Outdoor Activity

Outdoor Activity
Chapter 17 : "The White Room "


__ADS_3

Cuaca gelap dengan minimnya cahaya rembulan bersama kabut yang selalu melintang disejauh mata memandang. Sebuah pertempuran hebat terjadi oleh seorang Wanita dan berpuluh ekor sosok Fantasma didalam sebuah gedung. Ia menghabisi semua monster itu layaknya sedang bermain ditaman dengan senjata mainannya. Dirinya pun bermandikan darah kegelapan yang memenuhi ruangan itu.


Wajahnya yang sendu mulai terlihat bosan, pupil matanya yang bewarna biru bercahaya meratapi kesepian hatinya hingga meneteskan airmata. Tak lama seekor Fantasma mengganggu perasaan hatinya, ia pun kesal lalu mengejarnya, menangkapnya serta meremasnya dengan mudah seperti buah yang sudah membusuk. Dirinya kemudian jatuh seperti daun yang kehabisan energi dari sebuah pohon. Lalu ia melangkah dengan rasa lunglai disekujur tubuhnya, dan akhirnya ia jatuh tergeletak tak sadarkan diri.


....


Disana, didalam sebuah kegelapan ia melihat sebuah arus listrik bewarna biru sedang melintas didalam sebuah serabut yang jumlahnya milyaran. Dirinya pun memperhatikan dengan saksama, arus gelombang apa itu sebenarnya. Mereka terus mengalir cepat kesana kemari sesuai lajurnya. Karena penasaran, ia mencoba memegang lajur yang terlihat seperti serabut beraliran listrik biru tersebut.


BZZTT!!! "Aouchh!!"


Rasanya seperti diberi sengatan arus listrik. Dirinya kemudian terbang berkelana didalam milyaran serabut beraliran listrik bewarna biru tersebut. hingga pada suatu tempat ia melihat sebuah cahaya, yang setelah didatangi ternyata itu adalah sebuah layar besar yang sedang memvisualisasikan teman-temannya yang sedang bertahan hidup melawan Fantasma tanpa kepala.


Dirinya khawatir, cemas dan panik, memandangi sekitarnya untuk mencari jalan keluar dari sana. Ia terombang-ambing sendirian dan berteriak agar mendapat jawaban.


"Siapa saja tolong akuuu, ini aku dimana? Kenapa aku bisa ada ditempat seperti ini? Ucapnya dengan suara yang menggema.


Tak lama ia mendengar sebuah percakapan yang sepertinya ia mengenali suara siapa itu.


"Bagaimana keadaan anak itu?"


"Dia masih terus bersedih dan mengatakan ingin bertemu dengan keluarganya" ucap seorang Pria.


"Tch! Bikin dia kehilangan kesadarannya, setelah itu lakukan sesuai dengan prosedur"


"Suara ini, Victoria?"


Kemudian percakapan itu sudah tidak terdengar lagi, dirinya pun dibuat kebingungan apa yang sudah terjadi. Tak lama, ia melihat gadis kecil itu kembali.


"Dek? Tunggu! Ini kakak!! Tolong tunggu sebentar!"


Gadis itu tidak mendengarkannya dan terus berjalan seperti langkahnya sedang menapak pada sesuatu. Ia terus coba memanggil dan mengikutinya sampai mereka berdua melihat sebuah benda bulat bewarna hitam raksasa yang terhubung dengan milyaran serabut mengalirkan listrik bewarna biru. Dirinya pun takjub melihat penampakan tersebut. Gadis kecil itu kemudian menghilang dalam sebuah gerakan Glitch yang cepat.


"Ini tempat apa? Bentuknya...seperti otak, bagian belakang?"


"Itu adalah Virtual Cortex, tempat dimana ruang visual dan energimu berkumpul"


"Siapa kamu? Kenapa aku bisa ada disini...aku sudah matikah?"


"Hahahaha, lucu sekali mendengarkan kata-kata itu dari diriku sendiri"

__ADS_1


"Huh? Berhenti main-main cepat keluarkan aku dari sini, aku harus menolong teman-temanku!"


"Jangan khawatir, mereka sudah berhasil mengalahkan Fantasma jelma'an itu"


"Jangan berbohong, cepat keluarkan aku dari sini!"


Suara itu kemudian memunculkan sebuah layar sangat besar yang menampilkan teman-temannya sedang berada didalam ruangan.


"Apa aku berbohong? Bukannya kau benci itu?"


Karina kemudian terdiam, dia heran kenapa suara itu terdengar seperti dirinya dan tahu segalanya. Apakah dia tuhan?


