
Tap Tap Tap
Suara langkah kaki Karina yang berjalan diatas permukaan jalan yang berbatuan. Disana ia mendapati sebuah sekolahan dengan pagar dinding yang kanan kirinya telah dirusak.
"Sekolahan ini... " ucapnya mengumam.
Mata Karina yang sayu diperlihatkan sebuah benang merah diliputi aura hitam yang melintas dihadapan matanya.
"Benang apa ini?"
Benang merah itu memiliki dua cabang, satu ke arah dalam sekolah dan yang satunya terus merambat kedepan. Karina coba menyentuhnya namun terlihat seperti tidak bisa disentuh, malahan itu membuat tangan kanannya yang terinfeksi stigma hitam Energi Negatif memberikan rasa kesemutan setiap memegangnya.
"Apakah ini sebuah petunjuk? Dari mana benang merah ini berasal?" Karina kemudian melihat dimana titik awal kedatangan benang merah tersebut. Yang ternyata tidak jauh dari titik awal sekolahan itu berasal.
"Jadi begitu. Baiklah aku mengerti!" ucap Karina yang berhasil menyadarinya.
Karina memasukkan langkah kakinya ke dalam sekolah, ia melangkah pelan dan melihat kanan dan kirinya dimana terdapat sebuah tempat permainan anak-anak.
"Vistor, kau adalah orang yang hebat. Padahal kau seorang warga negara asing" ucap Karina tersenyum.
Ia kemudian ingin melanjutkan langkahnya mengikuti benang merah yang menuju ke dalam ruangan kelas, namun ekor mata kanan Karina mendapatkan Visual yang tidak asing. Dia adalah sosok Gadis kecil berambut panjang dan berdaster putih yang sedang duduk bermain ayunan sendiri.
"Niira? Nama adek Niira ya'kan? ucap Karina yang sudah menolehkan wajahnya.
Gadis kecil yang bernama Niira tidak menghiraukan Karina, ia tetap terus bermain ayunan.
"Dek, ini kakak. apa kamu ingat?
Merasa tak dihiraukan, Karina coba datang mendekat lalu berdiri didekatnya yang sedang bermain ayunan.
"Niira, halo~?
Gadis kecil Niira memperlambat laju ayunannya hingga akhirnya berhanti. Ia pun kemudian menoleh ke arah Karina.
__ADS_1
"Bagaimana Kakak bisa tahu namaku? Kakak ini siapa? jawabnya dengan tatapan anak polos.
"Eh? Masa adek ga ingat, kan adek yang sering datang ke dalam mimpi kakak? ucap Karina yang duduk berjinjit dihadapan Gadis Kecil Niira.
"Mimpi? aku baru pertama kali melihat kakak disini" Niira tetap lanjut berayun.
Karina pun dibuat kebingungan setelah mendengar jawaban dari Gadis kecil Niira. Ia sangat merasa yakin jika ini adalah Niira yang muncul didalam mimpinya.
Mata Niira yang bewarna biru memandangi tangan kanan Karina yang terkena Stigma Hitam Energi Negatif.
"Tangan kanan kakak kenapa?"
"Ahh, ini...Kakak tadi terkena sengatan listrik." jawab Karina dengan wajah sumringah.
"Listrik? Apa itu?" jawabnya dengan polos.
"Benar juga, pada zaman itu mereka yang ada disini tidak mengenal adanya teknologi" ucap Karina didalam hati.
Tanpa Karina sadari, tangan mungil Gadis Kecil tersebut memegang bagian bahu atasnya. Lalu secara ajaib semua Stigma Hitam itu mengelupas dan memuai ke atas udara hancur menjadi serpihan debu.
Disaat Karina tersentak sadar, Niira sudah berada jauh didepannya. Ia kemudian berpaling menghadap Karina.
Di moment yang bersamaan, Sekolah Desa Makmur Sentosa mengeluarkan partikel cahaya biru dari tempatnya, terbang ke atas langit menerangi kegelapan malam.
"Habis ini kakak jangan bermain listrik lagi ya" ucapnya tersenyum bahagia. Tubuh Niira pun mulai ikut terurai menjadi partikel cahaya biru. Sebelum pergi menghilang Niira seperti mengucapkan sesuatu untuk Karina.
''Tungguuu!!! Tunggu aku....Niira! ucap Karina jatuh bersimpuh dan meneteskan air mata empatinya.
Karina kemudian bangkit berdiri dan memperhatikan sekitarnya, betapa kagetnya ia setelah melihat apa yang sudah terjadi dihadapannya. Seluruh bangunan sekolah dan taman bermainnya telah diselimuti oleh akar rumput hijau yang menjalar kemana-mana.
