Outdoor Activity

Outdoor Activity
Chapter 22.3 : "Apocalypse" Day 1


__ADS_3

"Niira..."


"Ibu Victoria, Ibu Victoria, anda tidak apa-apa?"


Dalam keadaan setengah sadar, Victoria mendengar suara dari asistennya Berta yang terus memanggili namanya.


"Eng?"


Victoria kemudian berusaha bangkit dari dirinya yang tergeletak di atas lantai.


"Akhh.." Ia memegangi bagian kiri kepalanya yang masih merasakan sakit.


"Ibu Victoria, apa anda baik-baik saja? Sebaiknya kita segera memeriksa kesehatan fisik Ibu terlebih dahulu"― Berta menopang bahu belakangnya.


"Tidak usah, aku masih baik-baik saja"


"Berta, bawa orang-orang itu pergi keluar dari sini"


"Baik!"


Berta kemudian berdiri lalu menghampiri mereka, dan membawanya keluar dari ruangan Niira berada.


Mereka yang sudah berada di luar, sedikit mencemaskan tentang apa yang terjadi kepada Victoria yang tiba-tiba terjatuh pingsan di atas lantai.


Victoria mencoba berdiri dengan bantuan tangan kanannya yang memegang besi dari Stretcher milik Niira tertidur.


Ia kemudian melihat wajah Niira yang sedang tertidur dengan senyumannya.


- 3 Hari kemudian


Dalam kurun waktu tiga hari Victoria telah membuat rumus dan meriset dosis dari setiap takaran untuk serum tersebut dalam jumlah banyak dan berbeda-beda. Meskipun belum tahu hasilnya, ia sudah memberikan hak paten untuk namanya.


"Tray Cell AA"―"A+"―"S"―"SS+"―"SSx"


AA \= Balance


A+ \= Condusif


S \= Strong


SS+ \= Forced

__ADS_1


SSx \= Double


Pada pukul 9 pagi Victoria berangkat dari Villa tempat ia tinggal bersama asistennya dan menuju ke Fasilitas perusahaan miliknya.


Sesampainya disana ia langsung akan memulai percobaan bersama para tim suksesnya yang juga terlihat sudah siap.


Dalam ruangan percobaan terdapat tiga tabung kaca besar yang berbaris. Pasukan hazmat kemudian datang membawa 2 mayat yang sebelumnya yang sudah gagal disuntikkan serum bewarna merah.


Salah satu pasukan hazmat kemudian menekan tombol agar tabung itu turun dalam posisi berbaring, dua orangnya kemudian memasukkan mayat itu ke dalam tabung lalu menutupnya dan memberdirikannya kembali dalam sebuah mekanisme electric yang akan bergerak setelah menekan tombolnya.


Berta kemudian menyerahkan koper yang berbentuk Steel Cast itu kepada salah seorang pegawai.


Ia kemudian membukanya, dan terlihat di dalamnya ada lima buah serum yang semuanya bewarna merah hanya bertuliskan sebuah kode bewarna putih di luar tabung reaksi.


Seorang pasukan hazmat yang berdiri di dekat sebuah Sistem Control kemudian menekan satu tombol, maka air yang mengandung banyak kandungan hydrogen itu mengalir melalui selang-selang halus yang berkelok-kelok dan menuju masuk ke dalam tabung kaca yang sudah berisikan mayat.


Air-air mulai mengisi tabung kaca yang berdiameter 150 cm tersebut menenggelamkan mayat yang ada di dalamnya.


Pegawai itu kemudian menyerahkan serum yang pertama kepada hazmat 01, ia kemudian membuka penutupnya yang di dalamnya terdapat pipa yang berbentuk jarum.


Di bawah tabung besar itu adalah sebuah mesin yang terhubung. Di atasnya tertempel sebuah plat almunium yang bertuliskan nama.


"Fantasma-00?" ucap Joaquim yang melihatnya.


Hazmat 01 kemudian menyuntikan serum itu melalui sebuah lubang yang terdapat pada mesin yang terhubung dengan tabung.


Semua orang terkejut seketika, melihat air yang di dalam berisikan mayat itu berubah menjadi merah secara keseluruhan.


Joaquim kembali terheran-heran dibuat Victoria yang sudah menyelesaikan resep dari 4 serum miliknya yang berbeda dalam waktu yang sangat cepat.


Namun di dalam pikirannya ia masih bertanya-tanya, kenapa harus mayat yang menjadi bahan percobaannya.


