terdiam dan menangis. ternyata masih ada manusia yang mau peduli pada sesamanya" lanjutnya.


"Akan tetapi, Kakek melihat suatu yang tak biasa dari Ibumu. sebuah energi yang berbeda..."


"Jadi untuk membalas budi kebaikan orang tuamu, kakek memutuskan untuk melindungi Ibumu dan sampai kau besar sekarang ini....baru kita bisa bertemu..." ucap kaki yang mulai memudar.


"Terimakasih....sampaikan kepada ibumu...." ucap kakek pergi dan memberikan senyuman terakhirnya.


"Kakeekk!!!" teriak Karina menangis sambil mengulurkan tangannya pada butiran cahaya terakhir yang tersisa.


Karina meringkuk dan menangis tersedu-sedu ditempat, tubuh Karina yang sedang meditasi juga terlihat mengeluarkan air mata.


Tak lama sebuah teriakan keras terdengar dari arah tenda Vaksin 2, Karina yang bersedih terdiam mengenali suara tersebut. Dia pun kemudian berdiri dan memperhatikan daerah sekitarnya.


Dan di saat itu juga, teman-teman Karina terbangun satu persatu. tentu saja itu membuat keadaan Karina menjadi sangat panik dan kebingungan.

__ADS_1


Bersambung...


__ADS_2