Outdoor Activity

Outdoor Activity
Chapter 14.4 : "Dream Call"


__ADS_3

Karina melihat diatas dinding ada tiga jenis makluk merangkak dengan dua kaki dan dua tangan yang berbalik arah.


Wajahnya sangat menyeramkan dengan rambut yang panjang, dan setelah diperhatikan sekali lagi ternyata kepala sosok itu terputar 180 derajat.


"Mereka bukan fantasma atau Cadavier, Jin kah? Jangan sampai teman-teman semua melihat ini.."


"Kenapa Rin?" ucap Ryo yang melihat gelagat Karina.


"Dengarkan aku, apapun yang terjadi kalian jangan pernah lihat keatas oke?"


Karina melangkah kedepan teman-temanyan dan menghadap ke tiga sosok yang ada diatas dinding.


"Ekhahahaha, ada yang bisa melihat keberadaan kita"


"Mata bi~ru..."


"Jadi gadis ini yang sudah mengalahkan barong.. AhahahaH!"


"Bisa engga, kalian jangan ganggu kami sebentar saja"


"Kenapa kami harus menuruti kata manusia..."


"Tidak seharusnya kalian berada disini... AhahahaH!!"


"Kami sudah sangat la~ma berada disi~ni.."


Tanpa banyak basi Karina menggunakan Deep Innocent untuk memberikan peringatan kepada tiga sosok tersebut.


"APA MAKSUDMU MELAKUKAN ITU, HUAAHHH!!!


"KAU INGIN MENANTANG KAMI!!? "


"Kami hanya ingin numpang beristirahat sebentar ditempat ini, tidak ada maksud lain"


"Kita serang dia lebih dahulu setelah itu kita makan teman-temannya"


Kedua teman dari sosok bangsa Jin itu mensetujui, kemudian salah satu diantara mereka menaiki tubuh temannya dan disusul sosok yang berikutnya.


Selang itu terjadi kobaran api muncul dibelakang punggung mereka, seperti sedang membakar kulit agar bagian tubuh mereka bertiga menjadi satu bagian.


Karina keheranan karena bentuknya sangat mirip seperti monster Cadavier yang sudah ia kalahkan sebelumnya diruang Koridor laboratorium.


Tiga sosok Jin yang belum diketahui namanya itu telah bergabung menjadi satu, wujud nya jauh lebih mengerikan dari pada sebelumnya.


Kakinya berjumlah enam, tangannya yang panjang berjumlah enam batang tumbuh diatas punggungnya. Rambutnya keriting bewarna putih merambat keseluruh badan, ditambah wajah yang tirus rusak dengan kedua biji mata dengan pupil hitam yang hampir menutupi kedua matanya.


"HUAHAHAHAHA...HAAA~HH!!"


Mulutnya mengeluarkan taring dan lidah merah lancip yang menjulur. Aura negatif besar yang terpancar dari sosok Jin tersebut membuat semua teman Karina tiba-tiba pusing dan merasa mual.


"Rin, aku kok-" Winda langsung jatuh tak sadarkan diri.

__ADS_1


"Windaa!!!, teman-teman tetap bertahan disitu, yang sedang kuhadapi saat ini adalah sosok Jin penunggu tempat ini, energi negatifnya sangat besar sekali" ucap Karina sambil mencoba memberikan perlindungan yang bernama Room Incubation pada teman-temanya.


Setelah selesai, Karina kemudian mengulurkan tangan kananya lalu melepaskan energi Push Light ke arah sosok Jin tersebut.


Bukannya menghindar, serangan api biru Karina ia tangkap dengan tangan kiri lalu ditelannya.


"Huhh? yang benar saja"


Lalu sebuah gumpalan api merah yang cukup besar terbentuk dari salah satu enam tangan yang berada dipunggungnya.


"Ini aku kembalikan KhahahaH!!"


Jin itu melempar gumpalan api merah tersebut tepat ke arah Karina. akibatnya, serangan negatif yang cukup besar menghempaskan Karina tiga meter dan membuat kepalanya terbentur ke dinding yang ada dibelakang.


Karina pun seketika jatuh pingsan disertai darah mengalir dari mulut dan bagian belakang kepalanya. sontak itu membuat teman-teman Karina kaget berteriak memanggil namanya.


"Woii bagaimana ini!!!" Ryo panik.


"Anjiing, setan apa sih ini yang gangguin kita" Ragil marah dan memutuskan untuk melihat ke arah atas. tanpa ada sebuah perlawanan ia pun jatuh pingsan.


"Ragiiiilll" teriak sandi.


"KhahahahaH, sekarang kita bisa menyerang teman-temannya!!"


Sosok Jin itu berniat menyerang Sandi terlebih dahulu. Dia menjulurkan lidahnya yang bisa memanjang dengan sangat cepat bermaksud ingin melilit lehernya.


DUNG


Belum sampai mendekati Sandi, lidahnya terbentur dengan sebuah dinding bewarna biru dan membakarnya.


