
Jejak dari energi Burning step terlihat membekas di permukaan jalanan yang beraspal. Karina terus meluncur sendirian sampai dimana ia tidak bisa lagi menggunakan kemampuannya itu. Di karenakan permukaan jalan yang berbatu serta banyaknya dahan dan ranting yang menghalanginya.
Di sekitarnya berdiri pohon-pohon dan daun ilalang yang sudah menjadi bewarna merah. Dari balik payung teduhnya, ia mencoba memperhatikan sekitarnya lalu mengaktifkan kemampuan Inner Shiver miliknya.
"Tidak ada tanda-tanda aura negatif dari mereka"
Dia kemudian mulai melangkahkan kakinya dan berjalan menyusuri jalan setapak menuju ke arah rumah yang memiliki akses ruang bawah tanah untuk sampai ke rumah gudang yang pertama.
Keadaannya begitu sunyi yang terdengar hanya derasnya gerimis hujan dan suara langkah kakinya yang menginjak bebatuan.
Setelah cukup lama ia berjalan seorang diri, akhirnya rumah gudang yang sebagai jalur akses ke ruang bawah tanah terlihat, akan tetapi tampak suatu ke anehan.
"Ternyata bukan jalannya saja yang berbeda, tetapi rumahnya juga ikut berubah bentuk. Hebat sekali" ucap Karina dengan mata biru yang menyala setelah melihatnya.
"Diam saja kau, Kali ini aku benar-benar ingin mengamuk. Melampiaskan semua emosiku setelah kalah dari si bagong raksasa keparat itu"
"Hehh, yang benar saja!"
Inner Shiver milik Karina memberikan reaksi.
"Ada 17 orang, dan semuanya tanpa kepala. Keluar kalian!!"
Satu persatu dari mereka keluar dengan gaya dan aksinya yang berbeda-beda, mereka berteriak seperti kawanan Hyna yang menemukan mangsanya.
"Satu, dua, tiga,.. 7..12..14..15..16..mana satu lagi-
Di saat itu juga sosok yang ke 17 keluar mendadak dari dalam tanah dengan tangannya yang berbentuk tombak hitam ingin menusuk leher Karina.
Namun kemampuan Burning Step menariknya mundur kebelakang dengan begitu cepat seolah berpindah tempat (teleportasi).
"Tch meleset! Haha" kata sosok 17 yang kemudian lompat berbalik menjauh kebelakang.
Mereka semua akhirnya berkumpul, dengan berpakaian serba hitam sama dengan yang lainnya.
"Hahahaha, asyikk ada cewek cantik lagi"
"Jangan lupa, dia yang sudah membunuh 6 orang teman kita yang ada disana"
"Yah, berkat itu kita bisa mengetahui semua kemampuannya"
"Aku jadi tidak sabar ingin memainkan tubuhnya yang mulus itu"
Karina yang tertunduk dari balik payungnya, terdengar suara dirinya yang sedang tertawa cengengesan. Sontak membuat 17 sosok tanpa kepala itu dibuat kebingungan dengan gelagat yang diberikan Karina dihadapan mereka.
__ADS_1
"Kurang ajar apa kau tidak takut dengan sos-
"Hmmfffff, fuahahahahahaha" Karina akhirnya tertawa lepas.
Karina menertawai kawanan Hyna yang sedang menertawakannya. Semua sosok tanpa kepala yang ada disitu merasa kesal dan marah.
"Apa yang lucu anak ma-
"Kalian bicara dari mana!?" jawab Karina dengan nada yang dingin dan mata birunya yang menatap tajam dari balik payungnya.
"Grrhh!! Habisi dia!! teriak dari sosok no.17
Semuanya berlari menyerang Karina secara serentak, tangan mereka berubah wujud menjadi sebuah golok bewarna hitam, dan secara bergantian mereka mengayunkan goloknya ke arah Karina berdiri.
Dengan menggunakan kemampuan Burning Step miliknya, Karina menghindarinya seolah menari-nari ditengah hujan darah.
SLASHH!! Payung yang dipegang Karina sobek terkena salah satu tebasan dari mereka.
Dia kemudian membuangnya sambil meluncur mundur kebelakang, lalu berputar menghindari beberapa serangan.
Tangan kanan Karina meminta, maka muncullah partikel biru membentuk senjata Shotgun di telapak tangannya. Ia lalu reflek menunduk untuk menghindari serangan dadakan dari belakang yang kemudian memutar pinggulnya menghadap kebelakang lalu menembak sosok dari Manifestasi Fantasma tersebut.
