
Cermin itu berhasil dipecahkan oleh Karina, ia terduduk sebentar menahankan rasa sakit yang diterimanya. Ia menoleh ke lengan bagian kanannya yang kini telah menghitam diliputi benang-benang halus bewarna merah seperti pembuluh darah.
Karina coba menghilangkan kutukan tersebut dengan Energi Biru miliknya, akan tetapi semua cahaya biru yang ia keluarkan dari tangan kirinya seperti tertelan kedalamnya.
"Apa sih ini? Rasanya begitu perih!" ucap Karina yang kemudian bangkit dari duduknya.
Tubuhnya tidak mengalami Glitch, namun ia tidak bisa menggunakan kemampuan Flying Radical dan Sleeping Ghost. Karina sudah mendapatkan sebab alasannya, oleh karena itu ia terpaksa berjalan kaki diatas permukaan yang tergenangi air.
CPLASH! CPLASHH!!
Pupil mata Karina bercahaya biru dan Inner Shiver miliknya memberikan sebuah reaksi adanya sosok Fantasma yang sedang berkeliaran diruang atas.
Tangan kiri Karina meminta, maka muncul lah sebuah senjata Pistol yang biasa ia gunakan bernama Revolver dengan kaliber 5,5 mm. Ia juga tidak membutuhkan peluru untuk mengisinya. Dasar dari kekuatan Karina adalah sebuah Energi, selama itu ada ia bisa melakukannya tanpa batas.
Karina berjalan pelan dengan kondisi tangan kanan yang tidak bisa digerakkan, satu persatu ruangan yang ada disebelahnya ia lewati hingga mulai masuk ke dalam lorong menuju ke atas.
Di atas, didekat pintu jalan keluar Karina diam berdiri. Ia melihat para Fantasma itu sedang mondar-mandir didalam kegelapan dengan matanya yang bewarna merah.
"Kalau pun aku lewat, suara langkah kaki ku di atas air pasti akan terdengar oleh mereka" Selain itu ia juga memperhitungkan jumlah Fantasma yang ada disekitarnya.
"1..2..6..20...Banyak Sekali! Padahal aku sudah membunuhnya hampir ratusan ekor. Ayo, kau pasti bisa Karina"
DOORS! DOORS!! DOORS!!!
Dua Fantasma yang didekatnya mati seketika menjadi abu vulkanik yang beterbangan. Suara tembakan itu memancing sosok yang lain langsung menyerang bersamaan ke arah Karina yang berdiri didepan pintu.
Melihat jumlah sebanyak itu, Karina pun mengganti senjatanya. Ia kembali mengadakan tangan dan keluarlah senjata Shotgun dari Memory pikiran.
BDAARS! BDAARS!!
Sekali menembak dua ekor tertembak, disusul tigar ekor datang menerjang langsung melompat dihadapannya. Karina yang memampatkan Energi Biru dibahu kirinya membuat efek recoil dari senjata tersebut tetap terjaga. Sehingga memudahkannya mengarahkan ke setiap arah tembakan.
__ADS_1
BDAARS! BDAARS!!
Tak lama tersisa tujuh ekor Fantasma didepan, namun mereka tidak datang menyerang. Mereka terdiam dan celingak-celinguk seperti seekor ayam yang memperhatikan sekitarnya.
Kejadian itu menjadi hal yang baru dihadapi oleh Karina, ia pun sempat ragu untuk mengambil tindakan, apakah harus langsung menghabisi mereka, ataukah melihat pergerakan macam apa lagi yang akan mereka buat.
Tujuh ekor Fantasma kemudian melakukan pergerakan mencurigakan, tubuh mereka semua terlihat mencari lalu saling menempelkan badannya ke teman-temannya yang lain.
Dihadapan Karina berdiri menjulang sosok wujud baru dari Fantasma. Ia memiliki 14 mata merah menyala terpasang diseluruh badannya dengan kondisi badan yang terus meleleh seperti karet ban hitam yang terus dibakar.
"Yang benar saja, kalian ini sebenarnya apa!" ucap Karina tertegun setelah melihat Revolusi baru Fantasma didepan matanya.
Pergerakannya cukup lambat, tetapi mata Karina yang menyaksikan itu mengetahui jika ia ingin melakukan suatu serangan dari jarak jauh.
Dan benar saja, setalah ia memutarkan pinggul badannya ke kanan, sosok itu memanjangkan tangannya ke arah Karina.
Karina yang sudah siap pasang badan, langsung melompat koprol ke arah kanan, dan terguling diatas permukaan lantai yang penuh dengan genangan air kotor.
CBRASHH!!! Seragam Oka milik Karina seketika basah kuyup.
Sembari merasakan rasa perih yang cukup membuat wajahnya terlihat meringis, Karina mencoba memberikan perlawanan pada monster itu. Ia mengincar bagian kakinya yang berukuran cukup besar.
