Outdoor Activity

Outdoor Activity
Chapter 15.2 : "Wanita Penyihir!"


__ADS_3

Victoria C.B orang yang pernah dilihat Karina saat benturan Residual Energi terjadi sebelumnya didalam Ruang Fotosintesis.


Mimik wajah Karina terlihat serius saat memandangi Victoria, seakan memiliki dendam yang mendalam.


"Kau berani meludahiku? akan kubuat kau hancur beserta keluargamu!" ucap Victoria yang memakai kacamatanya kembali lalu beranjak pergi.


"Apakah Wanita penyihir ini Owner perusahaan dari semuanya?"


...


Scene kemudian berganti dan berada disebuah Laboratorium yang tempatnya belum juga pernah didatangi oleh Karina.


EMMHHH!!! Didalam sebuah penjara terlihat Ihsan mencoba berteriak dengan selotip yang menutup mulutnya. Kedua tangan dan kakinya diborgol dengan rantai besar yang terpaku di dinding.


Ia melihat kedua orang tuanya dan anak-anaknya sedang dibawa menuju suatu tempat. Ihsan menangis tak berdaya! Didalam hatinya ia menyesal dan meminta ampunan atas perbuatannya. Victoria datang lalu berdiri dari luar kurungan penjara, kemudian ia dengan bangga memberikan senyuman pembalasan dihadapannya.


Karina tidak bisa berbuat apa-apa, dia harus bisa menjaga perasaan emosinya. Jika tidak maka scenery masa lalu ini akan terdistorsi akibat tidak stabilnya energi yang terhubung.


Setelah puas melakukan apa yang ia inginkan terhadap Ihsan, Victoria kemudian pergi meninggalkannya. Terlihat Ihsan mencoba berteriak memanggili namanya.


Ketika Karina melangkah Scene juga ikut berganti, kini Karina berdiri berada diluar kaca dinding laboratorium yang dihadapannya ada kedua orang tua Ihsan sedang terbaring diatas Stretcher khusus dengan kondisi leher dan kedua lengan dan kakinya ikut terkunci oleh besi.


Karina tertegun melihat apa yang sudah terjadi pada kedua orang tua itu. Mereka berdua terlihat pasrah dan tak berdaya. Tak lama Victoria dan timnya datang.


"Lakukan, aku akan menyaksikannya dari luar"


"Yes Mam!"


Victoria melangkah berdiri tepat bersebelahan dengan Karina. Wanita itu bertubuh tinggi sehingga Karina harus mendongak ke atas untuk melihat wajahnya.


"Perhatikan! Kau akan melihat sesuatu yang baru!" ucap Victoria seolah berbicara dengan gadis disebelahnya.


Karina pun keheranan menganggapi perkataannya, apakah dia sedang berbicara dengan dirinya. Ketika Karina hendak memastikan itu tim yang berada dilabiratorium memulai uji cobanya.


Lelaki berpakaian Scrub Suit bewarna biru tersebut membuka sebuah tas cover berbentuk kotak elegan, lalu mengambil sebuah botol yang berisikan serum. Kemudian ia mengambil jarum suntik dan mengambil isi didalamnya dengan menarik plunger atasnya. Lelaki itu terlihat beberapa kali menjentikkan jemari pada jarum itu.


Kemudian ia berjalan mendekati kedua orang tua tersebut lalu mulai menginjeksikannya di lengan kiri bagian atas dekat engsel pada bahunya.

__ADS_1


!!


Tak lama bereka menjaga jarak mundur kebelakang, untuk menyaksikan efek apa yang akan terjadi.


Selang beberapa detik serum yang telah di injeksikan mulai memberikan reaksinya, kedua orang tua tersebut terlihat kejang-kejang.


Rambutnya mulai merambat panjang bersamaan kulit wajah yang mulai mengkerut. Seluruh uratnya yang bewarna hijau pekat terlihat menjalar ke seluruh bagian tubuhnya. Warna kulit hitam busuk mulai merambat ke seluruh anggota bagian badan. Kukunya tumbuh panjang lalu kelopak matanya mulai mencekung menekan dengan kerasnya. Akibatnya kedua bola mata itu mencuat keluar dan meledak.


Semua orang ada disitu tekejut dan salah satu dari mereka menoleh kepada atasannya yang berada diluar sembari menggelangkan kepalanya.


"Gagal kah? Apa boleh buat, ambil yang berikutnya!" ucap Victoria dengan memberikan kode isyarat.


Karina mulai terlihat geram memandangi Victoria, namun ia masih berusaha keras untuk menjaga emosi perasaannya.


