Outdoor Activity

Outdoor Activity
Chapter 16 : "Sebuah Pesan Dari Masa Lalu"


__ADS_3

Pak Daniel kemudian menutup pintu toilet tersebut. Ia tidak memperdulikan pesan yang bertuliskan dengan darah yang ada didinding. Jika dirinya memberitahukan hal itu kepada yang lainnya hanya membuat pikiran mereka menjadi takut. Karena itulah dia berpura-pura seperti tidak melihat apa-apa.


"Bagaimana Pak?" Ryo.


"Tidak ada hal yang berarti, ayo kita periksa ke lantai atas" seru Pak Daniel.


Mereka menaiki tangga yang bersiku dengan dinding sebagai pengaman pinggirnya serta besi tralis panjang sebagai pegangannya. Setiap anak tangga dipasang kramik yang sudah terlihat sangat kotor dan lembab.


"Hati-hati kalian, tangganya licin" ucap Pak Daniel.


Karina yang merasa kejanggalan dalam benaknya, ia mencoba turun kembali dan memastikan apa yang ada didalam toilet tersebut. Ia pun masuk dengan menembusnya, disana tidak terlihat apa-apa kecuali toilet yang cukup bersih. Tidak ada merasa curiga. Karina langsung terbang menembus melewati tangga dan sampai dilantai dua.


Di atas sana hanya terdapat satu ruangan, tepat berada disamping kanan setelah menaiki tangga. Sisanya adalah ruang kosong dan berisikan lima lemari yang berbaris secara Horizontal jika dilihat dari depan, dan memiliki enam susunan lemari jika dilihat secara vertikal.


Pak Daniel menyuruh mereka memeriksa setiap susunan buku yang ada disetiap bagian lemari, mungkin saja ada petunjuk. Ia kemudian melangkah ke arah ruangan terkunci yang ada disebelah kanan.


"Pintunya terkunci, Karina tolong lakukan sesua-" Belum selesai Pak Daniel berucap, Karina sudah melakukan tugasnya dengan cepat.


CTEK! Terdengar suara kunci terbuka.


Menanggapi itu Pak Daniel terlihat senyum keheranan, dalam pikirnya ia sedang berteman dengan setan. Ruangan itu tidak terlalu luas, akan tetapi disana banyak sekali monitor baik diatas meja dan juga yang digantung.


"Karina, apa menurutmu kita bisa menyalakan ini?"


Sementara itu mereka bertiga Ryo, Ragil dan Sandi terlihat berpencar untuk memeriksa banyaknya buku-buku yang tersusun dilemari. Ryo menyenterinya satu persatu buku, dalam batinnya berkata "Mana mungkin ada petunjuk disini, tulisannya saja bahasa asing".


Beda cerita dengan Sandi, meskipun ia tidak mengerti artinya dia tetap berusaha mengambil buku itu dan membuka lembarannya dengan sangat cepat. "Siapa tau mereka menitipkan pesan lagi didalam lembaran buku" pikirnya.


Ragil terlihat fokus dan tegang, wajahnya yang masih terlihat sedikit kempot membuat suasananya sendiri menjadi mencekam. Ia berada dibarisan lemari paling belakang, mulai dari rak bawah sampai ke atas ia telusuri. Tiba-tiba ada selembar kertas jatuh dari atas kepalanya, ia pun keheranan dan melihat keatas. Ruangan ini hampir sama sekali tidak ada celah buat angin masuk, lalu dari mana?

__ADS_1


Ia kemudian bermaksud mengambil lembaran kertas yang terjatuh, namun ketika tangan kanannya mencoba meraih kertas itu, tiba-tiba seperti ada angin berhembus yang berusaha menjauhkan kertas tersebut darinya.


"Cari mati ini setan, ga tau dia kita ada Karina disini!" ucapnya membatin.


Mencoba menjaga emosinya, Ragil sekali lagi berusaha mengambil lembaran kertas tersebut."Dapat kau!" ucapnya yang lalu bangkit berdiri, yang ternyata dibelakangnya sudah ada sesosok penampakan yang terlihat samar-samar. Ia pun kemudian mencoba mencari tahu apa tulisan yang ada dikertas itu dengan cahaya senternya. Ragil yang sedang fokus tidak menyadari sosok itu berusaha mendekatinya dari belakang, dibalik kegelapan sosok itu terlihat membuka mulutnya dan bermaksud ingin memakan telinga Ragil dengan menggigitnya.


