
"Ilusi dimensi, itu artinya dibalik ini ada kekuatan yang besar"
Gamma-Karina bukannya tidak bisa sampai ke tujuannya, namun ia sudah jatuh didalam perangkap yang sudah terpasang disana. Sebuah perangkap ruang ilusi, dimana orang itu akan mengalami stuck dan terus berputar-putar didalamnya.
Dia menghentakkan kakinya ke permukaan tanah sebanyak tiga kali, lalu menaruh telapak tangannya dengan memekarkan tiap jari-jarinya.
Cahaya Api biru keluar dari sela-sela jarinya lalu mulai merambat secara lima arah dan terus melaju sampai bentuk garisnya menyebar tak beraturan.
Pupil matanya yang masih menyala terus mengikuti kemana garis-garis itu akan berhenti.
Garis Api Biru Karina bahkan sampai menjalar di udara (ruang hampa). Yang tak lama kemudian ruang ilusi dimensi tersebut mulai terkelupas seperti kertas putih yang terbakar.
Gamma-Karina lalu berdiri dan menyaksikan apa yang sudah menunggu didepannya.
Setelah bagian terakhir mulai habis terbakar. Ia pun akhirnya melihat jika rumah yang selama ini di jadikan tempat persembunyiannya, ada pilar kegelapan yang menjulang tinggi.
"Bagaimana aku tidak bisa menyadari hal itu?"
Ia kemudian kembali merambat diatas permukaan tanah dengan kemampuan Burning Step miliknya dalam mode hemat energi.
...
Penampakan ditempat itu terlihat sangat berbeda dengan apa yang ada didunia nyata. Disini terlihat seperti tanah kosong penuh bebatuan dan reruntuhan kayu rumah.
?? Ia melihat sesuatu yang lain.
"Sejak kapan ada bukit batu disamping rumah-
Intuisi Gamma-Karina memberikan jawaban atas kejanggalan yang ada didalam pikirannya. Pemandangan yang ia anggap itu adalah bukit batu itu, ternyata adalah..
"Manusia Raksasa... ??"
Ia pun mencoba memperhatikan sekitarnya sekali lagi. Ternyata benar, itu adalah tempat yang sama dengan didunia nyata, namun semuanya terlihat sudah hancur.
"Tidak, tapi semua telah dihancurkan olehnya"
Eksistensi Gamma-Karina mengalami Glitch, itu karena gelombang otak Karina merespon adanya rasa kecemasan dan kekhawatiran akan keselamatan teman-temannya.
"Tenangkan dirimu, Jangan panik!!" teriak Gamma-Karina pada dirinya sendiri.
"Mereka pasti selamat, itu terbukti karena kita masih ada disini. Tiga lelaki itu pasti akan melakukan sesuatu"
"Jadi tenangkan dirimu, Anak manja"
Glitch ditubuhnya pun lambat laun mulai terlihat menghilang. Kedua matanya memandangi sosok raksasa tersebut lalu berjalan mendekatinya.
__ADS_1
Ia melangkah dipermukaan tanah yang becek dan banyak genangan air darah dan sesekali memperhatikan sekelilingnya.
Karina mencoba menasehati dirinya untuk tidak memperdulikan Jin Raksasa tersebut, ia lebih mementingkan untuk mencari keberadaan teman-temanya.
"Tidak bisa, kita harus memusnahkannya. Kau sudah lihat rumah persembunyian kita sebelumnya bukan, padahal sudah ratusan tahun namun masih berdiri kokoh. Sedangkan rumah yang lainnya sudah lapuk dan rata menjadi tanah"
"Ternyata rumah itu diselimuti tiang kegelapan yang berada didunia (Miira) ini. Pantas saja kita tidak merasakan apa-apa"
"Waktu itu kau sudah melihatnya juga, di wilayah ini ada total 4 pilar kegelapan, kemungkinan besar pilar-pilar kegelapan itu yang sudah mengekang seluruh wilayah ini. Sehingga keberadaanya tertutupi oleh dunia luar"
"Benar, jika kita berhasil menghancurkan semua, sinyal akan kembali terpancar ke daerah ini. Dengan begitu kita bisa meminta bantuan dari pihak yang berwenang yang ada diluar sana. Teman-teman dan kita semua juga akan terselamatkan"
"Jadi kau harus bersemangat, berikan energi positif yang kuat agar kita bisa melewati semua ini"
DUM! DUM!!! Sosok raksasa mulai bangkit dari tidurnya dan perlahan mulai berdiri.
"Si Bagong sudah bangun ternyata.. " ucap Gamma-Karina dari balik payungnya memandangi wujud dari Jin Raksasa yang sedang coba berdiri.
"Siapa itu sudah menganggu tidurku?"
