
BDAARS!!
Tanpa sengaja Karina menarik pelatuk senjatanya dan mengenai sosok Fantasma yang ada dibawah. Mereka semua terkejut melihat temannya terpental lalu meronta-ronta kepanasan terbakar oleh api biru yang kemudian terurai menjadi serpihan debu.
Para Fantasma itu tidak terlihat takut, malahan mereka semakin berteriak seperti perkumpulan kera yang merasa terusik karena kehidupannya terganggu. Karina tidak ada pilihan lain, selain menembakinya satu persatu.
BDAARS! BDAARS!!
Dia dengan mudah menembakinya dari atas ketinggian, dan satu persatu dari mereka mulai berkurang. Karina yang sedang fokus menembaki mereka tidak sadar sedang diperhatikan oleh satu sosok Fantasma yang pergerakannya beda dari yang lain. Tunggu! Itu adalah Fantasma yang menjilat darah Pak Daniel waktu dilantai dua. Ia kemudian terlihat mencoba berdiri layaknya manusia, mulutnya yang menjijikan seperti mengucapkan sesuatu namun tidak ada suaranya.
Fantasma yang lain seperti mendengar hal itu lalu menatap tajam ke arah Karina yang sedang melayang diatas udara. Mereka semua berlari serentak memanjat gedung, kuku tajam mereka dengan mudah mencabik-cabik dinding yang terbuat dari beton dan menghancurkannya. Karina dibuat kebingungan melihat tindakan aneh mereka yang pola pergerakannya tiba-tiba berubah, dirinya yang merasa tidak nyaman dengan keadaan itu terus menembaki mereka yang mencoba memanjat ke atas gedung. Satu persatu mereka jatuh terbakar dan menggeliat diatas tanah.
Kegelapan malam menjadikan kesempatan untuk mereka melakukan serangan secara diam-diam, demi tujuan itulah mereka para Fantasma mencoba mengecoh Karina dengan temannya sebagai umpan yang ditembaki. Tanpa sepengetahuan dirinya beberapa diantara mereka sudah diatas gedung.
Dari kejauhan diatas gedung, bola mata mereka yang merah menyala dengan pupil seperti hewan buas sedang bersiap untuk menerkam Karina yang sedang fokus menembaki teman-temannya. Lidah mereka sudah menari-nari bersama air liurnya yang terus jatuh menetes. Kuku tajam mereka siap mencengkram diatas kuda-kudanya. Lalu dengan sedikit ancang-ancang dari kakinya yang panjang, mereka meluncur cepat seperti seekor cheetah yang berlari.
Mendengar suara gemuruh pijakan dari atap gedung yang hancur akibat mereka, Karina sontak menoleh ke arah kanan dan melihat para Fantasma itu lompat mencoba ingin menerkamnya. Karina yang mendapatkan serangan kejutan itu tidak sempat untuk menembakinya, ia secara spontan mengaktifkan kemampuan Sleeping ghost dan membiarkan serangan itu menembus dirinya. Saat itu terjadi ia tidak bisa melakukan apa-apa, hanya berusaha tidak ingin melihat sosok wajah Fantasma dari dekat dengan menyilangkan kedua lengannya.
Gempuran terus terjadi, para Fantasma tidak memberikan Karina kesempatan untuk menyerang. Mereka tetap terus menabrakkan dirinya ke tubuh spritual Karina yang transparan. Selang beberapa menit itu terjadi, Karina mulai merasakan bahwa kemampuannya itu memiliki batasan. Ia melihat visualisasi tubuh spritualnya mulai terlihat goyah dan disaat kemampuan itu sudah jatuh pada titik batasannya, Karina segera menghindari satu serangan yang datang menerkamnya. Ia lalu meluncur cepat masuk ke dalam ruangan lobby tunggu, para Fantasma itu pun pergi ikut mengejarnya.
Disaat itu Karina mencoba menoleh kebelakang untuk memastikan mereka, disitulah ia melihat seekor sosok Fantasma yang tidak biasa, ia terlihat memaksakan mendirikan tubuhnya. Karina tidak tahu bahwa sosok Fantasma itu adalah indukan mereka yang memimpin serangan tersebut. Analisa pengetahuannya belum sesuai dengan kemampuannya, terlebih lagi wujud dari perbentukan mereka terlihat sama semua sehingga membuat Karina tidak dapat menyadari bahwa sosok itulah yang membelah diri akibat menjilat darah Pak Daniel yang tercecer dilantai dua.
__ADS_1
Karina sudah lebih dulu masuk ke dalam ruangan di lobby tunggu, bangunan ruang yang tinggi membuat Karina sedikit leluasa untuk bergerak. Ia harus berpikir cepat sebelum mereka menyerang masuk kedalam. Situasi yang genting berpacu dengan energi yang dimiliki tubuh spritualnya. Dalam benaknya ia terpikir, sebenarnya dia bisa saja membakar mereka semua dengan mengeluarkan api dari kedua telapak tangannya, layaknya seperti seekor Naga menyemburkan apinya. Akan tetapi yang menjadikan kekhawatiran terbesarnya adalah batas energi yang dimilikinya, jika ia sampai salah mengambil jalan nyawa temannya semua akan dalam bahaya.
