
Anak panah itu berhasil menancap tepat di bagian dada samurai bercaping, ia mulai merasakan dampak kerusakan yang diterimanya.
"Ahhh, panas sekali. Padahal kami bangsa yang terlahir dari api..."
Dia menancapkan Katana miliknya, lalu menggemgam anak panah yang tertancap di dadanya dengan cara terpaksa. Tangan kanannya nampak terbakar oleh Api biru ketika menyentuhnya, sambil menjerit ia menarik anak panah itu keluar dari tubuhnya.
BWUUSHH!!
Api Biru menyala besar membakar tangan kanannya, dirinya pun berteriak kesakitan akibat panas yang sangat luar biasa.
Tangan kirinya mengarah ke salah satu anak buahnya. Dalam suatu gerakan, sosok tanpa kepala yang berbaris dibelakangnya itu langsung terbakar oleh Api Biru.
"(Dia memindahkan Api itu kepada anak buahnya)" Gamma-Karina terdiam menyaksikan itu.
"(Dengan begini, anak buahnya tersisa lima)"
Api Biru yang membakar tangan kanan Samurai Bercaping itu kini telah menghilang, tetapi dampak kerusakan yang diterimanya cukup parah. Ia kemudian bangkit berdiri kembali dari keterpurukannya.
"Hahh..aku terlalu meremehkan anak manusia"
Tangan kirinya meraih lengan dari tangan kanannya, ia kemudian mematahkannya, mencabutnya secara paksa, sehingga darah bercucuran deras.
"Jangan mengira pertempuran kita sudah selesai, Nona manis"
Dia kembali mengarahkan tangan kirinya ke arah lima sosok tanpa kepala yang tersisa sedang berbaris dibelakangnya.
Satu di antara mereka hancur terurai menjadi sebuah partikel bewarna merah, merambat melalui udara, dan meresap masuk ke dalam tangan kirinya.
Samurai bercaping itu melihat ke arah tangan kanannya yang buntung. Dalam beberapa saat, partikel merah mulai bermunculan dan membentuk sebuah tangan yang baru.
"(Dia bisa melakukannya juga?) Tidak ada yang perlu dikejutkan" ucap Gamma-Karina yang terlihat antusias menyaksikannya.
Tangan kanan Samurai bercaping itu kembali seperti semula, dia kemudian menarik Katana miliknya yang ia tancapkan sebelumnya.
"Tidak ada bangsa Jin yang bisa melakukan itu, tetapi berkat kekuatan yang di pinjamkan olehnya, semua bisa terwujud"
"Sepertinya orang itu sangat berkesan bagi kalian" ucap Gamma-Karina.
"Heffm!!" Ia mengeluarkan nafas sombongya.
Samurai bercaping itu kemudian berbalik arah menghadap empat sosok tanpa kepala yang tersisa. Dia kemudian memasukkan kembali Katana sepanjang dua meter itu ke dalam
Gamma-Karina memperhatikan gerakan itu.
SLASHH!!
Satu gerakan tebasan yang begitu cepat memotong tubuh empat dari sosok tanpa kepala tersebut. Semuanya langsung berubah menjadi partikel merah, dan meresap ke dalam Katana milik Samurai bercaping itu.
Aura merah dan hitam berdatangan entah dari mana, dan mulai menyelimuti Katana yang ia pegang. Dia kemudian berpaling menghadap Karina bersama katananya yang terlihat merah menyala dan terus mendenyut seolah memiliki nyawanya tersendiri.
"Dengan begini, pertarungan akan terlihat adil" ucapnya dari balik topi caping.
Gamma-Karina melihat ke arah bawah, yang ternyata air banjir darah itu mulai surut dan menghilang.
Samurai bercaping tanpa basa-basi langsung menyerang dengan pergerakan yang amat cepat, ia datang bersama bayangan hitamnya yang tertinggal lalu ingin menebas Karina.
Di saat itu, Gamma-Karina menundukkan badannya dan meluncur cepat ke arah kanan layaknya orang memakai sepatu roda.
__ADS_1
SLASHH!! Tebasannya luput.
Tetapi Samurai bercaping tidak berhenti sampai disana, ia langsung menyerang Karina yang sedang mencoba berlari.
