Outdoor Activity

Outdoor Activity
Chapter 22.1 : "Eden Paradise"


__ADS_3


Lokasi Gedung Tray Cell, Pukul 15:02 Sore



Setelah semua uji coba di lakukan, Victoria kembali mengadakan rapat untuk menyepakati atas kerja sama mereka, meskipun hasilnya tidak seperti apa yang dia harapkan.


Di dalam rapat itu Victoria meminta kepada Joaquim untuk terus mengembangkan obat-obatannya.


Akan tetapi setelah menandatangani kontrak itu. Joaquim yang masih kebingungan, meminta penjelasan kepada Victoria. Mengapa ia tetap ingin melanjutkan kontrak walaupun uji cobanya tidak ada yang berhasil.


"Mari, ada sesuatu yang ingin ku tunjukan kepada anda" ucap Victoria.


Ia kemudian meminta Joaquim hanya ditemani oleh asisten pribadinya, begitu pun juga dengan dirinya.


Mereka berjalan melewati para pekerja yang melakukan aktifitasnya, setelah melewati beberapa koridor, mereka berempat memasuki sebuah lift.


Lift itu menuju ke atas, kurang lebihnya ada di lantai 40. Pintu lift terbuka, mereka lanjut berjalan melalui beberapa koridor dan akhirnya sampai di suatu koridor yang cukup lebar yang di depannya ada dua pintu besi besar berbentuk persegi panjang dengan penguncian sistem.


Setelah melangkah mendekati pintu itu, Berta berjalan kesamping untuk memasukkan kata sandinya setelah menggesekkan sebuah kartu.


PiP! Suara dari penguncian sistem yang berhasil dibuka.


Melalui rangkaian penguncian yang rumit, besi-besi penyangga itu bergerak sendiri dan mulai terbuka sendirinya dengan bergeser berlawanan arah.


Di hadapan mereka terbantang ruang koridor yang berbentuk ruas melingkar, dimana setiap dindingnya terbentuk dari sebuah kaca yang tembus pandang. Lantainya berlapiskan keramik yang bewarna putih bersih, sampai kita dapat bercermin di atasnya.


"Hebat sekali, anda mengembangkan kemajuan yang sangat luar biasa" ucap Joaquim yang terdecak kagum.


"Ini semua kerja keras mendiang ayahku" jawab Victoria.


"Ahh, maafkan saya"


Victoria langsung melangkah lebih dulu ke depan, lalu kemudian di susul oleh mereka yang ada di belakangnya.


Bias cahaya yang ada diluar membuat pemandangannya tidak begitu jelas terlihat. Dan setelah semua orang mendekat, beridiri di depan dinding kaca tersebut, maka terlihat jelaslah pemandangan yang ada di dalam sana.


Denah bangunan tempat mereka berdiri saat ini, berbentuk tabung raksasa, dengan rongga yang sangat luas ditengahnya. Tingginya hampir mencapai 40 meter.


Di dalamnya terlihat seperti taman eden, penuh dengan bunga-bunga yang bewarna, aliran sungai kecil dan satu pohon besar yang menjulang tinggi hampir 30 meter, dimana daunnya yang tumbuh lebat menaungi segala jenis kehidupan dibawahnya.


Melalui pandangan mata Victoria, Karina akhirnya menemukan keberadaan pohon yang pernah ia lihat sebelumnya di dalam mimpinya.


"(Itu dia pohonnya)"


"Luar biasa, bahkan Beliau menciptakan tempat seperti surga di dalam tempat penelitiannya"

__ADS_1


"Ya..." ucap Victoria yang merasakan nuansa nostalgia.


"Ayo, bukan ini yang ingin ku tunjukan kepadamu"


Mereka berempat kembali melanjutkan langkahnya berjalan mengitari koridor yang berbentuk ruas melingkar. lalu kembali memasuki lift dan turun ke lantai yang paling dasar


Begitu pintu lift terbuka satu ruang koridor sudah menunggu mereka. Berta kembali menggesek kartu agar pintu yang terkunci di depannya dapat terbuka.


PiP! Terlihat lampu hijau menyala.


Pintu terbuka dan mereka semua melangkah masuk ke dalam ruangan. Para pekerja Victoria terlihat sibuk pada tugasnya masing-masing.


Ia kemudian menunjukan satu ruangan berdinding kaca yang di dalamnya terdapat sebuah Stretcher dibuat khusus untuk seseorang, dengan bentuk sebuah tabung kaca dalam posisi terbaring.


"Bagaimana keadaannya?" Victoria bertanya kepada salah satu pekerjanya.


"Seperti biasa, ia masih tertidur dan terkadang ia terlihat menangis"


"Dia masih tetap tidak mau makan, jadi kami hanya terus memberikannya vitamin"


Victoria melangkah ke depan dan memencet tombol untuk membuka pintunya, Joaquim dan asistennya lalu menyusul ikut masuk ke dalam.


