
Meskipun kekuatan Karina lebih besar dari sebelumnya, Energi negatif yang dimiliki Fantasma Ihsan ternyata cukup menyulitkannya. Tangan kanan yang sedang menahan serangan tersebut sudah mencapai titik batasnya.
Oleh karena itu, tangan kiri Karina ditujukannya ke atas tanah. Lalu dengan lonjakan energi spontan, ia pun terpental ke atas cukup tinggi. Di moment yang bersamaan Karina mengambil senjata shotgunnya dan melepaskan tembakankannya ke arah Fantasma Ihsan yang masih menyemburkan api. Enam Peluru yang keluar dari senjata shotgun terlihat melaju didalam semburan api yang panas lalu masuk ke dalam mulutnya.
BDAARS!!
Kepalanya seketika hancur berantakan. Karina yang akan terhempas diatas permukaan tanah, mendarat dengan energi biru yang keluar dari kedua telapak tangannya yang ia tujukan kebawah tanah.
"Maafkan aku, Ihsan... Tilda" ucap Karina yang berdiri dihadapan mereka berdua yang terkapar.
Wujud mereka masih utuh dan belum terurai menjadi debu, tentu ini menjadi pertanyaan bagi Karina. Ini sama seperti sebelumnya pada waktu saat melawan Cadivier diruangan bawah tanah. Maka dari itu, Karina terpaksa menggunakan energi lebih untuk menghabisinya. Di mulai dari Fantasma Ihsan, ia menyodorkan telapak tanganya lalu fokus seakan dia bisa mengeluarkan api.
BWUUSH!!
Api biru muncul mendadak lalu membakar seluruh tubuh Fantasma Ihsan, tidak ada respon yang berarti disana. Kemudian Karina melakukan hal yang sama kepada Fantasma Tilda. Dan disaat pembakaran itu terjadi, perut yang kelihatan membuncit itu bergerak seperti ingin mengeluarkan sesuatu, yang menjadi pusat perhatian Karina.
Perut Fantasma Tilda mengempes karena isi didalamnya terlihat menjalar keluar dari bagian belakang bokong, yang ternyata itu adalah Uterus atau Rahim yang tertarik keluar. Bukanlah ekor seperti apa yang sudah di lihat oleh Ragil. Karina pun kaget mengetahui hal tersebut.
Disana didalam api biru yang membakar, terlihat sesuatu perlahan ingin keluar yang dimulai dari kepala lalu seluruh badannya. Yang ternyata itu adalah sosok bayi Fantasma. Karina dibuat terperanjat melihat hal itu didepannya. Ia pun lalu berpikir, apakah Fantasma bisa beranak? Dengan kata lain selama ratusan tahun ini sudah berapa banyak sosok Fantasma yang ia sudah lahirkan, lalu dimana mereka semua berada.
Tak lama Partikel cahaya biru mulai terlihat dibalik debu hitam yang sudah habis terurai, dia adalah roh mereka berdua, Ihsan dan Tilda yang akhirnya bisa bertemu kembali selama ratusan tahun. Mereka berdua menangis sambil berpelukan. Ihsan berkata, dia selama ini selalu meminta diberikan kesempatan bertemu kembali dengan istrinya untuk meminta maaf dan sangat menyesali atas perbuatannya. Tilda juga berkeinginan yang sama, ia menyesal karena selama ini telah berbohong atas penyakit yang dideritanya.
__ADS_1
Karina yang berdiri tak jauh dihadapan mereka terlihat meneteskan air mata. Ihsan dan Tilda yang merasakan air mata ketulusan itu lalu berpaling menghadap Karina, mereka berdua mengucapkan terima kasih karena sudah membebaskannya dari kegelapan. Kemudian jutaan partikel biru mereka terbang sampai ke atas langit dan meninggalkan Karina seorang diri disana yang merasakan haru dalam tangisnya.
...
Pertempuran belum selesai, Karina harus segera pergi ke arah belakang tempat mereka mengambil buah-buahan untuk memastikan sesuatu. Ia terbang menggunakan Flying Radical dalam mode hemat energi.
Sesampainya disana ia mulai merasakan energi panas, dan mulai mengikuti dari mana sumber hawa panas itu berasal. Setelah cukup jauh mengikuti akhirnya Karina menemukan sebuah Gua yang dari sebuah bukit batu yang cukup besar yang diselimuti lumut dan juga rumput liar memanjang.
