Outdoor Activity

Outdoor Activity
Chapter 15.3 : "Perjalanan Selesai!"


__ADS_3

Karina yang bersimpuh menangis menyesali kejadian yang sudah terjadi dimasa lalu. Meskipun bukan dia sebagai pelakunya, namun ia merasa bersalah karena tidak bisa berbuat apa-apa.


Tak terpikirkan olehnya mengapa ia harus mengalami dan terlibat oleh semua ini. Karina yang jatuh dalam keterpurukan memberikan sinyal negatif bagi mereka para Fantasma. Yang bahkan ia tidak menyadari bahwa tubuhnya sedang mengalami Glitch. Akibat dari itu, teman-temannya terperangah melihat diri Karina menjadi ada dua.


Ryo keheranan melihat Karina yang ada didalam dan ada diluar dengan ekspresi yang sama-sama menangis.


Winda tertegun, seakan tidak percaya sama sekali melihat apa yang sudah terjadi! Saking kagetnya Sandi sampai memegangi kepalanya dengan kedua tangannnya. Cindy tidak berkata apa-apa, sedangkan Pak Daniel terlihat melongok dengan mulut yang menganga.


Akan tetapi semua teman-temannya keheranan, melihat keanehan yang terjadi pada tubuh Karina yang berada diluar. Mereka pun mencoba berteriak memanggili namanya.


Mendengar teriakan namanya yang sedang dipanggil, ia pun keheranan karena harusnya tidak satupun orang yang bisa melihatnya dalam wujud itu.


Karena suaranya tak asing, ia pun menoleh langsung ke arah teman-temannya dan seketika itu juga ia terperanjat seperti melihat hantu.


Teman-teman Karina melambaikan tangan dengan senyuman sumringah, sedangkan Karina penuh tanda tanya dikepalanya.


"Kalian bisa lihat aku?" ucapnya seakan tak percaya.


Mereka yang ada didalam bersemangat memberikan dukungan pada Karina dengan berbagai macam ekspresi kocak. Karina pun merasa terharu bahagia, karena ia sekarang tidak merasa berjuang sendiri lagi.


Akan tetapi ketika Karina ingin mengusap kedua air matanya, barulah dirinya sadar. Bahwa kondisinya saat ini terlihat tidak normal, ia melihat seluruh tubuhnya bergaris yang bergerak-gerak layaknya sedang mengalami Glitch.


"Apa yang sudah terjadi padaku?"


Seketika itu juga sebuah flashback melintas di dalam benak pikiran Karina. Dirinya teringat akan sebuah garis Glitch yang sama pada saat didalam ruangan putih.


"Apakah ini ada hubungannya dengan garis yang ada didalam sana?"


Karena penasaran, Karina bermaksud ingin kembali kedalam ruangan yang ada didalam pintu. Akan tetapi Inner Shiver Karina memberikan respon aura negatif yang besar melesat cepat ke arahnya.


Ia terdiam dan bersiap siaga menyambut akan kedatangan sosok tersebut. Ketika dirinya sudah siap lagi-lagi Inner Shiver Karina kembali memberikan respon bahwa energi negatif yang juga sama besar mencoba mendekati dirinya.


Karina pun terkejut akan dua energi besar tersebut. Dia berniatan untuk segera melarikan diri dari sana. Akan tetapi setelah melihat teman-temannya yang sedang menyaksikan dirinya dari dalam rumah. Ia pun berpikir dua kali untuk melakukan itu.


"Energi dari dua makluk ini sangat besar. Fantasma kah atau Jin?"


"Aku harus mengalahkannya demi keselamatan teman-teman semua" .

__ADS_1


"Ohh, jadi kamu yang namanya Karina!?" ucap sosok yang mendadak ada disamping Karina yang sedang dalam pose membidik menggunakan senjata shotgun.


Kaget karena mendengar suara yang berbisik disebelah kirinya, ia pun langsung menoleh yang ternyata tidak ada siapa-siapa.


WUSH!


Sosok itu kembali berpindah yang kini ada dibelakang Karina. Ia terlihat memandangi tubuh Karina yang sedang mengalami Glitch.


Tiba-tiba dari depannya sosok Fantasma yang berbentuk mirip Kadal datang lalu berlari kencang ingin menabrak Karina. Dirinya yang dalam posisi membidik bersiap menarik pelatuknya.


BDAARS!!


Kena! dan menghancurkan tangan kanannya yang pendek. Sosok Fantasma tersebut teriak kesakitan dengan api biru yang membakar bagian lengannya yang hancur terpotong.


Merasakan ada energi negatif dari belakang yang ingin menyerang, Karina bermaksud menghindarinya dengan kemampuan Sleeping Ghost. Tapi entah kenapa kali ini kemampuan itu tidak dapat digunakan. Maka dari itu ia mencoba menghindarinya secara manual namun tetap terkena serangan dari kibasan tangan dengan jari yang berkuku tajam.


GHIYAHH!!!


Karina seketika terhempas ke arah kiri, dimana disana penuh dengan tumpukan kayu yang sudah lapuk dan ditumbuhi semak belukar.


BRAKK!!