BDAARS!!
Satu terlempar ke udara dan langsung terbakar oleh Api Biru miliknya.
Dalam waktu yang sangat singkat, Karina mengumpulkan energi di telapak kakinya. Dia lalu meluncur ke atas dalam posisi terbaring, sehingga tebasan enam golok itu dapat dia hindari.
Dan di saat itu juga Karina langsung membalas serangan mereka dengan menembakinya.
BDAARS!!-BDAARSS!!!
Tubuh dari empat sosok Manifestasi Fantasma tersebut hancur berserakan dan terbakar habis menjadi abu.
Karina kemudian memukulkan lengan kanannya ke permukaan tanah sebagai tumpuan untuk ia bangkit berdiri dengan cepat.
Penampilan Karina terlihat mengerikan, seragam Oka miliknya yang berwarna biru kini hampir semuanya menjadi bewarna merah akibat pertarungan dibawah derasnya gerimis hujan darah.
12 sosok yang tersisa masih berusaha ingin membunuh Karina. Dalam jarak 10 meter, mereka semua berdiri sejajar dihadapan Karina.
Mereka mengayunkan masing-masing senjata yang di pegangnya.
"(Aneh sekali, kenapa para Fantasma itu bisa berubah wujud dengan terlihat menjadi seperti sosok manusia? mereka juga tahu cara bertarung)"
__ADS_1
"(Pemimpin? makin banyak saja tugas yang harus kita lakukan)"
"(Benar juga, kalau di lihat-lihat mereka semua adalah orang yang sudah di eksekusi oleh Victoria pada masa itu.)"
"(Jadi para Fantasma itu memakan Residual Energi yang tertinggal dan menirukan wujud dari orang-orang yang sudah mati)"
...
Tiba-tiba 12 sosok itu mengalami kejang-kejang dan terlihat ada partikel merah yang merasuk ke dalam tubuh mereka masing-masing.
"(Apa yang terjadi?")
Mereka semua membungkuk terdiam, dan tak lama kobaran api merah menyala di bawah telapak kaki mereka masing-masing.
"(Itu kan...)"
Tak lama satu persatu dari mereka kembali sadar. Kini setiap senjata golok yang mereka pegang terlihat menyala seperti lava pijar yang mengalir.
"(Hati-hati, Gamma!)"
"Mereka membuatku kesal" ucap Gamma-Karina.
Energi Biru di telapak kaki Gamma-Karina terlihat semakin terang dan bergetar. Para sosok Fantasma itu kemudian meluncur cepat layaknya seperti yang di lakukan oleh Karina.
Dengan gerakan saling menyilang, mereka bermaksud memberikan tebasan kejutan dari belakang Karina. Akan tetapi, Gamma-Karina malah ikut menari-nari bersama mereka. Ia mampu menghindari satu-persatu tebasan golok api tersebut.
Di bawah derasnya gerimis hujan darah, mereka semua terlihat seperti bermain Ice Skating. Cahaya Api biru dan merah bergesekan diatas permukaan bumi.
Gamma-Karina mencoba memutarkan badan, di dalam waktu hitungan detik kematian (Gerakan Slow-motion). Sebuah serangan golok api sudah mengincar lehernya. Itu adalah serangan telak, Gamma-Karina tidak mungkin bisa menghindarinya.
ZRASHH!!!
Golok api yang menyala itu berbenturan dengan sebuah pelindung energi bewarna biru. Tiga orang di depan Gamma-Karina meluncur cepat sambil menghunuskan golok apinya ke depan bermaksud menusuk perutnya.
Dan di saat itu terjadi, Gamma-Karina meledakkan energi di telapak kakinya, sehingga membuat kedua kakinya terlontar dan membawa tubuhnya melambung ke atas berputar membelakangi satu sosok Fantasma yang ada di belakangnya.
JLEBB!!!
Tiga dari golok api tersebut menusuk satu temannya sendiri. Darah bewarna hitam seketika muncrat keluar dari tubuhnya.
Gamma-Karina yang sudah dalam posisi siap setelah aksinya, langsung memberikan empat tembakan dari senjata Shotgun miliknya.
BDAARS!!!!
__ADS_1
Tubuh dari empat sosok itu hancur berserakan, dan habis terbakar sampai menjadi debu berkat Api Biru miliknya.
Bersambung....