"Cepat berpikir Karina, apa yang harus kulakukan?!"
Suara gemuruh langkah kaki mereka sudah memijak serpihan kaca yang tersebar dihalaman luar, dirinya yang sedang berpikir dibuatnya tersentak olehnya mengatakan mereka sudah datang. Mereka mulai masuk bergrombolan dari depan dan dengan gerakan yang ganas langsung melompat menerkam Karina.
Karina yang terkejut melihat itu, tanpa sengaja kedua tangannya bergerak sendiri secara reflek dengan sangat cepat mengambil kursi lobby yang panjang dengan energi biru, lalu membenturkannya ke arah Fantasma yang lompat menyerang layaknya seperti memegang sebuah senjata.
BRASH! BRASH!!
Satu persatu dari mereka hancur seperti jelly yang dihempaskan ke dinding tembok dan juga lantai. Kursi yang ia gunakan sebagai senjata sudah terlihat tidak berbentuk lagi, namun karena jumlahnya yang banyak ia dapat menggunakan sesuka hatinya.
Karina terlihat kebingungan kenapa tubuhnya bergerak sendiri, seperti sedang ada yang mengendalikannya. Kedua tangannya terus mengayunkan kursi-kursi itu seperti memegang dua buah senjata tumpul yang menumbuk-numpuk daging hingga benyek. Raut wajah Karina pun mulai terlihat berbeda, bibirnya mulai terlihat tersenyum, matanya yang biru terlihat menyala. Yang tak lama ia pun tertawa bahagia.
Fantasma yang terus menggempur Karina dengan cara yang sama, kini sudah mulai terlihat tidak berdatangan lagi sampai satu ekor terakhir yang masih ngotot ingin menerkamnya, ia hempaskan ke dinding dengan ekspresi wajah yang mulai terlihat kebosanan.
PCAK!! sosok itu hancur seperti jelly.
Ratapan wajah Karina mulai terlihat murung, matanya melirik ke kanan dan ke kiri melihat hasil perbuatannya. Seluruh ruangan tengah lobby tunggu habis berantakan, dipenuhi dengan daging-daging busuk yang tercerai berai serta cipratan darah hitam yang menjadi lukisan abstrak disetiap bentuk ruangan. Senyuman bibirnya mulai melebar, alis matanya menurun tajam yang lalu kemudian ia mulai tertawa jahat.
"Fufufufu aHaHaHaHah!!" Dia tertawa lepas seperti dialah setan yang sebenarnya.
__ADS_1
Karina yang tertawa lepas tanpa sadar meneteskan air mata, dirinya pun terdiam keheranan lalu mengusap air mata itu dengan jari telunjuknya kemudian diam memperhatikannya. Di dalam gelembung air mata, ia melihat sesosok Fantasma yang masih berdiri mematung diluar halaman. Fantasma itu kemudian kembali merangkak dan berlari cepat seperti seekor kadal yang melarikan diri ke dalam semak belukar. Karina yang melihat itu tersenyum dan meluncur cepat layaknya jet tempur yang meninggalkan lintasannya.
Ia berada di atas udara seperti seekor elang yang mencari mangsa. Matanya yang biru menyala terlihat berlari kesana kemari didalam kegelapan. Tak lama, sebuah pergerakan cepat membelah semak belukar. Dirinya pun langsung menukik tajam dan terbang mendahuluinya.
Tangan kanan Karina langsung mengarah kedepan lalu mencoba menangkapnya dari jarak jauh dengan menggunakan energinya.
GRAB!! Dia berhasil mendapatkannya.
Lalu mengangkatnya ke atas seolah menggenggam seekor binatang yang seukuran tangannya. Fantasma itu terlihat meronta-ronta ingin melepaskan diri. Tetapi ia tidak dapat melihat apa yang sudah menangkapnya selain api-api biru kecil yang membakar bagian tubuhnya. Karina membalikkan sosok tersebut kearahnya, yang kemudian ia bertanya.
"Apa kau tahu jalan keluar dari sini? ucapnya dengan wajah yang dingin.
Sosok itu tidak mengerti, wajahnya yang mengerikan tidak sesuai dengan rasa sakit yang ia rasakan. Karina yang terus menanyakan hal yang sama membuat dia kesal, yang kemudian menyerang secara mendadak dengan menjulurkan lidahnya tepat ke arah wajah Karina.
PUHH!!
Lidahnya langsung terbakar seketika berkat pelindung dari kemampuan Room Disorder, akibatnya sosok Fantasma itu memberontak semakin ganas. Karina yang kesal tak kunjung juga mendapat jawaban langsung ingin mengakhirinya.
SPLASH!!!
"Mati kau! Dasar Lalat!! Ia meremukkan sosok Fantasma tersebut seperti buah yang sudah busuk.
__ADS_1
Bersambung...