
Victoria mendengar suara Vistor yang terus memanggil namanya. Cahaya yang menyilaukan terbentang ketika ia mencoba membuka matanya. Ia lalu menoleh ke arah kiri tempat suara itu berasal.
Disana ada Vistor dengan memakai jas bewarna hitam dengan kemeja putih dan dasi hitamnya. Ia sedang terbaring dengan topi kesayangan miliknya yang menutupi wajahnya.
"Vistor! Dimana ini, apa aku sudah mati?" Victoria yang kaget bangkit dari posisi tidurnya.
"Kenapa kau ada disini?" tanya kembali Vistor.
"Aku juga tidak tahu..." jawab Victoria yang duduk di sebelahnya.
"Besok, kau tidak usah lagi kesana. Kemasi barang-barang mu dan pulang lah ke Jerman"
"Kenapa?"
"Kau sudah cukup berjuang, pulanglah. Biar aku yang akan menjaga tempat ini"
Tin-Tin! Suara klakson mobil.
Mendengar suara klakson mobil itu Victoria langsung berdiri dan melihat di atas sana sudah ada dua pengawalnya yang sudah menunggu.
"Kalau menurutku, kau jangan lagi menaiki mobil itu"― Victoria langsung menoleh ke arah Vistor yang sudah tidak ada disana.
"Vistor!!!!" Victoria tersentak bangun.
Ia melihat kamarnya sangat berantakan dan acak-acakan. Jam dinding menunjukan pukul 02:30 pagi. Victoria kemudian bangkit berdiri dan melangkah melihat keluar melalui jendela kamarnya yang berada di lantai tiga.
Victoria merasa aneh, karena seharusnya ada beberapa orang yang menjaga di sana. Karena suasananya berbeda, Victoria berjalan mengendap-endap untuk keluar dari kamarnya.
Ia berhenti sejenak di dekat pintu keluar, mencoba mendengarkan situasi yang ada di luar. Ada banyak sekali suara hembusan nafas orang, ia pun semakin curiga dan memutuskan untuk keluar dari jendela kamarnya dengan mengikat horden-horden itu lalu menggunakannnya untuk turun ke bawah.
Sesampainya di bawah, Victoria mengendap ke sebelah kanan. Ia mencoba mengintip tidak ada siapa-siapa disana. Kemudian lanjut berjalan mengendap ke arah kiri, dimana di dekat taman ada perpustakaan miliknya.
"(Lampu perpustakaannya menyala)" batin Victoria.
Dia mengendap kesana dan berhenti di bawah jendela. Terlihat orang-orang yang memakai jas hitam sedang sibuk mencari-cari sesuatu.
"(Bukan kah mereka?")
Victoria kembali lanjut berjalan mengendap untuk melihat situasi di depan Villa. Dia melihat di luar pagar terdapat tiga mobil dan beberapa orang yang berjaga. Tak lama kemudian orang-orang itu keluar dari perpustakaan, dan Victoria mengenali siapa dua orang yang bersama mereka.
- Pagi pukul 07:30
Di dalam kamar, Victoria sudah mengemasi berbagai macam barang-barang penting dan menyimpannya ke dalam koper Steel cast. Ia keluar pintu kamar, dan kemudian menuruni tangga.
Ada dua orang Maid yang terlihat sedang bersih-bersih. Mereka menyapa Victoria.
"Panggil semua pekerja untuk berkumpul, sekarang juga"― tanpa menanyakan apa dan kenapa, dua orang Maid itu langsung melaksanakan perintahnya.
...
Semua para pegawainya yang berjumlah 30 orang sudah berkumpul, termasuk asistennya Berta dan dua pengawal pribadinya.
"Dengarkan aku baik-baik, kalian semua mulai hari ini akan ku bebas tugaskan. Pulanglah ke Jerman dan mulai lah hidup baru bersama keluarga kalian. Di mulai dari kanan maju satu persatu dan ambil pesangon kalian"― mereka pun maju bergantian.
"Langsung kemasi barang-barang kalian sekarang juga!"
"Yes, Mam!" Mereka menjawab.
Berta memasang wajah kebingungan, karena Majikannya sama sekali tidak memberi penjelasan apa yang telah terjadi.
Akhirnya giliran Berta untuk maju ke depan dan menyisakan dua pengawal pribadinya di barisan belakang.
Victoria mengambil sebuah tas koper hitam yang lumayan cukup besar. Dimana di pinggir tas tersebut terdapat sebuah kode tulisan, yang hanya Berta bisa memahaminya.
"Mam, bukankah ini terlalu banyak" Mata Berta mulai berkaca-kaca lalu Victoria memberikannya sebuah pelukan.
"Aku percayakan semuanya pada mu Berta, aku harus tetap disini karena masih ada yang harus aku lakukan" Bisik Victoria saat memeluknya.
Berta melepaskan pelukan hangat itu mungkin untuk yang terakhir kalinya. Ia pun beranjak pergi meninggalkan Majikannya.
"Kalian berdua silahkan duduk dulu, ada yang ingin aku tanyakan" ucap Victoria.
