Outdoor Activity

Outdoor Activity
Chapter 14.5 : "Invitation"


__ADS_3

Karina yang sebelumnya sudah percaya diri terhadap Sosok atau Jin yang sering ia hadapi, kini kembali lagi merasakan ketakutan yang mendalam lebih dari apapun.


Kaki itu terus menendang-nendang bagian bawah pintu yang sudah rusak seakan belum puas sampai bisa menghancurkan semuanya.


Karina tidak bisa bergerak sama sekali, wajahnya sudah pucat ditambah ia mencium bau busuk dari kaki yang masuk lewat lubang badan pintu yang telah hancur.


Kaki yang terikat rantai dipergelangan mata kakinya bewarna daging busuk dan meneteskan darah kental yang tak habis-habis.


Sosok itu menggedor pintu semakin keras, yang perlahan-lahan engsel dari pintu tersebut melepaskan baut skrupnya satu persatu.


Tak terselamatkan, itulah yang hanya ada didalam benak pikiran Karina saat ini. Hingga pada akhirnya terdengar suara keras dari pintu yang telah berhasil dihancurkan Sosok misterius tersebut.


Pada saat momen itu juga Karina jatuh pingsan tak sadarkan diri sehingga ia tidak dapat melihat seutuhnya wujud dari sosok tersebut. Dan ketika Sosok itu berhasil masuk ke dunia Karina, secara automatis kemampuan Karina yang bernama Reject Resonance menariknya dengan paksa kedalam pintu satu lagi yang ada dibelakangnya.


BLAM!!


...


[1.] Reject Resonance


Sebuah kemampuan yang tergabung dalam metode Sleep Paradise, ini akan aktif ketika Karina dalam bahaya besar. Pintu akan menariknya dengan amat cepat secara paksa, layaknya seperti medan magnet A-B.


Note:


Kemampuan ini sudah ada di chapter sebelumnya. Btw, tolong di ingat ya, Karina sampai akhir cerita tidak akan pernah mengetahui apa nama kemampuan dalam dirinya.


...


"Kak, bangun..."


"Kak Karina bangun teman kakak dalam bahaya"


"Nghm??..."


Dengan kondisi setengah sadar Karina membuka matanya sayup-sayup. Sebuah siluet dari seorang sosok anak kecil yang ia temui sebelumnya berdiri tepat didepannya.


Karina belum bisa bergerak seutuhnya, dikarenakan energi yang ada diseluruh tubuhnya belum berjalan normal.


"Ini, aku ada sebuah memory untuk kakak."


Gadis kecil itu terlihat memberikan sesuatu ditelapak tangan kiri Karina.


"Ayo bangun Kak, jangan sampai ada jatuh korban lagi"

__ADS_1


Dalam pandangan mata sayup, Karina melihat Gadis kecil itu pergi melangkah meninggalkannya yang masih tergeletak.


"Dek... Tunggu..." Karina berusaha mengulurkan tangan ke arahnya.


BRUKK!


...


"Nghm..??"


Karina akhirnya sadar dan berusaha bangkit dari tidurnya. Dia sudah berada didalam metode Sleeping Paradise.


Mata Karina seketika terbelalak melihat teman-temannya sedang diserang sosok yang sudah menyerang dirinya sebelumnya dari atas dinding.


Karina memanggil Object Invasion dari dalam Memory pikiran. Disana terdapat tiga visual dari benda yang pernah terwujud yaitu, Senter, Pistol, dan satu lagi senjata baru yang ia dapatkan.


"Ini, sejak kapan aku memilikinya?"


Sebuah senjata laras panjang (Shotgun) sama seperti yang ia lihat waktu Ragil memegangnya. Namun ini penampilannya sedikit lebih spesial, ada beberapa ukiran unik dibagian dekat penarik pelatuknya. Sebuah plat besi bewarna emas layaknya kepemilikan seorang bangsawan.


Karina mencontoh pose Ragil saat memegang Shotgun diwaktu sebelumnya, kemudian ia mengarahkannya pada makhluk yang sedang asik menyerang temannya yang masih dalam perlindungan Room Incubation.


Jari telunjuk sudah masuk dan bersiap untuk menarik pelatuknya.


Suaranya begitu menggelegar membuat Karina kaget dan ikut terpental kebelakang. Tembakan Karina barusan tepat mengenai makhluk yang ada diatas dinding, dan jatuh dihadapan teman-temannya.


