Outdoor Activity

Outdoor Activity
Chapter 13.8 : "Ruang Bawah Tanah" Part IV"


__ADS_3

Semua merasakan duka, Ragil emosi dalam kesedihannya. Dia memukuli permukaan tanah sampai kepalan tanganya lecet berdarah.


Ryo tertunduk dengan wajah yang suram. Di dalam benaknya ia berpikir, apakah mereka semua bisa keluar dari malapetaka ini.


Pak Daniel mengusap air matanya. Dia yang merasa paling bersalah atas semua ini. Dari raut wajahnya, Sandi terlihat sedang mencemaskan sesuatu. Yang tanpa ia sadari, suara hatinya terucap keluar dari mulutnya.


"Kayaknya kita semua akan mati disini"


Ragil yang mendengar itu dengan cepat berdiri lalu menyergap Sandi sampai jatuh ke tanah, dan memukuli wajahnya.


Sandi tidak tinggal diam, dia kemudian balas melawan Ragil dan adu jotos pun tak terelakkan.


Pak Daniel yang melihat itu langsung berdiri mendatangi dan menarik kerah baju mereka masing-masing.


"Kenapa kalian berdua malah berkelahi!" ucapnya emosi.


"Kalian mau menambah kegilaankah ditempat ini!!"


"Kalau kalian ingin melampiaskan amarah, buktikan didepan monster bangsat itu!!"


"Ini si anak bucin ngomong sembarangan, aku ga terima!!" ketus Ragil,


"Ga ada harapan, kau ga lihatkah monster segede itu dengan gampangnya meremukkan Anwar"


balas Sandi yang terlihat depresi.


"AKU ga mau matii!! Kau aja yang mati disini!!" teriak Ragil lalu melepaskan tangan Pak Daniel.


Ragil berjalan kembali menuju gudang, yang kemudian disusul mereka bertiga.


***


< Lokasi Gudang Tua terlantar >


Winda mendengar kematian Anwar yang secara teragis, ia terkejut seakan tak percaya. Cindy hanya terlihat merenungi berita itu.


...


Ryo duduk bersandar di dinding, ia mengambil smartphonenya dan membuka galeri foto. Disana ada foto dirinya bersama adik perempuannya waktu perayaan ulang tahun yang ke sepuluh.


Winda melirik Ryo yang meneteskan air mata dipipinya. Pak Daniel sedang duduk merenung didepan pintu gudang, ia sudah tidak bisa lagi menghirup asap rokoknya.


"Terus kita sekarang harus gimana" ucap Cindy yang bersedih.


"Kita gak mungkin bisa lewat hutan gelap itu, terlalu berbahaya" ucap Pak Daniel.


"Terus, kita disini aja kah? Mau sampai kapaaan!!" cetus Ragil.


"Mau ngambil air, tapi sumur itu jauh didalam hutan sana! Mau makan kita cuman ada cemilan!!" sedangkan kita butuh energi agar tidak terdeteksi oleh monster itu!!" imbuhnya.


"Ya sudah, kalau begitu simpan energimu ga usah marah-marah!" jawab Pak Daniel.


"Karina, dia terlihat sangat kelelahan" ucap Ryo.


"Kenapa dia bisa tidur dengan nyenyak disaat seperti ini" Ragil.


Sandi melihat ke arah Karina yang masih tertidur pulas.


"Karina tidak sedang tidur. Dia, sedang berjuang sendirian" ucap Sandi.


Semua langsung menoleh ke arah Sandi. Dia kemudian menjelaskan tentang ke ajaiban yang sudah terjadi didesa itu. Bagaimana mereka bisa selamat dari kepungan para monster, dan bagaimana bisa peluru pistol Pak Daniel, yang tadinya tidak mempan tapi mampu membunuh sosok monster tersebut.


Dan harusnya keberadaan mereka digudang ini terdeteksi, tetapi entah bagaimana tidak ada satupun baik setan atau monster tidak ada yang datang mengganggu mereka.


Semua yang mendengarkan perkataan Sandi mencoba menerima dan memahaminya.


"Kalau begitu saat ini, kita hanya bisa mendoakan yang terbaik untuk Karina" Ryo.


"Saya sangat berharap semoga itu benar" Pak Daniel tertunduk menangis diam.


"Karina... Berjuanglah"


......................


..................


...........


