
Didepan mereka semua berdiri gedung laboratorium yang besar yang berdindingkan kaca. Meskipun ini adalah bangunan 2 abad yang lalu, akan tetapi secara desain dan bentuknya masih terlihat seperti bangunan yng modern.
Diatas sana dilantai dua, banyak sekali sosok negatif dengan bentuk yang bervariasi. Namun itu bukanlah ancaman bagi Karina, mereka pun tahu jika Karina bukanlah gadis biasa. Karena itu, mereka cuek dan tetap melakukan aktifitas seperti biasanya.
Karina memberitahukan jika didalam tidak ada bahaya yang mengancam, oleh karena itu Pak Daniel memimpin jalan didepan. Bangunan itu berada cukup tinggi dari daratan, sehingga mereka harus menaiki anak tangga yang cukup panjang agar bisa naik sampai ke atas.
Sesampainya di atas, Pak Daniel dan Ragil meminta izin untuk beristirahat sejenak.
"Sebentar, izinkan saya mengambil nafas..hah..hah!" ucapnya ngos-ngosan.
Ragil terlihat sangat kecapean karena kondisi badan dia belum 100% pulih. Ryo dan Sandi menyenteri keadaan sekitar. Karina menaikkan tinggi terbangnya sekitar 15 meter diatas, untuk melihat secara langsung apa yang ada sekitar mereka.
Setelah matanya cukup lama berlari, ia menemukan fakta baru yaitu bangunan ini meskipun jaraknya cukup jauh terpisah tetapi ada sebuah lorong penghubung dibagikan tengah badan bangunannya. Semuanya ditutupi semak belukar yang setinggi 2 meter, belum lagi pohon-pohon yang berdaun lebat sehingga menutupi sebagian lahan bangunan.
"Oke, ayo kita lanjut kedalam" seru Pak Daniel.
Akhirnya sampai disebuah pintu double yang berbentuk kaca. Namun sangat disayangkan pintunya terkunci setelah dipastikan oleh Pak Daniel. Ia kemudian mencoba ingin membukanya dengan cara paksa dengan menembaknya. Akan tetapi bisikan dari suara Karina mengatakan untuk jangan melakukan itu, karena hanya akan membuat suara keributan.
Oleh karena itu, Karina menyuruh teman-temannya untuk segera menyingkir dari sana. Karina melihat telapak tangan kanannya, fokus akan sebuah energi, lalu menyodorkan tangan itu kedepan tepat ke arah pintu, yang secara ajaib dengan mudahnya dapat terbuka.
Layaknya sebuah sihir mereka dan termasuk para penghuni disana dibuat tercengang oleh aksi kecil yang dilakukan Karina.
__ADS_1
KRIIET
Pintu sudah terbuka, Pak Daniel menyilangkan tangannya. Dimana tangan kanan memegang pistol sedangkan tangan kiri menjadi tumpuan bantalan dari pistol tersebut dengan senter sabagai cahaya penerangan. Ia pun lalu melangkah masuk disusul dengan yang lainnya.
Semua terlihat menyenteri bagian dalam ruangan dan memastikan seluk beluknya. Laboratorium ini cukup luas dibagian depan sebelah kanan ada lobby tunggu yang memiliki 6 kursi melintang, cukup untuk duduk 10 orang dalam 1 barisnya. Disebelah kiri pintu masuk terdapat tempat resepsionis. Dan diujung bagian kanan disebelah kursi lobby terdapat ruangan seperti kaca dengan meja panjang didalamnya.
Demi keamanan, tindakan berpencar adalah sebuah kesalahan. Oleh karena itu tetap bersama adalah cara yang paling benar. Pak Daniel memutuskan untuk mengecek satu ruangan yang ada disamping resepsionis. Ia berdiri didepan pintu lalu mencoba membukanya, tidak terkunci? Mereka masuk!
Disana terdapat tiga kasur tidur dengan ranjang yang terbuat dari besi, dengan satu lemari besi tepat berhadapan. Di dinding terlihat ada 4 lukisan, lukisan 1 bergambar hewan, lukisan 2 bergambar wanita, lukisan 3 bergambar pemandangan, dan lukisan 4 bergambar mayat yang tenggelam didalam lumpur.
