
Mendengar ayahnya telah meninggal dunia, Vistor merasa shock. Ia terduduk diatas karpet memandangi wajah-wajah lukisan ayah dan ibunya yang menghiasi kamarnya.
Air mata memenuhi matanya, ia sangat menyesal dan berharap waktu bisa di ulang agar bisa menikahi Miira lebih cepat. Karena impian terbesarnya adalah melakukan pernikahan ketika ayahnya masih hidup. Dan kini semua impian itu telah sirnah, langit biru cerah yang selalu menyemangati hari-harinya telah berubah menjadi awan mendung yang menurunkan hujan dan kilatan petir.
Begitu pun juga dengan Victoria dan adik perempuannya Valencia yang sedang menangis didalam pelukannya. Dirinya sampai tidak bisa mengeluarkan air mata, pandangan matanya yang kosong hanya melototi masa lalu bersama Ibu dan Ayahnya.
Wajah Victoria sangat mirip dengan Ibunya yang bernama, Greta Florentia. Dimulai dari rambutnya yang pendek sebahu bewarna Blonde Platinum, hidungnya yang mancung, senyum bibirnya yang tipis. Dialah sosok cerminan peninggalan ibu yang ada di dalam keluarganya. Meskipun sikapnya sangat berbanding jauh dengan Ibu kandungnya, itu semua ia lakukan demi menjaga kehormatan keluarganya yang sebagai salah satu keluarga bangsawan di negaranya jerman.
Kini mereka hanya tinggal bertiga, Victoria yang sudah dipercayakan ayahnya sebagai CEO untuk meneruskan penelitian tentang pembuatan obat anti-genetika di dalam perusahaan Tray Cell harus tetap melangkah maju, karena itu adalah tekadnya sejak kecil yang selalu bersama ayahnya dalam penelitian. Ia juga harus membimbing adiknya Valencia agar suatu saat bisa mendampinginya membesarkan nama perusahaan milik Ayah mereka.
Sementara Vistor, ia menyampaikan berita duka itu kepada calon istrinya miira. Dan mengatakan untuk menunda pernikahan mereka satu bulan lagi. Mendengar berita buruk itu Miira merasa berduka dan memberikan Vistor pelukan hangat untuk hatinya yang bersedih.
...
Meninggalnya Ayah membuat jalan pikir Victoria sedikit berubah, ia tidak ingin hanya nama perusahaannya yang maju. Tetapi ia juga ingin nama Ayahnya akan selalu dikenang oleh seluruh masyarakat luas dan dunia. Karena itu, ia telah mengetok palu bahwa semua pengobatan penyakit ringan dan kronis akan di gratiskan bagi mereka masyarakat yang berekonomi sangat rendah. Selain itu, ia juga telah mendatangi Vistor yang sedang mengurung diri dikamar untuk menenangkan pikirannya. Victoria mencoba memberikan semangat, dengan mulut dan kata-katanya yang pedas ia berkata akan hadir di upacara pernikahannya nanti.
Vistor yang murung langsung lompat dari selimut tebalnya, ia berlari dengan air mata yang berkilauan ke arah Victoria dan memeluk erat adiknya. Tinjuan maut pun kembali dilancarkan Victoria, dirinya berkata Vistor selalu bersifat berlebihan dalam hal apapun. Karena itulah dirinya selalu kesal dengannya.
Victoria bukanlah tipe wanita yang (Tsundere) atau malu-malu kucing. Dia adalah seorang gadis yang terdidik baik dibidang pendidikan ilmu pengetahuan dan akademi militer. Karena itu dia sangat tangguh.
Dalam keadaan tersungkur, Vistor tersenyum bahagia. Ia sangat berterima kasih kepada adiknya yang galak satu ini.
__ADS_1
Satu minggu kemudian setelah hari duka itu, Vistor kembali mengajar seperti biasanya. bercengkrama dengan warga desa, intinya dia sangat merakyat kepada mereka semua.
...
Satu bulan telah berlalu, dan besok adalah hari pernikahannya bersama Miira akan diselenggarakan. Di malam hari itu mereka berdua sama-sama memanjatkan Do'a kepada langit, agar besok pernikahan mereka berdua dapat terlaksana dengan aman sampai selesai.
Dan ternyata benar, acara pernikahan mereka berjalan sesuai dengan rencana. orang-orang lokal ramai berkumpul memberikan ucapan selamat kepada kedua mempelai tersebut. Dari kejauahan Victoria datang bersama Valencia dan para bodyguardnya, ia memakai jas bewarna putih seperti biasanya, sedangkan Valencia memakai dress putih.
Velencia memohon kepada Victoria bahwa ia ingin kesana mengikuti acara pernikahan tersebut dan memberikan selamat kepada Vistor. Dalam hatinya Victoria sedikit berat dengan permintaan itu, namun ketika ia melihat mata adiknya yang penuh harapan ia pun mengizinkannya. Dengan syarat harus ditemani oleh empat bodyguard. Sedangkan Victoria hanya memandangi mereka dari kejauhan.
