Outdoor Activity

Outdoor Activity
Chapter 18.8 : "Mencari Jejak Si Merah"


__ADS_3

Sosok merah tanpa kepala mengeluarkan sebuah bilah besi panjang berkarat dan penuh darah. Dengan senyuman wajahnya yang menyeringai, ia kembali melemparkan bilah besi itu dengan kecepatan tak terlihat kearah Karina yang sedang melayang di udara.


Cahaya dari mata Karina merespon adanya serangan Energi Negatif yang dilemparkan, tanpa sebuah perintah, kemampuan Karina yang bernama Room Disorder aktif dengan sendirinya. Sebuah cahaya biru yang berbentuk perisai muncul melindungi tubuh Karina dari depan, mulai dari kepala hingga ke ujung kakinya.


Kekuatan dan kecepatan bilah besi yang dilemparkan bagaikan sebuah tembakan meriam, sehingga perisai biru milik Karina hancur terpecah seketika kembali menjadi partikel cahaya. Karina yang ada dibelakangnya terlempar kebelakang dan terombang-ambing hebat di udara dan hampir membuatnya terhempas ke permukaan tanah.


"Energi negatifnya besar sekali! Tragedi macam apa yang terjadi padanya sehingga melahirkan kebencian begitu besar" ucap Karina ketika mencoba menahan serangan tersebut.


Saat ini tubuh mereka berdua, baik Karina dan sosok itu masing-masing sedang mengalami gejala gelombang Glitch.


Glitch yang terjadi pada tubuh Karina adalah akibat menerima efek dari Energi Negatif ysng amat besar hanya dari kehadirannya. Sedangkan sosok merah tanpa kepala, masih belum diketahui penyebab pastinya. Akan tetapi Karina mencoba mengasumsikan jika sosok itu sedang mengalami krisis energi pada tubuh utamanya. Dengan kata lain, saat ini Karina ada kesempatan untuk bisa menang melawannya.


Tangan kanan Karina meminta, maka muncullah cahaya partikel biru menyerupai senjata Shotgun yang kemudian berubah wujud menjadi berbentuk padat. Posisi Karina sedang melayang diketinggian satu meter diatas permukaan tanah. Dan 15 meter didepannya berdiri sosok merah tanpa kepala yang sedang menenteng kepalanya sendiri. Wajahnya yang busuk dan penuh keringat darah sedang menyeringai memandangi Karina.


"Aku suka matamu. Ha ha ha!" ucapnya dengan suara karau dan serak berair.


"Siapa kamu?! Apa kamu Victoria!!?" ucap Karina yang sedang dalam pose membidik.


"Kha hahaha... Aku paling benci nama itu!" jawabnya.


Tangan kiri dari sosok merah itu meminta, maka muncullah partikel merah-


BDAARSSS!!!! Karina langsung menembaknya.


Dengan jarak yang cukup dekat, serangan Karina berhasil menghancurkan bagian lengan kirinya sampai putus lalu terbakar oleh api biru.


AAAAA!!! SAKIIIT!!! PANAS!!!


Ia menjauhkan kepala yang dipegangnya, agar tidak ikut terbakar. Tak lama, ia kemudian berlari ke arah bangunan Lab B. Karina terdiam memperhatikan sosok itu dan berpikir mengapa ia melarikan diri.


Postur tubuhnya yang tinggi membuat langkahnya dapat berlari dua kali lebih cepat dari manusia normal pada umumnya. Karina yang berada dibelakangnya memang sengaja tidak ingin memberikan tembakan lagi, karena ia butuh informasi tentang perwujudan dari sosok yang menyeramkan tersebut.


"Apa yang terjadi? kenapa dia lari ke lab itu lagi?" ucap Karina mengikutinya dari atas udara.


Gedung Bangunan Lab B telah terlihat, bagian permukaannya hancur parah akibat pertarungan Karina sebelumnya dengan puluhan ekor sosok Fantasma. Kedua kakinya yang terikat borgol dengan rantainya yang putus kini memijak serpihan kaca yang ada dihalaman luar. Suaranya sangat berisik, itu akan menyakitkan telinga dan membuat orang biasa ketakutan jika mendengarnya.

__ADS_1


Ia sekarang memasuki lobby, dan terus berjalan kebelakang melewati genangan air.


CPLASH! CPLASH!!


Di ujung bangunan yang gelap, tepatnya dibagian tengah. Ada sebuah pintu besi yang terjatuh, itu adalah jalan menuju ke lorong bawah tempat ruangan dimana Sandi cs berhasil mendapatkan senjata. dengan Pak Daniel yang menjadi korbannya.


Sosok merah tanpa kepala itu kemudian masuk, dan terus menyusuri lorong itu. Karina bermaksud menggunakan kemampuan Sleeping Ghost agar terus dapat membuntutinya sampai jauh ke dalam, tanpa harus diketahui keberadaanya. Namun itu tidak bisa diterapkannya, akibat dua energi positif dan negatif yang terus berbenturan layaknya medan magnet, membuat kondisi tubuh mereka berdua tidak stabil dan terus mengalami Glitch selama mereka berada didalam jarak yang sama.


Oleh sebab itulah, keadaan memaksa Karina untuk turun dan melayang di atas permukaan air yang menggenang. Ia mengambil jarak aman 10 meter berada dibelakang sosok tesebut.


