Outdoor Activity

Outdoor Activity
Chapter 13.9 : "Ruang Bawah Tanah" Part V


__ADS_3

Karina yang mendengar kekejian itu terkejut seketika. Dia mengingat pintu besi yang terbakar gosong dalam mimpi sebelumnya.


Apakah ini sebuah kebetulan, atau sebuah pertanda sesuatu yang buruk sedang menanti Karina didepan sana.


Dua orang itu kemudian berhenti berbicara ketika salah satu dari anggotanya memanggil untuk datang. Karina berdiri sendiri disana dan merasa shock yang cukup memukul mentalnya.


"Apa sebenarnya tujuan dari orang-orang asing ini..."


Posisi Karina kini sudah sangat jauh dari titik awal dia datang. Dia sekarang berada dipertengahan tujuannya. Jika dilihat dari peta sebelumnya, masih ada satu ruangan besar berada disebelah kiri tertutupi lumpur yang sudah mengering.


Object Visualisasi dari Residual Energi yang berbenturan masih terus berjalan, Karina masih dapat melihat orang-orang yang sibuk lalu lalang dikoridor itu.


Dia berjalan dan melihat satu ruangan terakhir dikoridor yang lurus. Dan diiatas pintu bertuliskan sebuah nama ruangan tersebut.


"Sala..De..Fotossintese??! ruang fotosintesis? kenapa aku tahu artinya, ini bahasa apa?"


Karina tidak menyadari dari tadi dia mendengarkan percakapan bahasa asing yang sudah terkonversikan secara automatis akibat benturan dua energi. Lalu Dari ujung Koridor depan, terlihat 5 orang laki-laki datang membawa tabung yang besar berisikan Fantasma yang tertidur menggunakan Trolley khusus.


Mereka melewati Karina dan membawanya ke ruangan fotosintesis. Karena penasaran ia coba ikut masuk ke dalam mengikutinya.


< Ruang Fotosintesis >


Didalam ruangan ini terkumpul sepuluh orang laki-laki dan satu orang wanita yang mengenakan masker dan jas laboratotium.


Mereka meletakkan tabung itu bersebelahan dengan tabung yang berisikan sosok fantasma, yang dua-duanya sedang tertidur. Tak lama wanita yang memiliki tanda pengenal bernama Victorie C.B itu terlihat ingin memulai sesuatu.


"Apa kalian membawanya bersama sample DNA dari objek seri Fantasma-09?"


"Ya, kami membawanya"


"Ini sungguh perkembangan yang luar biasa, setelah 13 tahun lamanya. akhirnya kita mendapatkan hasil yang bagus dari DNA U-MxFantasma"


"Tidak ada yang menyuruhmu berbicara!"


"Maafkan saya Bu"


"Fogia, bacakan!"


"Baik! menurut analisis data yang sudah berhasil dikembangkan oleh Divisi I, Fantasma ini masih bisa jauh dikembangkan lagi dengan menggunakan serum Tray Cell yang berhasil disempurnakan."


"Tray Cell? itu kan serum yang dibawa Pak Daniel" ucap Karina.


"DNA dari U-MxFantasma ini sangat kuat, dan mereka yang memiliki DNA cocok dan Cell yang kuat saja, yang dapat mampu berevolusi. Sisanya hanya akan menjadi produk yang cacat dan terlihat seperti orang mengalami kelainan genetika"


"Cukup baik, dengan begitu tidak akan ada orang yang curiga"


"Karena itu, jika kita berhasil melakukan Fotosintesis ini dengan menggabungkan cell dari U-MxFantasma dengan Fantasma-09 dan menambahkan serum Tray Cell pada Fantasma yang telah gagal, maka akan tercipta sosok Fantasma yang berevolusi"


"Berevolusi,?"


"Dengan kata lain akan tercipta sosok Fantasma baru, disini mereka menamainya sebagai Cadavier"


"Cadavier? apa perbedaannya dari Fantasma yang biasa?"


"Prediksi mereka mengatakan bahwa, 5% dari kemampuan otak manusia akan masih tersisa, sehingga mereka dapat berbicara dan diperintah. selain itu tubuhnya akan jauh lebih besar dari biasanya"


"Bukankah itu terdengar menakutkan?" seorang lelaki menyeletuk.


"Tutup mulutmu! Apa kau ingin menjadi salah satu objek keberhasilan dari project ini?"


