
Dalam perjalanannya Karina menyadari sesuatu dari sosok merah tanpa kepala tersebut, bahwa dialah yang sudah membuat wilayah didalam dunia ini menjadi malam karena aura kegelapan yang sangat besar yang dimilikinya.
Pandangan Karina kedepan dan ia melihat Gedung Lab A dan B dari kejauhan. Ia berhenti sejenak memperhatikan sekitarnya untuk mendeteksi apakah ada aura negatif berada disekitarnya.
"Aku tidak tahu berapa jarak gelombang Radius Aktif yang dipancarkan oleh kekuatan aura negatif miliknya"
Tidak ada respon dari kemampuan Inner Shiver milik Karina, oleh sebab itu dia memutuskan melanjutkan langkahnya ke Gedung Lab B. Karena masih ada yang harus dia lakukan disana.
Karina tiba dan berdiri diatas udara menghadap Gedung Lab B, ia menggunakan kemampuan mendetiksi Inner Shiver untuk memastikan keadaan.
"Tidak ada? baguslah!"
Ia kemudian turun mendarat melewati kaca depan yang pecah, lalu melayang pelan diatas lantai yang dipenuhi serpihan kaca dan buku yang berantakan. Dia benar-benar kelihatan seperti hantu yang sebenarnya.
Dihadapannya ada bekas Patung yang telah hancur berantakan, tangannya meminta ke depan maka muncul lah cahaya biru yang berbentuk Liontin dengan huruf V yang kemudian terbentuk menjadi benda padat yang nyata.
"Pasti ada sesuatu yang bisa dilakukan dengan benda ini"
Karina mengenggam Liontin itu dengan sangat kuat lalu ia memejamkan matanya. Dalam pandangannya yang gelap, kilas balik masa lalu terputar dalam otaknya. Dan ketika sampai pada suatu titik, Karina dengan sengaja membenturkan energinya.
Di matanya yang bewarna biru terbentuklah sebuah Fragment yang memvisualisasikan gambaran masa lalu satu persatu yang ada di ruang itu. Karina sudah tidak terlihat terkejut atau merasa keheranan lagi.
Fragment pertama yang terbentuk ialah seorang anak remaja perempuan yang sedang menaiki tangga dengan gaya pakaian eropanya. Wajahnya putih bersih, bibirnya merah lembut, pupil matanya bewarna hijau seperti tunas daun muda yang sedang tumbuh. Dia adalah Victoria saat masih remaja.
Disana terlihat ia medatangi seorang laki-laki yang sedang memandangi sebuah patung. Dia adalah Vistor kakak kandung Victoria.
Mendapati bahwa Victoria sedang mendekati dirinya, ia dengan cepat menyembunyikan sebuah buku catatan kedalam pakaian jasanya yang bewarna hitam.
"Apa yang kau lakukan disini, Vistor?"
"Eng? tidak..aku hanya sedang memandangi patung Ibu. Dia terlihat sangat Ksatria bersama dengan pedang itu" ucapnya dengan gelagat cemas.
Mata Victoria yang bewarna hijau mengetahui jika Vistor sedang menyembunyikan sesuatu.
"Owh, aku dengar kau pergi ke desa itu lagi. Jangan bilang kau jatuh cinta dengan gadis lokal disini?"
__ADS_1
"Ah tidak, aku kesana hanya mencari inspirasi untuk kelanjutan novelku. Disana pemandangannya sangat indah dan bersih, banyak persawahan, aroma dan suasana pedesaan dapat menjernihkan pikiranku" ucapnya dengan wajah yang berseri.
"Itu adalah wajah orang yang sedang jatuh cinta, dasar bodoh!" ucap Victoria dalam hati.
"Baguslah, aku jadi penasaran dan ingin lekas membacanya. bisa aku lihat novelmu itu?" ucap Victoria sambil mengadakan tangan dan menatapnya dengan wajah serius
"Aa..ah, belum selesai. Kau tidak boleh membacanya sebelum aku menyelesaikannya" jawabnya dengan senyuman kekhawatiran.
"Owh begitu,"
BAM!! Sebuah tendangan mendarat cepat diperut Vistor tepat saat dia sedang berkedip. ia pun terpental satu meter kebelakang.
Semua orang yang sedang bekerja sebagai peneliti diruangan itu kehilangan fokus dan memerhatikan mereka berdua.
Aw! Vistor memegangi perutnya dan meringis kesakitan.
"Apa yang kau lakukan tiba-tiba menyerangku!"
Victoria melangkah mendekatinya dengan sepatunya yang berbentuk elegan dan mengkilap. Ia kemudian memijakkan kakinya ke bahu Saudara Laki-lakinya yang bernama Vistor.
"Jangan sampai kau lupa kalau kita ini adalah keluarga bangsawan, kau jangan sampai menjatuhkan derajat ayah!"
