
Pintu ganda itu kemudian mulai terurai menjadi partikel bewarna emas dan hilang dari pandangan mata mereka yang melihatnya.
Di telapak tangan Karina dua buah benda energi yang bewarna merah dan biru terpecah dalam bentuk cahaya warnanya, lalu masuk ke dalam tubuh Karina.
Karina yang menerima dua energi itu, seketika angin berhembus kencang di sekitarnya berdiri. Kedua mata birunya terlihat menyala walau hanya untuk sesaat. Ia merasakan tubuh spritualnya memiliki banyak energi.
"Kariiin" teriak Winda berlari mendatanginya.
"Apa semua sudah berakhir?"
Karina terdiam seraya melihat telapak tangannya. ―"Aku tidak tahu, tapi semoga saja"
"(Kita masih belum melihat keberadaan para Fantasma itu, tidak mungkin jumlah mereka hanya segitu saja)"
"(Apa sebaiknya Winda kita tinggal disini?")
Tiba-tiba gempa hebat terjadi menggetarkan gedung Tray Cell yang setinggi 40 meter tersebut.
"Rin, Gempa!!!" Winda panik.
Mereka berdua yang berada di dalam taman itu terlihat dibuat kehilangan keseimbangan untuk berdiri akibat getaran besar tersebut. Karina duduk dalam mode siaga, sedangkan Winda dalam posisi tiarap di atas rerumputan yang hijau.
"(Ini bahaya!! tubuh asli kita, bisa tertimpa reruntuhan bangunan)"
Karina kemudian menyuruh Winda agar jangan pergi untuk meninggalkan tempat.
"Okay!!"
Kedua mata biru Karina yang bercahaya adalah bukti seseorang telah mengambil alih fungsi Neural Oscillation di dalam Virtual Cortex. Ia kemudian terbang di tengah-tengah taman tersebut lalu membuatkan sebuah pelindung energi untuk Winda yang akan di tinggal untuk sementara disana.
Energi Biru itu melesat cepat membentuk lingkaran, menyerupai ruangan taman tersebut.
"Winda, tunggu sampai aku kembali." ucap Beta-Karina dengan senyumannya.
Winda mengangguk dan memberikan senyuman semangatnya.
Beta-Karina terbang meluncur ke atas menembus atap kaca yang berbentuk lingkaran besar.
"(Sekarang mari kita buktikan, apakah firasat kita benar") ucapnya.
Setelah Beta-Karina sedikit menjauh dari gedung Tray Cell, barulah ia melihat gulungan ombak tsunami bewarna hitam yang menyapu seluruh daratan yang ada di wilayah tersebut.
"Astaga..." Beta-Karina tercengang melihat penampakan itu.
Ternyata gulungan ombak hitam yang dilihatnya adalah jutaan sosok Fantasma yang merangkak keluar dari dalam tanah seperti seekor semut hitam yang keluar dari lubangnya. Dan setelah ia perhatikan sekali lagi di tengah sana ada seseorang yang sedang duduk seolah berbicara kepada mereka semua.
"Kakek biadab itu, dia masih hidup!"― Tanpa basa-basi, Beta-Karina langsung menggunakan kekuatannya.
Tangan kanannya meminta, maka muncul lah sebilah tombak energi bewarna biru, yang kemudian ia lemparkan ke arahnya.
Si tua Bangka itu tetap duduk bersemedi, tombak yang akan segera menembus kepalanya tersebut di telan oleh gumpalan hitam raksasa yang berbentuk tangan.
"Kau kira, kau saja yang bisa berpura-pura. Dasar wanita busuk!!"― Kakek tua itu kemudian berdiri di tengah lautan Fantasma.
"Mereka telah berhasil menciptakan ku, dan mereka menyuruhku untuk menunjukkannya kepada dunia"
"Aku telah di pilih, untuk menjadi raja yang akan memimpin dunia ini. Dan sekarang mari kita bersama-sama untuk memulai pembentukannya"― Dia kemudian meluncur ke atas di dorong oleh para Fantasma yang menyatu seperti tiang langit.
