Outdoor Activity

Outdoor Activity
Chapter 21.7 : "You Wanna Fight? So Lets Fight!!"


__ADS_3

"Membunuhku? Memangnya apa yang sudah ku perbuat dengan mu? Aku bahkan tidak pernah menyentuh teman-temanmu"


"Kau adalah iblis di balik semua kekacauan yang terjadi pada Miira!" jawab Gamma-Karina dengan ekspresi wajah yang terlihat dingin.


"Sepertinya kau juga sudah mengetahui banyak hal tentang masa lalu yang pernah terjadi di wilayah ini"― Raja Ouroh duduk di kursi meja makan yang langsung menghadap Karina.


Mata Karina yang biru menyala meratap tajam memandangi Raja Ouroh yang berbicara padanya sambil menyantap makanan.


"Seharusnya kau tahu aku dengan berbaik hati membantu dan menyelamatkan Miira saat dirinya kesulitan"


"Aku tidak butuh omong kosong dari bangsa iblis seperti mu!"


"Jawab pertanyaanku, apakah Roh Miira masih ada di dunia ini?"


Raja Ouroh yang sedang menikmati hidangannya mulai cecegukkan, ia pun tertawa setelahnya.


"Ahahahahaha!!"


Dengan lirikan matanya, Gamma-Karina yang merasa kesal menggerakkan cangkir yang berisikan air minum yang ada di dekat Raja Ouroh lalu menyiramkan di atas kepalanya.


Dua pengawal di belakangnya berniat ingin melakukan sesuatu atas tindakan kasar yang dilakukan oleh Karina, tetapi Raja Ouroh mengangkat tangannya. Kedua pengawal itu pun langsung mengurungkan niatnya.


"Miira dan adiknya, mereka bukanlah sekedar manusia biasa. Seluruh makhluk yang ada di wilayah ini mengetahuinya."― Raja Ouroh berdiri, yang kemudian dihampiri oleh wanita bergaun merah untuk mengelap pakaiannya yang basah.


"Kami semua berusaha mendekati mereka berdua, tetapi ada kekuatan besar yang berusaha melindungi mereka."


"Aku tidak tahu kekuatan apa itu, yang jelas setelah tragedi yang menimpa keluarganya dan seluruh warga desa yang ada disana. Kami jadi memiliki kesempatan, yang kebetulan wanita yang bernama Miira itu cenderung ke arah kegelapan di dalam hatinya"


"Sehingga membuat bangsa kami berebut untuk menjadikannya teman."


"(Apa dia memang seorang iblis?) Tolol!!" Gamma-Karina menggumam.


"Dan secara kebetulan, aku lah yang berhasil mendapatkannya" jawabnya dengan tersenyum.


Tangan kanannya meminta, maka muncul lah partikel merah yang membentuk sebuah cangkir dan berisikan air persis sebuah gelas yang sudah Gamma-Karina tumpahkan.


"Lihat, aku jadi bisa melakukan seperti apa yang kau lakukan" Ia mengarahkan gelas itu dihadapan Karina.


"Aku tanya sekali lagi, dimana Miira yang sebenarnya berada"


"Tidak ada yang tahu, lagi pula kenapa aku harus menjawab pertanyaan dari orang yang akan segera mati"― Tiba-tiba rupa wajah Raja Ouroh berubah.

__ADS_1


Rambutnya menjadi lebat dan berantakan, kulit wajahnya berubah menjadi hitam, bola matanya berubah menjadi bewarna merah, giginya mengeluarkan taring yang panjang, dan secara perlahan tubuhnya membesar dan semakin tinggi sejauh 20 meter.


Begitu pula dengan dua pengawal dibelakangnya, kepala mereka berubah menjadi seekor anjing namun tubuhnya masih berbentuk manusia. Mereka berdua memegang tombak di tangan kanannya, dan sebuah prisai ditangan kirinya.


Sepuluh wanita yang bergaun merah itu pun menyusul merubah bentuknya ke wujud yang sebenarnya.


Rambut mereka berubah menjadi bewarna putih panjang, kulitnya terus menyusut sampai memperlihatkan tengkoraknya. Lidah mereka menjulur panjang, dari dalam tengkorak kepalanya.


GWAAAHHH!!! Dengan matanya yang merah melotot, Raja Ouroh menghembuskan amarahnya dari mulutnya yang membuka lebar.


Gamma-Karina yang merasa jijik dengan itu, menendang meja makan yang berbentuk panjang hingga terbang ke wajahnya.


Salah satu dari pengawalnya loncat dan menepis meja tersebut hingga terlempar jatuh ke kanan.


"GWAHAHAHAHA!!! Aku akan mengalahkanmu dan mengambil alih seluruh bagian tubuhmu"


Mata biru Karina yang bercahaya sama sekali tidak menunjukkan rasa takut dan gentar menghadapi perkataannya.