Hari itu adalah momen paling bahagia yang dirasakan oleh Vistor dan Miira, meskipun ia telah kehilangan orang paling berharga dalam hidupnya, ia tetap harus maju menatap masa depan yang baru. Mulai dari sekarang...
Miira telah mengandung anak pertamanya, Vistor pun bekerja keras untuk membangun keluarganya yang baru. Ia sama sekali tidak mengharapkan harta peninggalan orang tuanya untuk kelangsungan hidupnya. Dirinya kini telah terbiasa bekerja berat sperti menanam padi, beternak ayam dan sapi dikebunnya. Siang hari Miira selalu datang mengantarkan makanan Favoritnya Vistor, yaitu Ubi dan sebuah rantang nasi yang berisikan lauk pauk. Mereka menikmatinya bersama dipinggir sawah dibawah Hangatnya sinar matahari pagi.
...
Sedangkan Victoria, ia pulang ke jerman untuk menandatangani sebuah kerja sama dengan perusahan Portugis dalam bidang pengobatan. Ia meninggalkan Valencia sendiri bersama para maid dan bodyguard yang selalu senantiasa akan menjaga keselamatannya.
Seperti biasa, Valencia belajar dengan guru privatenya. Dan setelah selesai, seperti biasa, ia bermain dengan sahabatnya yang bernama Niira didalam kamarnya. Mereka berdua melukis bersama, terkadang Niira mengajarkan bahasa lokal dan permainan tradisional padanya. Meskipun mereka berdua sudah berteman lebih dari satu tahun, Valencia sama sekali tidak curiga maupun menanyakan kenapa dia bisa mengerti bahasa lokal yang diucapkan Niira. Mereka berbicara layaknya saling mengerti.
3 hari kemudian Victoria yang berada di jerman mendapat kabar bahwa adiknya Valencia tiba-tiba sakit parah. Mendengar berita itu dia membatalkan sebuah pertemuan penting dan langsung kembali ke negara adiknya berada. Perasaan hati Victoria tidak tenang, seperti ada bayangan hitam yang mengantui pikirannya.
__ADS_1
Malam itu ditengah hujan yang deras dan kilatan badai petir, Victoria sudah mendapati adiknya yang telah meninggal dunia didalam kamar. Dia melangkah pelan mendekati adiknya yang telah tertidur selamanya. Ia menangis sejadi-jadinya dan memeluk tubuh adiknya yang sudah dingin. Dia marah, dan sempat menyesal pada dirinya sendiri, kenapa dia tidak membawa adiknya pulang bersamanya ke Jerman waktu itu. Kini senyuman manis adiknya takkan pernah ia lihat lagi, hatinya benar-benar hancur, dia berteriak memanggil nama adiknya sekeras-kerasnya berharap ia akan bangun.
Namun dirinya semakin tidak terkendali, sehingga maid dan penjaga harus menyadarkannya bahwa adiknya telah meninggal. Vistor pun akhirnya datang, ia langsung berteriak dan menangis sejadi-jadinya. Ia mengusap dan mengecup kening adiknya, lalu mencium tangan kanannya untuk yang terakhir kalinya.
...
Di keesokan harinya, Victoria yang masih tidak terima kenyataan itu, memanggil dokter spesialisnya agar segera memeriksa tubuh adiknya yang telah meninggal. Namun setelah dilakukannya otopsi, tidak satupun ditemukan adanya luka dalam ataupun keracunan makanan. Kondisi tubuhnya sebelum meninggal dalam keadaan sehat-sehat saja. Sontak itu menjadi pertanyaan besar bagi mereka semua.
Sore itu Jasad adiknya diterbangkan ke Jerman bersama Vistor dan Victoria menemani agar dimakamkan bersampingan dengan Ibu dan Ayah mereka.
Pemakaman itu dilangsungkan pada saat musim dingin dan turun salju, semua orang mengenakan pakaian serba hitam. Mata Victoria terlihat sembab, dan terlihat sedikit bengkak. Ratapan matanya terlihat sangat dingin dan penuh kekosongan, hatinya sangat sesak. Bayang-bayang senyuman manis adiknya masih terekam jelas dikepalanya.
Satu minggu kemudian ia kembali lagi bersama seorang detektif untuk mencari tahu apa penyebab kematian adiknya yang penuh kejaggalan. Mereka pun memeriksa seluk beluk dan jejak yang pernah dilakukan adiknya semasa hidup.
Hingga salah satu detektif yang bernama Darek menemukan sebuah buku catatan bergambar didalam sebuah tumpukan baju didalam lemari, lalu menunjukan itu kepada Victoria.
Disana, ia mendapati gambar-gambar manusia aneh yang penuh darah disetiap lembaran yang ia buka. Hingga pada lembaran terakhir ada sebuah tulisan dengan bahasa lokal dan dua orang nama yaitu.
"Valencia dan Niira adalah teman baik?"
Bersambung...
__ADS_1