Beta-Karina benar-benar di buat terdiam melihat kakek tua itu yang terus meluncur setinggi hampir 500 meter ke atas langit. ia kemudian memanggil jutaan Fantasma tersebut dan mulai menyatu membentuk monster raksasa.
Para penduduk yang tinggal berjarak puluhan kilometer dari sana menyaksikannya semua dan merekamnya melalui kamera ponsel. Sehingga kejadian itu langsung tersebar luas dengan sangat cepat di mulai dari daerah,kota,pulau dan negara. bahkan sudah mencapai kemancanegara dalam waktu kurang lebih satu jam.
Anak-anak, remaja dan orang tua terlihat sangat heboh dan ada juga yang terlihat ketakutan. Beberapa orang tua menghentikan langkah anaknya yang berniat untuk mendatangi lokasi tersebut.
Para reporter tv daerah siap meluncur untuk meliput langsung ke tkp.
Berita itu juga sampai ke badan pertahanan negara. Mereka segera mengirimkan para prajurit tempur udaranya untuk menghancurkan monster raksasa tersebut.
Para prajurit angkatan udara itu terlihat berlari dengan sigap mengambil perlengkapannya, mereka kemudian lanjut menuju pesawat tempurnya masing-masing.
...
"Raja? Bukankah seharusnya dia di ciptakan untuk mengendalikan para Fantasma itu"― "(Tidak! tujuan orang di balik ini sudah jelas, yaitu kehancuran")
Beta-Karina bagaikan lalat kecil jika di bandingkan dengan monster raksasa itu. ia saat ini sedang melayang di udara pada ketinggian 80 meter.
Wujud sosok dari jutaan Fantasma mulai terbentuk. Ia terlihat seperti manusia raksasa dengan kulit tubuhnya bewarna hitam yang terus bergerak-gerak. Dan jika di lihat dengan detail, kulitnya yang terus bergerak itu adalah para Fantasma yang terus berlarian saling memijak satu sama lain.
"(Besar sekali, bagaimana cara kita mengalahkannya")
"Tenangkan dirimu, selama ada energi alam. Kita pasti akan bisa menghabisinya" ― "Ayo kita mulai!"
Beta-Karina menaikkan tinggi terbangnya, kali ini ia berada di ketinggian 120 meter. Resiko penggunaan kemampuan Flying Radical adalah borosnya dalam penggunaan energi biru.
Tangan Beta-Karina meminta ke depan, maka muncul lah jutaan partikel dan mulai membentuk sebuah tombak trisula raksasa. Akan tetapi membutuhkan waktu yang sedikit lama karena ukurannya yang besar.
Tangan raksasa selebar 50 meter bergerak sangat lambat ke atas, di karenakan adanya hukum gravitasi. Dimana, semakin besar benda tersebut, semakin besar pula massanya.
"(Bahaya, kita tidak akan sempat!") kedua mata biru yang bercahaya itu melotot, menyaksikan tangan raksasa selebar 50 meter tersebut bergerak ingin mengajar diri mereka.
"Sial sedikit lagi!!" ― "(Awas!!!)" Karina melihat ratusan ribu pasang mata Fantasma dari bentuk tangan raksasa tersebut.
Beta-Karina menggunakan kemampuan Room Disorder dalam bentuk yang cukup besar.
BAMM!!!
Prisai pelindung itu pecah seketika dan menghantam Beta-Karina yang akan melesat jatuh menghantam permukaan tanah.
"THETHA!!!" Puluhan rantai muncul dan membentuk sebuah jaring untuk menangkap tubuhnya yang terhempas.
Dia selamat, namun impact yang di berikan jauh lebih besar.
"Uhukk..uhukk..uwhukk!!!" Beta-Karina batuk darah.
"Delta!" luka dalam tubuh spritualnya sembuh kembali.
Tangan raksasa itu bergerak kembali. Kali ini ia berniat menyerang dengan kedua tangannya.
