Outdoor Activity

Outdoor Activity
Chapter 21.1 : "Terhubung"


__ADS_3

BAAAM!!!! (Suara benturan keras)


Gedung Lab B terasa bergetar hebat membuat Sandi, Ryo dan Ragil terpental kebelakang, karena mereka merasa Fantasma itu lompat masuk menerobos kedalam.


"Ukhh"


Itu adalah benturan hebat yang pertama kali mereka alami dan rasakan. Kekuatan getarannnya bagai ditembak sebuah bola meriam.


Mereka bertiga kemudian bangkit berdiri.


"Teman-teman apa kalian tidak apa-apa?"


"Karina, kau sudah kembali?!" ucap Ryo.


"Yah, tapi sepertinya aku sudah menghabiskan persediaan makanan kalian. Maaf ya"


"Ahh tidak apa-apa, santai aja Rin (Eh? emang itu Karina ya.?)" Ragil.


Sandi memberikan ekspresi yang berbeda. Jika temannya hanya bisa mendengarkan suara, dia kali ini dapat melihat wujud tubuh spritual milik Karina yang sedang terbang diluar jendala.


Tubuh spritual Karina dilapisi kilau cahaya, dan rambut pendeknya yang terurai di sapu oleh partikel energi bewarna biru yang terus berterbangan disekitar dirinya.


Sandi tercengang sekaligus merasakan decak kagum dengan keindahan yang sedang di lihatnya.


"Wow...Karina, jadi itu kamu?" ucap Sandi.


"Em? Kamu bisa lihat aku San?"


Sandi menjawabnya dengan anggukan beberapa kali.


"Ah, masa sih mana? ga ada??" Ryo berusaha untuk memastikannya setelah maju sedikit kearah depan.


"Haha, kasian deh lo. Kalau aku sih sudah liat, asli! cantik bener si Karina" ucap Ragil yang merasa bangga.


"Bener tuh, kata Ragil" ucap Sandi.


"Yah aku mengerti, kali ini kita harus benar-benar mengalahkan mereka dengan taktik agar tidak kehabisan energi lagi" Karina menggumam.


"Teman-teman, tunggu aku disana."


"Eh, ngomong sama siapa dia?" Ryo berbicara sendiri tanpa ada yang mempedulikannya.


...


Dengan kemampuan Flying Radical miliknya, Karina berada di atas udara dan mulai bermanuver ke sebelah kiri.


"Fantasma lagi, dimana sih sarang kalian. Biar aku bakar semuanya" ucapnya.


"Hahaha, jadi kau wanita yang sudah menghabisi beberapa keluarga kami?"


"Kau bukanlah bagian dari kami, kami sudah ditemukan olehnya"


"Ditemukan? oleh siapa?" tanya Karina.


"Dia adalah pemimpin kami yang telah lahir"


"Pemimpin? kok aku belum pernah bertemu ya?" jawab Karina dengan memangku dagu dengan dua jarinya.


"Itu karena kau wanita tolol-

__ADS_1


PUHHH!!―PUHHH!!!


Fantasma itu mengeluarkan Energi Hitam (gumpalan air liur padat) dari mulutnya layaknya seperti sebuah tembakan peluru.


Mata Karina yang biru menyala dapat melihat itu dalam pergerakan lambat, ia pun dapat menghindarinya dengan mudah dengan bermanuver ke kiri dan ke kanan.


"Sialan turun kau! Biar bisa aku mencabik-cabik tubuhmu"


"Maafkan aku, tapi aku tidak bisa berlama-lama disini"


GRRHHHHS!!!! Sosok Fantasma itu kembali menggeram.


Kedua tangannya mulai bergoyang-goyang yang tidak lain dia bermaksud membelahnya menjadi beberapa bagian.


Sekarang kedua tangannya terlihat seperti akar pohon yang terus menggeliat seperti cacing. Tangan kanannya melipat siku dengan sedikit membuang bahunya kebelakang, lalu melepaskannya.


ZRUUTTH!!


Akar-akar hitam itu meluncur cepat lalu menyebar seperti jaring laba-laba yang ingin membuat Karina terperangkap di dalamnya.


Melihat itu, Karina bermanuver dengan menari berputar diatas udara. Api Biru yang keluar berhasil menggagalkan serangan Fantasma tersebut.


"Argggghhh"


Tangannya yang berbentuk akar terbakar oleh Api Biru dan terus menjalar. Oleh Karena itu ia memotong tangannya sendiri dengan kuku-kukunya yang tajam.


BRUK! Tangannya terjatuh dan terbakar habis menjadi debu


"Haarghhh..." ia menghela nafasnya.


Matanya yang merah menyarak memandangi mata Karina yang bewarna biru menyala yang sedang mengambang di atas sana.


Fantasma itu memelintir tubuhnya sendiri bersama sisa satu tangannya, dan mulai membentuk sepanjang dua meter. Itu adalah bentukan Manifestasi dari senjata meriam.