Tak lama objek berikutnya datang setelah lelaki yang ada didalam ruangan memanggilnya melalui telepon.


Dia adalah kedua anak laki-laki dan perempuan Ihsan yang masih berumur dibawah 10 tahun yang kemudian dibawa masuk kedalam.


Jangankan Karina, semua orang yang ada didalam laboratorium juga ikut terkejut melihat anak-anak yang menjadi bahan percobaan. Satu orang yang tidak tega melakukan itu, berjalan keluar ruangan dan mencoba protes terhadap Victoria.


Ia sangat menolak keras anak-anak sebagai objek experimen. Kesal mendengar ocehan orang tersebut, Victoria mengambil pisau lipat yang ada disaku kiri jas putihnya lalu menusukkannya pada lelaki itu.


"Apa alasannya aku harus mendengar perkataanmu!?" ucapnya sambil menekan kan lagi pisau tersebut ke dalam perutnya.


Lelaki itu tertekuk sambil menahan perutnya akibat tertusuk, yang kemudian pisau tertanam itu kembali ditarik keluar oleh Victoria. Lelaki itu pun jatuh tersungkur bersimbah darah diatas lantai keramik bewarna putih dan ia terdengar meringis kesakitan.


Semua orang yang ada didalam laboratorium terkejut melihat kejadian itu. Karina mulai mengepalkan keras kedua tangannya namun tetap berusaha menahan amarahnya.


Victoria mengelap pisau lipat tersebut dengan tisu yang ada disaku kanannnya, lalu memasukkan kembali disaku kirinya.


Kemudian ia memerintahkan semua orang yang ada didalam agar cepat melakukan uji coba eksperimennya. Akan tetapi semua orang masih terlihat ragu diwajahnya.


"LA-KU-KAN!!!" ucap Victoria dengan ratapan mata tajam seperti seorang pembunuh.


Dengan hati yang penuh penyesalan, mereka terpaksa melakukannya. Sementara itu terlihat kedua kakak beradik itu menangis diam tak berdaya, karena kedua mulutnya tersumpal selotip dan kedua lengan dan kakinya juga terkunci besi.


Semua orang yang ada dilaboratorium ikut menangis dan menderita batin. Karina terlihat sangat menahan emosi yang ingin meledak-ledak.

__ADS_1


Dengan tangan yang gemetar, orang itu menginjeksikan serumnya sama seperti kedua orang tua sebelumnya. Ia terlihat menangis dan meminta maaf.


!!!


Tak berselang waktu lama, kakak-beradik itu langsung kejang-kejang dan mengeluarkan efek yang sama dengan kedua orang tua sebelumnya. Tetapi yang ini sangat berbeda, mata mereka terlihat merah lalu mengeluarkan darah dan selang beberapa detik kepala mereka meledak.


BRASH!!!


Segala bentuk isinya terciprat menyebar keseluruh ruangan termasuk orang yang ada didalamnya. Victoria yang terhalang cipratan dari kaca luar, terlihat memasang ekspresi wajah kekecewaan.


"Gagal. Itu berarti serum ini tidak cocok untuk usia lanjut dan juga anak dibawah umur" ucapnya dengan rasa tak bersalah.


Mengetahui bahwa eksperimen telah gagal, seorang yang sudah menjadi tugasnya datang menghampiri Victoria.


"Bawa pria ini dan segera obati! Dan untuk mereka eksperimen gagal bawa ke Ruang Incernate!!" ucap Victoria lalu beranjak pergi tanpa ada merasakan dosa.


Amarah Karina sudah meluap-luap, terlihat dari seluruh Visualisasi yang terjadi mulai mengalami Glicth.


"Tunggu...!"


Tap-Tap! Victoria melangkah.


"Kau...! "Kau Wanita Penyihir...!"


Tap-Tap! Victoria terus melangkah.


"Teganya...Kau-!!! Karina menangis.


Tap-Tap! Victoria terus melangkah seolah tidak peduli.


"VICTORIAAA!!!" teriak Karina menangis dan melepaskan semua luapan amarahnya.


Teriakan itu seakan terdengar oleh Victoria karenanya ia menoleh melihat kebelakang. Bersamaan dengan momen itu juga, semua visualisasi yang terjadi terdistorsi dan mulai runtuh layaknya seperti kaca yang hancur berguguran.


...


Semua kebenaran yang ada ditempat itu terkuak, dengan Karina yang menanggung semua rasa sakit itu didalam hatinya. Ia pun jatuh bersimpuh dan menangis sejadi-jadinya ditempat awal dia berdiri.

__ADS_1


Bersambung...


__ADS_2