Outdoor Activity

Outdoor Activity
Chapter 09 : "Serangan Barong"


__ADS_3

Setelah Karina menyebutkan namanya, semua kejadian yang sudah terjadi selama itu, seakan terputar mundur Reverse Vision masuk ke dalam pandangan mata Karina yang terlihat biru menyala.


Note :


Dalam Keseluruhan Cerita Karina tidak akan pernah tahu apa nama kemampuan yang sudah dimiliki dirinya.Tetapi saya akan jelaskan. Mata biru Karina bukanlah mata biasa, (rahasia dibalik mata biru Karina suatu saat akan dijelaskan). Mata itu memiliki dua kemampuan:


[1]. Visionary Real Time


Visionary Real Time ini terjadi ketika Karina tanpa sengaja melamun. dalam kejadian ini Karina dapat merasakan keadaan apapun yang terjadi menjadi sangat nyata. Orang lain akan melihat Karina melamun dalam sekian detik atau menit. Tetapi Karina bisa merasakan itu dalam kurun waktu, 1jam - 1 bulan. Tergantung energi dari Karina miliki. (penjelasan tentang apa itu energi, akan terjadi di chapter berikutnya).


[2]. Reverse Vision


Karina yang sedang melihat vision, tidak akan pernah menyadari bahwa ia sedang di dalamnya. Oleh karena itu, untuk menghentikan atau menyadarkan dirinya ada dua cara. Pertama ia harus memanggil namanya sendiri, dan yang kedua adalah seseorang didunia nyata harus memanggil namanya saat ia terlihat sedang melamun.


- Effect And Risk -


Kemampuan yang dimiliki Karina tentu saja memiliki dampak bagi tubuhnya. yaitu jika dirinya telah sadar dari Lamunan tersebut, maka kepalanya akan terasa pusing, dan jika terlalu lama akan mengakibatkan Vertigo. Sedangkan resiko terbesarnya adalah, Karina tidak akan bisa membedakan mana yang Nyata dari Kenyataan tersebut, akibatnya dia akan terlihat seperti orang gila.


"Rinn Kariiiin, Karinaa!! " ucap Ryo mencoba menyadarkan Karina yang sedang melamun dengan menepuk pundaknya.


"Karina Suci" ucap Sahabatnya Winda yang bernisiatif memanggil nama lengkapnya.


Saat tersadar Karina langsung jatuh kesebelah kanan, namun Ryo langsung merangkulnya. Karina mencoba bangkit sambil memegangi kepalanya yang sakit. Melihat semua teman-temannya berada duduk dihadapannya mengitari api unggun, dia pun terkejut lalu memandangi wajah mereka satu persatu. Seakan Dia tak percaya apa yang sudah ia alami.


"Kamu kenapa Rin, melamun sambil nangis" tanya Sandi.


"Jangan sering melamun gitu Rin, nanti kamu kesambet loh" ucap Ragil


"Kalau ada masalah, omongin aja sama kita semua. Siapa tahu kita bisa bantu" ucap Cindy.


"Dari awal datang emang dah aneh nih cewek tingkahnya, kok bisa dia lulus jadi perawat" gumam Anwar dalam hatinya.


"Hmm, sepertinya ada beban berat yang sedang dia tanggung sendirian" ucap Pak Polisi Daniel sambil meniup asap rokoknya ke atas.


Winda kemudian mendekati Karina yang masih shock, dan menanyakan apa yang sebenarnya sudah terjadi. Karina menangis histeris didalam pelukan sahabatnya.


Setelah hati Karina sudah menjadi tenang, Ryo menanyakan apa sebenarnya yang terjadi. Dia mengatakan Karina selalu terlihat aneh semenjak kedatangannya ke pedesaan ini. semua yang menyadari hal itu, juga menanyakannya pada Karina.


Karina masih enggan menjawab, karena ia takut apa yang sudah dia lihat dalam pandangan itu akan terjadi menjadi nyata. Winda yang sudah mengetahui dari awal keanehan yang terjadi pada diri Karina, tidak ingin melihat sahabatnya menanggung beban itu sendirian. Dia memohon kepada Karina agar berkata sejujurnya.


"Rin, sebenarnya apa yang sudah terjadi? Semenjak dari rumah sakit sampai kesini tingkahmu itu aneh banget" ucap Winda.


"Itu benar, memendam masalah sendiri hanya menjadi beban stress kehidupan" sahut Pak Daniel yang mengarahkan pandangan matanya pada Karina.