Sudah 5 menit mereka menunggu, tetapi belum ada tanda-tanda pergerakan dari mayat itu.


"(Sebenarnya apa yang ingin dilakukan orang ini, apa dia cukup gila untuk menghidupkan orang yang sudah mati)" ucapnya dalam hati.


10 Menit berlalu dan masih belum juga ada tanda-tanda keberhasilan.


Tiba-tiba semua orang di buat tercengang oleh sebuah pergerakan dari dalam tabung. Mayat itu terlihat menggerakkan satu jarinya. Orang-orang pun merasa ketakutan setelah melihatnya.


"Ti-dak-tidak mungkin...itu tidak masuk akal..."

__ADS_1


Mendengar ucapan itu membuat hati Victoria yang sedang merasa senang menjadi sedikit kesal. Ia lalu memberikan tatapan mata yang seolah mengatakan "Membosankan" kepada Joaquim, yang seketika itu juga langsung membuatnya terdiam.


"Gagal, berikutnya!"


"Yes, Mam!"


"(Ga..gal?? bukankah mayat itu barusan menggerakan jarinya)" gumamnya dalam hati.


"Kemungkinan besar yang terjadi adalah, serum tadi hanya memberikan kejutan pada beberapa sel otot yang masih bertahan" jawab Victoria seolah membaca isi pikirannya Joaquim.


Hazmat 01 kembali menyuntikan serum merah dengan kode yang berbeda ke dalam mesin penghubung yang bertuliskan Fantasma 01.


Tabung yang berisikan air hydrogen itu berubah menjadi merah sampai membuat mayat yang ada di dalamnya sampai tidak kelihatan.


Mereka menunggu hasilnya akan tetapi tidak jauh beda dari yang sebelumnya. Joaquim melihat Victoria yang berada di sebelahnya terlihat sedang menggigit ujung pulpennya. Ia pun merasa enggan untuk menanyakan langkah berikutnya.


Karena untuk melakukan persiapan uji coba ini membutuhkan waktu yang lama, Victoria memiliki cara alternatif lain.


Yaitu, ia meminta para pasukan hazmat untuk membuat tenda khusus untuk mereka para pasien penderita penyakit kulit yang ada di dalam Gedung Lab B.


Matahari sudah berada di posisi di atas kepala, menandakan ini sudah memasuki waktu tengah hari. Banyak dari pasukan hazmat yang terlihat sibuk berlalu-lalang untuk mendirikan beberapa tenda besar yang berwarna putih.


Setelah tenda itu di dirikan, para pasien penderita wabah penyakit kulit itu di bawa satu-persatu dan dibaringkan di atas Stretcher yang sudah tersedia di dalam tenda.


Di tepi jalan mobil-mobil box dengan yang berlogokan Tray Cell terlihat datang berombongan yang kemudian parkir secara berderatan.


Para pasukan hazmat itu mendatanginya dalam beberapa kelompok, yang kemudian mengambil kotak kardus yang ada di dalam mobil box itu secara bergiliran.


Victoria dan Joaquim terlihat berdiri di sebuah tenda menyaksikan kegiatan itu secara bersama dengan masing-masing asistennya.


"Maaf kalau saya lancang, apakah yang sebenarnya ingin anda lakukan ini untuk menghidupkan orang mati?"


"Orang mati? Aku hanya ingin menghidupkan sel-sel pada diri manusia yang sudah mati, dan jika formula ku berhasil, sebuah obat Anti-genetik untuk mereka yang terlahir cacat di dunia ini akan ada untuk menyempurnakan hidup mereka"


"Seandainya hasil Penemuan ku ternyata memang bisa menghidupkan orang yang telah mati, bukankah itu sebuah anugerah dari tuhan?"


"Tugasmu adalah terus menciptakan racikan-racikan baru dari tumbuh-tumbuhan itu, fokus lah pada tujuan mu sendiri. Bukankah begitu isi kontrak kita?"


Joaquim hanya terdiam setelah mendengarkan perkataan itu, ia merasakan sedikit tersinggung di dalam hatinya.


Karina yang sedang menyaksikan kejadian itu di dalam tubuh Victoria, mengalami sebuah Deja Vu.

__ADS_1


"(Ini, seperti yang sudah pernah kita lihat waktu pertama kali di dalam mimpi, pada saat tinggal di desa itu)"


Bersambung...


__ADS_2