
Karina yang ingin melakukan aktifitas tanpa hambatan sepintas terbesit sebuah ide dalam benak pikiranya.
Dia kemudian mengambil 4 buah batu sebesar kepalan tanganya dan meletakkannya didalam setiap sudut ruangan. lalu berdiri ditengah ruang masuk dan memusatkan seluruh energinya menjadi Distortion Object. maka terbentuklah sebuah cahaya pelindung bewarna biru yang membungkus seluruh bangunan bagian depan.
[1]. Distortion Object
Dengan memasukkan energi dalam suatu benda lalu mengumpulkannya pada suatu titik, Karina dapat membuat sebuah pelindung sementara dari gangguan serangan makluk beraura negatif.
"Oke, selesai. dengan begini mereka semua akan aman berada didalamnya"
"Teman-teman tunggu aku..aku akan membuat jalan yang aman untuk kalian semua" ucap Karina yang kemudian menuju ruangan belakang tempat ruangan bawah tanah.
Karina berdiri tepat didepan tumpukan lemari. Dia bisa saja memindahkan lemari itu tetapi akan membuat suara berisik dan cukup banyak membakar energi biru miliknya.
Maka tecetuslah sebuah ide darinya, ia berkeinginan untuk masuk kebawah dengan cara menembus semua benda.
[2]. Sleeping Ghost
Sleeping Ghost dengan meredupkan energi birunya dalam waktu sepersekian detik, Karina mampu menembus dan melewati benda apapun layaknya seperti hantu.
*SLUUURR terlihat Karina turun dari atas dan menembus masuk ruangan bawah tanah.
Sesampainya dibawah, Karina langsung tersungkur dan muntah kayak. Untungnya tidak ada sosok apapun disekitar ruangan itu.
"Uhuekkk...Uhueekkk.....Uhuueeekk" Karina muntah sampai mengeluarkan air mata.
"Hahh..hahh...hahh, bau busuk apa ini?" ucapnya lalu bangkit berdiri.
Dihadapan Karina terdapat sebuah meja dan komputer yang ia asumsikan ini adalah tempat lobby pengecekan setiap karyawan yang keluar masuk.
Karina kemudian mengambil sebuah clipboard yang diatas meja dan melihat nama-nama orang asing disana. Dia lalu membuka lembar ke dua dan melihat ada beberapa nama orang pribumi.
Dipojok bawah tertulis tanggal dan tahun yang bertanggal 03-Maret-1845 . Kemudian ia meletakkan Clipboard itu dan mulai melangkah pelan.
Karena ruangan begitu gelap, Karina menggunakan Object Invasion untuk menyalin sebuah senter yang kebetulan ada di kursi lobby sebelah kanan.
*CKRIK Cahaya senter bewarna putih biru terang menyinari.
Maka terlihatlah sudut-sudut ruangan yang hancur berantakan, cakaran dan cipratan darah ada disetiap dinding.
Kemudian Karina melangkah dan merasakan sebuah air dikakinya. Ternyata seluruh ruangan terbanjiri air setinggi mata kakinya yang sudah lama mengendap dan mengeluarkan aroma bau busuk.
Didepan Karina ada terlihat satu koridor yang begitu panjang sampai cahaya senter tak dapat melihat ujungnya. Sebelum dia melangkah kesana, ia mengaktifkan Inner Shiver untuk mendeteksi keberadaan aura negatif.
Dalam jangkauan 30 meter Karina melihat ada beberapa aura bewarna hitam dan merah disetiap beberapa ruangan yang berdampingan dengan koridor.
*CPLAKS *CPLAKS suara langkah pelan kaki Karina yang menginjak air.
Karina melewati Koridor yang panjang perlahan lahan. Kemudian mencoba memasuki setiap ruangan untuk mencari informasi tentang monster itu.
Ruangan 1, 2...3....4..
Didalam ruangan ke 5 Karina mendapati beberapa sisa-sisa kumpulan energi kecil masa lalu dan menyerapnya.
Kemudian ia keluar ruangan itu, dan tiba-tiba dadanya merasakan aura negatif yang sangat pekat menahan langkah kakinya. Merasakan firasat buruk muncul, Karina menggunakan kembali Object Invasion untuk mengambil pistol dengan kaliber 5,5 yang bentuknya sudah tersimpan dalam Memori pikiran.
"Siapa kau berani masuk ke wilayahku"
Karina terdiam tidak menjawab, dia mencoba berpikir positif. Lalu melihat ke kanan, kiri dan belakang sosok itu tidak ada.
Disaat ia hendak berpaling kembali kedepan sebuah sosok menyeramkan berdiri tepat didepannya dan saling bertatap wajah.
