
Sekarang terisa 8 sosok tanpa kepala yang sedang memegang golok apinya. Mereka mundur kebelakang dan berbaris sejajar kembali.
"Kali ini apa lagi yang mereka akan lakukan"
Semua tangan kanan mereka yang memegang golok api menjunjung ke atas, lalu menancapkannya secara bersamaan ke atas permukaan tanah.
Aksi itu membuat daratan sekitar terguncang, dan retakan dari 8 cahaya api yang muncul mulai merambat menjadi ke satu titik.
Darah menyembur deras ke atas, dan menumpahkan banyak sekali gumpalan darah sehingga membanjiri tempat itu.
Gamma-Karina di buat keheranan olehnya kenapa hanya daerah sekitarnya saja yang banjir. Tinggi genangan air mecapai 30 cm, sehingga membuat Gamma-Karina tidak dapat menggunakan kemampuan Burning Step miliknya lagi.
"Sialan!"
Langkah kaki Gamma-Karina terlihat sangat berat akibat banjir darah yang kental.
Belum selesai ia berusaha mengakali masalah tersebut. Tiba-tiba satu buah tangan panjang mencuat ke atas, yang tak lama kepala dan tubuhnya juga mulai kelihatan keluar dari sumber mata air darah.
Sosoknya terlihat tinggi, ia memakai topi Caping dan memakai pakaian serba hitam yang berlumuran darah.
"Apa kabar, Karina? Apa kau masih mengingatku?"
Karina dibuat tercengang oleh kehadiran sosok baru tersebut. Ia masih berusaha mengartikan apa maksud perkataannya.
"Tadinya aku masih ingin menunggumu disana, sambil melihat sejauh apa perkembanganmu dengan kekuatan itu"
"Apa maksudmu, siapa kau?"
"Bukankah kita sudah pernah bertemu sebelumnya?" jawabnya tersenyum.
Flashback mengalir di ingatan milik Karina, ia mencari gambaran memori itu satu persatu.
"Kau, kau adalah bapak-bapak yang menyapa kami waktu itu"
"Tepat sekali"
"Siapa kau sebenarnya, kenapa kau bisa tahu tentang kekuatan Energi milikku?"
"Perkenalkan, namaku adalah Kenji. Aku sudah hidup ratusan tahun di wilayah ini, bahkan sebelum para manusia itu datang"
"Bisa dibilang, aku lah penguasa sebenarnya di seluruh wilayah ini. Dan aku jadi merasa terbantu, berkat perbuatan mereka aku bisa mendapatkan anak buah yang bisa ku kendalikan"
"Di kendalikan? (pantas saja)"
"Makhluk yang mereka sebut Fantasma itu ternyata tidak ada ubahnya dengan kami bangsa Jin, hanya saja mereka selalu nampak terwujud dan sangat tak terkendali"
"Mereka bisa melihat energi masa lalu (Residual Energi) lalu memakannya dan bermanifestasi sesuai tragedi kelam yang terjadi didalamnya"
__ADS_1
"Luar biasa. Manusia bisa menciptakan sesuatu sampai diluar batasannya"
"Lalu, apa yang membuatmu harus menghalangi tujuanku?" Gamma-Karina memberikan tatapan mata yang serius.
"Kau memiliki keturunan dari darah mereka, keberadaanmu menghalangi tujuan kami, jadi aku ditugaskan untuk menghabisi mu dan juga teman-temanmu"
"(Kami?) Di tugaskan?"
"Apa itu berarti ada orang yang lebih tinggi di atas mu?"
"Tentu saja, di atas langit masih ada langit..."
"Apakah dia Miira?"
"Miira? Ahh, dia adalah anak yang tenggelam dalam kegelapannya sendiri."
"Kau tahu tentang Miira, kalau begitu kau seharusnya juga tahu tentang keberadaan adiknya Niira. Dimana dia berada, cepat katakan!!"?
"Itu kalau kau berhasil mengalahkan ku terlebih dahulu, Nona manis"
Raut wajah Karina yang kotor penuh dengan cipratan darah menunjukkan ekspresi rasa kekesalannya.
...
"Sekarang, ayo kita mulai penghakimannya" ucap Pria bercaping.
Gamma-Karina melihat setiap pergerakan itu, ia juga merasakan pergerakan kakinya menjadi sedikit terasa menjadi lebih ringan.