Gamma-Karina merasakan energi membunuh yang kuat dibelakangnya, ia kemudian membalikkan badannya yang ternyata Samurai bercaping itu sudah siap menebasanya.
SLASHHH!! Partikel biru hancur terurai berantakan.
Itu adalah Crossbow milik Gamma-Karina yang ia gunakan sebagai penahan tebasan dari Katana yang merah menyala. Dirinya pun terlempar sejauh tiga meter, akibat benturan energi yang begitu dahsyat.
Gamma-Karina mencoba bangkit, akan tetapi belum sempat ia mengkedipkan matanya, sosok Samurai bercaping itu sudah berdiri dihadapannya dan siap untuk menebasnya kembali.
Matanya yang bewarna biru menyala menyaksikan ritme kematian yang akan segera terjadi, di dalam Virtual Cortex miliknya listrik-listrik itu mengalir cepat pada sebuah titik.
Dan dalam waktu yang bersamaan, Energi Biru yang sudah berpusat pada telapak kaki Karina meledak sehingga membuatnya terpental menjauh dari Samurai bercaping itu.
SLASHH!!!
Diluar dugaan, tebasan milik Samurai bercaping itu jauh lebih cepat, yang tanpa Gamma-Karina sadari kaki kananya telah terpotong. Dia pun berteriak kesakitan ketika menyadari hal itu.
Darah bercucuran dari kakinya, Samurai bercaping itu seakan tidak mengenal ampun ia kini berjalan mendekati Karina yang terkapar dan merintih kesakitan.
"DELTAA!!!" Teriakan dari Gamma-Karina membuat langkah Samurai bercaping itu terhenti.
Partikel cahaya biru menyinari bagian kaki kanannya yang terpotong, dan mengembalikan bentuknya ke sediakala. Gamma-Karina kemudian meledakkan energi dibagian punggung atasnya, agar ia dapat berdiri secara spontan.
Namun tepat saat dia akan berdiri, Samurai bercaping itu sudah menghunuskan Katananya terlebih dahulu. Yang akhirnya, tubuh bagian perut Karina tembus tertusuk dan terdorong cepat menghantam dinding hitam yang ada dibelakangnya.
Gamma-Karina menjerit kesakitan, merasakan aura negatif yang kental merasuk ke dalam tiap-tiap pembuluh darahnya.
"Yang barusan kau lakukan itu sangat mengagumkan, mengingat kau hanyalah sebuah Roh"
Helai dari tiap rambut Karina yang menutupi wajahnya yang tertunduk menahan rasa sakit itu terlihat sudah mengeras akibat darah yang telah mengering.
Mata dari pupil biru milik Karina masih menyala, ia kemudian menggerakkan tangan kanannya dan mencoba menggenggam Katana yang menancap diperutnya.
Akan tetapi energi negatif yang begitu kuat membuat tangan Karina bergetar, sehingga membuatnya kesulitan.
"Kau mau apa sekarang, hah?"
Samurai bercaping itu mendorong Katana yang tertancap diperut Karina jauh lebih dalam. Karina pun langsung tertunduk tak berdaya merasakan sakitnya.
Tanpa Samurai bercaping itu sadari, Thetha-Karina sudah berada dibelakangnya dengan segala persiapan yang ia sudah selesaikan.
Thetha-Karina kemudian memainkan jemari tangan kanannya. Empat rantai yang terbentuk dari sebuah Energi Biru melesat cepat mengikat kedua kaki dan tangannya.
"Apa ini??!!" Samurai bercaping itu terkejut dan kebingungan.
Samurai Bercaping yang berdiri dihadapan Gamma-Karina kemudian tertarik kebelakang bersama Katana miliknya yang tertancap di perut Karina.
Gamma-Karina hampir terjatuh, namun ia mencoba bertahan.
"Delta, cepat sembuhkan luka ku" ucapnya.
Darah yang mengalir dari perut Gamma-Karina yang sobek perlahan tertutup kembali oleh partikel cahaya biru.
Di dalam ruangan yang di kelilingi dinding hitam dan bercak darah, terlihat ada empat tombak energi tertancap bersama rantai yang telah berhasil menjerat sosok Samurai bercaping.
__ADS_1
Dirinya yang kini terikat ditengah-tengah dari seluruh ruangan itu, berusaha untuk melepaskan diri dengan cara memberontak. Akan tetapi, semakin ia memberontak panas dari Energi Biru itu semakin membakar kulit-kulitnya.