"Rin, Apa kamu ini seorang Indigo" Ryo memberanikan diri untuk mengatakan langsung isi pikirannya selama ini tentang Karina.


Ragil terlihat tersenyum meremehkan, sedangkan Anwar memiliki jawaban sendiri dari pandangan pribadinya, terlihat dari wajahnya yang serius. Sandi dan Cindy sedang fokus menyimak.


"Indigokah...??" ucap Pak Daniel seolah tak percaya.


"Terus terang dari awal aku lihat Karina, dia sepertinya bukan gadis biasa. Aku jadi teringat adik kecil perempuanku yang kadang mempunyai tingkah laku yang sama. Karena itu aku terus memperhatikannya. Tapi aku rasa sungkan ingin menanyakan secara langsung" ucap Ryo.


Semua masih terdiam menunggu jawaban dari Karina, hingga pada suatu moment Karina memberanikan diri untuk mengatakannya.


...


"Bapak Daniel, Ryo, Ragil dan Anwar tolong dengarkan saya baik-baik." ucap Karina dengan mata yang berkaca-kaca.


Semua nama yang disebut Karina sontak membuat mereka sadar, apa yang sudah mereka buat dibalik layar. Mereka pun memandangi satu sama lainnya.


" Saya.. sebenarnya sudah tahu tentang kebenaran dari kegiatan kita ini, bahkan yang bapak tidak tahu sekalipun" ucap Karina dengan mata yang masih berkaca-kaca.


Pak Daniel yang terlihat kaget dan panik atas perkataan Karina langsung berdiri dan terlihat ingin mengambil suatu tindakan. Namun Ryo membentaknya agar untuk mendengarkan apa yang ingin Karina katakan. Ragil dan Anwar terlihat bengong dan heran kenapa Karina bisa mengetahui hal itu. Sementara Sandi dan Cindy penuh pertanyaan dari raut wajah mereka.


"Oke, coba teruskan" ucap Pak Daniel yang terlihat menahan amarah.


"Saya berjanji akan menjaga rahasia itu, karena ada yang lebih penting, kita semua dalam bahaya" ucap Karina yang terlihat serius meyakinkan.

__ADS_1


Semua orang terdiam kaget dan keheranan mendengar perkataan itu.


"Terus?" ucap Ryo serius menyimak.


"Dengarkan baik-baik, kita harus keluar dari desa ini malam ini juga. Haruss!!" ucap Karina.


"Karena???" sahut Anwar.


"Obat vaksin yang dibawa Pak Daniel, itu bukanlah vaksin untuk orang kelainan genetika. Itu sebuah Serum yang berasal dari Organisasi gelap digunakan untuk percobaan pada tubuh manusia yang akan berubah bentuk menjadi seperti hantu"


"Aku yakin salah satu dari kalian ada yang sudah melihatnya" ucap Karina.


Seketika itu Winda langsung sadar, Sandi juga menyadari atas kejadian yang sudah ia alami dengan Cindy waktu mengambil air disungai.


"Iya sih, tapi kita ga tahu itu beneran setan apa setan buatan" jawab Winda ragu.


"Aku ingat setan itu bilang dia ingin memakanku, tapi masa iya setan makan manusia" ucap Sandi terlihat memikirkan.


"Aku juga belum tahu mana setan asli dan mana yang buatan. Bagi kita mereka terlihat sama" jelas Karina.


"Belum pernah keluar diberita, setan makan manusia" ucap Anwar serius.


"Baiklah semua terdengar mulai masuk akal sejauh ini" ucap Ragil.


"Jadi maksudmu warga yang kita suntikan tadi akan berubah wujud menjadi seperti setan yang sudah dilihat Winda dan Sandi disungai kemaren sore?" tanya Ryo.


"Ya itu benar, karena itu kita harus cepat keluar dari desa ini malam ini juga" jawab Karina memohon.


"Karina, apa itu berarti kebenaran tentang saya juga kamu ketahui?" ucap Pak Daniel dengan mata yang melirik tajam.


Karina tak menjawab, hanya memberikan anggukan dengan ekspresi cemas diwajahnya.


"Haah, okelah kamu tahu tentang rencana kegiatan ini. Serum dan organisasi yang kau sebutkan itu, terus terang saya juga tidak diberitahu oleh atasan saya. Tapi sebaliknya, saya meragukan kebenaran itu darimu. bagaimana jika kau adalah seorang mata-mata?" ucap Pak Daniel yang sudah dalam posisi berdiri.