Karina berjaga diluar kamar dan selalu menjaga konsentrasi energinya. Ryo mencoba membuka lemari yang ada didepan akan tetapi terkunci. Sandi menyenteri bagian sudut-sudut ruangan yang akhirnya ia menemukan sebuah petunjuk. Ia memungut sebuah sobekan kertas yang dibawah ranjang bagian ke 3. Pesan itu bertuliskan bahasa dengan tinta merah, ia pun merasa kecewa karena tidak bisa membacanya. Mengetahui hal itu Karina masuk ke dalam dan coba memeriksanya. Tidak tahu entah bagaimana, tetapi Karina dapat mengerti arti tulisan itu.
"Aku lisa, seorang yang ditugaskan sebagai keamanan ditempat ini. Ini sangat mendadak situasi diluar sangat kacau, monster ciptaan mereka menyebar begitu cepat. Semua orang terlihat panik dan aku harus mencari suamiku yang bekerja sebagai salah satu ilmuan disini, tapi aku tidak menemukannya. Aku harap dia menemukan surat ini, aku menyimpan sesuatu untuknya didalam lemari itu. Untuk membukanya aku sudah menyimpan kuncinya disalah satu lima lukisan ini. Cepat kembali!!, I love you!"
Ryo kemudian mengecek dibagian belakang setiap lukisan namun tak satupun ada tempat penyimpanan kunci.
"Kenapa dia memberikan sandi?" Ragil.
"Pastinya ada suatu hal yang hanya ingin ia sampaikan pada suaminya" jelas Pak Daniel.
Semua terlihat memikirkan dimana tempat lukisan kelima, saking penasarannya Sandi sampai mencari-cari disetiap sudut ruangan yang tanpa sengaja ia melihat dirinya sendiri dipantulan lingkaran cermin yang ada terpasang dilemari. Menyadari hal Sandi langsung memberitahukan pada yang lain, bahwa lukisan yang ke 5 adalah bayangan diri kita sendiri yang ada dicermin.
__ADS_1
"Kalau begitu coba buka" ucap Ryo
Sandi membuka bagian lemari yang memiliki lingkaran cermin, namun didalam sana kosong tidak ada apa-apa.
"Mungkin sudah ada yang mengambilnya duluan, sebelum kita" ucap Pak Daniel.
Disaat Sandi ingin menutupnya ia merasakan sesuatu dari belakang cermin. Ya! Cermin itu memiliki rongga kosong dibagian belakangnya, ia pun kemudian mencoba untuk melepaskannya.
TEK!
Bagian belakang berhasil dilepas dan disana ada sebuah kunci yang sengaja ditempel dengan sepotong isolasi. Sandi lalu mengambilnya dan menunjukan itu pada teman-temannya. Mereka pun memuji atas kecerdasan yang dilakukan oleh Sandi.
"Semoga didalam ini ada sesuatu yang berarti untuk dapat kita gunakan" ucapnya sambil berusaha membuka lemari itu.
!!?
Didalam sana ada tempat bekal makan siang dan 2 daging kaleng siap saji beserta sepotong lembar kertas diatasnya. Sandi mengambil potongan kertas tersebut, namun sudah jelas bahwa tulisannya berbahasa asing, karena itu dia meminta Karina untuk membacakannya.
"Selamat ulang tahun suamiku! Hari ini aku bawa bekal makan siang istimewa dan 2 kaleng daging siap saji kesukaanmu! Ingat, tetap jaga selalu kesehatan dan jangan terlalu memaksakan diri ya, by Lisa."
Selagi mengatakan itu hati Karina merasa sesak dan terlihat murung. Itu karena Karina dapat merasakan energi masa lalu dari benda yang ia pegang. Semuanya sangat tulus ucap seorang Gadis yang masih berusia 21 tahun itu. Hal yang sama dirasakan oleh para lelaki, Pak Daniel terlihat membenarkan kacamatanya.
__ADS_1
"Ini bukan hanya sesuatu yang berarti, ini adalah simbol cinta dan kasih sayang sebenarnya. Meskipun sudah ratusan tahun berlalu, kehangatan itu bahkan masih bisa kita rasakan" ucap Pak Daniel sambil memperhatikan pesan yang tersusun rapi.
Bersambung...