"Tidak Bu, saya minta maaf"


"Dengan kata lain, Cadavier tidak memerlukan inang sebagai pemimpinnya. Sedangkan Fantasma memerlukan inang. dan saat ini Tim Divisi II terus berupaya agar itu bisa berhasil"


"Baiklah, dengan ini semua informasi sudah jelas atau masih ada yang ditanyakan?"


"Tidak ada? Kalau begitu mari kita mulai fotosintesisnya" Jelas Victorie C.B


Mereka pun mulai melakukan fotosintesisnya. Sementara Karina tercengang melihat kebiadaban manusia-manusia ini.


"Orang-orang ini...merekalah monster yang sebenarnya!" ucap Karina yang memandang dendam.


Tanpa ia sadari Karina memancarkan energi negatif dari dalam dirinya. Akibatnya Objek Visualisasi dari Residual Energi yang terbentur mengalami Distorsi ruang dan mulai runtuh perlahan-lahan.


Karina menyadari itu dan melihat sekelilingnya berubah menjadi tempat yang kotor dan hancur berantakan. Kemudian ia melihat dua tabung itu sudah terpecah, dengan kata lain uji coba mereka mungkin telah berhasil Pikirnya.


*KHIIIIAAAAKKKSSSSS


*CPLASH *CPLASH *CPLASH


"Aduh, Kacau!!


Karina mendengar teriakan itu dan suara merangkak yang terdengar cukup ramai melaju cepat diatas genangan air.


Karena tubuh Karina sudah terpancar aura negatif, tidak mungkin dirinya bisa bersembunyi lagi. Dia lalu mencoba fokus dan mengisi energi birunya kedalam pistol digenggamannya.


*JDAAAAARRR


Enam ekor sosok fantasma mendobrak pintu ruangan fotosintesis, tanpa banyak reaksi. Karina menembaki mereka yang masuk lebih dulu didepan.


*DOORS *DOORS

__ADS_1


Sosok Fantasma itu teriak kesakitan dan terbakar menjadi abu. Tiba-tiba salah satu Fantasma dengan ganas melompat ingin menyambar karina terang-terangan dari depan.


Namun secara reflek Karina lompat ke kiri menggunakan Sleeping Ghost miliknya lalu tembus keluar melewati dinding.


Karina berhasil keluar dari ruangan fotosintesis, akan tetapi bau dari aura negatif yang telah dipancarkan Karina menjadi sebuah jejak yang bisa mereka ikuti.


Sosok Fantasma yang berada diruangan Fotosintesis tersisa empat ekor, mereka kemudian dengan cepat berlari keluar dan mengejar Karina. Salah satu dari Fantasma terdiam ditengah koridor lalu berteriak memanggil kawan-kawannya.


*KHIIAAAAKSSSSK


"Ahh, sial!"


Pikiran Karina semakin tidak tenang mendengar teriakan itu, tubuhnya terus memancarkan aura negatif. Dia kemudian memutuskan berlari ke ruang laboratorium ke tiga dimana banyak mayat-mayat yang sudah membusuk menumpuk. Sebelum masuk ia menutup hidung dan mulutnya sekuat mungkin.


Suara langkah kaki yang gemericik menghantam genangan air terdengar semakin banyak


dan semakin dekat.


Para fantasma itu tidak bisa mendobrak pintu yang terbuat dari besi, mereka terus mencakarinya. Mengetahui itu, ini saatnya bagi Karina untuk menenangkan kembali pikirannya.


Satu, dua, tiga menit ia coba memfokuskan pikiran akhirnya tenang kembali. Sosok Fantasma yang diluarpun kebingungan tiba-tiba kehilangan jejak aura negatifnya.


Disaat inilah Karina kemudian bangkit berdiri lalu keluar dari pintu koridor penghubung. Dengan pikiran yang tenang ia berjalan kembali melewati koridor depan untuk memergoki mereka.


Terlihat disana ada belasan ekor sosok Fantasma baik dilantai maupun yang merayap di dinding koridor penghubung.


Dengan tenang Karina berdiri ditengah koridor utama. Mereka sama sekali tidak bisa merasakan kehadirannya.


"Siapapun kalian, aku minta maaf, aku berjanji akan mengakhiri semua mimpi buruk ini"


*DOORS *DOORS *DOORS


*KHIIIAAA-


itu adalah teriakan terakhir yang terdengar dikoridor itu.


...


Karina bersandar di dinding melepas lelahnya. Dia merasakan energinya masih cukup tersisa agar bisa sampai menuju lobby exit.


"Hahh..hahh..sedikit lagi"


...


Karina kembali lagi melangkah melanjutkan perjalanannya masih diruangan Koridor yang gelap diterangi bersama cahaya senter dari energi biru miliknya.