Sosok itu adalah Jin berbentuk pocong bewarna hitam dengan mata merah yang bersinar. Energinya begitu besar hingga terpancar keluar bewarna hitam dari seluruh tubuhnya.
Karina terbujur kaku melihat sosok itu tepat didepan wajahnya. Namun suara hatinya memanggil, yang secara automatis mengaktifkan Deep Innocent.
Sosok itu terpental mundur, dengan api-api biru yang membakar tubuhnya.
"AARGHHHH Panaaass, kauu siapa WANITA!!!"
"Aku hanya ingin membukakan jalan untuk teman-temanku, jadi kalau bisa kau pergi dari sini"
"BERENGSEK! AKU TIDAK TAHU SIAPA KAU DAN DARI MANA"
"TAPI KAU SUDAH MENGUSIK TEMPAT TINGGALKU!!!!
*PUURFH *PUURFH pocong hitam itu menyerang dengan air liurnya yang berbau busuk.
Karina dengan sigap melompat kesamping, lalu mengeluarkan satu tembakan.
*DOORSS
*ARGGHHHK tembakan energi biru Karina mengenai pundaknya, lalu terbakar.
Pocong hitam itu kemudian terbang berpindah tempat dengan masuk kedalam tanah, ia mencoba pindah kebelakang Karina. Namun berkat kemampuan Inner Shiver, Karina dengan mudah mengetahui pergerakan sosok tersebut.
Disaat pocong hitam itu ingin keluar menyerang dari belakang, dalam waktu yang bersamaan Karina melompat kekiri. Akibatnya serangan air liur busuk dari pocong tersebut tidak mengenai dirinya. Dan disaat itulah peluru energi biru kedua dilepaskan.
*DOORS tembakan kedua Karina mengenai bagian kakinya.
"Aaarggghhhhhh Panasss!!!" teriak pocong hitam yang kelonjotan karena terbakar Api biru.
Karina juga kelihatan terengah-engah, ia kemudian melirik disekitar mencari sebuah energi biru namun tidak ada.
"Apa kau masih mau melawan, lebih baik kita sudahi saja. Aku tidak bermaksud untuk membunuhmu"
"BUAHAHAHAHAKKK SOMBONG SEKALI!!!"
"KAU PIKIR AKU JIN KROCO SEPERTI YANG ADA DI ATAS SANA!!"
"AKU AKAN MEMAKANMU!!!"
Karina melihat pocong itu sepertinya ingin melakukan sesuatu, ia kemudian menjaga jarak dengan mundur kebelakang.
__ADS_1
*BWUUUSHSHHHHHH pocong hitam itu mengeluarkan aroma busuk disekitar tubuhnya.
Karina melihat asap bewarna hijau pekat, yang tak lama tercium aroma busuk.
"Uhuwueekkkk... Uhwekkk" Karina muntah berdiri.
Sosok Pocong Hitam itu terbang perlahan mendekati Karina sambil tertawa keras.
"BUAHAHAKK MATI KAUU... BUAHAHAHKK"
"TERLALU CEPAT 200 TAHUN UNTUKMU MELAWAN KU NONA KECIL"
Karina jatuh tersungkur dan muntah-muntah sampai mengeluarkan air mata dan merasakan sakit diperutnya.Tak kuat menahan semua itu, Karina pingsan tak sadarkan diri.
"BUAHAHAHAKKK... SLUURPP... AKAN KU MAKAN KAU, NGUAAAAAA-"
Disaat Karina hendak dilumatnya, tubuh Karina mengeluarkan Energi Biru yang jauh lebih besar. Dia tiba-tiba berdiri secara spontan dari tidurnya, layaknya seperti pocong.
*GRAB tangan kanan Karina mengenggam pucuk kepala pocong hitam itu.
"KAU,.. KENAPA KAU TIBA-TIBAA-"
Belum sosok itu selesai berucap, Karina dengan mata biru yang menyala tersenyum pada sosok Pocong Hitam tersebut dan berkata.
"Enyah Kau, Po~cong Hahahahahahah" ucap Karina tepat didepan wajah pocong tersebut.
*BOOOOSSHHHHH!!!! Karina membakar sosok itu dengan sekejap menjadi abu.
"Hahahahah..hahahahaha..." Karina tertawa sambil menari berputar, lalu terjatuh.
*CPLASHHH!!!
...----------------...
*Krinting *Krinting *Cplash *Cplash suara langkah kaki yang terikat rantai berjalan diatas air.
