
Tubuh Spritual Karina terbang mengudara diatas permukaan tanah, ia mencoba melacak jejak temannya melalui Residual Energi yang tertinggal. Didalam Sky Bridge karina melihat serpihan kaca yang berserakan serta merasakan adanya sisa dari energi negatif.
Wajah Karina terlihat mulai khawatir, dirinya kini memasuki lantai dua dari gedung Lab B, dan disana ia melihat patung yang sudah hancur berantakan.
"Ini tempat yang ku lihat waktu didalam ruangan Virtual Cortex, bukan?"
Karina menggunakan kemampuan Object Invasion untuk menganalisis, ia pun mendapatkan sebuah visualisasi sebuah pedang disana, kemudian menyalinnya. Ia lalu beranjak pergi menuruni tangga, disitulah kemampuan Inner Shiver Karina memberikan sebuah reaksi.
Didalam pandangan siluetnya, Karina melihat ada sesosok kepala buntung yang sedang berusaha mengunci sebuah pintu menggunakan energi negatifnya, agar mereka yang berada didalam tidak akan pernah menemukan jalan keluar dan terus berputar dijalan yang sama.
Ia pun terbang perlahan mencoba membelakangi sosok Kepala Buntung tersebut, dengan menggunakan kemampuan Sleeping Ghost agar keberadaan energinya tidak terdeteksi. Karina sudah tepat berada dilangit-langit bangunan, sedangkan sosok itu terlihat fokus dengan pekerjaannya dibawah.
Tangan kanannya terlihat meminta, maka muncullah sebuah pedang dengan panjang 50 cm. Matanya melirik gambar yang berbentuk burung merak, yang terukir dibagian bawah bilahnya. Ia kemudian, mengarahkan pedang itu kepada sosok tersebut. Dalam teknik ini Karina harus cepat melakukan pemadatan energi lalu melepaskannya seperti peluru yang ditembakan, agar kehadirannya tidak terditeksi.
Sebuah molekul yang berbentuk cahaya mulai muncul dan berputar-putar lalu mengalir membalutkan disetiap pergelangan tangan kanannya. Pedang itu mulai terlihat bersinar terang bewarna biru, ia pun melepaskannya seketika.
JLEBB!!! Begitu dilepaskan langsung tertancap seketika, menembus sosok Kepala buntung tersebut. Dan sebelum ia terjatuh ke atas tanah, kepalanya hancur terurai menjadi debu. Gumpalan cahaya dalam bentuk partikel biru mulai bermunculan dibalik debu yang bewarna hitam. Dia adalah seorang lelaki yang berwajah bule, tinggi, kulitnya putih dan matanya bewarna biru ocean. Lelaki itu tersenyum menghadap Karina dan mengatakan sesuatu dalam bahasanya.
"Aku minta maaf, seharusnya semua tidak seperti ini. Aku..aku..!" mulutnya begitu sangat berat ingin mengutarakan sesuatu, karena ada sebuah penyesalan mendalam yang menjerat pintu hatinya.
"Tidak apa-apa, biar aku yang menyelesaikan sisanya" ucap Karina yang bisa merasakan apa isi hati mereka.
Lelaki itu seketika tertegun dan meneteskan air matanya. Ia kemudian menyalurkan tangannya kedepan seakan ingin memberikan sesuatu.
"Terimakasih, Karina" ucapnya tersenyum kemudian pecah terurai menjadi partikel cahaya biru yang terbang ke atas.
Karina menerima benda itu, adalah sebuah liontin yang berbentuk huruf V, ia pun meleburkannya kedalam Memory pikiran. Pada saat moment tersebut, yang ditakutkan akhirnya datang. Sebuah energi negatif sangat besar dan ganas sedang meraung-raung disuatu tempat. Tubuh spritual Karina menerima dampak dari efek negatifnya. Seluruh tubuhnya mengalami Glitch akibat benturan dari Energi Positif miliknya dan Energi Negatif dari sosok yang bahkan wujudnya belum nampak dihadapannya.
"Tubuhku sangat beraatt sekalii!!!"
__ADS_1
Karina terlihat sangat kesusahan, dahinya mengerut, alisnya saling bertautan, ia menggertakkan giginya lalu mencoba untuk membuat satu langkah, namun tiba-tiba
TRUSHHHH!!! terdengar suara pecahan kaca dari dalam ruangan dibawah sana, disusul dengan suara teriakan yang histeris. Energi Karina merespon sosok itu telah berhasil masuk ke alam manusia. Ia pun berusaha keras menggerakkan tubuhnya yang sedang mengalami Glitch hebat.
"Bergerak, kumohon ayo bergerak tubuhku!!!"
Sebuah angin kencang bertiup dari segala arah, melesat mencari dimana keberadaan seorang Wanita yang sedang membutuhkan pertolongan.
BWUSHHH!! Angin kencang itu mendorong Karina melesat kedepan. Wajah Karina sangat serius, ia sudah siap menerima apa yang akan terjadi.