Api biru Karina terlihat tidak begitu efektif bahkan untuk membakar lidah dari sosok jin tersebut. Karena itu ia terus memberikan berbagai macam serangan agar dapat menghancurkannya.


Sementara mereka yang berada didalam tidak merasakan apa-apa. Sandi dan Ryo bermaksud ingin mendatangi Karina yang sedang tergeletak pingsan didepan sana, akan tetapi Pak Daniel mengatakan untuk mempercayai apa yang sudah dikatakan oleh Karina.


......................


Didalam alam bawah sadarnya, Karina sedang terbaring berada didunia yang sekelilingnya bewarna hitam dan ada sebuah lingkaran seperti cermin mengambang dihadapannya.


"Ini cermin...?"


Setelah mengamati cermin itu cukup lama, tiba-tiba muncul gambar visual seorang gadis seusia dirinya dengan pakaian daster putih sedang berlari seperti dikejar oleh sesuatu.


Karinapun tertarik untuk terus mengamati apa yang sedang terjadi pada gadis itu. Dia sedang bersembunyi ketakutan dibelakang pohon dan terlihat sedang menulis sesuatu disebuah buku.


Tak lama ia terlihat begitu panik lalu menyembunyikan buku catatannya disebuah batu dan menutupnya dengan dedaunan. Lalu ia pergi meninggalkannya masuk ke dalam hutan.


Hilangnya gadis itu menjadi gambar visual terakhir yang dapat dilihat oleh Karina, ia pun penasaran lalu mengecek setiap bagian cermin agar dapat melihat kelanjutannya.


Inner Shiver Karina bereaksi, sebuah energi besar yang tak asing seperti sedang melacak dimana tempat keberadaan Karina.


Mengetahui itu adalah sebuah tanda bahaya, Karina kemudian pergi berlari menjauhi cermin itu. tetapi semuanya gelap dan tak terlihat apa-apa, Dia berlari tanpa arah.

__ADS_1


"Ini aku dimana...Windaaa, Sandiii, Cindiiii, Ryoo, Ragiiill, Pak Danieeell"


"Karina~"


"Windaa??"


"Woii cewek supranatural, cepat kesini tolong aku!!!"


"Ragil?"


"Karina kami disini, cepat kesini"


"Sandi, Cindy? teman-teman kalian ada dimana?"


"Karina, sampaikan pada keluargaku Aku mencintai mereka"


"Ryo, kamu mau kemana?"


"Kurang ajar, aku sudah ditipu...tunggu aku keluar dari sini ya!!"


"Pak Daniieell, Pak tunggu!!"


"Teman-teman, kalian pada mau kemana..tunggu...aku pasti akan membawa kalian semua keluar dari sini"


Karina mulai merasa depresi,cemas, ketakutan, sedih, dan akhirnya ia menangis sendiri dalam kegelapan.


Aura negatif yang amat besar terpancar disekitar tubuh Karina, akibatnya dia secara tidak langsung memberi tahukan tempat dimana dia berada.


Cermin yang berada jauh dibelakang Karina tiba-tiba pecah dan terlihat seseorang berusaha keluar dari dalamnya. Suara langkah kaki yang terikat rantai seakan tidak asing ditelinganya.


Mendengar itu Karina langsung terdiam dari tangisnya, dan merasakan aura negatif yang amat besar dari belakang berlari seperti ingin mencekik lehernya.


Karina langsung bangkit berdiri dan melihat ke arah belakang. Sosok itu tidak jelas terlihat karena berada dalam Kegelapan, hanya dua buah cahaya senter bewarna merah seperti sedang berlari mendekati Karina.


Karina langsung berteriak lari ketakutan dan minta tolong. Dia menoleh kebelakang sosok itu masih berlari mengejarnya.


Disaat Karina sudah merasakan keputusasaan dari kejauhan sebuah garis putih Truth Path meluncur cepat hingga melewati langkah ia berlari dan terus mengarah kedepan.


Disana dari kejauhan ada segaris cahaya dari pintu yang terbuka, mengetahui itu adalah sebuah pintu Karina semakin semangat menambah kecepatan larinya.


"hahh..hahh..hahh.."


Karina sampai didepan pintu dan langsung membukanya, lalu ia bergegas masuk kedalam. pada saat momen Karina ingin menutup pintu tersebut, dari kejauhan ia sedikit melihat sosok apa yang sedang mengejarnya.


Karina berteriak sekelas-kerasnya setelah melihat sosok yang berupa menakutkan itu dan langsung menutup pintunya.


BLAM!!!


Dia terduduk dan menangis, sampai ia tersadar bahwa dibelakangnya masih ada sebuah pintu yang sering ia lewati didalam Sleeping Paradise. Dengan kata lain itulah pintu yang sebenarnya.


BLAM! BLAM! BLAM!

__ADS_1


Sosok itu menggedor pintu dengan keras, yang tak lama kemudian sebuah kaki yang terikat rantai besi berhasil menjebol masuk dengan menendang badan pintu bagian bawah hingga hancur.


Bersambung...


__ADS_2