"Kalau begitu cepat katakan apa maumu? Apa yang harus kulakukan agar aku bisa keluar dari sini?"


"Bodoh sekali, coba lihat dirimu? Kau belum meyadarinya ya?


Karina melihat dirinya, yang ternyata sedang mengalami Glitch.


"Apa kau tahu apa artinya itu? Biar kujelaskan! Kau yang sekarang adalah sebuah objek virtual yang diciptakan oleh dunia bernama Virtual Cortex. Sebuah dunia jauh didalam alam bawah sadar manusia, dan hanya mereka yang berhasil membangkitkan energi kehidupan dalam dirinya yang mampu dapat menggunakannya. Semua kelebihan itu bisa terwujud tentunya berkat kekuatan dari nenek moyang kita"


"Nenek moyang kita, siapa dia? apa dia masih hidup?


"Aku juga tidak tahu, aku juga bingung kenapa harus memanggilnya nenek moyang?" kata-kata itu mengalir sendiri dikepalaku"


"Dengan kata lain! Jika tubuh virtualmu kehabisan energi kau akan terurai kembali menjadi partikel cahaya biru. Daan!! kau butuh waktu, sampai energi itu terisi kembali!


"Oleh karena itu, apapun yang terjadi akan sangat nyata. Ketika kau melamun lalu mendapatkan sebuah gambaran masa depan yang bisa kau rasakan sendiri. Hebat bukan? kau bisa mengantisipasi apa yang akan terjadi dimasa mendatang, hanya karena sebuah lamunan. Ahahahah!"


"Lalu apa yang kau tahu tentang Energi Biru, semenjak tempat itu menjadi malam aku tidak bisa melihat dan merasakannya lagi"


"Energi Biru? Ahh, yang dibilang kakek tua waktu itu ya. Itu sebenarnya Energi Positif yang dihasilkan oleh alam, semesta yang menciptakannya, mungkin?"


"Kau!! jangan-"


"Yang artinya!!! Kau bukan tidak bisa melihat Energi Biru tersebut, tetapi ada Energi Negatif yang sangat besar sehingga menelannya semua sampai tak terlihat"


Tiba-tiba tubuh Karina mengalami Glitch yang cepat dan tak beraturan.


"Apa yang terjadi pada tubuhku? Hei...!!"

__ADS_1


"Energimu seharusnya belum terisi penuh, itu berarti ada gelombang energi lain yang mencoba mendeteksi keberadaanmu"


"Sebuah energi negatif dalam jumlah besar, ini... Si mata senter merah!! Cepat kau harus pergi dari sini, teman-teman kita dalam bahaya."


"Mata senter merah, dia yang waktu itu mencoba masuk ke ruangan putih?"


"Dengar! Saat ini dia sedang berusaha mencari kita, dia dapat menembus dimensi apa saja. Aku bisa merasakan itu dari gelombang elektro berkekuatan negatif miliknya."


"Kenapa dia mengincar kita? Apa aku bisa mengalahkannya?!"


"Kau belum sadar juga ya, hanya dengan auranya saja sudah bisa menghancurkan wujud virtualmu. Bagaimana bisa kau menang melawannya!"


"Lalu apa yang harus kulakukan untuk menyelamatkan teman-teman?"


"Gunakan saja akalmu, kau kan ada mainan itu! Sudah cepat pergi dari sini!!"


"Bagaimana caranya!?"


"Jentikkan jarimu, itu akan menghasilkan listrik untuk mengembalikanmu kedalam ruangan putih itu"


Ketika Karina siap menjentikkan jarinya, suara itu berpesan lagi.


"Dengar! Jangan coba-coba kau mendekatinya, energi dia sangat kuat. Jika energimu berhasil dilacaknya, pintu itu akan kembali lagi muncul didalam ruangan putih, mengerti?!"


"Aku mengerti, terimakasih Karina!"



SNAP!!!


Karina terbangun membuka matanya, ia terbaring didalam ruangan yang putih. Rasa pusing dikepalanya kini telah menghilang, ia kemudian bangkit berdiri dan melangkah ke arah pintu.


"Aku pasti akan menyelamatkan kalian, tunggu aku!"


KRIEET


...


Karina yang tergeletak diaspal, tiba-tiba terbangun lalu terbang melayang. Tubuhnya yang belum stabil dikarenakan energinya belum mengalir sepenuhnya, bergerak sendiri atas perintah otaknya. Ia tersadar membuka mata berkat derasnya angin yang menerpa diwajahnya.

__ADS_1


Dirinya kemudian berusaha untuk menstabilkan energi tersebut secepat mungkin agar bisa melacak keberadaan energi milik teman-temannya.


Bersambung...


__ADS_2