Raja Ouroh kemudian memberikan aba-aba dari gerakan matanya, maka empat dari wanita bergaun merah itu terbang di atas melewati Gamma-Karina dan merapat ke arah pintu.


Mereka terlihat menyatu ke dalam dinding hingga separuh bagian badannya. Tak lama lidahnya yang menjulur panjang berubah menjadi sebuah rantai yang kemudian menyegel pintu satu-satunya sebagai jalan keluar.


"GWAHAHAHAHA! Sekarang kau tidak akan bisa kemana-mana. Serang dia!"


Dua tangannya yang meminta memunculkan partikel cahaya biru yang membentuk sebuah senjata pistol. Dia pun lalu menembaki mereka yang sedang terbang di atas udara.


DOORS!!! 20x


Bangsa mereka tidak pernah menghadapi tembakan peluru dengan kecepatannya yang melebihi suara, terkena telak dan satu persatu berjatuhan layaknya seekor nyamuk.


Di atas lantai, mereka yang tergeletak menjerit kesakitan. Api-api biru bermunculan dari bekas lubang tembakan yang diberikan oleh Gamma-Karina.


Kekuatan Energi Biru milik Karina dalam kondisi meluap-luap setelah menyerap banyak Energi alam sebelumnya, sehingga dapat melebihkan kapasitas energi dalam satu buah peluru yang ia tembakan.


Akibatnya, mereka yang tidak kuat menahannya langsung terbakar di lahap Api Biru yang berkobar.


Enam dari wanita bergaun merah itu sekarang telah sirnah setelah hangus terbakar habis sampai menjadi debu.


Raja Ouroh terperangah melihat kekuatan yang dimiliki oleh Gamma-Karina.


"Bagaimana mungkin...mereka adalah wanita-wanita iblis yang sudah mendalami kekuatannya dalam waktu ratusan tahun...dan kau mengalahkannya hanya dengan mainan manusia yang ada di tanganmu..."

__ADS_1


"Maksudmu ini?" Gamma-Karina menunjukkannya.


"Ini namanya adalah pistol, tetapi berbeda dengan yang ada di dunia manusia...ini terbuat dari Energi alam semesta (tuhan)"


"Alam semesta?...omong kosong apa yang kau ucapkan!"


Raja Ouroh masih tidak terima anak buahnya dikalahkan begitu mudah, ia lalu menyuruh dua pengawalnya yang berkepala anjing untuk menyerang Karina.


Mereka tidak sembrono, langkah mereka terlihat pelan sambil menutupi sebagian tubuhnya dengan prisai miliknya.


Gamma-Karina pun langsung menembakinya dengan dua pistol yang ada di genggaman kedua tangannya.


DOORS!! 20x


Terlihat beberapa kali peluru itu terpental setelah menembaki prisai milik mereka.


Matanya yang bercahaya biru melihat jika prisai mereka ternyata di lapisi energi merah dan hitam.


Di saat mereka sudah hampir mendekati Karina, mereka berdua langsung menghunuskan tombaknya untuk menyerang, akan tetapi serangan yang lambat itu sangat mudah di hindari oleh Gamma-Karina dengan menggunakan Burning Step miliknya.


Ia melesat ke arah kiri, dan langsung memberikan serangan balasan dengan mencoba menembaki celah bagian tubuh mereka yang tidak terlindungi.


DOORS!! 6x


Peluru-peluru terpental lagi, dikarenakan mereka ikut mengarahkan prisainya setiap Gamma-Karina melakukan pergerakan.


Melihat itu, Gamma-Karina melesat mundur kebelakang dengan sedikit gaya memutar agar menyisakan Api Biru yang cukup besar di atas lantai, sehingga mereka tidak dapat langsung menyerangnya.


Dua prajurit kepala anjing itu masih menghadap ke arah Karina. Mata Gamma-Karina yang bercahaya biru melirik ke arah Raja Ouroh yang masih tidak melakukan apa-apa.


"(Sepertinya dia sedang mengamati kita)" ucap seseorang dalam benaknya.


Tangan kanan Gamma-Karina meminta, maka muncul lah sebuah partikel cahaya biru yang membentuk sebuah senjata Crossbow.


Ia langsung menembakannya ke arah dua prajurit berkepala anjing secara bergantian.


Anak Panah sepanjang satu meter itu langsung menghancurkan prisai dan menembus dua badan prajurit yang berkepala anjing tersebut.


Mereka jatuh tersungkur menahankan rasa sakitnya. Dalam teriakannya, Api Biru itu langsung berkobar dan melahab habis tubuh mereka hingga terbakar menjadi debu.


Debu mereka beterbangan di dalam pandangan mata Raja Ouroh yang sedang berdiri.

__ADS_1


"Sekarang giliranmu, Raja Jin" ucap Gamma-Karina bersama lirikan tajam dari matanya yang menyala bewarna biru terang.


Bersambung...


__ADS_2