Outdoor Activity

Outdoor Activity
Chapter 18.2 : "Control!"


__ADS_3

Vistor berdiri dan menatap Karina dengan mata ingin membunuh. Aura disekitar tubuhnya yang bewarna merah dan hitam adalah sebuah lambang amarah dan kebencian.


Karina menanyakan dirinya dalam situasi tersebut, seharusnya ia dan temannya sudah berhasil mengalahkan Vistor. Lantas yang berada dihadapannya ini Vistor yang mana?


Ia kemudian teringat perkataan Beta-Karina, bahwa yang dihadapi oleh teman-temannya itu adalah jelma'an dari sosok Fantasma.


"Apa mungkin Fantasma bisa memakan aura negatif dari bangsa Jin? Sehingga mereka dapat merubah wujudnya?" gumamnya dalam hati.


"Bahaya, ini tidak akan ada habisnya!" imbuhnya.


Vistor mulai menolehkan pandangannya terhadap Karina, ia menunjuk Karina dengan senjatanya sambil melangkah memutar.


"Kau, siapa kau? kenapa kau bisa ada disini!" ucapnya dalam bahasa jerman.


Karina yang dalam pose membidik juga ikut melawan langkahnya yang berputar.


"Percuma, dia bukanlah Vistor!" batinnya.


Vistor kemudian melangkah, namun saking cepatnya bayangan tubuhnya tertinggal dibelakang. Ia mendadak muncul dihadapan Karina yang sedang membidik, dengan posisi tangan diatas yang siap memukulnya.


Reaksi dari Karina yang terkejut dengan reflek memunculkan sebuah pelindung Room Disorder tepat disaat Vistor mengayunkan senjata tersebut.


BASH!!! Dua Energi berlawanan terbentur sangat kuat!


Tangan kiri Karina mencoba menahan serangan tersebut, akan tetapi posisi sangat tidak menguntungkan dirinya yang membuat pelindung itu akhirnya terpecah seperti kaca yang dipecahkan.


TRASH!! Di moment yang bersamaan Karina langsung loncat ke kiri.


Ia terguling-guling diatas kegelapan, lalu bangkit dengan cepat memperbaiki posisi menembaknya.


Bidikan dari matanya sudah mengunci kepala Vistor, jarik telunjuk yang telah lama menunggu akhirnya menekan pelatuknya.


DRRRRRRRRTS!! Suara tembakan dari senjata MP5 yang didapat Karina hasil salinan milik temannya dengan menggunakan kemampuan Object Invasion.


Sepuluh butir peluru yang dipenuhi dengan Energi Biru meluncur dan mengenai kepalanya Vistor hingga membakarnya. Wujud negatif Vistor hanya terdiam tanpa bereaksi apapun.


"Apakah tembakanku tidak berpengaruh padanya?" ucap Karina yang membaca situasi.


Karina tidak melonggarkan Posisinya dalam menembak, ia terus fokus pada api biru yang mulai menghilang dikepala Vistor. Mata Karina yang tidak berkedip menyaksikan sebuah rekonstruksi yang diluar nalar. Kepala Vistor yang telah habis terbakar kini tumbuh kembali dengan wujud yang berbeda.


"Apa-apaan itu?!" Karina dibuat terkejut dengan penampakan yang terjadi.

__ADS_1


Tak lama, wujud negatif Vistor dengan kepala yang baru membuat sebuah pergerakan. Ia menyerang dengan gerakan membabi buta. Balok kayu itu ia ayunkan ke kanan dan ke kiri sembari mendekati Karina.


''Mati kau! Mati kau! Mati kau!!" teriaknya dengan bahasa jerman.


Mata Karina melotot melihat serangan gila itu, ia kumudian mencoba menembakinya. DRRRRRRRTS!!!


Tangan Karina bergetar terkena efek dari recoil senjata tersebut. Dari sekian banyaknya peluru yang ditembakan hanya dua yang berhasil mendarat ditubuhnya. Sehingga sama sekali tidak menurunkan daya serangannya.


Serangan dari ayunan balok kayu akan mengenai Karina, ia pun lompat koprol ke arah samping untuk menghindarinya.


Karina menyadari jika ia tidak dapat menggunakan beberapa kemampuannya, oleh sebab itu selalu mencoba menghindari secara manual. Sebab tempat ini adalah Ruangan Hitam dari kebalikan Ruangan Putih miliknya.


Dengan kata lain wujud yang ada dihadapannya itu adalah sesosok Virtual Cortex yang telah terkorupsi oleh energi negatifnya sendiri, dan terlahir sebelum Vistor meninggal dunia.


"Kacau!" ucapnya meracau.


Tidak ada jalan keluar yang bisa ditemukan, kecuali darah-darah yang meluap dan mengalir bagaikan lava panas dari gunung berapi sejauh mata memandang.


"Apa yang harus kulakukan, ayo berpikir Karina!" ucapnya sambil terus berlari menjaga jarak.