"Apa yang terjadi, kenapa semua tiba-tiba berubah menjadi seperti ini?" ucapnya tertegun.
Itu adalah Fenomena sebuah kejadian dimana suatu tempat yang diselimuti tragedi kegelapan yang ada di masa lalu telah berhasil terbuka oleh Residual Energi yang terkurung didalamnya berkat pemicu yang datang dari luar. Karina yang terlalu dini dalam dunia Supranatural tidak mengetahui apa yang sudah terjadi dihadapannya.
__ADS_1
"Benang merah yang menuju ke dalam sekolah itu sudah tidak ada lagi"
Karina memandangi sekolahan itu untuk yang terakhir kalinya, disana ia terdiam lalu berdoa didalam hatinya.
"Teruntuk semua para leluhur yang pernah menjalankan kehidupan disini, semoga kalian bisa beristirahat dengan tenang"
Setelah itu ia kemudian berbalik arah, dan memperhatikan kemana arah benang merah itu selanjutnya. Dengan hilangnya Stigma Hitam Energi Negatif yang ada ditangan kanan Karina sebelumnya, kini Karina dapat menggunakan kemampuan Flying Radical dengan mode hemat energi. Ia melayang diatas permukaan tanah seperti hantu.
Benang merah itu terus merambat jauh sampai tak terlihat ujungnya, kondisi sekitar semakin jauh mencekam. Kanan kirinya sudah bukan semak belukar lagi, melainkan hutan dengan pohon-pohon yang menjulang tinggi. Tak lupa kabut putih juga mencoba menghalangi pandangannya kedepan, sehingga cahaya senter yang ia pegang cukup sulit untuk menembusnya.
Tidak akan ada manusia yang berani melintasi jalan yang diselimuti dengan nuansa kegelapan disekelilingnya. Karina adalah seorang Gadis yang spesial. Selama kemampuan Inner Shivernya tidak bereaksi, itu bertanda ia akan aman-aman saja.
Tak terasa Karina sudah berjalan jauh mengikuti benang merah itu, saat ini dihadapannya ia diberikan dua cabang benang merah kembali. Kiri dan Kanan. Dilema pun terjadi pada saat akan memilihnya.
Dan disaat Karina ingin memutuskan pilihannya, ia kembali tersentak oleh suatu pesan dari energi yang ada disana. Objek dipandangan mata Karina kembali double seperti orang yang mengalami Diplopia.
Di benang merah sebelah kiri ia melihat seorang Wanita dengan daster putih yang berlari seperti sedang dikejar-kejar oleh gerombolan orang. Ia kemudian masuk kedalam hutan penuh pepohonan. Sedangkan pada benang merah yang diposisi sebaliknya, ia melihat banyak sekali orang sedang berkumpul berdiri sedang menyaksikan sesuatu.
"Aku penasaran dengan Wanita yang melarikan diri ke dalam hutan, kalau tidak salah aku pernah melihatnya. Tapi dimana...?"
Jalan manapun yang akan dipilihnya, kegelapan akan selalu menanti bersamanya. Tidak ada pilihan lain selain untuk terus maju menghadapi kegelapan yang menantinya didepan. Karena itu ia mengikuti suara hatinya yang kuat untuk memilih jalan yang disebelah kiri.
Dihadapannya hanya ada jalan setapak dengan semak belukar yang tinggi seperti hendak menggepit tubuhnya. Kemampuan Sleeping Ghost milik Karina menghiraukan itu semua, dan memudahkannya menyusuri terus masuk kedalam tempat yang sangat gelap dan menyeramkan.
"Kemana benang merah ini akan pergi membawaku?!"
Tak berselang lama kemudian, benang merah itu menunjukkan sesuatu yang ada disebelah kanannya Karina. Tepatnya pada sebuah batu cukup besar yang ada dibawah pohon. Ia kemudian menyingkirkan batu itu tanpa terlihat bersusah payah.
Disana, terdapat sebuah buku dengan sampulnya yang sudah robek-robek dan kotor. Karina lalu mengambilnya secara berhati-hati agar tidak merusaknya. Kedua mata Karina bercahaya biru seketika memegangnya. Ia mendongak ke atas, dan semua tragedi yang terjadi dimasa lalu terputar dihadapannya.
Tubuh Virtual Karina mulai terurai menjadi partikel cahaya biru secara perlahan, dan masuk ke dalam buku itu.
Bersambung...
__ADS_1