"Dek...adek..dimana...Dek..adek..dimana"
Karina yang dalam setengah sadar mendengar suara wanita yang memanggil adiknya berulang kali sampai jauh terdengar pelan dan akhirnya hilang tak terdengar.
"Engghh...??!!" Karina bangun tersadar.
Kemudian Karina Bangkit berdiri dan kelihatan sedikit sempoyongan.
"Mana tuh pocong itam, sialan, nhrrrzzz, aduduhh!"
Karina mengambil kembali senternya, dan mulai melanjutkan langkahnya di koridor gelap yang masih panjang.
...
Sementara itu dilokasi gudang, terlihat semuanya tertidur dengan pulasnya. Karena efek obat biusnya sudah habis, Anwar akhirnya terbangun dari tidurnya.
"AaaaaaaW...Nhrzzz!" Anwar merasakan rasa perih yang amat sakit.
Dia kemudian mencoba duduk lalu melihat semua teman-temannya yang sedang tertidur pulas serta di iringi sebuah nada dengkuran dari Pak Daniel.
Setelah itu Anwar berjalan melangkah keluar dan berhenti tepat didekat Distortion Object yang sudah dipasang Karina.
Didepan pintu gudang ia melihat halaman depan yang sudah bersih dan ada api unggun yang menyala.
"Hehm, orang-orang ini suka kali perkemahan" ujarnya.
Anwar melangkahkan kaki kanannya melewati pembatasan lindungan yang sudah dipasang Karina.
Dengan sekejap energi lemah yang dipancarkan dari tubuh Anwar tercium dari jarak beratus meter oleh sosok monster yang sudah menyerangnya. Monster itu kemudian dengan cepat bergelantungan menuju ke tempat Anwar.
"Anjing bener itu monster, suka dia nyerang dari belakang ya!" ucap Anwar yang terlihat begitu dendam.
Anwar lalu mengambil air minum botol yang sudah di isi sebelumnya. Seteguk dua teguk ia tenggak, kemudian ia berdiri dan lanjut berjalan ke arah belakang gudang.
Dibelakang gudang ia lalu buang air kecil di dinding. Sementara dari kejauhan sosok monster itu merangkak diatas tanah dengan ke empat tangannya.
Tak lama Anwar pun merasakan firasat yang tidak enak.
"Nahh, ini nih. Ga salah lagi, pasti si monster bangsat itu" ucap Anwar tersenyum licik.
"Dimana kau," ucap Anwar yang melangkah pelan sambil mengarahkan pistolnya ke kanan, ke kiri.
Dia kemudian melangkah maju lagi kedepan dan menantang sosok tersebut. Teriakan Anwar membangunkan Winda dari tidurnya.
"Nghmm?" Winda membuka mata.
"Siapa sih itu teriak-teriak?" ucapnya sambil mengusap mata.
Winda kemudian duduk setengah bangun, dan melihat ke arah depan Anwar sudah tidak ada tempat tidurnya.
"Eh bangun-bangun, Anwar manahh" seketika Winda panik lalu berdiri.
Semuanya terbangun dan panik melihat Anwar menghilang, Pak Daniel juga melihat Pistol yang ia letakkan diatas Box kayu itu juga tidak ada.
"Aduh, inih anak ya!!" Pak Daniel terlihat geram.
"Ayo, Ryo, Ragil, Sandi ikut saya cari Anwar, kalian berdua juga!"
Semua terlihat terkesan terpaksa mengikuti perintah karena keadaan, akibat kebodohan yang dibuat Anwar.
"Tapi pak, Karina belum bangun" ucap Cindy.
"Jangan-jangan Karina-" ucap Sandi.
"Aaaahh, ya sudah perempuan kalian tunggu disini, tutup pintunya!"
Semua laki-laki ikut keluar mencari Anwar, yang tanpa mereka sadari sudah melewati batas perlindungan yang ada disekitar gudang.
__ADS_1
Pak Daniel mengambil pisau sankurnya. Mengambil beberapa dahan pohon yang terjatuh, kemudian ia raut ujungnya sampai lancip lalu memberikannya pada Ryo, Ragil dan Sandi.
"Saya tahu kalian keberatan, begitu juga saya. Tapi kita harus melakukan ini, karena kita dari awal masuk sudah bersama. Harus bertanggung jawab sesama teman, meski temannya badung kaya si Anwar ini" ucapnya kesal.
"Kali ini kita coba apa kata Karina, sebelum pergi kalian bayangkan sosok itu, lalu coba lawan" imbuhnya.
"Pokoknya siapapun yang tertangkap nanti diantara kita, tusuk matanya pakai itu mengerti"?
*DOORS!!
Semuanya kaget mendengar suara tembakan itu, lalu pergi mengejarnya.