Keadaan menjadi tegang, Karina mulai panik karena melihat Dejavu. sedangkan Winda membantah pernyataan terakhir yang dikatakan Pak Daniel tentang Karina. Sandi menanyakan apa rahasia dibalik kegiatan ini kepada Ragil dan Anwar, Ryo terlihat mewaspadai keadaan.


Dalam momen itu sebenarnya Pak Daniel sudah menggenggam pistolnya disaku celana sebelah kiri. Ryo yang sudah menyadari itu, bersiap siaga jika sesuatu hal buruk akan terjadi pada Karina, karena dia sudah lama mengenal sifat Pak Daniel.


"Sayang sekali Karina, tidak ada yang bisa menjamin sebuah kata kepercayaan" ucap Pak Daniel yang mengambil pistol disaku celananya dan mencoba menodongkan pistol itu ke arah Karina.


...BAGIAN II...


DOOR!


Seseorang tergeletak bersimbah darah dan terbaring diatas tanah. Sandi yang melihat kejadian itu dengan cepat menangkap tangan Pak Daniel dan berupaya menjatuhkan pistol yang sedang dipegangnya dengan cara menggigit lengannya.


"Argghh!! Asu kau sandiii!! Argghh!! lepasiiin" teriak Pak Daniel kesakitan.


Karina shock mengeluarkan air mata sembari menutup mulutnya, Winda berteriak memanggil nama Ryo yang tertembak, Cindy bingung dan panik.


Ragil dan Anwar menghampiri Ryo lalu memutuskan segera membawanya untuk diobati. akan tetapi Ryo mengatakan dia baik-baik saja. terlihat bahu sebelah kanan Ryo yang terkena peluru tembakan.


Sandi berhasil menjatuhkan pistol ke tanah, kemudian dengan cepat ia mengambilnya lalu menodongkannya ke arah Pak Daniel.


"Sekarang aku yang memegang kunci, katakan apa yang kalian maksud dari kegiatan hari ini, KATAKAN!!" ucap Sandi sambil menodongkannya pistol ke arah Pak Daniel.


"Sandii percayalah kau tidak ingin mengetahui hal itu" ucap Pak Daniel yang mengangkat kedua tangannya.


"Sandiii!!! " teriak Cindy.


Ryo mencoba menenangkan Sandi yang terus ngotot meminta kebenaran, Winda dan Cindy juga berusaha menyadarkan Sandi bahwa saat ini ada hal yang lebih penting. Karina bangkit dan meminta Sandi untuk menghentikan itu.


Akhirnya Sandi merenungkan emosinya dan menurunkan pistol yang ia pegang. Pak Daniel meminta senjatanya kembali, namun Sandi membentak dan bersikeras takkan pernah menyerahkannya.


Setelah moment itu, Ryo dibawa ke tenda untuk operasi membuang peluru dibahunya. Yang bertugas atas itu adalah Winda dan Cindy bersama Karina yang membantu.


Sedangkan Ragil dan Anwar sibuk membereskan barang-barang mereka. Pak Daniel menuju tenda vaksinansi untuk mengecek keadaan sekaligus mengilangkan rasa penasarannya atas pernyataan Karina tentang serum percobaan itu. Sandi sedang dipos tenda untuk berjaga mengamati sekitar.

__ADS_1


...


Ragil dan Anwar selesai mengemasi barang-barang mereka, lalu kemudian menghampiri Sandi yang ada dipos penjaga.


"Wah sekarang elu San yang jadi Polisi penjaganya" ejek Ragil.


"Bacot lu" jawab Sandi yang masih terlihat kesal.


Anwar tiba-tiba terlihat diam namun sedikit kelihatan aneh, ia terus memegangi tengkuk leher belakangnya dan bersendawa keras.


"Napa lo An??" tanya Ragil yang berada disebelahnya.


"Ga tau nih, perasaan leher belakang gue panas bener.. ERGGGHHH!" jawab Anwar sambil sendawa.


Tiba-tiba dalam sekejap, sifat Anwar berubah drastis dan langsung melompat kedepan sambil tertawa keras.


Sandi dan Ragil panik melihat Anwar yang loncat dan guling-guling diatas tanah sambil tertawa. Mereka lalu mencoba menahannya sembari coba menyadarkannya. akan tetapi mereka berdua malah terpental dengan tenaga Anwar yang begitu besar.