Hawa panas dan bau busuk tercium dari dalam sana, Karina pun merasa ragu untuk memasukinya. Akan tetapi jika dia membiarkannya begitu saja, tragedi ini tidak akan ada habisnya.
"Aku tidak akan membiarkan tragedi seperti itu terulang kembali"
Karina masuk kedalam Goa tersebut menggunakan Flying Radical dan Sleeping Ghost untuk meminimalisir dampak efek negatif yang bisa menyerang tubuh spritualnya. Didalam sana sangat gelap, oleh sebab itu Karina menggunakan Object Invasion untuk mengambil sebuah senter dalam Memory pikiran.
Setelah cukup lama menelusuri akhirnya ia menemukan sesuatu yang mengejutkan, tepat sesuai dengan perkiraannya.
"Apa yang sedang kulihat ini, apakah ini benar-benar nyata"? Ucapnya terperangah.
Dihadapannya ratusan telur Fantasma yang sudah menetas maupun belum menetas terpapar disetiap ruang yang ada, bahkan ada yang menempel di dinding. Karina memutuskan mencoba mendekatinya untuk melihat lebih detail. Ia kemudian menggunakan Object Invasion untuk menyalin data dalam kandungan telur tersebut.
Ternyata memang benar ini adalah telur Fantasma! Tetapi saat ia bertemu dengan Cadavier anaknya terlihat didalam sebuah kantung. Dan jika diteliti sekali lagi, Fantasma yang sudah diketahui Karina ada tiga jenis yaitu, Fantasma biasa, Cadavier dan Fantasma yang berwujud manusia dan binatang yang bisa bertelur.
__ADS_1
"Bukankah penelitian mereka gagal, tapi kenapa bisa ada yang berbeda? Jangan-jangan..?
Ya, Benar sekali! Mereka berevolusi dalam kurun waktu ratusan tahun ini. Berevolusi dan bersinergi dengan alam. Karina seakan tidak mempercayainya, dan jika ini terus dibiarkan maka akan menyebar.
"Tidak mungkin! Kalau menyebar, harusnya keberadaan mereka sudah diketahui! Lalu apa penyebab mereka tidak muncul kehadapan manusia? Mereka juga tidak menularkan virus yang jika terkena gigitannya akan menularkan dan bisa berubah menjadi seperti mereka"
"Apa para peneliti itu meninggalkan fasilitas mereka begitu saja? Tunggu, tujuanku adalah untuk mencari jalan keluar bukan untuk mengungkap kebenaran"
Karina memutuskan untuk membakar mereka semuanya dengan menggunakan api biru miliknya.
...
Setelah selesai membersihkan aura negatif yang ada didalam Goa, Karina bermaksud kembali menuju pintu agar segera mengakhiri Sleep Paradise miliknya. Namun dipertengahan jalan Stuttering Whisper Karina memberikan frekuensi dari suara yang lemah, ia mendengar suara minta tolong.
"Tolong... Karina... Aku..."
Karina tersentak dan menyadari bahwa itu adalah suara Ragil, ia pun bergegas mengikuti gelombang suara tersebut dengan terbang melayang mode hemat energi. Ia menemukan Jalan Raya lalu mencoba mengikutinya. Meskipun Karina dalam mode terbang ia membutuhkan waktu hampir 45 menit untuk melibas jalan berpuluh-puluh kilometer tersebut.
Akhirnya Karina mendengarkan suara sungai, ia pun melihat barang-barang ragil yang berceceran diturunan dekat gapura jembatan yang lalu menghampirinya. Matanya berlari melihat dimana Ragil berada, namun sebelum itu ia ingin melihat yang ada diatas. Sebuah penampakan jembatan yang sudah terputus oleh derasnya arus sungai.
Terbesit sebuah ide, ia ingin mencoba menyebranginya. Diluar dugaan, ternyata persis saat dia sudah beradah di tengah sungai. Ia merasakan seperti menabrak sesuatu yang menghalanginya, yang ketika ia coba pegang ternyata adalah sebuah tembok dengan energi kegelapan. Dengan kata lain, seluruh wilayah tersebut telah dikuasai oleh suatu energi yang sangat besar. Siapakah pemiliknya?
__ADS_1
Bersambung...