
Pupil dari mata biru milik Karina sudah terlihat tidak menyala lagi, itu artinya saat ini dia adalah Karina yang sebenarnya.
Kegelapan yang telah menyelimuti wilayah ia berdiri saat ini sudah lenyap. Semua menggambarkan pemandangan yang seharusnya. Tumbuhan dan pepohonan kembali menghijau.
Karina yang sedang berada ditengah lapangan luas, di antara bangunan itu berdiri, mencoba menarik nafas yang panjang seraya melebarkan kedua tangannya.
Mata batinnya melihat banyak Energi Biru ada di sana, yang kemudian ia ambil dengan cara menyerapnya. Ia merasakan Energinya yang sudah terpakai kini terisi penuh kembali.
Dia kemudian menggunakan kemampuan Flying Radical untuk terbang ke atas, dan mencari dimana pilar terakhir berada.
Dari kejauahan, hanya ada satu tempat yang masih terlihat sedang hujan darah dan di selimuti aura kegelapan.
Karina sudah mengetahui tempat itu, ia kembali turun dan melanjutkan perjalanannya ke sana.
"Tempat itu, bukankah seharusnya ada di dekat sini?"
Yang dimaksudkan oleh Karina adalah sebuah Goa bekas tambang emas dimana Miira telah di hakimi dan diadili hidupnya oleh Victoria pada masa itu.
"(Sama seperti sebelumnya, Energi Negatif mencoba memisahkan jarak dan ruang dalam dunia yang sebenarnya)" Karina mendengarkan perkataan dalam pikirannya.
"(Pada saat sebelum wanita itu (Miira) mati, ada dua energi jahat yang berusaha menyelimuti tubuhnya. Kita tidak tahu, apakah Miira sudah mati ataukah saat ini tubuhnya hanya sedang dikendalikan oleh dua energi itu)"
"(Tapi aku melihat jelas, kepalanya berhasil terpotong oleh benda itu)"
"Kita bisa buktikan itu setelah melihat-
Tiba-tiba Inner Shiver Karina memberikan reaksi adanya sebuah Energi Negatif, dari laju langkah kakinya sebuah rantai hitam meluncur cepat dan melilit kaki kanannya.
Automatis Karina langsung terjatuh, namun ia sempat menggunakan tangannya sebagai tumpuan agar kepalanya tidak terbentur ke permukaan aspal yang keras.
Rantai itu mencoba menariknya, akan tetapi Karina dengan sigap membalikkan badan menembak rantai itu hingga lepas terputus.
Dibawah teriknya cahaya sinar matahari, Karina melihat jelas sosok apa yang sudah mencoba menghalanginya.
Dia adalah Miira yang kini terlihat hanya memiliki satu rantai yang masih terikat dipergelangan tangan kirinya.
"Miira!!?" teriak Karina terkejut.
"Apa yang sedang coba kau lakukan, dek?" ucap Kepala Miira yang sedang di tentengnya.
"Kakak sudah bersusah payah membangun dunia ini, agar tidak ada lagi manusia yang berani mengusik kita berdua nanti"
__ADS_1
Karina memperhatikan pada tubuh Virtual Miira yang sudah tidak mengalami Glitch kembali. ia juga menyadari, rantai yang mengikat tubuhnya hanya tersisa satu.
"Miira dengarkan aku, aku bukan adikmu. Ayo kita cari Niira bersama-sama, aku sudah mendapatkan petunjuknya (apa yang kau lakukan?)" Karina mencoba membujuknya.
"Kau bicara apa dek, ayo kita pulang...nanti kakak suapin lagi" Tangan kiri Miira meminta, maka muncul lah partikel merah yang membentuk sebilah besi.
"Kali ini kakak pasti akan menjagamu!"
Miira kemudian melemparkan bilah besi itu ke arah Karina. Lemparannya tidak secepat saat waktu pertama kali ia bertemu. Tanpa mengeluarkan kekuatannya, Karina mampu menghindari serangan itu dengan mudah.
"(Kurung saja dia!)" ucap seseorang dalam pikirannya.
"Bagaimana caranya?" jawab Karina.
"(Ikuti perintahku!)"
Tangan kanan Karina mengarah ke depan, sebuah partikel cahaya biru kemudian muncul dan membentuk sebuah cermin yang berukuran besar.
Tiga rantai meluncur keluar dan mengikat pergelangan kedua kaki dan tangan kanannya.