...
*KHIAAAAAAKSSSSKK salah satu dari empat tangan monster itu terbakar jadi debu.
"Kenapa? sakit ya~? mau lagi?"
"*DOORS!! *DOORS!!
*KHIAAAAKKKSSSKK dua tangannya terbakar jadi debu.
"Uuhhhh keciann, udah badannya putus sok mau nyerang kesini"
"AHAHAHAHA, Mampuss!!
Tak lama rombongan Pak Daniel datang setelah berlari 70 meter jaraknya dari gudang belakang.
"ANWARR!!!! Apa-apaan kamu ini, bertindak seenaknya!!! ucap Pak Daniel datang dengan ekspresi marah.
"Santaiii!!!! tuh liat si monster anjing" ujarnya sambil menunjuk monster yang terkapar.
"Wahh, hebat luu!" Ragil dengan bangga mendekati.
Ryo dan Sandi fokus diam ditempat.
"Kok tembakannya bisa mempan?? " Pak Daniel keheranan.
"Udah cepat habisin dia, apalagi yang ditunggu!" imbuhnya.
"Enak aja!! kita siksa dulu dong, " Anwar.
"kamu ini gila ya, mana sini pistolnya!!" Pak Daniel.
*KHIIIAAAAAAKKSSSKK
*KHIIIAAAAAKKSSSKK
*KHIIIAAAAAKSSSSKK
"Pak, ini suaranya sama waktu kaya didesa kemarin" Ryo panik.
"Ini suara dia manggil temannya, Ayo CEPATT WOII!!!" Sandi.
Ragil mengingat moment mengerikan yang pernah terjadi pada dirinya, tanpa pikir panjang ia lari sambil berteriak ketakutan yang kemudian disusul Ryo dan Sandi.
"WOIII AYO CEPATTT!!!" teriak Sandi yang sudah berlari.
"ANWARRR!!!!"
"Iyaaah, bawel amat!"
"Ini pembalasanku, monster biadab!!" ucapnya sambil mengarahkan Pistol.
*KHIIIAAAA-
*DOORSSS!!! monster itu mati terurai menjadi debu.
Setelah itu mereka berdua lari menyusul rombongan Ryo yang ada didepannya. Tak lama mereka berlari, teriakan monster itu terdengar kembali. Dan kedengaran cukup dekat.
KHIAAAAAAAAKKKKSSSK!!!
Semua yang berlari kaget dan melihat ke atas pohon yang ada disebelah kanan. Mereka menambah kecepatan lari mereka.
Monster yang muncul kali ini berbeda lagi bentuknya, ia bertubuh tiga kali lebih besar dari sebelumnya, memiliki kaki yang panjang terlipat seperti seekor katak dan memiliki empat buah tangan yang panjang.
*GUSRAAAAAKKKK!!!
Sekali lompatannya merobohkan sebuah pohon yang besar.
*DUMMM!!
Dia mendarat tepat didepan Anwar dan Pak Daniel. Anwar terpental kebelakang dan Pak Daniel terpental kedepan ke arah rombongan Ryo.
Monster itu terlihat sangat marah dengan Anwar. Semuanya berteriak memanggil nama Anwar untuk segera menjauh dari sana. Tetapi Anwar mematung terperanjat melihat sosok yang sangat besar didepan matanya.
Sosok itu dengan mudah menangkap Anwar.
"KYAKYAKYAKAYK, KAU, AKAN MENJADI MAKANAN"
"Aa...AAAAAAAAAAAAA....MATI KAU BANGSAAATTT!!!"
*DOORS *DOORS *DOOR!!
"APA ITU BIRU?? HANGAT!" ucapnya lalu mematikan dua api biru kecil yang membakar wajahnya.
Semua yang ada disitu hanya terdiam tidak berani menolong Anwar karena sosoknya yang terlihat begitu besar dari biasanya.
Monster itu mencengkram Anwar dengan kuat sampai tulang rusuknya berbunyi dan memuntahkan darah dari mulutnya.
Anwar berteriak menangis kesakitan, ia seperti minta tolong namun ucapannya tidak jelas karena banyak darah yang mengalir ditenggorokannya.
Tak lama setelahnya, Monster itu kemudian mengambil ancang-ancang pada tumpuan kakinya. Lalu ia melompat sangat tinggi cukup jauh melewati hutan hingga tidak terlihat lagi oleh semua orang yang ada disitu.
__ADS_1
Semua tertunduk menangis dan menyesali sesuatu, Pak Daniel kemudian melangkah mengambil Pistol yang dijatuhkan Anwar.
Bersambung...