Outdoor Activity

Outdoor Activity
Chapter 14.8 : "Confused Path!"


__ADS_3

Rombongan Karina terlihat sedikit kesusahan melewati ilalang dan berbagai macam tumbuhan liar yang tinggi menghalangi jalan mereka.


Tak lama setelah melewati itu, mereka pun mulai memasuki jalan yang kanan kirinya terdapat gunung batu yang cukup tinggi.


Semuanya terlihat terpukau sekaligus menyeramkan karena cuaca yang redup dan kabut tipis yang selalu menyelimuti jalan mereka.


Pak Daniel mengatakan kepada semuanya untuk tetap fokus. Sambil berjalan Karina beberapa kali menggunakan Inner shiver miliknya, dikarenakan semenjak ia datang kesini kemampuan itu terkadang tidak aktif merespon energi negatif.


Selama mereka berjalan diantara pertengahan gunung batu tersebut, tidak ada aura negatif yang terditeksi oleh Karina. Mereka pun lanjut berjalan sampai terlihat sebuah papan tanda jalan dari kejauhan.


Papan tanda jalan itu terlihat sudah sangat usang, sebagian tulisan sudah tertutupi karat. Akan tetapi Pak Daniel berusaha untuk membacanya.


"Sa.. Desa, ada diarah kiri, ini tulisan dibawahnya Main.. Fa.. Ci.. Lity??" Apa maksudnya itu! "


" Main Facility, atau Fasilitas utama.. Dengan kata lain disebelah sana mungkin ada tempat fasilitas eksperimen mereka" Sandi.


"Ah janganlah, kita cari jalan pulang aja" Cindy.


"Kalau begitu kemungkinan harapan terbesarnya adalah jalan menuju Pedesaan" Ryo.


Mereka melanjutkan perjalanan, namun tak selang lama Ragil melihat ada jalan raya didepan sana. Ia pun berlari kesenangan menghampirinya.


...


"Woii, ini jalan raya.. Yess!! Akhirnya, terimakasih tuhan! ucapnya penuh rasa syukur.


Mereka pun lekas berlari menghampiri Ragil, dan ternyata memang benar itu adalah jalan beraspal yang cukup terlihat baik.


Raut senyuman bahagia terpampang diwajah mereka yang kegirangan, Ragil pun berbaring tidur dijalan dan menciumi aroma aspal.


Karina juga terlihat senyum bahagia! Tetapi disaat momen kebahagiaan itu baru saja dirasakan, di seberang sana sebuah objek yang tertutupi ilalang menarik perhatian Karina. Ia pun melangkah mendatanginya.


Setelah menebas-nebas dan menjatuhkan ilalang yang menjadi penghalang pandangan, Karina seketika dibuat terkejut dan Dejavu dalam hitungan detik.


Winda dan Ryo yang melihat keanehan Karina barusan juga ikut datang menghampirinya.


"Ada apa Rin?" ujar Winda yang mendatangi bersamaan dengan Ryo.


"Enggak ini, ada mobil box"

__ADS_1


"Ini mobil box jadul amat" Ryo.


Pak Daniel dan yang lainnya juga ikut mendatangi dan langsung bertanya pada Karina ada apa dengan mobil box tersebut.


Karina pun terlihat kebingungan untuk menjawab, dia tidak ingin menghapus kebahagian yang baru saja dirasakan teman-temannya. Karena ini adalah tempat dia pertama kali bermimpi bertemu dengan Pasukan Hazmat yang memulai uji eksperimen.


Dengan kata lain, sosok Project Fantasma-09 yang pernah ingin menyerang dalam mimpi sebelumnya mungkin ada disekitaran daerah tersebut.


"Ada apa Karina katakan saja, kita sudah tahu tentang semua ini! Tidak usah ada yang disembunyikan demi keselamatan semuanya" ujar Pak Daniel yang berhasil menerka kegelisahan diraut wajah Karina.


Kemudian Karina menjelaskan bahwa dia sudah ketempat itu sebelumnya didalam mimpi. dan mengatakan ini adalah tempat awal mula terjadinya tragedi bencana dari kegagalan Project Fantasma-09.


"Project Fantasma-09? jadi makluk itu awal mulanya?" Pak Daniel.


"Omong Kosong! mau 09 kek mau 10 kek! yang penting kita sudah nemu jalan raya, tinggal mengikutinya sampai bertemu jalan keluar!" Ragil nyeletuk.


