
Gamma-Karina dengan percaya diri menantang Raja Jin tersebut.
Raja Ouroh kemudian mengumpulkan semua energi yang ada di dalam kerajaannya.
Seluruh istana bergetar karena ulahnya, dinding-dinding mulai retak, pilar-pilar yang menyangga bangunan megah itu satu-persatu hancur berjatuhan.
Api-api bermunculan membakar habis segalanya yang ada di dalam istana, layaknya sebuah lukisan yang terbakar.
Empat wanita tengkorak yang bertugas menyegel pintu keluar juga ikut terkena dampaknya, sehingga pintu itu lepas dari penjagaan.
Menyadari hal itu, Gamma-Karina bermaksud hendak meluncur keluar. Akan tetapi sebuah bongkahan batu besar yang di selimuti kobaran api melesat ke arahnya.
"(Awas!!")
Gamma-Karina langsung menghentikan lajunya dan menggunakan Room Disorder agar tidak terkena pecahan bongkahan batu yang hancur akibat terhempas ke dinding.
"Mau pergi kemana kau anak manusia" Suaranya terdengar berat.
Wajah Gamma-Karina yang menoleh terlihat bercucuran keringat akibat merasa kepanasan di dalam ruangan yang penuh dengan api.
"Kau sudah berani menghancurkan semua rencanaku, aku tidak akan membiarkan mu lolos" ucap Raja Ouroh menunjuk ke arah Karina.
Tangan kanan Raja Ouroh meminta, maka muncul lah sebuah partikel merah yang membentuk sebuah pedang api yang membara dengan ukuran 20x lipat dari pada umumnya.
"Ini adalah senjata pusaka, yang telah kudapatkan setelah mengalahkan seorang manusia ratusan tahun yang lalu. Namun sudah berubah sejak aku yang memilikinya"― Ia menghormati pedang itu layaknya sebuah benda suci.
"Akan ku pastikan kau mengemis meminta ampun dan merasakan penyesalan atas perbuatanmu"
"Jadi kau juga menciptakan mainan mu sendiri?" ucap Gamma-Karina.
"DIAAAAAMM!!!! GWRAAAAHHHH!!!"
Debu dan serpihan api kecil dibuat beterbangan akibat teriakan amarahnya.
Gamma-Karina yang memakai seragam Oka-nya yang bewarna biru terlihat berdiri di antara luasnya lahan yang penuh dengan reruntuhan yang terbakar oleh api.
Raja Ouroh mulai bergerak, tubuhnya yang setinggi 20 meter sedikit membuat pergerakannya lambat. Ia kemudian mengayunkan pedang besarnya yang membara ke arah Gamma-Karina.
BLASH!!
Satu kali tebasannya mengeluarkan lidah api yang terbakar menyembur dari dalam tanah.
Bersamaan sebelum serangan itu akan terjadi, Gamma-Karina sudah merasakan sesuatu yang panas akan keluar dari bawah tempat ia berdiri. Oleh karena itu, ia terlebih dahulu meluncur dengan cepat ke arah kanan untuk menghindarinya.
Dia terus meluncur mengitari sosok Raja Jin Ouroh dengan kemampuan Burning Step miliknya.
"(Bahaya sekali serangannya, kita tidak boleh berdiam di tempat)― Ahh, aku tahu itu!"
Raja Jin Ouroh mengikuti pergerakan yang di lakukan oleh Gamma-Karina. Dan pada suatu moment, ia tiba-tiba melompat ke arah tujuan Gamma-Karina berikutnya.
DOOM!!
Gamma-Karina tidak sempat menghindarinya sehingga ia terpental jauh kebelakang dan hampir mengenai dinding api.
"Bangsat! (Sabar)"― ia mencoba bangkit dengan kedua tangannya yang lecet berdarah-darah.
Dari jauh, sebuah lidah api sudah menjalar ke arahnya. Dia pun dengan segera bangkit lalu kembali meluncur untuk menghindarinya.
Ia kemudian mencoba menembakinya dengan anak panah dari senjata Crossbow miliknya.
Raja Ouroh tidak membiarkan itu terjadi, ia kembali memberikan tebasan lidah api ke arah Gamma-Karina yang sedang berhenti untuk menyerangnya.