Rantai itu kemudian bergerak cepat dan menarik paksa sosok Miira yang energinya sudah melemah.
"BANGSAT!! APA INI?!! APA YANG SUDAH KAU LAKUKAN PADA KAKAKMU SENDIRI??!"
Miira berhasil dimasukkan ke dalam cermin buatan milik Karina. Cermin itu kemudian menghilang dengan terurai kembali menjadi sebuah partikel biru.
"Kenapa kekuatannya menjadi lemah?"
"(Mungkin pilar-pilar itulah penyebabnya. Dengan begini, besar kemungkinan sosok Miira saat ini hanyalah seonggok mayat yang tubuhnya di selimuti aura negatif dan sedang dikendalikan atas penyesalan yang mendalam disaat-saat terakhirnya)"
"Jadi Miira sudah lama meninggal..."
"(Kenapa kau menjadi murung? Itu hanya perkiraan ku saja, sekarang ayo lekas kita akhiri semua mimpi buruk ini!)"
***
Karina sudah berada di dekat Goa tambang emas. Sebelum ia masuk ke dalam, ia terlebih dahulu memastikan keadaan disekitarnya. Semuanya sangat tampak berbeda.
"Dalam waktu 2 abad ini, seharusnya tempat ini sudah terkubur oleh alam. Tapi, kenapa bisa ada tangga untuk menuju mulut Goa yang juga sekarang ada di atas?"
"(Hati-hati, kita tidak tahu sosok apa yang menanti kita di dalam sana. Mantapkan dulu keyakinan mu sebelum masuk ke dalamnya)"
__ADS_1
"Mau bagaimana pun, langkah yang bisa kita ambil adalah terus maju ke depan"
Karina merasakan Energi Negatif datang dari dalam mulut Goa.
Sesosok Wanita dengan wajah yang cantik memakai gaun serba merah dengan rambut yang terurai halus, berjalan anggun menuruni tangga. Ia lalu berhenti di antara dua anak tangga.
"Karina Suci? Mari silahkan, anda sudah di tunggu di dalam oleh Tuan kami." ucap Wanita bergaun merah tersebut.
Wajah Karina sama sekali tidak terpesona memandangi kecantikannya. Karena ia tahu, itu bukan wajah asli milik wanita bergaun merah tersebut.
"(Aku akan masuk!)" ucap Karina kepada pikirannya.
Karina kemudian melangkahkan kakinya menaiki anak tangga bersama wanita bergaun merah yang menuntunnya di depan.
Pada saat berjalan dibelakang sosok wanita itu, Inner Shiver milik Karina terus menggema di dalam batinnya, memberikan sebuah peringatan jika sosok yang ada di depannya saat ini adalah seorang iblis.
Wanita itu lebih dahulu masuk ke dalam mulut Goa seperti benda yang tercelup di dalam genangan air yang tenang.
Gamma-Karina kembali mengambil alih pikiran Karina, kedua matanya yang biru kini terlihat menyala.
"Dinding dimensi" ucapnya dengan tatapan mata yang tajam.
Ia kemudian melangkahkan kakinya masuk ke dalam.
...
Karina berada di ruangan yang luas dan megah bak istana seorang Raja. Semua dinding dan perabotannya terbuat dari emas.
Seraya mereka berdua melangkah, ruangan yang di laluinya berubah tempat secara silih berganti. Hingga ia berada di sebuah jamuan ruang makan yang berlimpah makanan yang sudah disajikan di atas meja makan.
Di hadapan Karina beridiri 10 orang wanita bergaun merah dengan rupa yang terlihat sama-sama cantik. Dan seorang lelaki dengan tampang rupawan yang sedang duduk di sebuah kursi megah di kawal oleh kedua penjaga di kanan dan kirinya.
Pria itu kemudian berdiri dan memberikan sambutan kepada Karina.
"Selamat datang, di kerajaan milikku. Nama ku adalah Raja Ouroh"
"Kau adalah Roh wanita yang sudah lama ku tunggu kedatangannya, aku juga sudah melihat semua kehebatanmu di luar sana. Membasmi para iblis buatan para manusia-manusia itu seorang diri. Sungguh mengaggumkan"
"Mari, silahkan duduk dahulu Nona Karina Suci"
"Aku datang kesini untuk membunuhmu" ucap Gamma-Karina tanpa basa-basi.
__ADS_1
Bersambung...