Ditengah perjalanan tidak jauh dari ruangan fotosintesis, Karina menemukan jalan bercabang lurus dan ke kiri.


"Terus kalau ke kiri, kenapa ga ada tanda jalannya?"


Karina terlihat ragu melangkah, karena hanya ada tulisan seratus meter pada tanda jalan. tetapi dalam hatinya berkata, ia harus mengeksplorasi semua ruangan agar benar-benar aman. Jika tidak seluruh teman-temannya akan dalam bahaya besar.


......................


..................


............


*CPLASH *CPLASH


Dari kejauhan Karina melihat kumpulan mata bewarna merah sedang merayap di dinding. Lalu ia menembakinya satu persatu. Fantasma yang lain terlihat panik, tetapi mereka tidak tahu apa yang sudah terjadi pada teman-temannya.


"Bagaimana bisa mereka sebanyak ini, apa ini semacam virus yang menular?"


Setelah 20 menit Karina berjalan dikoridor sepanjang 100 meter itu, akhirnya ia sampai pada sebuah ruangan besar yang tak ada namanya.


Tiba-tiba Inner Shiver Karina memberikan reaksi. Alhasil Karina merasakan merinding yang seakan ingin mencekik lehernya. Karina tidak merasakan takut, ia malah maju mendekati pintu depan.


"Masuk ga ya?"


Disaat Karina berniat memegang handle pintu, Residual Energi dan Energi milik Karina berbenturan kembali. Namun kali ini bukan sebuah visual hologram yang diperlihatkan, tetapi kilas balik masa lalu yang telah terjadi ditempat itu.


Karina diperlihatkan semua kekejian yang telah terjadi, ia seketika langsung tertunduk lesu dan mencoba menahan emosi dan tangisnya.


Tiba-tiba Stuttering Whisper milik Karina mendengar sesuatu dari dalam.


"Tolong kami... Panassss... Sakitttt... Perihhhh...."


"Akuu.. Ingin.... Melihat... Keluargaku.."


"Anakku... Aku.. Rindu..."


Dada Karina semakin sesak mendengar penderitaan orang yang telah ia saksikan kejadiannya dimasa lalu. Tak kuat menahan semua itu, tanpa sadar Karina banjir air mata.


"Maaf,... Maafin aku,... Aku tidak bisa menolong kalian" ucapnya tersedu-sedu.


Tak lama suara itu hilang, Karina pun tiba-tiba merasa ada kejanggalan dengan situasi itu. Merasakan firasat buruk akan datang. Dia mencoba untuk lekas pergi dari sana, ternyata rencana makluk itu berhasil mendapatkan energi dari Karina.


"Kau mau kemana... Kenapa.. Tidak.. Kau buka pintu mereka... Kepanasan... Khakhakha"


Dari dalam ruangan itu keluar sosok tinggi kurus bewarna hitam gosong, dengan tumpukan mayat yang terbakar menggumpal dipunggung belakangnya. Dia terlihat berjalan bungkuk dengan mulut yang mengeluarkan asap.

__ADS_1


Melihat itu Karina Kaget dan langsung mengambil pistolnya, ia tanpa basa basi langsung melepaskan tembakan berenergi biru miliknya.


*DOORS!!


Kena tepat ditangan kanan lalu api biru itu membakarnya. Sosok itu berteriak kesakitan, dia keheranan kenapa ia masih bisa merasakan terbakar api setelah lama dibakar.


"Apa dia ini bagian dari sosok Fantasma itu, wujudnya terlihat berbeda dan dia bisa berbicara"


Monster itu ingin melakukan sesuatu dari mulutnya, tetapi Karina tidak ingin membiarkan itu terjadi. ia pun menembakinya dua kali.


*DOORS *DOORS tembakan Karina mengenai gumpalan mayat dipunggungnya.


*GUUUAAHH teriaknya kesakitan.


Sebagian tubuhnya sudah terbakar oleh api biru milik Karina, dalam keadaan terbakar monster itu tetap ingin menyerang Karina.


Tiba-tiba punggungnya menyala seperti bara api, lalu ia membungkuk dan menyemburkan api dari mulutnya dengan jarak yang cukup panjang.


*BWRUUUUSHHHHH


"Akhh...,"


Karina merasakan hawa panas dari api besar itu, akibatnya dia tidak bisa melihat sosok monster yang ada dibelakangnya. Keadaan koridor satu jalur membuat Karina harus kembali mundur. Akan tetapi sosok itu terus menyemburkan api dan terus mengejarnya.