Dengan hati-hati dan penuh kewaspadaan Karina menyusuri terowongan yang gelap menggunakan cahaya senter miliknya.


Sosok itu sudah tidak ada didepan, namun tiba-tiba terdengar suara pintu besi yang seperti sedang dikoyak dari ruangan yang ada didalam sana, lalu terdengar benda-benda berjatuhan dan kemudian hening seketika.


......?


Cahaya senter Karina yang tadinya bergerak tidak beraturan akibat efek Glitch, kini mulai terbentuk normal dengan lingkaran cahaya sempurna dihadapannya.


Sontak Karina langsung memperhatikan tubuhnya, yang ternyata efek Glitch itu telah hilang. Ia pun terdiam dan kebingungan mendapati hal itu, yang secara tidak langsung ini menjawab bahwa sosok merah tanpa kepala tersebut sudah tidak ada disekitarnya.


Dihadapannya terdapat empat pintu ruangan, ia kemudian melihat bagian ruangan yang ada disebelah kiri. Dimana ruangan itu berisikan banyak makanan yang sudah expired. Lalu ia mengintip pintu yang ada di sebelah kanan, disana terlihat banyak sekali botol-botol dan kotak-kotak serum yang berjatuhan dan sangat berdebu.


"Mana dia?" ucap Karina dalam hati dengan tatapan mata penuh kewaspadaan.


Karina kemudian maju kedepan dan melihat mayat Pak Daniel yang sebelumnya tergeletak bermandikan darah kini sudah tidak ada. Bahkan untuk sisa bercak darahnya sekalipun. Karina sudah mengetahui apa jawaban dari pertanyaan yang timbul dalam benak pikirannya saat itu, ia hanya tertunduk dan berdoa didalam hati.


Ada dua pintu terbuka disana, baik dikiri dan dikanan. Dua-duanya dengan pintu besi yang terkoyak. Karina memilih pintu terbuka yang ada disebelah kanan terlebih dahulu. Wajah Karina yang sedang mengintip ke dalam ruangan itu terlihat seperti Hantu yang sedang memperhatikanmu dari sudut tertentu.


"Senjata?" Ia kemudian masuk dan melihat disana ada banyak senjata yang sama dengan milik teman-temannya.


Di dalam sana ada sebuah benda yang menarik perhatian Karina, yaitu sebuah cermin besar yang berbentuk Oval seperti telah dipecahkan. Otak Karina berpikir cepat, aliran-aliran listrik yang bewarna biru mengantarkannya pada suatu kejanggalan yang terjadi dihadapannya. Ada tiga bukti yang berusaha mengantarkannya pada sebuah titik terang. Diantaranya, Cermin, pintu besi yang terkoyak, dan tewasnya Pak Daniel.


Tubuh Karina langsung merinding seketika, matanya yang melotot memberikan bukti bahwa ia telah mendapatkan jawabannya.


Bulu kuduknya yang merinding membuat ia ingin berpaling kebelakang, memastikan sosok apa yang ada dibelakangnya. Dengan wajah yang penuh keringat dan rasa cemas, Ia mencoba membalikkan badannya secara perlahan.

__ADS_1


Hahh..hahh..hah


Tidak ada siapa-siapa selain bayangan dari ketakutannya sendiri. Ia lalu mengusap keringat di keningnya dengan lengan kanannya, dan berjalan ke pintu yang satunya.


Ia mengintip kembali, dan benar. Semua ketakutannya ada disana. Sebuah cermin berbentuk Oval dengan bentuknya yang masih sempurna.


Namun setiap dibalik rasa takut seseorang, selalu ada rasa penasaran yang lebih tinggi. Sehingga mau tidak mau, Karina harus coba memastikannya dengan berjalan lebih dekat lagi.


"Masuk ke dalam cermin? Itu sangat tidak masuk akal" ia bergumam didalam hati.


Karina melangkah pelan mendekati cermin itu dengan menggunakan senternya. Setibanya dihadapan cermin tersebut, ia lalu memeriksanya dengan seksama.


"Tidak ada apa a-


GRAB!!!


Sebuah tangan panjang keluar dari dalam cermin dan menggenggam kuat tangan kanan Karina. Sontak ia berteriak histeris ketakutan.


Tangan itu berusaha menariknya masuk ke dalam cermin, namun Karina mencoba menahannya sekuat mungkin.


"Lepasiin!! Lepasiin!!" teriaknya melawan.


Karina melihat tangannya yang digenggam mulai menghitam karena terinfeksi Energi Negatif dari sosok yang ada didalam cermin tersebut.


Oleh Karena itu, tangan kirinya memanggil sebuah senjata pistol dari Memory pikiran dan menembaki cermin tersebut sampai pecah berantakan.


DOORS! DOORS!!!


Tangan yang menggenggam lengan kanan Karina terpecah menjadi partikel merah lalu menghilang. Karina yang coba menahan tarikan, seketika terhempas kebelakang.


Ia terduduk dan tersandar di dinding sambil melihat tangan kanannya yang kini berubah menjadi hitam dengan helai rambut seperti pembuluh darah yang bergerak-gerak.


"Akhhh...!" ucapnya meringis kesakitan menahan rasa pedih.


Bersambung...

__ADS_1


__ADS_2