*CPLASH *CPLASH


Karina masih berjalan dikoridor yang gelap dengan cahaya penerangan dari senternya. ia sudah melewati belasan ruangan dan bertemu beberapa sosok negatif. Akan tetapi semua yang ada disitu sudah ketakutan dengan Karina, karena merasakan energi besar sebelumnya.


< STORAGE ROOM >


Sebuah ruangan yang menarik perhatian Karina, ia coba membukanya namun terkunci. ia lalu masuk menggunakan kemampuan Sleeping Ghost.


Terkejut bukan main, disana ada lima tengkorak manusia yang berantakan. Karina menyenteri setiap detil-detil ruangan itu dan dia berhasil menemukan sebuah buku catatan yang masih dipegang tangan tengkorak. Dia mengambilnya lalu membuka beberapa halaman dan menemukan tulisan yang dapat dimengerti artinya.

__ADS_1


"Project Fantasma-09 berhasil kabur dari laboratorium utama dan merusak semua fasilitas yang ada. Pasukan hazmat banyak yang terbunuh, kami mencoba lari kegudang terakhir tetapi jumlah mereka tiba-tiba mendadak menjadi sangat banyak dan menyebar kemana-kemana. Karena itu kami terpaksa mengurung diri didalam sini.... Kami mungkin tidak akan selamat,...maafkan aku... "


" Project Fantasma....jadi itu nama monsternya? " ucap Karina yang membaca didalam suatu lembaran buku itu.


Karina kembali membuka lembarannya satu persatu ingin mencari petunjuk lebih, tetapi yang tersisa hanya tulisan rumus dan gambaran kombinasi tertentu.


Setelah itu Karina melanjutkan langkah kakinya, ruangan demi ruangan ia masuki. Disana di ruangan nomor 19, Karina bertemu dengan sosok perempuan yang sedang mengetik komputer.


Wanita itu berambut sama dengan Karina, dengan gaya Ponytail tetapi dengan corak warna kuning ke emasan bersama dengan menggunakan Jas bewarna putih.


Karina bingung apa yang sedang dilihatnya. Wanita itu terlihat begitu hidup dan nyata. Karena penasaran ia pun coba memanggilnya. Akan tetapi wanita itu tetap fokus bekerja.


Seakan masih tak percaya, Karina mencoba memegangnya. Dan yang terjadi adalah tangan Karina menembus Wanita itu layaknya sebuah hologram. Wanita itu kemudian berjalan menembus keluar pintu. Karina mencoba mengikutinya tetapi dia sudah tidak ada.


"Itu barusan apa..."


....


*Cplash *Cplash


Karina kemudian lanjut jalan melewati koridor, akhirnya ia mendapatkan sebuah peta dari keseluruh ruang bawah tanah.


"Jadi ini peta ruangan bawah tanah, tapi sebagian sudah kering terkena lumpur" ujarnya.


Karina kemudian menggunakan kemampuan Object Invasion untuk menyalin lalu menyimpannya dalam Memory pikiran.



Dari sinilah dia mengetahui, bahwa Koridor ini memiliki panjang 250 meter beserta semua ruangan didalamnya.


Sebelum belok ke koridor berikutnya, Karina merasakan beberapa Sosok Fantasma yang berada diruangan ujung terakhir. Karena Dia tidak merasakan takut, Karina dengan mudah menyerang mereka dengan tembakan dari belakang. Semuanya mati menjadi abu.


Kemudian Karina mulai memasuki Koridor yang sedikit lebih besar. Dia berjalan dan melihat kanan dan kiri ada sebuah laboratorium yang besar berjumlah empat.


Karena pintunya terkunci, Karina menggunakan Sleeping Ghost untuk masuk ke laboratorium yang pertama.


Disana banyak peralatan laboratorium yang pecah dan berantakan diatas lantai. Karina lalu memberanikan langkahnya untuk masuk lebih dalam. Dibalik dinding yang bepagarkan kaca, didalam sana terlihat ada 10 stretcher dan 5 tabung besar yang sudah rusak.


Karina lanjut melangkah mendekati tanpa merasa ada bahaya dari si Fantasma itu. Dia menyenteri dinding, lantai, dah seluk beluk ruangan yang berantakan. Yang akhirnya, ia menemukan sesuatu disana.


"Jepitan rambut cewek" berbentuk seperti bunga teratai.


Karina lalu menggunakan Object Invasion dan menyimpannya kedalam Memory pikiran.


*KRENTING *KRENTING *CPLASH *CPLASH


Karina kenal dengan suara langkah kaki yang terikat rantai ini. Dia tidak mau melihat sosok apa itu, tapi dari energi yang dirasakan sangat besar sudah membuat nyali Karina ciut duluan.