Makhluk tersebut menjerit kesakitan diatas lantai, dan meronta-ronta layaknya seekor lalat yang terbaring. Tiga dari enam tangannya berhasil dihancurkan Karina berkat senjata barunya itu.


Semua teman Karina yang masih sadar menyaksikan itu. Awalnya mereka kaget, tapi saat dilihat apa yang sudah terjadi pada makhluk itu rasa takut mereka sedikit hilang.


"Itukah Jin yang dimaksud Karina?" ucap Ryo gemetaran.


"Tapi kenapa bentuknya sama seperti Cadavier si setan buatan itu?" Pak Daniel.


"Benar juga, bagaimana kita bisa membedakannya kalau begini?" Sandi.


"Kurang ajar! Sejak kapan manusia bisa melukai bangsa Jin dengan sebuah tembakan!"


Karina yang terjatuh akibat terpental kini bangkit berdiri, ia terlihat terkejut melihat dampak besar yang telah diberikan oleh senjata ini.


Makluk itu berhasil membalikkan badannya yang terbaring. Nafasnya kelihatan terengah-engah akibat menerima tembakan tersebut.


"Bagaimana, apa masih mau lanjut? Aku sebenarnya tidak mau melakukan ini. Jadi tolonglah jangan ganggu kami."

__ADS_1


"HuahahahaH, baru melukaiku begini saja sudah sombong kau manusia"


Karina sekali lagi memohon pada makhluk itu agar membiarkan dirinya dan teman-temannya untuk beristirahat. Tetapi Jin itu tetap keras kepala, ia malahan menantang Karina untuk bertarung di lain tempat.


Sosok Jin itu merayap melewati dinding dan lari menuju keluar. Karinapun terpaksa pergi mengikutinya dengan cara menggunakan kemampuan Flying Radical miliknya.


Karina mengambang di udara setingi 30 meter dari atas permukaan tanah, ia mencoba melihat dimana Sosok Jin tersebut berada.


Terlihat! Dia berada didekat sebuah lubang berbentuk kawah besar yang penuh genangan air kotor. Karinapun bertanya-tanya apa yang sedang dilakukan Sosok Jin itu disana.


"Minumkah?"


Dia tidak sedang minum! Ternyata dia menjemput temannya yang lain dari dalam air kotor tersebut. Satu, dua, tiga, sepuluh Sosok Jin habis keluar dan berbaris melihat Karina yang sedang mengudara.


"Itu dia anak manusianya! Dia bisa menembakiku dengan senjatanya, rasanya sakit sekali dan sangat panas"


Mendengar pernyataan itu dari keluarganya yang tertindas, mereka yang berjumlah bersepuluh ekor langsung emosi dan memutuskan untuk mempersatukan kekuatan dengan cara bergabung total.


Tiba-tiba disekeliling sekitar daerah situ banyak penonton dari para Jin kroco. Mereka bersorak gembira menyaksikan semua ini layaknya sebuah pertandingan. Karinapun kebingungan melihat mereka semua.


Dari mereka ada yang mendukung Karina dan juga ada yang mendukung dari Sosok Jin yang sedang dilawan Karina dengan menyebutkan namanya.


"Hajar anak manusia itu Tengkelek setelah itu kita berbagi untuk memakan tubuhnya"


"Diam kau setan cunguk!"


Penyatuan dimulai bara api mulai berkeluaran dari punggung mereka, satu-persatu mereka melekat satu sama lain layaknya seperti karet yang dilelehkan.


Perlahan-lahan wujudnya mulai membesar dan tinggi. Karina yang melihat perubahan itu terkejut dan mulai bersiap siaga.


"Ghuaaahhh!!"


Wujudnya telah terbentuk. Jin yang tadinya kecil seperti seekor laba-laba, kini bisa berdiri setengah tegak dengan banyak tangan yang besar tumbuh dipunggungnya. Diapun berteriak kembali melepaskan amarahnya.


Auranya negatifnya yang begitu besar membuat aungannya menggetarkan daerah yang ada disekitar. Teman-teman Karina juga ikut merasakan hal tersebut.


"Oh tidak, apa aku bisa mengalahkan Sosok Jin Kingkong ini?"


"Ghuahahaha! Aku bisa merasakan kau sudah mulai ketakutan. Tidak ada kata maaf, jasadmu akan kami makan! Dan korinmu akan kami jadikan budak induk berkembang biak, Ghuahaha!"


Satu tangan besar berayun ke arah Karina!!


Bersambung..

__ADS_1


__ADS_2