Jin Raksasa tersebut berwujud kulit gelap dengan kepala lonjong, mata satu dan sangat besar, hidung dan telinganya terlihat seperti babi. Perutnya buncit dan memakai pakaian yang bewarna coklat lusuh serta robek-robek.
"Eng? Siapa kau- Ahh Kau!! Kau si wanita ituu!!"
"Aku belum lama di dunia ini, apa aku sudah menjadi begitu terkenal?!" ucap Gamma-Karina yang terlihat mungil dibawah.
GHUAAAAAAARRR!! Rauangan kerasnya menghentikan gerimis hujan yang ada disekitarnya.
Setelah ia meluapkan seluruh amarahnya, dengan nafas yang menggebu-gebu ia mengatakan sesuatu kepada Gamma-Karina.
"Kau, kau orang yang sudah menghancurkan telur-telur itu!
"Apa telur-telur itu milikmu?"
"Itu adalah MAKANANKUU!!, rrRRRHH!!" teriaknya.
"Aahahahaha..." Gamma-Karina tertawa lepas setelah melihat reaksi marah dari wajah dari sosok tersebut.
Tangan kanannya dari Jin Raksasa itu meminta, maka muncul lah perbentukan seperti lubang hitam yang membuat angin disekitar berhembus kencang ke arahnya. Pancaran Energi Negatif yang dikeluarkan sangat luar biasa.
Segala macam Batang kayu dan puing-puing bangunan yang ada disana beterbangan lalu menempel ditelapak tangannya, yang secara perlahan mulai membentuk seperti sebuah batang pohon dengan ukuran yang 10 kali lebih besar.
"Ahh itu, senjata khas milik makluk raksasa sepertimu. Aku pernah membaca ceritanya dibuku dongeng waktu semasa kecilku."
GHURRAAA!!!!
__ADS_1
"Banyak bicara kau anak manusia!!"
Tanpa basa-basi ia mengayunkan senjatanya yang berbentuk pentungan tersebut untuk melibas Gamma-Karina dengan kecepatan melampaui hukum gravitasi.
BAMM!!!!
Gamma-Karina terkena telak pukulannya dan terhempas ke arah kanan menghantam tumpukan puing-puing rumah persembunyian yang sudah hancur.
Tubuh Karina berakhir mengenaskan, ia pun tewas dengan kondisi seperti katak yang ditabrak oleh ban mobil.
"GHUAHAHAHA!!! Mati kau! GHUAHAHAHA!!
"Sayang sekali aku tidak berhasil membunuh teman-temannya, aku akan mengurus mereka nanti"
"Sekarang Aku ingin melanjutkan tidurku"
DUM!! DUM!!! Ia melangkah ke arah tempat ia berbaring sebelumnya.
"Sialan, biasanya aku memakan telur-telur itu sebelum tidur. Tapi semuanya telah dihancurkan oleh manusia kerdil satu itu"
DUM!!! Ia terduduk
"Hrrrr, Rasakan akibatnya!!" Ia membaringkan badannya.
DUM!!! Semua benda-benda kecil beterbangan akibat hentakan tubuhnya.
Matanya yang sempat terpejam kembali terbelalak setelah melihat penampakan roh dari wanita yang baru saja dihabisinya. Dirinya yang terkejut melihat itu langsung bangun setengah badan, dan mulai memfokuskan penglihatannya.
Dengan pandangan yang sedikit kabur ia melihat cahaya biru bersinar. ia pun mengusap-ngusap matanya untuk memastikan.
"Kau!!?? Bagaimana bisa kau hidup kembali?!"
Disana ada Karina berdiri sendiri tanpa payungnya. Raut wajahnya terlihat berbeda, ia kelihatan lebih rilex bersama senyum tipisnya.
DUM!!-DUM!! Sosok Raksasa itu bangkit berdiri.
"Aku tidak peduli apa yang sudah terjadi padamu, tugasku adalah menjaga tempat ini, Rrrrhh!!"
Tubuh Raksasa itu sedikit membungkuk, lalu mengayunkan pentungannya secara bergesakan dengan permukaan tanah. Sehingga tanah yang becek penuh genangan air darah menjadi sebuah gelombang setinggi 2 meter.
ZRASHHH!!! Dalam penglihatan si Raksasa itu, ia merasa serangannya berhasil mengenai Karina.
Padahal tanpa disadarinya, Karina sudah ada dibelakangnya terlebih dahulu. Dua tangan Karina meminta, maka muncul lah dua senjata Pistol dengan bentuk yang sama dimasing-masing genggamannya.
DOORS!!-DOORS!!
__ADS_1
Ia menembaki belakang punggung Raksasa itu secara terus menerus.
Bersambung...