Karina memutuskan untuk jongkok bersembunyi dibalik dinding dari dalam, karena ia sekilas melihat dua cahaya senter bewarna merah menyala.


"Gak, gak mungkin aku bisa melawan makluk itu... Energinya, dia bukan Fantasma juga bukan Jin. Itu apa???"


"Apa dia sering bergentayangan diruangan bawah tanah ini"


Tak lama suara kaki terikat rantai itu berhenti, Karinapun semakin tegang mengetahui itu. Dia mencoba membuang rasa takutnya sebisa mungkin agar tidak terditeksi.


Sosok itu seakan merasakan sesuatu berada didalam Laboratorium, terlihat kilauan dari cahaya senter bewarna merah itu beberapa kali menyenteri menembus dinding kaca dari sebelah pintu masuk.


"Tenang Karina...Karina, Tenang"


DUUUMMMMMM!!!!


Suara hentakan keras yang terdengar entah dari dimana, tetapi getarannya terasa sampai tempat Karina berada.


"Aduh, itu suara apalagi?!"


GRUAAAARGHHHGGUUH!!!!"


Sosok itu berteriak marah dan berjalan cepat ke arah sumber suara itu berasal. Karina menunggu benar-benar sampai suara rantai besi yang mengerikan itu tidak terdengar lagi.


Perlahan ia mencoba mengintip dari dalam kaca.


"fuuuhh, kayaknya dia sudah pergi..."


.....


Karina bangkit berdiri dan lanjut melangkah jauh kedalam ruangan laboratorium. Dia sampai kepada tempat seperti locker ruangan mayat.


Disana ada beberapa locker yang seperti dipaksa ditarik keluar sampai terlihat rusak. Diatasnya ada tengkorak-tengkorak berceceran dengan tulang badan yang terbelah dua. Karina tidak merasakan adanya sosok-sosok Fantasma disini, ia lalu lanjut ke koridor penghubung laboratorium kedua.


Sebelum Karina masuk aroma busuk sudah tercium menembus pintu yang terbuat dari besi. Dia pun kembali menggunakan Sleeping Ghost agar dapat melewatinya.


Situasinya sangat mengerikan ruangan itu penuh dengan puluhan mayat manusia yang berserakan tidak menentu diatas genangan air. Karina tidak sanggup dan mundur kembali.


"uhuukk Uweeeekkk...!!!"


"Kenapa mayat-mayat itu tertumpuk menjadi satu, Apa itu ruang makan mereka??"

__ADS_1


Disaat moment itu terjadi, Karina yang melangkah mundur tidak sadar ternyata dirinya sedang melayang 10 centimeter diatas air.


Diapun merasa kaget dan kesenangan melihat dirinya bisa terbang. Dia lalu dengan gembira terbang kesana kemari seperti Mbak Kunti yang pecicilan.


Tak lama Karina merasakan kelelahan, energinya seperti terkuras cepat. Dia akhirnya sadar jika ingin terbang perlu energi tersimpan yang banyak. Dengan ekspresi kecewa, Karina terpaksa berjalan melangkah dengan kedua kakinya kembali.


*CPLASH *CPLASH *CPLASH


*KRIIIIEETTTT


Karina melanjutkan eksplorasinya ke laboratorium yang ada diseberang sebelah kanan. Dia melangkah pelan dan Inner Shiver miliknya memberikan sebuah reaksi. Dengan kata lain ada sesosok Fantasma disekitar sana.


Karina mengintip dari koridor dinding, terlihat disana ada kurang lebih 10 Fantasma yang masih berada didalam tabung cukup besar.


Tidak seperti laboratorium sebelumnya, tempat yang satu ini masih kelihatan bersih dan tidak berantakan. Hanya saja seluruh ruangan terdapat genangan air yang sama seperti keadaan diluar.


Karina memberanikan diri mendekati untuk mengetahui keadaannya secara langsung. Dia harus, karena ini semua demi keselamatan teman-temannya.


Disana terdapat meja panjang dengan beberapa komputer diatasnya. Tetapi itu bukanlah menjadi objek perhatiannya, Dia fokus terhadap sosok Fantasma yang ada didalam setiap tabung.


Dibawah tabung itu terdapat tulisan nama pasien dan nomor seri dari setiap Fantasma. Dalam benaknya Karina berpikir, usia tempat ini sudah ratusan tahun terbengkalai tetapi mereka semua tetap awet didalam tabung itu.