Di saat warna hitam pekat itu ingin menutup semua udara menjadi ruangan yang tertutup, tangan kanan dan kiri Karina meminta, maka muncul lah partikel biru yang membentuk senjata Crossbow di tangan kanannya, dan anak panah sepanjang satu meter di tangan kirinya.
Ia lalu meletakkan anak panahnya di senjata Crossbow, dan membidik ke arah atas tepat pada saat cahaya terakhir akan tertutup oleh kegelapan.
PSYHUU!!!
Anak panah itu tertancap di antara lingkaran yang akan tertutup, sehingga udara dan cahaya masih bisa masuk ke dalam.
"Dari awal aku memang merasakan ada sesuatu yang berbeda dari dalam dirimu"
Tangan kanannya meminta, maka muncul lah partikel merah yang mulai membentuk sebuah katana sepanjang dua meter dalam genggamannya.
Pria bercaping itu kemudian berpose ala seorang Samurai jepang, ia lalu memberikan tebasan yang pertama ke arah Gamma-Karina.
Tebasan mengeluarkan darah dalam bentuk sabit, dan meluncur cepat bagaikan angin.
Gamma-Karina mencoba menangkisnya dengan menggunakan kemampuan Room Disorder miliknya, akan tetapi baru saja di munculkan langsung mengalami keretakan dan hancur pecah berantakan.
"(Kita tidak boleh meremehkannya), Tchh..."
__ADS_1
"Hahaha, ada apa Nona manis?"
Gamma-Karina merasakan gerakannya menjadi terhambat karena banjir darah setinggi 30 cm. Dia kemudian mencoba menjaga jarak dengan mundur kebelakang.
Dengan begini ia berjarak 20 meter dari sosok Pria Bercaping tersebut. Tangan kirinya meminta kembali, kemudian ia meletakkan anak panah itu pada senjata Crossbow miliknya.
Samurai bercaping itu tak beranjak dari tempatnya, dia terlihat bersiap-siap ingin melakukan tebasan berikutnya.
SLASH-SLASH!!!
Dua tebasan darah berbentuk sabit melesat cepat bagaikan angin yang ingin memotong tubuh Karina.
Gamma-Karina terpaksa meloncat ke arah samping untuk menghindarinya, seraya menembakkan anak panah dari senjata Crossbow miliknya.
Anak panah yang dilepaskan lebih cepat dari pada hembusan angin, sehingga Samurai Bercaping itu hanya mampu menepisnya dan membuat anak panah itu meleset mengenai salah satu dari sosok tanpa kepala yang sedang menancap kan pedangnya.
BWUSHH!!!
Satu dari delapan anak buahnya yang tersisa hangus terbakar oleh Api Biru. Hal itu mengakibatkan salah salah satu sumber tenaganya menghilang. Samurai Bercaping itu terlihat kehilangan keseimbangannya.
"(Jadi begitu)" ucap Gamma-Karina yang telah menyadarinya.
"Ternyata dibalik tubuhmu yang kecil, terdapat kekuatan yang luar biasa"
Gamma-Karina kemudian berdiri kembali dan merasakan jika banjir darahnya mulai berkurang.
Samurai Bercaping itu berpose kembali, kali ini dia meletakkan katananya di bawah pinggang. Lalu membuat gerakan tebasan secara horizontal.
Tebasan yang dikeluarkan jangkauannya cukup besar, melihat itu Gamma-Karina menempelkan kaki kanannya pada dinding hitam, lalu menggunakan Burning Step untuk meluncur naik ke atas.
DASHH!!!
Tebasannya berhasil meleset dan mengenai dinding hitam tersebut. Gamma-Karina kembali meletakkan anak panahnya, lalu di saat ia akan segera terjatuh dia menembak salah satu sosok tanpa kepala yang ada di paling pojok kiri.
BWUSHH!!
Serangan Karina berhasil tepat sasaran, tanpa dapat di jangkau oleh Samurai Bercaping tersebut.
"Kau! Sengaja mengincar anak buahku!" ucapnya yang merasakan lemas seketika.
"(Ini kesempatan, cepat serang dia!)"
Dalam momen itu Gamma-Karina sudah menciptakan anak panahnya, ia kemudian menembakannya ke arah pria bercaping tersebut setelah fokus membidiknya.
Samurai Bercaping itu tidak mengira bahwa Karina akan menyerang dirinya, sehingga anak panah sepanjang satu meter itu, tertancap menembus tepat di tengah bagian dadanya.
JLEB!!
__ADS_1
Bersambung...