Karina berlari dikoridor panjang 100 meter, ia melihat ke arah belakang sosok itu jauh tertinggal karena lambat.


"hahh, hahh,hah...aku ga bisa melawannya disini, harus cari tempat terbuka"


Karina sampai dipersimpangan awal koridor, ia memutuskan untuk berlari ke arah kiri dan bersembunyi dibalik dinding. Dia mengintip dan menunggu kedatangan monster itu.


"Ka~ri~na.....tolongin kita dong, kita kepanasan disini~"


Suaranya terdengar menggema dari jauh yang perlahan-lahan datang mendekati. Karina heran kenapa suaranya semakin jelas. Setelah ia coba menyenteri, ternyata sosok itu bisa terbang diudara.


Kaget bukan main, Karina langsung berlari menuju ke arah laboratorium dengan sosok itu mengejar dibelakangnya. Cahaya terang mulai terlihat diruangan Koridor dari belakang Karina, yang artinya sosok itu ingin menyemburkan apinya kembali.


*BWRUUUUUHSSSSS


Monster itu menyemburkan api sambil terbang diudara mengejar Karina yang berlari. Tak lama, Karina melihat Fire Extingguisher yang berada dipojok ruangan.


Dia mengarahkan tangan kanannya dan menarik benda itu dari jarak jauh menggunakan energi biru miliknya. Dia dengan cepat berbalik arah dan melemparkannya pada monster yang sedang asik menyemburkan api.


*DUAAAARRR!!!!


Ledakan cukup dahsyat terjadi membuat jendela kaca laboratorium pecah dan monster itu terpental jatuh kebawah. Karina melihat bagian monster itu terlihat luka parah, ia pun memutuskan untuk mengakhirinya.


Monster itu terlihat mencoba bangkit, akan tetapi Karina sudah berdiri disana dalam posisi membidiknya.


"Karina...tolong...kami..."


"Semua demi hari esok yang lebih baik"


*DOORS *DOORS *DOORS


Karina tidak menyadari serangannya jauh lebih sakit dari sebelumnya. Monster itu langsung tergeletak dan mulai terurai menjadi abu bewarna hitam. Dibalik uraian itu dia melihat ada banyak partikel cahaya biru yang terbang keatas.


Karina pun menyadari mungkin itu adalah jiwa-jiwa yang akhirnya telah bebas dari belenggu kebencian yang sudah lama mengikatnya.


......................


..................


.............


Akhirnya Karina sampai di lobby exit. Semua terlihat terang karena adanya sinar cahaya dari atas atab lobby diruangan bawah tanah yang sudah lama jebol dan rusak. terlihat rumput-rumput dan akar panjang yang berlumut tumbuh ke dalam. Dari sinilah sumber air yang menggenangi seluruh fasilitas ruangan bawah tanah itu berasal.


Kemudian Karina menyenteri bagian sekitar yang gelap, keadaannya sangat menjijikan, banyak tumpukan daging hitam berlendir yang tebal menyebar ke seluruh ruangan lobby. disetiap dinding terlihat beberapa bentuk seperti kantung.


Karina menyenteri setiap kantung dan memperhatikan dalamnya begitu detail. Dia kaget, ternyata didalam sana ada Sosok Fantasma yang masih bayi dan sedang memakan sesuatu seperti bagian tubuh manusia. Dia menyenteri Kantung berikutnya yang ternyata didalamnya ada Kepala Anwar yang sedang digrogoti.


*KYAAAAAAAAA


Karina terlonjak kaget dan mundur kebelakang seakan tak percaya apa yang sedang dilihatnya.


"Ituuh..... Anwar... Kenapa.?? Apa yang sudah terjadi...??!!"


Tiba-tiba dari belakang ada yang menyahut pertanyaan didalam hati Karina.


"Maafkan aku, Karina... Padahal kau sedang berjuang disini sendirian... Tapi aku"


Mendengar itu, Karinapun sontak berpaling kebelakang.


"Kamu.. ANWAR kah???... Huhh??.. Kenapaa!!?"


"Semua karena kebodohanku, aku memang pantas menerimanya..."


"Tapi, apa yang sudah terjadi... Padahal aku sudah membuatkan..."


"Karina,... sampaikan rasa maafku pada mereka semua, aku benar-benar minta maaf..."


Itu adalah ucapan terakhir Anwar, yang kemudian ia terurai menjadi partikel berwarna biru dan hilang dari pandangan Karina.

__ADS_1


Bersambung...


__ADS_2