"Sial!" Gamma-Karina meluncur kembali.
__ADS_1
Seraya meluncur, ia mencoba menembaknya. Akan tetapi rintangan yang berhamburan di depannya menjadi fokus utama untuk di hindari.
"GHAHAHA!!!"― ia tertawa melihat Gamma-Karina yang dari tadi hanya bisa terus berputar-putar mengelilingi dirinya.
Raja Jin itu kembali melompat cukup tinggi. Kali ini ia melompat dan jatuh sambil menancapkan pedangnya tepat di titik tengah area sekitar.
BAAMM!!!
Tubuh raksasanya yang menghempas kepermukaan bumi membuat tanah bergetar dan melahirkan angin kencang yang mampu menggeser sebuah pecahan pilar raksasa.
Pedang yang tertancap mengeluarkan lidah api dalam bentuk lingkaran dan terus menjalar membawa semua benda-benda reruntuhan bersamanya.
Gamma-Karina melihat itu seperti sebuah ombak api yang cukup tinggi, dalam keadaan yang terdesak ia tidak memiliki tempat lagi untuk melarikan diri.
"(Gunakan itu)" ucap seseorang dalam kepalanya.
Melalui energi biru yang ada di bawah telapak kakinya, Gamma-Karina melakukan apa yang persis di lakukan oleh Thetha-Karina.
Yaitu sebuah Energi Biru yang dijadikan jet pendorong, sehingga ia bisa terbang melayang di udara dan bermanuver bebas.
"(Tapi Energi yang dikeluarkan cukup besar)"― Yah, tetapi berkat ini aku bisa membidiknya dengan tenang"
"GWAHAHAH!! Sayang sekali, padahal aku ingin sekali merasakan tubuhmu (daging)."
Raja Ouroh mengira gadis itu tenggelam dalam serangan ombak lidah api. Ia tidak menyadari bahwa Gamma-Karina sudah berada di atas udara melebihi tinggi badannya.
PSYHUU!!!
Anak panah itu melesat cepat, menancap di lengan kanannya yang gempal penuh tertutupi bulu hitam yang lebat.
"Arghh!!"
"Apa ini?" Ia mencabut anak panah itu.
"Argh!!?"
Gamma-Karina melakukan gerakan berlawanan arah, sehingga Raja Ouroh tidak dapat menemukannya. Dia terus memberikan serangan anak panahnya hingga menancap hampir 20 batang.
Raja Ouroh terlihat kesusahan untuk mengambilnya satu persatu, terutama dibagian belakang punggungnya.
"Terbakarlah!!" lirih Gamma-Karina
Anak panah yang menancap seketika berubah menjadi Api Biru dan membakar tubuh Jin Raksasa yang hampir seluruhnya tertutupi oleh bulu.
Ia pun berteriak kelonjotan sambil berusaha memadamkan api-api biru itu.
Gamma-Karina menyadari jika serangannya tidak begitu kuat, oleh karena itu ia meminta Thetha-Karina untuk mengirimkan konstruksi ingatan agar dapat menggunakan kemampuannya.
"Kita harus lekas menghabisinya" Suaranya terdengar ganda.
Dua tangan Gamma-Karina mengarah kedepan, jutaan partikel cahaya biru bermunculan dari ruang hampa, membuat seluruh tempat itu menjadi sangat terang benderang.
Belum juga selesai memadamkan Api Biru di tubuhnya, Raja Ouroh dikejutkan dengan penampakan kumpulan Energi itu.
"Kau...bagaimana kau masih bisa hidup?" teriaknya setelah melihat Gamma-Karina mengambang tinggi di atas udara.
Gamma-Karina tidak memperdulikannya, ia fokus terhadap konstruksi energinya.
"Kurang ajar kau dasar lalat!!"― Raja Ouroh yang kesal kemudian mencabut pedangnya yang tertancap.
"Lalat?" Seseorang dalam diri Karina merasa tersinggung.
Raja Ouroh yang marah kemudian melepaskan seluruh amarah energinya membuat seluruh udara ditempat itu menjadi sangat panas dari sebelumnya.
__ADS_1
Disela pengumpulan Energi Biru yang dilakukan oleh Gamma-Karina, Raja Ouroh juga melakukan yang sama.