Sementara wujud negatif Vistor terus mengejar dengan serangan membabi butanya. Tembakan mendadak yang diberikan Karina saat ia menoleh kebelakang, dengan mudah disapu bersih olehnya. Dan di moment itu dirinya melihat, jika kepala yang ada dibalok itu telah berkurang satu. Sebuah titik terangpun berhasil terlihat Karina.


Ia lalu menyodorkan tangan kirinya ke arah wujud negatif Vistor, dan memadatkan Energi Biru. Fatamorgana mulai terlihat disekitar lengan kiri Karina akibat panas dari terkumpulnya energi tersebut.


"Bangsat! kenapa kau membunuh kami!"


Dan ketika momen yang tepat itu datang, barulah Karina melepaskan energi besar yang terkumpul ditangan kirinya!


BUSHH!!


Layaknya sebuah rudal balistik, Energi besar itu menghempaskan Vistor jauh terpental kebelakang. Ia terkapar dan senjata balok kayu itu terlepas dari tangannya.


"Itu dia!" ucap Karina yang berhasil mendapatkan incarannya.


Senjata MP5 Karina hilang terpecah kembali dalam Memory pikirannya. Kedua tangannya mencoba meraih senjata itu dengan Energi Biru miliknya. Kilatan cahaya listrik dan aura negatif bewarna hitam melindungi objek tersebut.


Karina terpaksa mengerahkan seluruh Energinya agar bisa menarik senjata milik Negatif Vistor. Kedua tangan Karina terlihat sangat berat seolah tertahan seperti ada penolakan.


Negatif Vistor mulai ada pergerakan hidup di jarinya, Karina yang menyadari itu memaksakan kekuatannya kembali. Wajah Karina mulai terlihat keras, dan kedua alisnya menyatu, ia pun akhirnya berteriak lantang untuk melepaskan seluruh energinya.


"Hyaaaaaaahh!!!"

__ADS_1


Senjata balok kayu dengan tujuh kepala manusia itu berhasil ditelan oleh Energi Biru Karina, ia kemudian melambungkannya ke atas udara. Lalu tangannya seolah menggenggam erat berusaha untuk menghancurkan dan dengan sedikit teriakan paksaan untuk mengunci genggamannya, senjata itu berhasil dihancurkan.


CRUSHH!!! Api biru menyala terang dan seketika terbakar menjadi abu.


...


"Hah.. Hah.. Hah!!"


Karina terlihat sangat kelelahan, mulutnya terlihat terengah-engah seperti orang yang dehidrasi. Keringat yang tadi membasahi keningnya kini mulai bercucuran.


Dengan posisi kepala yang tertunduk, ia melirik tubuh Vistor yang dengan antengnya bangkit kembali.


"Kau pasti bercanda bukan?!"


Karina melihat kedua tangannya yang mulai mengalami Glitch dengan gelombang yang rendah. Ia pun sadar, jika dirinya sudah menggunakan terlalu banyak Energi. Sementara sosok Vistor masih bisa berdiri dengan sehatnya tanpa adanya kepala.


Tidak ada gunanya menanyakan situasi pada diri sendiri, bagaimana pun juga ia harus mengalahkan Negatif Vistor agar bisa keluar dari kegelapan ini.


Karina mengadakan tangannya kembali, untuk memanggil senjata yang ada didalam Memory pikiran.


[Senjata MP5 sudah berada digenggamannya]


Negatif Vistor yang tanpa kepala maju berlari menyerang Karina secara terang-terangan. Ia pun tanpa ragu langsung menembakinya.


DRRRRRTTTS!!!


Vistor meleburkan tubuhnya menjadi gumpalan asap yang hitam, lalu muncul mendadak disamping kanan Karina, dan langsung menendangnya.


BBUK!!!! Bahu kanan Karina menjadi tameng serangan itu, dan ia terpental tiga meter dibuatnya.


"Akhh!!" ucap Karina sambil memegangi bahunya yang sakit dan berusaha bangkit berdiri.


Glitch yang terjadi pada tubuh Karina semakin tidak beraturan. Namun Negatif Vistor tidak peduli dengan itu, ia langsung berlari kembali menyerang Karina bermaksud ingin mengincar jantungnya dengan serangan tusukan kuat melalui tangan kananya.


Tangan kanan Karina berusaha mencoba untuk membidik, namun dampak serangan barusan cukup memberikan efek pada tubuhnya. Senjata yang digenggamannya terlihat bergetar.


Vistor meluncur cepat bagai ujung tombak yang dilempar untuk menusuk jantung Karina, dan disaat itu juga mata biru milik Karina menyala.


JLEBB!!! Tangan kanan Vistor berhasil menusuk jantung Karina dan mengeluarkannya.


Tiba-tiba pedang sepanjang 50 cm yang sudah dilapisi cahaya biru bersinar, menusuk jantung milik Vistor dari belakang. Dia adalah Karina dengan tatapan matanya yang tajam dan biru menyala.

__ADS_1


"Lambat!"


Bersambung...


__ADS_2