Tembakan peluru Shotgun yang bersifat menyebar membuat kulit-kulit hitam berlendir milik monster itu berlepasan dan langsung terbakar dengan Api Biru Karina.
GRUAAAAAAHHH!!! Sosok itu berteriak kesakitan.
Api-api biru milik Karina mengikis permukaan dikaki yang berlendir hitam dari sosok tersebut. Namun ia terlihat kembali ke bentuk yang semula, dengan resiko penurunan bentuk badannya yang tadinya gemuk kini terlihat sedikit berkurang.
"Ini sedikit akan memakan waktu!" ucap Karina yang menyadari efek yang didapat berkat serangannya.
Sosok itu kembali ingin menyerang, kali ini ia menjatuhkan badannya setengah ke belakang lalu melontarkan sesuatu dari mulutnya sebanyak 10 kali.
BUSHT! BUSHT!!
Karina kebingungan dengan sifat serangan yang tanpa arah, benda yang dilontarkan oleh monster itu hanya berserakan disetiap genangan air. Karina tidak ingin kehilangan fokus, matanya selalu berlari pada tiap-tiap letak jatuhnya benda itu.
__ADS_1
Mendapatkan kesempatan, Karina pun menembakinya kembali dibagian perut monster itu.
BWUUSHHH!!! Api Biru ukuran besar menyala dan membakar sebagian dari mata-matanya yang banyak. Monster itu menjerit lalu mencoba memadamkan apinya dengan genangan air.
Karina mencoba mencari tempat bersembunyi untuk menghabisinya dengan serangan kejutan dari belakang, namun langkahnya yang penuh kewaspadaan ternyata masih belum cukup. Kakinya terjerat oleh sesuatu, yang ternyata adalah benda yang dilontarkan dari monster itu sebelumnya. Dirinya pun kaget dan panik ternyata itu adalah benda hidup. Bentuknya seperti lintah bewarna hitam, namun cukup panjang dan mulai menghisap darah Karina.
Api biru yang membakar ditubuh monster itu telah menghilang, ia terlihat ingin menyerang Karina kembali dengan memanjangkan tangannya. Sepertinya monster itu ingin menelan Karina hidup-hidup. Akan tetapi, sebelum itu terjadi Karina mengeluarkan kemampuan Deep Innocent sehingga Aura Api Biru yang panas dari dalam tubuhnya terpancar, dan membakar lintah yang menjerat langkah kakinya.
Serangan tangan yang bisa memanjang dari monster itu menghantam tembok ruang penampungan pasien dan menghancurkannnya. Akal dan pikiran Karina bermain cepat, ia mengganti senjatanya dengan sebuah pedang yang berlapiskan Energi Biru.
CUTSS!! Karina berhasil memotong tangan panjang dari monster itu dengan mudah.
Tangan itu terjatuh diatas genangan air, Karina pun dengan cepat menyimpan pedang kembali ke Memory pikiran, lalu mengeluarkan Api Biru dari tangan kirinya untuk membakarnya.
Potongan tangan yang besar terbakar hebat, tangan itu menggeliat seperti cacing kepanasan. Pemiliknya pun menjerit tak karuan.
Api-api biru Karina yang berkobar terlihat menerangi hampir seisi ruangan didalam sana.
!!!? Karina menyadari, tangan yang sudah terpotong tidak beregenerasi kembali.
"Ini adalah kesempatanku!" serunya.
Tangan kiri Karina meminta, maka muncullah sebuah senjata yang bernama MP5 dari dalam Memory pikiran. Ia mengarahkan senjata itu kedepan seraya membidiknya. Dengan memampatkan Energi Birunya yang banyak, Karina langsung menembaki monster itu tiada henti.
DRRRRRRRRTS !!!
Semua lendir hitam yang menetes berjatuhan rontok menjadi debu seketika, sehingga tidak memberikan kesempatan untuknya beregenerasi.
Monster Fantasma dengan wujud gabungannya berhasil dikalahkan, mata Karina yang masih berfokus pada sosok itu mendapatkan sebuah perhatian oleh seseorang yang ada diatas lantai dua. Keadaannya begitu gelap, disaat Karina berniat ingin menyenterinya sosok itu lebih dahulu menghilang.
"Siapa itu tadi?"
Karina berniat ingin mengejarnya untuk memastikan, namun hatinya berkata untuk hiraukan saja dan lanjut mencari informasi tentang si merah tanpa kepala.
Dari kejauhan sosok misterius itu memperhatikan Karina berjalan sendiri memasuki jalan yang berbatu.
__ADS_1
"Hmfh!!" Ia kemudian terlihat terurai menjadi pertikel merah dan hilang dikegelapan malam.
Bersambung...