"Mereka ini hidup apa sudah mati?"


Karina yang sedang fokus memperhatikan sambil melangkah pelan mengiringi meja panjang, tanpa sengaja energinya berbenturan dengan sebuah batrai yang ada didalam tape rekorder yang sudah lama usang.


Dengan kemampuan melampaui hukum fisika, tape rekorder itu secara ajaib menyala kembali dan mengeluarkan suara percakapan orang.


"Situasi diluar kendali, para Fantasma itu menerobos fasilitas utama... Bzzztttt...Pasukan militer coba mengatasi mereka.... Bzzttttt... semuanya cepat....... tinggalkan... Bzztttt.... Apa itu!!!... Bzzzttttttt.................."


Karina terlonjak kaget tiba-tiba mendengar suara orang, tetapi dia tidak mengerti percakapan apa yang sudah terjadi didalam tape rekorder itu.


*KHIAAAAAKSS


Terdengar suara jeritan dari sosok Fantasma yang menggema keras diseluruh ruangan. Karina merespon itu, ia kemudian mundur kembali bersembunyi dibalik sudut dinding koridor.


*CPLAKS *CPLAKS *CPLAKS


Suara merangkak terdengar begitu cepat menghantam genangan air, dan mendobrak pintu laboratorium dari arah depan.


*JDAAARRRR!!!


Terlihat mereka berlomba masuk hingga ada yang merayap didinding. Dari sudut ruangan Karina mengintip dengan mata yang tajam. Mereka berjumlah empat ekor dan sedang mencari-cari dari mana sumber suara itu berasal.


"Mereka tidak menyadari keberadaanku, sebaiknya harus cepat kubunuh"


Sebelum dia ingin melakukan niatnya, sosok Fantasma itu merangkak kembali keluar dan pergi tanpa ada rasa kecurigaan terhadap keberadaan Karina yang ada disana. Melihat itu Karina merasa legah, dan lanjut melangkah ke ruang laboratorium terakhir.


...


Disini Karina mendapatkan informasi setelah energinya berbenturan dengan Residual Energi yang tertinggal didalam ruangan itu. Layaknya sebuah Hologram yang divisualisasikan, semuanya terwujud dengan jelas satu persatu.


Seketika seluruh ruangan menjadi ramai dan banyak orang yang beraktifitas dengan karina yang berada ditengah berdiri sendiri.


Seorang Wanita berpakaian jas putih masuk membawa sebuah buku catatan dan sebuah foto hasil ronsen. Dia memberikan itu kepada lelaki yang bertugas menganalisa data didepan komputer.


"Ini hasil percobaan dari Fantasma-09"


Lelaki itu kemudian mengambilnya dan melihat hasil ronsennya.


"DNAnya berhasil menyatu dengan baik, kemungkinan besar ini akan berhasil"


"Apa dengan ini pekerjaan kita bisa selesai, aku sudah capek berada disini. Mereka bilang semua pasien itu adalah para volunteer, apa itu benar?"


"Mereka semua dari rakyat ekonomi yang lemah, demi keluarganya apapun pasti dilakukan"


"Oh iya, Tadi aku dengar para militer militan itu menangkap seorang gadis yang coba menyusup"


"Menyusup? Ada-ada saja, aku tidak bisa membayangkan bagaimana nasib wanita itu sekarang"


Karina kemudian meninggalkan orang itu dan lanjut melangkah. Dia melihat beberapa orang terlihat sakit dengan mulut diperban dan dibawa menuju suatu ruangan.


Didepannya ada dua orang laki-laki berjas putih dan memakai masker sedang membicarakan sesuatu.


"Bro, menurutmu kita ini melakukan pekerjaan yang benarkah?"


"Apa maksudmu, selama kita mendapatkan uang kenapa kita harus memperdulikan hal yang tidak berguna"


"Aku cukup prihatin dengan mereka yang cacat akibat serum itu, apa yang terjadi pada mereka selanjutnya? "


"mereka semua akan dikumpulkan dan dibawa ke ruangan yang berada cukup jauh dari sini,"


"Apakah mereka diasingkan?"


"Aku tidak ingin mengatakan ini, tapi kau jangan bilang pada siapa-siapa"


"Gosip yang kudengar, mereka dibawa keruangan Incernate lalu dibakar hidup-hidup"

__ADS_1


Karina yang mendengarkan kekejian tersebut tepat didepannya, seketika ia kaget dan tak percaya.


Bersambung...


__ADS_2