__ADS_1
Dari luar, Villa itu terlihat sangat megah, delapan pilar besar menyangga bagian depannya, di hiasi pekarangan bunga-bunga dengan patung air mancur yang berada di tengah jalan yang melingkar.
Di bagian samping kirinya terdapat perpustakaan buku dan sebuah taman bermain dengan rumput halus yang bewarna hijau. Sedangkan di bagian belakang rumahnya terdapat kolam berenang yang luas dan pekarangan yang bersih.
Rumah itu akan menjadi sebuah kenangan untuk mereka yang sebentar lagi akan segera pergi. Para pegawai Victoria terlihat satu persatu mulai manaiki bus jemputan.
Di luar pagar, Berta terdiam sejenak memandangi Villa itu untuk yang terakhir kalinya. Pada saat ia sudah duduk di dalam Bus jemputan, Berta mendengar beberapa suara tembakan yang terdengar dari dalam Villa. Sang supir Bus kemudian mulai menjalankan kemudinya dan pergi meninggalkan kediaman itu untuk selamanya.
***
Victoria keluar dari Villanya dan membawa satu buah koper kecil. Jasnya yang bewarna putih terlihat ada beberapa titik bercak darah. Ia kemudian masuk ke dalam mobil, lalu membakar satu batang rokok cerutunya.
Mobil yang ia kemudikan mulai berjalan memutar lalu melaju menabrak gerbang pintu keluar.
TRANK!! Suara besi-besi pagar yang jatuh berbenturan.
...
Victoria sudah sampai di gedung Tray Cell, ia melihat mobil-mobil dari orang itu belum terpakir yang artinya mereka masih belum datang. Di sana Victoria menghampiri pegawai resepsionis dan menyampaikan pesan untuk segera menghentikan segala aktifitas dalam bentuk apapun dan memerintahkan mereka untuk segera pergi meninggalkan negara ini.
"Tapi, Buk?"
"Lakukan, ini darurat!!" bentak Victoria.
NGUUUUUNG!!!! Itu adalah suara alarm darurat yang terdengar dari gedung Laboratorium A.
"Sialan!!" Lagi-lagi Victoria ketinggalan satu langkah dari mereka.
"Cepat kalian semua pergi dari tempat ini!!" teriak Victoria pada pegawainya.
Para pegawainya ramai-ramai langsung berlarian dengan perasaan panik menuju keluar gedung dan berlari ke parkiran mobil. Victoria memasuki lift untuk menuju ruang kendali. Karena disana tempat yang bisa memonitoring sekaligus pusat komando untuk semua tempat.
Di dalam ruang kendali pegawai Victoria panik karena melihat kekacauan yang terjadi yang tergambarkan dalam sebuah monitor pengawas.
"Kalian semua cepat pergi tinggalkan tempat ini, sampaikan juga kepada yang lainnya" ucap Victoria dengan nada tingginya.
"Ye-Yes, Mam!" Mereka berlari keluar seperti orang yang ketakutan.
Belum lagi selesai dengan satu bencana itu, suara alarm kembali terdengar di gedung yang di dekat ruang bawah tanah. Para militer yang di tugaskan di sana langsung berlarian masuk ke dalam gedung untuk memeriksa keadaan.
"Lapor untuk ruang komando! Lapor untuk ruang komando!! Fantasma itu..mereka memakan manusia seperti hewan buas...dan kalian pasti tidak percaya mendengar ini...Mereka..mereka terus membelah diriiii..Eaaaarghhh. Bzzztt"
"Membelah diri??" Victoria tercengang mendengar pernyataan itu.
"Pasukan militer, cepat kalian menuju Laboratorium A!!! Selamatkan semua pegawai!!"
"Yes Mam!!"
Melalui layar monitor, Victoria melihat para pasukan militer berdatangan ke Laboratorium A yang hanya berjarak 75 meter dari dari laboratorium B. Para pegawai terlihat berlari keluar namun sempat di serang sosok Fantasma itu.
"FIRE!!!" ― DRRRRRRRRTS!!!
Badan Fantasma itu terlihat tidak apa-apa, malahan serat-serat hitam yang melapisi tubuh mereka mengeluarkan peluru-peluru itu kembali.
"Tidak berguna, peluru kita sama sekali tidak mempan!!"
"Hoi, cepat kalian semua keluar!!
"FIRE IN THE HOLE!!! Seorang tentara melemparkan sebuah granat.
DUARRRR!!! Ledakannya menghancurkan sekitarnya.
Tubuh Fantasma terlihat berserakan di atas permukaan tanah. Mereka semua melaporkan keberhasilannya kepada pusat komando, akan tetapi mereka langsung terdiam saat itu juga, ketika potongan-potongan tubuh Fantasma tersebut berusaha menyatu kembali.
"Semuanya cepat pergi dari sana!!" Teriak Victoria dari ruang komando.
"Mam, kami tidak bisa menghadapi makhluk raksasa yang satu ini!! Cadavier.. Cadavier itu bertumbuh dengan cepat setelah memakan...memakan para manusia!!!
"Kau cepat segera evakuasi pegawai yang ada, dan lari menuju jalur exit yang ada di Gudang 1!!!