...
"Teman-teman cepat pergi dari sanaaaa!!!"
Mereka seketika sadar setelah mendengar bahwa itu adalah suara dari Karina.
Mereka pun berteriak histeris sambil menangis, melihat Pak Daniel tewas mengenaskan di tangan sosok misterius tersebut. Karina berteriak sekali lagi untuk segera cepat pergi dari sana.
"Semuanya cepat lari kembali ke rumah itu, sosok ini sangat berbahaya!"
Ryo, Ragil, dan Sandi segera menuruti perintah itu. Mereka bertiga berlari ke arah luar terowongan. Karina kemudian masuk kedalam dengan memaksakan tubuhnya yang sedang mengalami Glitch.
Disana didalam ruangan yang gelap, Karina menggunakan cahaya dari senternya yang bewarna biru. ia melihat sesosok yang tangannya sedang menembus tubuh Pak Daniel yang kini sudah tewas.
Mata Karina melotot dengan mulutnya yang menganga, apa yang dilihatnya bukanlah sosok dari Fantasma, Cadavier maupun Jin. Otaknya tidak bisa berpikir dengan sehat setelah melihat Pak Daniel dilemparkan layaknya seperti sampah yang dibuang. Kemudian tangan dari sosok itu mengoyak pintu yang terbuat dari besi layaknya selembar kertas, dengan begitu maka terlihatlah siapa wujudnya yang sebenarnya.
Dengan tubuh setinggi 3 meter, kulit bewarna hitam kehijauan, baju daster bewarna merah yang berantakan, kedua tangan dan kaki yang terbelenggu oleh borgol besi bewarna hitam beserta sisa rantainya yang terputus, lalu mengalir darah yang melumuri dari atas tubuhnya sampai kebawah kakinya.
Kedua mata Karina tertuju pada dua titik, pertama darah yang terus mengalir itu ternyata berasal dari lehernya yang terpenggal. Dan yang kedua, cahaya merah yang selama ini di kira Karina adalah sebuah sinar dari senter, ternyata berasal dari mata kepalanya yang bersinar yang terus ditentengnya seperti memegang senter.
__ADS_1
Tidak ada kata yang bisa diucapkan Karina, selain suara hati yang ketakutan ingin berkata cepat pergi dan tinggalkan tempat itu.
Bola matanya yang merah dengan pupil bewarna kuning, bergerak melirik ke arah Karina berada. Ia lalu memakan jantung Pak Daniel dihadapan Karina. Ia mengunyah jantung itu dengan sangat menikmatinya.
Karina mematung menyaksikan itu dihadapannya, air mata yang keluar bukanlah air mata kesedihan. Itu adalah bukti ketakutannya yang berasal dari dalam dirinya. Pada moment itu juga, Deep Innocent Karina aktif dan terus menggema didalam hatinya, memberi pesan agar dia lekas sadar kembali.
Sebuah sengatan listrik menjalar dari otak lalu melaju cepat melewati saluran pembuluh darah menuju semua sistem sarafnya. Dirinya pun seketika tersentak dibuatnya.
Karina yang tersadar bergegas pergi meninggalkan tempat itu, dengan tubuh yang masih mengalami Glitch ia mencoba terbang dengan sedikit tersendat-sendat seperti ada arus magnet yang besar sedang menahannya. Ia lalu melihat kebelakang dan melihat sosok itu sedang menelan bagian terakhir dari jantung tersebut.
GLUK!
Melihat itu Karina semakin memaksa dirinya terus terbang melaju kedepan agar bisa terlepas dari arus medan magnet yang terjadi akibat benturan dua energi positif dan negatif bertemu.
Sosok itu mengeluarkan cahaya senter merah dari matanya yang bersinar. Langkahnya terdengar sangat berat, di iringi oleh lentingan nada dari suara rantai yang terseret.
DEUB! DEUB!! DEUB!!
Karina menangis ketakutan sampai tidak bisa mengeluarkan suara, sementara sosok itu sedang melangkah mendekatkan jaraknya.
20 meter...17 meter....14 meter...Karina banjir air mata...11 meter... dalam hatinya terus berteriak minta tolong...8 meter....5 meter...tanpa di inginkan oleh Karina sebuah bilah pedang tiba-tiba muncul dibelakang kakinya yang menggantung di udara, lalu pedang itu berputar sangat cepat searah jarum jam...3 meter...
Pedang itu kemudian mengeluarkan cahaya berenergi biru terang. Dan disaat sosok itu mengulurkan tangannya yang panjang ingin mengenggam pergelangan kaki kiri Karina.
Dengan sangat cepat pedang itu menancap di kaki kiri sosok tersebut dan membuatnya merasakan hanya sedikit terganggu. Api-api biru yang membakar kaki dan tangannya perlahan terkikis habis.
Dengan air mata yang berlinang, Karina langsung bergegas menggunakan kesempatan itu untuk terbang melarikan diri.
__ADS_1
Bersambung...