Semua orang berdiri di hadapan tabung itu, memperhatikan seseorang yang sedang tertidur di dalamnya. Dia adalah-


"(Niira!!)" teriak Karina memanggil namanya.


"(Tenangkan dirimu, ini hanya sebuah ingatan masa lalu)" ucap seseorang dalam pikirannya.


Rambutnya panjang bewarna hitam, kulitnya putih pucat, tubuhnya terlihat sedikit kurus.


"Siapa anak gadis ini?" tanya Joaquim melalui asisten penerjemahnya.


"Dia adalah anak warga lokal yang sebelumnya sempat ku selamatkan terlebih dahulu sebelum wabah itu menyerang keluarga mereka 12 tahun yang lalu" ucap Victoria dengan kedua tangan yang masuk ke dalam saku jas putihnya.


"Lalu kenapa dia seperti seorang pasien yang dirawat khusus?" Joaquim.


"Anak ini bernama Niira, sejak kecil ia sudah mengalami kelumpuhan pada saraf ototnya. Tapi tidak untuk sistem saraf otaknya."


"Apa ada sesuatu di dalam dirinya yang berhubungan dengan penelitian anda?"


"Ya, Setelah kuperhatikan perbedaan pada warna kulit tubuhnya yang pucat dan matanya yang bewarna biru, aku memutuskan untuk memeriksa DNA-nya. Ternyata dia tidak ada sama sekali memiliki keturunan bangsa Eropa maupun Timur tengah, semuanya murni karena kelainan genetik"


"Bukankah itu berarti...."


"Yah, kita akan menggunakan sel darah dan penggabungan DNA miliknya pada serum itu"


"Luar biasa...itu sangat luar biasa, dan kalau ini sampai berhasil perusahaan kita akan menjadi sangat terkenal dan mendapatkan banyak dukungan dari setiap negara belahan dunia!"

__ADS_1


Joaquim terlihat sangat antusias, ia kemudian melangkah mendekati Niira yang sedang tertidur di dalam tabung.


"Ahhh, bagaimana bisa anda mendapatkan (Berlian) seindah ini.." ucapnya sambil meraba-raba kaca tabung.


"Hentikan, aku tidak pernah ingat mengizin- Victoria ingin mengatakan sesuatu namun terhenti setelah melihat reaksi Joaquim.


Tiba-tiba Joaquim kaget setelah melihat Niira terbangun membuka matanya secara perlahan.


"Who..Whoaaaaa, indah sekali...bahkan jauh lebih indah dari yang pernah ku lihat selama ini..." Joaquim terlihat sangat begitu senang setelah melihat keindahan mata biru Niira dari dekat.


Niira yang membuka mata tidak bisa bereaksi apa-apa, ia hanya melihat orang-orang jahat yang sudah menghancurkan kehidupannya.


Air mata pun kembali mengalir membasahi wajahnya yang putih pucat.


Disaat Joaquim terus mengoceh dalam bahasanya, tiba-tiba seluruh suasana menjadi hening di telinga Victoria. Ia pun merasakan keanehan itu seraya memperhatikan sekitarnya.


Dan beberapa saat kemudian Victoria merasa sakit kepala, tangan kiri mencoba menahan itu. Penglihatannya mulai goyang dan sedikit buram.


Ketika ia mencoba meluruskan pandangan matanya ke depan, dua pasang mata itu akhirnya saling bertatapan.


Mata Victoria menyala bewarna biru, begitu pun dengan Niira. Dua buah energi yang sama itu saling bertemu, melewati takdir dan waktu.


Cahaya putih terang menyinari mereka berdua yang saling bertatapan, dan menenggelamkan mereka bersama di dalamnya.


...


"..........."


"Eng...?" Karina membuka matanya.


Ia melihat di atasnya adalah dahan pohon dan ranting yang banyak dedaunan hijau. Dia kemudian bangkit duduk, lalu memerhatikan sekelilingnya.


Itu adalah sebuah panorama alam yang indah, langitnya bewarna biru cerah, sinar matahari menyinari ladang rumput hijau yang terbentang di setiap perbukitan. Angin sepoi-sepoi menyisir rumput-rumput halus yang lembut.


"Ini..Surga kah?"


Karina kemudian bangkit berdiri, dan memperhatikan tempatnya berada. Dia ternyata telah tertidur dibawah sebuah pohon besar yang rindang.


Tak lama Karina mendengar suara decitan besi, yang ia yakini itu adalah berasal dari sebuah ayunan. Dia pun langsung pergi mencari dimana suara tersebut berasal.


Bersama seragam Oka-nya yang bewarna biru, Karina berlari sambil merasakan kebahagian di atas ladang rumput hijau yang terbentang sangat luas.


Bukit demi bukit ia lampaui, sampai akhirnya ia melihat di ujung sana ada seseorang yang memakai pakaian serba putih sedang bermain ayunan seorang diri.


...


Karina sampai dibelakangnya, dan ternyata dia adalah seorang wanita yang seumuran dengannya.

__ADS_1


"Niira" Sapanya dari belakang.


Bersambung...


__ADS_2