"Itulah mengapa ayah menunjukku sebagai direktur utama, karena kau itu bodoh, kikuk, dan dungu!"
"Ini adalah peringatan terakhir, jangan sampai kudengar kau berteman dengan wanita miskin nan jelek itu lagi. jika itu sampai terjadi akan kupenjarakan kau Di ruang bawah tanah, mengerti?!!
"Iya-iya maafkan aku! aku sudah salah..." ucapnya sambil meringis kesakitan.
Victoria melepaskan kakinya, lalu melangkah meninggalkannya pergi dengan wajah yang kelihatan kesal.
"Aha...ha..ha, Padahal Ayah menunjukmu sebagai direktur karena kau sangat sekali mirip dengan Ibu" ucapnya sambil membenahi pakaiannya yang kusut.
Ia kemudian berjalan ke arah belakang patung mengambil buku novel didalam saku jas kirinya kemudian menyimpannya ke dalam laci mekanisme yang terdapat dibagian bawah pondasi patung itu berdiri dengan Liontin yang ia miliki sebagai kuncinya.
Kemudian ia kembali berdiri didepan Patung Ibunya dan berkata didalam hati.
__ADS_1
"Ibu, Victoria galak sekali. Dari dulu sampai sekarang sifatnya yang suka menindas tidak pernah berubah. "Bagaimanapun juga dia adalah adikmu, kau yang harus membimbingnya" pasti ibu akan berkata seperti itu jika masih hidup"
Vistor kemudian menundukkan kepalanya dan memanjatkan Do'a untuk almarhum ibunya yang sudah lama meninggal semenjak umur mereka 8 tahun.
Pemutaran gambar masa lalu tiba-tiba terhenti ketika saat itu juga. Karina bingung lalu coba memperhatikan detil-detilnya. Dan setelah ia perhatikan dengan seksama, tubuh Vistor sedang mengalami sedikit Glitch. Ia pun menyadari jika itu adalah gangguan yang berasal dari gelombang negatif yang berada jauh dan mulai mengetahui keberadaan Karina.
Ia pun bergegas meletakkan Liontin itu kedalam lubang berbentuk huruf V agar bisa membuka laci mekanismenya.
DEG! Sudah diletakkan namun tidak terjadi apa-apa. Sementara lonjakan gangguan gelombang energi negatif tersebut semakin terasa, terlihat dari visualisasi gambar yang mulai terlihat goyah dan Glitch yang semakin banyak bergerak.
"Ayo cepat-cepat, kenapa ini tidak bisa terbuka!?" ucap Karina yang begitu panik didesak oleh waktu dan kondisinya.
!!!!?
Karina akhirnya tersadar jika patung ini sudah berusia ratusan tahun yang lalu sehingga mungkin mekanisme alat untuk membukanya sudah rusak dibagian dalam.
Gelombang negatif yang sangat besar sudah mulai merusak satu persatu dari Visual Fragment masa lalu yang terbentuk. Mereka terpecah dari sisi ke sisi, tubuh virtual Karina juga mendapatkan dampaknya yang mulai mengalami Glitch.
Karina lagi-lagi panik, ia harus segera melakukan sesuatu sebelum sosok itu naik ke atas lantai dua tempat ia berada. Ia harus mengambil buku itu karena mungkin ada informasi penting didalamnya.
DEUB! DEUB!! DEUB!!! Langkah kakinya yang berat sedang menaiki tangga.
Semua Visualisasi hancur berkeping-keping seiring suara langkah kakinya yang sedang menaiki anak tangga. Tubuh Karina semakin mengalami Glitch tidak beraturan. Dengan keadaan yang terdesak, ia terbang ke arah luar jendela dan menarik pondasi patung tersebut bersama dirinya keluar dengan menggunakan energinya.
Ia kemudian pergi meninggalkan Gedung Lab B, dan melihat dari kejauahan yang ternyata dugaannya adalah benar. Itu adalah sosok merah tanpa kepala. Ia berdiri memplototi Karina yang sedang terbang meninggalkannya sendiri, berdiri didepan kaca gedung yang sudah hancur.
...
Karina sudah menjaga jaraknya cukup jauh, dirinya yang sedang diudara melepaskan energinya untuk menjatuhkan sisa pondasi patung tersebut agar hancur dan mengambil isi didalamnya.
CRANK!! Semuanya jatuh berantakan diatas aspal. Ia kemudian turun mendarat dan mengambil buku yang dilihatnya. Ia kemudian mengusap-ngusap sampul buku yang dipenuhi dengan debu. Dan disana diatas cover kulit yang tebal bertuliskan sebuah judul.
"Miira Si Gadis Cantik Dan Lugu"??
Bersambung...
__ADS_1