Untungnya Sandi kemudian mendatangi Ragil, karena ia melihat dari tadi Ragil hanya berdiri terdiam. Sosok itu pun mundur menghilang ditelan kegelapan.


"Gimana, dapat sesuatu?"


"Ga tau nih, kayaknya cuman lembaran buku yang lepas" jawab Ragil.


Ryo terlihat masih berpura-pura mencari petunjuk, yang tanpa sengaja ia dikagetkan oleh sesuatu. Sebuah buku yang bergambar mata besar yang terbelalak. Ia pun terlihat kesal dibuatnya. Ryo kemudian melanjutkan langkahnya kedepan untuk kembali mencari buku, yang di ikuti dengan bergeraknya kedua bola mata itu melirik ke arah Ryo.


Karina berhasil menghidupkan monitor tersebut yang beberapa diantaranya tidak memiliki gambar apa-apa. Namun ada sebuah monitor yang menjadi perhatian, dimonitor itu tergambar sebuah cctv rekaman masa lalu, dimana orang-orang terlihat panik berlari kedalam dan menutup pintunya. Monitor itu menunjukan sisi ruangan tengah dekat lobby tunggu. Disana mereka melihat Wanita dengan pakaian securitynya, ia terlihat menyuruh semua orang untuk masuk kedalam ruangan.


"5..2..5..1..7..Nol kah terakhirnya?" Raut wajah Pak Daniel terlihat mengeras.


Kemudian Wanita itu seperti melihat sesuatu dan lekas pergi untuk bersembunyi. Tak ingin merasakan pusing sendirian, ia pun memanggil para tiga sadboy. Mendengarkan itu, mereka bertiga lalu mendatangi ke ruangan Pak Daniel berada.


"Ada apa Pak?" Sandi.


"Coba kalian lihat angka-angka ini, menurut kalian apa"?


"Bapak dapat angka ini dari mana?" Ryo.


Pak Daniel kemudian menjelaskannya. Kemudian mereka mencoba berpikir mencari arti dari angka tersebut. Karina yang berada didekat luar pintu merasakan seperti ada angin yang menghempaskan debu-debu diatas lantai. Inner Shivernya tidak memberikan reaksi, oleh karena itu ia tidak begitu memperdulikannya. Tak lama Ragil berteriak seperti menyadari sesuatu.


"Oi jangan teriak!" ucap Sandi.

__ADS_1


"Ini bisa jadi Password komputer yang ada diruangan bawah" ujarnya.


"Patut dicoba! Kalian bertiga, eh berempat. Pergi dan coba periksa kembali. Saya akan tunggu disini saja, diumur saya yang udah kepala 5. Turun naik tangga itu sangat melelahkan. udah cepat sana!" tegas Pak Daniel.


Mereka bertiga pun turun kebawah disusul oleh Karina yang dalam bentuk spritualnya. Diatas meninggalkan Pak Daniel yang seorang diri.


Sesampainya dibawah Ragil segera mencoba memasukkan angka itu sebagai kata sandi yang ada didalam komputer.


TEET! Password Incorect!


"Kok salah?" ucap Ryo.


"Coba-coba sekali lagi" desak Sandi.


Merasa gerah didalam ruangan itu, Pak Daniel mencoba keluar dan melihat-lihat buku yang ada dilemari. Langkah demi langkah ia lewati lemari buku tersebut, yang akhirnya ada sebuah Majalah yang menarik perhatiannya. Majalah itu bersampulkan seorang Wanita yang berpakaian Bikini, ia pun sangat tertarik untuk melihatnya.


Tak lama ketika ia sedang asing membuka-buka lembarannya, sebuah angin terlihat membelah debu diatas lantai dari pojokan lemari awal sedang menuju kearah belakang Pak Daniel. Ia pun tiba-tiba merasakan ada aura sejuk dibelakangnya. Namun ia mencoba mengacuhkan itu dan terus melihat-lihat keindahan yang tergambar didalam buku tersebut.


TEET!! Password Incorrect!


"Kok salah terus ***, mana-mana coba sini aku aja!" Sandi mulai terlihat tak sabaran.


TUNG! Correct! Terlihat ikon centang bewarna hijau.


"Nah itu berhasil-" aaaAAAAAAAA!!!!! TOLOOONG!!!


Itu bukanlah sebuah teriakan keberhasilan!


Bersambung...

__ADS_1


__ADS_2