Penampakan itu membuat Karina sedikit terkejut, secara mereka adalah monster yang tidak memiliki pengetahuan.


"Bagaimana bisa?"


Disini, Karina memberitahukan kepada Delta-Karina untuk jangan mencoba menahan serangan itu dengan Prisai Energi Biru (Room Disorder) miliknya.


"Aku mengerti" jawab Delta-Karina.


Fantasma itu mempersembahkan moncong mulutnya yang berbentuk meriam tepat ke arah karina.


Cahaya merah bersinar mulai terlihat dari dalamnya. Itu adalah kumpulan Energi Negatif yang berbentuk padat siap untuk ditembakknya.


Keadaan sekitar menjadi terang, Karina pun menanggapinya dengan serius. Cahaya merah semakin terang dan terus semakin terang. Karina merasakan itu adalah energi yang dahsyat, karena itu ia menunggu momen yang tepat untuk menghindarinya.


Disana Karina sepintas teringat sesuatu, jika Gedung Lab B yang ada di belakangnya di selimut Energi Kegelapan yang hanya terlihat di dunia Miira.


"Tapi apakah semua itu terhubung? (Kita harus mencobanya)"


Karina dengan cepat terbang meluncur lebih tinggi sampai melewati di atas gedung tersebut.


Fantasma itu lalu melepaskan Energi Merah Negatifnya dalam bentuk bola meriam.


DOOM!!!


Bola Energi Merah Negatif itu meluncur pesat membuat udara di sekitarnya ikut berputar bersamanya. Di moment itu juga Karina berhasil menghindarinya.

__ADS_1


BLAARR!!!!


Suara ledakannya terdengar sangat hebat hingga menggetarkan udara disekitarnya. Untungnya Karina sudah melindungi Gedung itu dengan kemampuan Room Incubation miliknya, sehingga mereka yang ada di dalam tidak menerima dampaknya.


"Gilak suara ledakan apa itu tadi? Apa Karina baik-baik saja" Ryo terkejut dan keheranan.


Winda dan Cindy yang sedang menjaga Karina tertidur ikut merasakan getarannya.


Sandi sampai jatuh terduduk, ia lalu tersenyum dan tertawa sendiri sambil memegangi keningnya.


"Oi Kenapa kau? sakit kah?" ucap Ragil.


"haaah~, tidak apa-apa...aku hanya merasa kita seperti sedang dalam sebuah film movie, dan Karina Suci adalah karakter utamanya hahahaha"


"Wah kena mental dia" ucap Ragil.


...


Ledakan itu meninggalkan kepulan asap bewarna putih disekitar keberadaan Karina yang sedang mengambang di udara.


"Apa dengan itu sudah bisa membuktikan?" Delta-Karina.


"Aku tidak tahu, coba kau lihat tempat kita berada sebelumnya. Disana sudah bersinar cahaya matahari dan disini masih gelap gulita seperti tengah malam" ucap Karina melalui pikirannya.


"Kita coba dua sampai tiga tembakan lagi, dan kita lihat apa yang akan terjadi"


"Um, Baiklah aku mengerti" jawab Delta-Karina.


Delta-Karina lalu berpaling menghadap sosok Fantasma yang bermanifestasi menjadi Meriam.


"Udah?" ucap Delta-Karina dengan senyum baiknya.


"GYUUIDJJKALOSSSHR" Fantasma itu mengucapkan kata yang tidak jelas.


"Owhh-Okay, silahkan coba lagi" jawab Delta-Karina seolah mengerti artinya.


Fantasma itu kembali mengumpulkan Energi Merah Negatif di dalam moncong mulutnya yang berbentuk meriam.


Pupil mata Karina yang bercahaya biru melihat kembali sinar merah itu. Bola Energi Merah Negatif pun lepaskan.


DOOM!!!


Delta-Karina menghindar kembali dengan mudah.


BLAARR!!! Ledakan terjadi akibat terbentur sesuatu di ruang hampa.


Tanpa Delta-Karina sadari Fantasma itu mengeluarkan tembakan ke tiga dan langsung di susul tembakan yang ke empat dalam hitungan sepersekian detik.


"Awasss!!" teriak Karina dalam pikirannya.


DOOMM!!-DOOMM!!!


Delta-Karina tidak sempat untuk menghindarinya, namun serangan beruntun itu berhasil menembus dirinya begitu saja berkat kemampuan Sleeping Ghost miliknya.


BLAAAARRR!!!


Ledakan dahsyatnya sekali lagi menggetarkan udara sekitar bersama kepulan asap putih yang keluar terlihat begitu tebal hingga menutupi sebagian badan bangunan Gedung Lab B tersebut.


Di dalam kepulan asap putih itu, Delta-Karina melihat retakan ruang yang mengeluarkan sinar cahaya.

__ADS_1


Bersambung...


__ADS_2