Ia menghunuskan pedang apinya ke arah kanan, yang tak lama kemudian aura hitam dan bewarna merah muncul dan menyelimuti pedangnya yang membara.
Kaki kanannya maju satu langkah ke depan.
"(Apa yang ingin dia lakukan?)"― Gamma-Karina terpaksa memperhatikannya.
Raja Jin itu sedikit mendoyongkan bahunya ke belakang seolah ingin jatuh, sedangkan pedangnya tetap pada posisi.
Ia pun mulai memutarkan badannya, yang semakin lama semakin cepat layaknya sebuah angin tornado dalam ukuran besar.
Semua benda-benda dan Energi Biru yang Gamma-Karina kumpulkan ikut terhisap dan terus berputar-putar.
Tiga warna saling tercampur aduk didalam putaran angin itu, tetapi hanya Energi Biru milik Karina saja yang tetap mengeluarkan cahayanya.
Tarian anginnya begitu kencang, membuat Gamma-Karina yang terus berusaha menahannya agar tidak terhisap mencapai batas kemampuannya.
"Thetha!!!" teriaknya memanggil.
Dua rantai muncul dan langsung menahan tangan kanan dan kakinya.
"GWHAHAHAHA!!! Aku akan terus berputar sampai tubuhmu yang mungil itu tercabik-cabik, GWHAHAHA!!!"
"(Keluarkan setengah energi kita)" ucap seseorang dalam pikirannya.
"Apa kau sudah gila- (lakukan!")
Gamma-Karina mengikuti saran itu, tangan kirinya lalu mengarah kedapan dan meminta otaknya untuk mengeluarkan Energi Biru dalam bentuk partikel yang berjumlah jutaan.
Partikel cahaya biru yang keluar langsung tersedot ke dalam putaran angin tornado yang sedang dilakukan Raja Jin. Sehingga yang tadinya angin tornado itu bewarna hitam kemerahan menjadi warna biru terang benderang.
"Arghhhh!! Sialan kau!!! Cahaya ini membuat mataka silau!!" teriaknya yang masih berputar.
"(Idiot)― Terbakarlah!!!" ucap Gamma-Karina.
BWUUSHH!!!!
Kumpulan dari jutaan Energi Biru yang berputar di dalam angin tornado itu, secara serentak melebur menjadi sebuah Api Biru dalam bentuk kobaran api raksasa.
Panas yang dihasilkan sudah pasti beratus-ratus kali lipat, sehingga langsung menghanguskan orang yang ada di dalamnya tanpa harus mendengarkan teriakannya.
Energi negatif yang sebelumnya ada di dalam akhirnya bertabarakan dengan energi positif milik Karina. Membuat energi yang berlawanan saling berbenturan. Sehingga dalam putaran badai api tornado tersebut tiba-tiba terjadi ledakan yang amat dahsyat yang mampu menghancurkan ruang dunia gaib yang di ciptakan oleh Raja Jin Ouroh.
Gamma-Karina melindungi dirinya dari ledakan besar itu dengan kemampuan Room Disorder miliknya.
...
Ketika ia mencoba membuka mata, semuanya sudah terlihat kembali menjadi terang benderang. Gamma-Karina pun menyadari jika dirinya sedang mengambang di udara.
"(Kita berhasil yeeeyy!!) teriak seseorang dengan sangat gembira didalam pikirannya.
Ia kemudian melihat telapak tangan kanannya yang mulai mengalami Glitch. Oleh Karina itu ia memutuskan untuk lekas turun mendarat.
Pandangan mata Gamma-Karina mulai buram. Matanya yang bercahaya biru juga mulai padam.
"Ahhh, sepertinya aku...akan istirahat dulu untuk sementara...."
BRUKK!!! Tubuh Karina jatuh tergeletak.
...
Tak lama, seluruh dunia Miira yang tergambar persis dengan yang ada di dunia nyata juga mengalami Glitch.
__ADS_1
Satu-persatu pemandangan mulai terlipat oleh kertas yang bewarna putih. Hingga semua sampai terlipat habis, meninggalkan Karina seorang diri di dalam ruangan yang bewarna putih dan terdapat dua pintu yang berdiri sejajar di depan dirinya yang sedang tertidur kelelahan.
Bersambung...