Karina bingung langkah mana yang harus ia ambil. Disana terbentang dua arah jalan, satu menuju Pedesaan dan yang satunya menuju tempat Fasilitas utama.


"Ya udah jelas lah, kita menuju arah Desa. Kalau kesana berarti kita mengantar nyawa!" ucap Ragil.


"Masalahnya, kita ga tahu jalan mana yang menuju jalan keluar" Winda.


"Masuk akal" Ryo.


"Bagus dong! berarti memang ada jalan penghubung untuk jalan keluar. Ayo udah, ga usah banyak mikir. Kita langsung aja ikutin jalan ini, ga usah Desa-desa lagi. Nanti sampe sana setan semua lagi isinya" ucap Ragil lalu pergi melangkah duluan.


"Woii! tunggu! Nanti sudah ngikutin jalan jauh-jauh tapi jalannya buntu gimana? Mati dijalan kita kelaparan. Emang lo tahu berapa kilo jalan ini sampai menuju keluar? jelas Sandi.


Seketika Ragil terdiam mendengar penjelasan itu, dan langsung berjalan mundur kembali.


"Benar juga lu, ahaha!"


"Sandi benar, sebaiknya kita jangan terlalu cepat senang. Di situasi tempat berbahaya seperti ini, setiap langkah adalah nyawa bagi kita" Pak Daniel.


"Bagaimana menurutmu Karina?" imbuhnya.


"Saya setuju dengan Sandi, kita sebaiknya pergi ke Desa itu dulu siapa tahu bisa mendapatkan bantuan"


"Lo masih aja ngarep ada orang disini? dasar cewek supranatural!" gumam Ragil dalam hati.

__ADS_1


Semuanya sepakat dan Pak Daniel memimpin mereka untuk berjalan ke arah pedesaan. Dari kejauhan tempat yang cukup tinggi terlihat seseorang bungkuk dengan rambut panjang yang sedang menggerakan jari-jarinya yang berkuku tajam sedang memperhatikan mereka.


Merasakan sedang diperhatikan, Karina pun menoleh ke arah tepat sosok itu berada. Namun sebelumnya, sosok itu juga menyadari ada sesuatu yang lain di dalam diri Karina. Oleh karena sebab itu dia menghilang dengan cepat, tepat sebelum Karina menoleh ke arahnya.


...


Setelah berjalan kurang lebihnya 125 meter, akhirnya mereka menemukan dua Simpang jalan. Godaan untuk ingin cepat pulang semakin nyata didepan mata mereka!


"Nah ini!! yang sebelah kanan udah jelas jalan keluar! cetus Ragil.


Sandi juga jadi merasakan sedikit harapan.


"Tapi kita tidak tahu berapa kilo jalan untuk menuju keluar" Pak Daniel.


"Alah udah ayo! percaya dah samaku. instingku bilang kita harus lewat jalan sini!" Ragil.


Semua terdiam dan merenungi sebuah pilihan. Mungkin saja yang dikatakan Ragil benar, dan mungkin saja malah membawa petaka bagi mereka semua.


"Ah! kelamaan! gini aja, aku lewati jalan ini sendirian. Nanti kalau sudah sampai keluar aku akan kembali lagi membawa bantuan. Gimana? ide bagus bukan?!" Ragil.


Dalam benaknya, Sandi meragukan ide gila tersebut. Ia pun melirik ke arah Pak Daniel sambil menunggu respon yang lainnya.


"Itu mungkin ide yang bagus, tapi tidak ada jaminan kau akan kembali kesini" Ryo.


"Maksud kau aku berkhianat kah?" Ragil.


"Maksud Ryo, kita ga ada yang tahu apa yang akan terjadi padamu saat dipertengahan jalan nanti!'


"Ya udah terserah kalian aja!! aku Aku akan melewati jalan menuju keluar. Dan aku berjanji kalau sudah sampai keluar, aku akan balik kesini lagi datang menyelamatkan kalian. Dah! Ciao!!" Ragil pergi memutuskan untuk mengambil jalannya sendiri.


"Ragil!!" teriakan Winda hanya dibalas lambaian tangan selamat tinggal dari belakang.


...


"Apa boleh buat, semua orang punya keputusan masing-masing!" Pak Daniel


Dari sini takdir pun menjadi berubah! apakah baik jika kita terus berada di zona aman? ataukah lebih baik mengambil jalan yang kita belum tahu hasil akhirnya namun penuh dengan resiko?


Entahlah! Tetapi Karina sudah berjanji tidak akan membiarkan temannya menjadi korban lagi!

__ADS_1


__ADS_2