Teman-teman Karina yang menyaksikan tidak berani memberikan reaksi, mereka semua hanya bisa tercengang. Fantasma Kadal, lalu berdiri berdampingan bersama Fantasma Wanita.


"Aduhh, sakit!!" ucap Karina yang terkapar.


Ia lalu bangkit berdiri dan melihat tubuhnya yang masih mengalami Glitch mengeluarkan darah dibagian lengan atas bahu kirinya, akibat terkena cakaran. Karina melihat ke arah depan dan ia dibuat terkejut oleh dua sosok Fantasma tersebut.


"Kalian berdua, Ihsan dan Tilda...!?" ucapnya tertegun.


Dua Fantasma itu tidak mengerti apa yang Karina maksud, mereka berdua malah bergerak menyerang Karina kembali. Melihat itu Karina menggunakan Flying Radical dan terbang melayang diatas udara.


Mereka pun terlihat marah karena tidak dapat meraihnya. Melihat bentuk mereka berdua sekarang membuat hati Karina teriris kembali. Akibat dari itu membuat Efek Glitch tersebut makin bergerak tidak beraturan.


Dengan hati yang sesak Karina berusaha tegar, lalu ia coba buang semua rasa kesedihan itu dengan niat mengakhiri semua ini. Ia kemudian kembali dalam posisi menembak, dalam kekeran matanya dia mengincar Fantasma dari Ihsan, karena dia sudah kehilangan satu tangannya.


BDAARS!!

__ADS_1


Tembakannya berhasil mengenai bagian kepala namun tidak ada luka yang berarti. Karina kebingungan dan tiba-tiba tubuhnya jatuh bertahap dari ketinggian.


Melihat ada kesempatan Fantasma Ihsan menggunakan ekornya yang bisa memanjang untuk melibas Karina yang sedang terhenti melayang.


BWUUSH!!


Kibasan ekor itu melemparkan Karina ke rumah gubuk yang terbengkalai lalu menghancurkannya. Ia pun berteriak kesakitan.


Tubuh asli Karina yang sedang bermeditasi didalam rumah langsung batuk berdarah. Sontak teman-temannya yang melihat kedua kejadian itu secara bersamaan terkejut. Sandi kemudian menyuruh Winda untuk coba memberikan energi kepada Karina.


Setelah Winda melakukannya beberapa saat, Karina yang terhempas dirumah gubuk tidak terlihat bangkit kembali. Mereka semua panik menghadapi kejadian itu, akibatnya Room Incubation yang dipasang Karina mulai goyah.


Sosok Fantasma Tilda berjalan mendatangi Karina lalu berhenti didepan Karina yang penuh luka darah dibagian kepala dan goresan dibeberapa bagian tubuhnya.


Karina melihat sosok itu, dia yang awalnya adalah seorang ibu yang cantik dari dua anak kini berubah menjadi Fantasma dengan wujud yang mengerikan.


Dibagian perutnya terlihat ada sesuatu, Hamil? Tentu saja tidak! Dengan tangannya yang panjang dan kukunya yang berdarah-darah ia menunjuk ke arah Karina dan berkata.


"Aku.. Sudah memakan.. Teman kalian Khekhekhe..!"


Karina pun seketika teringat Ragil. Mendengar itu ia marah dan berusaha bangkit berdiri lalu disaat ia ingin meraih senjatanya sebuah serangan cepat menyambar tangan kiri Karina.


"Kyaaaaa!!!!" teriak Karina melihat tanganya terpotong dalam sekejap.


Sambil meringis menahankan rasa sakit, Karina mencoba menyerang dengan energi Push Light akan tetapi tangan Kanannya juga terpotong dalam sekejap. Dirinya pun menjerit kesakitan dalam keputusasaan.


Karina menangis tak berdaya dihadapan sosok tersebut. Ia berteriak minta tolong namun ketika ia melihat ke arah teman-temanya. Fantasma Ihsan mencoba menghancurkan Room Incubation milik Karina. Mereka semua juga menjerit minta tolong kepada Karina.


Pandangan Karina mulai gelap dan energinya mulai lemah. Glitch pada tubuhnya juga terlihat masih berlangsung. Dirinya sudah tidak sanggup lagi.


Ketika ia hendak jatuh, tangan kiri dari sosok tersebut mencekik leher Karina lalu meninggikannya ke atas.


Karina menangis tanpa suara, dalam hatinya ia berkata ingin meminta maaf pada teman-temannya semua, kerabat dan juga kedua orang tua yang dicintainya.


Tangan dari sosok itu mencengkram leher Karina sekuat tenaga, ia pun terlihat kejang-kejang seperti sesak nafas. Kedua tangannya yang buntung mencoba melepaskan cengkraman itu.


Lalu dengan cepat tangan kanan dari Fantasma Tilda menusuk jantung Karina dan menariknya keluar. Seketika itu juga Karina sudah tidak lagi terlihat meronta-ronta. Darah mengalir deras dari jantungnya yang tercopot yang kemudian dimakan olehnya.

__ADS_1


Tubuh Karina yang berlumuran darah kini mulai terurai menjadi sebuah partikel debu cahaya bewarna biru yang mulai terlihat dari bawah ujung kakinya hingga meleburkan habis seluruh bagian tubuhnya.


Bersambung...


__ADS_2