"Kami sudah berhasil, namun masih ada beberapa orang yang terjebak di dalam ruangan. Sudah tidak mungkin untuk turun kembali....!!
__ADS_1
"Oii bantu aku menahan lemari ini!!! Bzzzttt!!
"Bangsat!!!" Victoria memukul meja.
"Anjing-anjing itu bahkan mengorbankan para pegawainya sendiri!!!"
"AAaaaa..apa ituuu!!! Mamm!!!! ada...adaaaa....Bzztttt!!!
Victoria kembali melihat ke monitor, disana ia melihat sesosok manusia tanpa kepala dengan kedua tangan dan kakinya yang terikat rantai sambil memegangi kepalanya sendiri.
"Whatt the....!" Victoria kehabisan kata-kata.
"FIREEE!!!" Beberapa orang tentara mencoba menembakinya.
"Sial!!! semua peluru kita terpental!!!"
"WOII!! Lihat, cuacanya tiba-tiba mulai mendung― Selagi tentara itu bicara, sebuah rantai panjang melesat cepat menembus jantung tentara itu dan menariknya keluar.
"BZZZTTTTTT!!!
Victoria hanya bisa tertunduk atas semua kekacauan yang terjadi. Di setiap monitor yang ada, menampilkan gambar beberapa pegawainya yang terbantai, dan para tentara yang terus berjuang demi menyelamatkan orang dan juga untuk melindungi dirinya sendiri.
"Semuanya...Tinggalkan tempat ini...." Victoria memberikan perintah untuk yang terakhir kalinya. Ia hanya bisa berharap semoga para pegawainya bisa selamat.
"Niiiiiiiiraaaah" Suaranya melirih panjang.
Victoria yang tertunduk putus asa atas kesedihannya langsung menyadari siapa sosok itu, dan berkat itu dirinya yang dalam kemelut akhirnya teringat akan sesuatu. Victoria langsung berlari meninggalkan ruang kendali dan segera menuju lift yang ada didepannya.
PiP! PiP! PiP!! Suara tombol lift yang di tekan dengan cepat.
Perasaannya sangat terburu-buru. Begitu pintu lift terbuka ia langsung berlari dikoridor yang cukup luas yang di hadapannya terbentang pintu besi mekanis yang masih tertutup rapat.
"Syukurlah, tidak mungkin mereka bisa masuk kesini karena hanya aku yang memiliki Security Cardnya"
Pintu besi mekanis terbuka pelan.
"Cepat-cepat-cepatttt!" Perasaan Victoria melampaui keadaan yang terjadi.
Belum sampai terbuka habis, Victoria langsung masuk melewatinya dan berlari di koridor yang berbentuk ruas lingkaran. Taman itu masih terlihat indah dibawah sana. Ia kemudian mengambil ke kanan dan kembali lagi memasuki lift untuk turun ke lantai yang paling dasar.
"Miira, ternyata Energi negatif itu benar-benar..."
Ting! Pintu Lift terbuka.
Victoria langsung berlari dalam koridor dan membuka kembali satu pintu dengan sistem security yang terkunci di depannya.
Security Card telah di gesekkan, ia pun memasukkan 4 digit nomor didalamnya. 1994.
Pip! Lampu merah berubah menjadi hijau sekaligus menjadi tanda bahwa pintu itu telah terbuka dengan pola bergeser.
Di dalam ruangan itu tidak ada sama sekali pegawai, hanya Niira yang berada di dalam tabung sedang terbaring seorang diri. Victoria langsung menghampirinya dengan perasaan cemas. Ia pun kemudian memperhatikan keadaan tabung itu yang ternyata dalam keadaan baik-baik saja.
Victoria kemudian membuka tabung dengan menekan tombol sistemnya. Dia langsung meraih tangan Niira dan menangis menyesali perbuatannya disana. Dirinya terus meminta maaf dan merasa sangat menyesal dengan segala perbuatannya.
Niira tersadar karena merasakan ada kehangatan di telapak tangannya. Ia pun ikut menangis mendengar perkataan Victoria karena dapat mengerti arti bahasa tersebut.
Hati dan pikiran Niira ingin mengucapkan kata ingin memaafkan melalui mulutnya, namun tubuhnya terlalu lemah bahkan hanya untuk sekedar menggerakan bibirnya.
Victoria kemudian berdiri, ia memutuskan untuk membawa Niira bersamanya untuk ikut pulang ke Jerman. Di tengah-tengah ia sedang sibuk mencabut berbagai macam selang dan kabel-kabel, insting dan perasaannya yang melemah tidak menyadari ada seseorang di belakangnya.
Niira melihat orang itu sedang menodongkan sebuah pistol ke arah kepala Victoria dari belakangnya. Niira tidak bisa berbuat apa-apa, dirinya hanya bisa menangis dan meminta maaf di dalam hatinya.
Di saat Victoria berdiri, barulah ia tersadar ada kehadiran seseorang di sampingnya, namun semua itu sudah terlambat.
DOOR!!!! X3
...
.........Karina terbangun dari tidur panjangnya.
Bersambung...
__ADS_1