Sementara itu ditenda vaksin satu, Pak Daniel berjalan diantara 10 kantung selimut berisikan warga desa yang telah divaksin. Dia berjalan pelan, sambil melihat wajah mereka satu persatu. semua masih terlihat baik-baik saja, kemudian ia lanjut ke tenda Vaksin dua yang berisikan 15 orang warga yang sudah divaksinasi.


Dia berjalan pelan dari depan dan memperhatikannya satu persatu dari wajah mereka, sampai dibarisan pojok terakhir sebelah kanan ia dibuat terkejut. Satu orang telah berubah fisik luarnya dengan bentuk kulit berwarna hitam pucat dan rambutnya yang panjang berantakan. kelopak matanya cekung kedalam seakan ingin mengeluarkan biji bola matanya.


Melihat itu Pak Daniel teringat dengan sosok yang ia hadapi waktu berada disungai, ia langsung keringat dingin dan gemetaran. Dia akhirnya mengakui semua yang dikatakan oleh Karina. kemudian ia bergegas keluar tenda dan pergi ketempat yang lain.


Winda dan Cindy telah selasai melakukan operasi, Ryo langsung bangkit dari Stretcher dan mengucapkan terimakasih, kemudian langsung memerintah untuk lekas mengemasi barang bawaan milik mereka bertiga.


Disaat yang sama Pak Daniel yang terlihat panik dan ketakutan datang ke tenda operasi Ryo, ia langsung mengatakan bahwa semua yang dikatakan Karina adalah sebuah kebenaran. Mendengar perkataan itu, mereka semua langsung bergegas keluar dari tenda dan pergi ke tendanya masing-masing untuk siap berkemas.


...


Setelah semuanya selesai berkemas, mereka melihat ada kegaduhan terjadi di pos tenda pengawas. terlihat Ragil dan Sandi kewalahan mengatasinya.


"Ada apa ini?" teriak Pak Polisi Daniel datang menghampiri.


"Ga tau nih si Anwar, kayaknya kerasukann? " sahut Ragil


"Aduhh disaat seperti ini, sempat-sempatnya!? " ucap Winda yang khawatir.


Mereka semua diam ditempat dan bingung apa yang harus dilakukan, sedangkan Anwar yang dirasuki masih tertawa keras.


Tiba-tiba panca indra Karina bereaksi, ia merasakan aura negatif besar datang dari belakang mereka. otomatis semua yang ada disitu merasakan merinding yang amat luar biasa. Aura negatif yang besar membuat Cindy ketakutan duluan sebelum melihat wujud sosoknya.


"Semuanya, yang merasa takut jangan coba menoleh kebelakang" ucap Karina yang khawatir dan cemas.


BHUAHAHAH!!!


Suara tertawa yang menggelegar dari arah belakang, membuat mereka langsung gemetaran. Winda dan Cindy langsung jongkok dan berteriak panik ketakutan. sedangkan Pak Daniel yang beranikan diri menoleh kebelakang, kaget dan melangkah mundur.


Ryo yang juga penasaran ikut menoleh kebelakang terperanjat melihat sosok tersebut. Kakinya gemetaran dan tak bisa berkata apa-apa.


Ragil juga yang melihat itu mati ketakutan. Sedangkan Sandi yang melihat sosok tersebut langsung berteriak, dan dengan tangan yang gemetar mengarahkan pistolnya pada sosok tersebut.


DOOOR!! x3


Mereka melihat sosok itu tertembak, akan tetapi tidak terjadi apa-apa. Sosok Kepala besar yang menggantung di udara. dengan rambutnya yang jigrak, mata merah menyala, dan lidah menjulur panjang ketanah.


BHUAHAHAH!!!


Sandi berteriak lagi, kali ini tiba-tiba ia terpental tanpa sebab sejauh 3 meter kebelakang dan terbaring muntah darah keluar dari mulutnya.


Sosok itu kemudian mengeluarkan energi negatif yang lebih besar lagi, sehingga mereka yang lemah jatuh pingsan ditempat. Disana hanya menyisakan Karina seorang yang berdiri dihadapan sosok itu.


BHUAHAHAH!!!


"SEKARANG HANYA TINGGAL KAU DAN AKU SEORANG, GADIS BERDARAH SEGAR!! ''


BHUAHAHAH!!!

__ADS_1


Bersambung...


__ADS_2