"Percuma saja" ucap Thetha-Karina yang melangkah mendekati Gamma-Karina.
Samurai bercaping itu terkejut seketika, ketika melihat ada dua Karina berdiri dihadapannya.
"Kau...kenapa kau bisa menjadi dua?"
Tangan kiri Gamma-Karina yang menjulang ke atas meminta, maka muncul lah sebilah pedang yang kemudian berputar sangat cepat.
Kedua mata biru Karina yang menyala melirik ke arah tangan kanan sosok Samurai bercaping yang sedang memegang katana miliknya.
JLEB!! Pedang itu meluncur tak terlihat dan langsung memotong pergelangan tangannya. Katana yang dipegangnya terjatuh seketika.
"Arrkkhh...kurang ajar!! Dari mana datangnya kekuatan itu!! Itu sungguh tidak adil!!" teriaknya membentak.
Dua Karina yang sedang berdiri di hadapannya, dengan gaya rambutnya yang berbeda hanya tersenyum mendengarkan keluhan dari Samurai bercaping itu.
Tangan kanan dan kiri Karina meminta, maka muncul lah sebuah partikel cahaya biru yang mulai membentuk sebuah pistol. Mereka berdua kemudian bersama-sama mengarahkannya kepada Samurai bercaping yang sedang terjerat rantai milik Thetha-Karina.
DOORS!!! 100x
Di dalam ruangan gelap dan minim cahaya itu hanya terdengar suara tembakan dan jeritan yang terus menggema dalam beberapa menit.
Samurai bercaping yang mengaku bernama Kenji tersebut, kini energi negatifnya sudah terasa melemah. Karina memang sengaja untuk tidak membakarnya terlebih dahulu karena masih ada yang ia ingin tanyakan.
"Dimana Niira? Cepat katakan!" Gamma-Karina membentak.
"...Pohon...." ucapnya dengan nada lemas tak berdaya.
"Pohon?"
Seketika itu juga Karina mengingat sebuah pohon besar yang ia temukan pertama kali saat di dalam mimpinya.
"Dimana pohon itu! Aku tidak pernah melihatnya sejak datang ke tempat ini?"
"...Ahahah..hahahaha..." Dia menertawakan Karina.
Thetha-Karina mengarahkan tangan kanannya ke depan. Dalam beberapa saat partikel cahaya biru berdatangan dengan jumlah yang sangat banyak, dan mulai membentuk sebuah senjata Trisula tepat di atas tubuh Samurai bercaping yang sedang tergeletak.
Senjata Trisula yang bewarna Energi Biru itu kemudian secara perlahan mulai berputar yang semakin lama semakin cepat.
"Kau ingin mengatakannya atau tidak?" ucap Thetha-Karina yang berupaya mengancamnya.
"Si keparat itu, dia tidak pernah..memberi tahu...kalau...kau...sekuat ini!" ucapnya seraya memandangi Trisula energi yang sedang berputar cepat di atas perutnya.
Dua Karina sama sekali tidak memperdulikan perkataannya. Thetha-Karina kemudian mengayunkan tangan kanannya ke bawah, maka Trisula yang berputar cepat itu juga langsung menancap dan menghancurkan tubuh milik dari Samurai bercaping tersebut.
Tidak ada suara jeritan disana, Caping yang terus menutupi kepalanya akhirnya jatuh terlepas dan memperlihatkan wujud asli dari sosok pria bercaping tersebut.
Bagian setengah dari kepalanya berbentuk seperti Fantasma, itu terbukti karena kedua bola matanya yang besar dan bewarna merah. Sedangkan bagian mulutnya tetap terlihat seperti manusia.
"Ternyata kau juga Manifestasi dari para Fantasma itu..."
Empat tombak bersama rantai dan Trisula yang melekat ditubuh sosok pria bercaping itu kemudian berubah wujud menjadi Api Biru yang menyala dan mulai membakar habis semua Energi Negatif yang ada disana.
Dinding-dinding hitam yang mengurung Karina di dalamnya mulai retak dan runtuh secara keseluruhan. Pada saat itu juga cahaya matahari kembali bersinar terang menyinari tempat itu.
__ADS_1
Bersambung...