"Akhh..."― Beta-Karina bangkit berdiri kembali menghadap sosok itu.
"Wow! makhluk apa itu, kenapa dia besar sekali!" ucap Pilot pesawat temput yang telah tiba di lokasi.
__ADS_1
WUSHH-WUSHH!!! 7 Unit pesawat tempur melesat cepat mengitarinya.
"Pesawat tempur? (Itu berarti, tempat ini telah berhasil di ketahui dunia luar)" ucap Beta-Karina yang melihat benda langit itu melesat cepat di atasnya.
"Sejak kapan ada monster sebesar itu di negara ini?"
"Hanya tuhan yang tahu!
"Formasi V, Formasi V!!"
"Copy!" ― "Roger That!"
7 unit pesawat tempur mulai berpencar, dan menyatu kembali dalam formasi V. Setelah cukup mendekat, masing-masing mereka melepaskan Rudal peledaknya yang melesat meluncur ke arah badan Fantasma Raksasa tersebut.
BLARR!!!
Ledakan yang terjadi sangat besar dan dahsyat. Para Fantasma itu hancur berantakan dari tubuh raksasanya. Akan tetapi jumlah mereka yang jutaan, membuat makhluk raksasa itu seperti tidak terkena serangan apapun.
"Serangan kita ga mempan!"
"Yang benar saja!"
"Ayo kita lakukan lagi"
Pasukan tempur udara itu kembali akan menyerang, dan di saat itulah Beta-Karina menggunakan kesempatannya untuk membuat senjata tombak berukuran raksasa. Ia meluncur terbang ke atas, dan mulai melakukan pencipataan.
Para pilot yang ada di dalam pesawat tempur tersebut tidak bisa melihat adanya seorang gadis yang sedang melayang di antara mereka yang melesat cepat dalam melakukan formasinya.
Rudal-rudal itu kembali di lepaskan!
Ledakan besar terjadi kembali di tubuh Fantasma Raksasa tersebut. Tubuh mereka yang hitam legam membuat para pilot tidak menyadari bahwa mereka adalah kumpulan kecil dari jutaan Fantasma. Sehingga di saat dua unit pesawat tempur itu melesat melintasinya, mereka membuat tentacle panjang yang bermunculan di belakang punggungnya lalu menghantam dua pilot pesawat tersebut.
"Aaaaaaaa!!!!" Tentacle itu mencambuk moncong dari pesawat tempur dan langsung meledak di tempat.
Sedangkan satu unit yang lain berhasil menghindari dengan manuver berputarnya, namun dari bawah menyusul tentacle yang menusuk tepat di bagian bawah badan pesawat tempur tersebut, membuatnya terbelah dua dan bagian depan awak badannya jatuh berputar-putar.
Pilot yang ada di dalamnya menyaksikan sosok sebenarnya dari bentuk monster tersebut
"Mayday! Mayday! aku terjat-
"Aku melihat jutaan pasang mata yang bewarna merah!!"
Sepuluh ekor Fantasma melompat ke atas potongan awak pesawat tempur yang berputar-putar jatuh, lalu menghancurkan pilot yang ada di dalamnya.
"Aaaaaaaaa,-
Beta-Karina sudah selesai menciptakan tombak trisula raksasa dari partikel energi biru, Monster Fantasma itu pun me. Ia kemudian menggerakan tangan kanannya berniat untuk menahannya nanti.
Di jarak radius 25 km di sebuah jalan tol, terlihat deretan mobil yang mengalami kemacetan karena menyaksikan pesawat tempur yang sedang melawan Monster Fantasma raksasa. Akibat dari kemacetan itu, reporter tv lokal tidak dapat mendekatinya untuk meliput. Mereka keluar dari mobil dan meliputnya di tempat.
Sementara di jalan tol yang berlawanan arah, terlihat seorang pemuda yang berjaket merah juga ikut menyaksikan. Ia kemudian memutar arah motor trailnya dan melaju turun ke jalan tanah.
Tombak trisula raksasa yang sudah berputar kemudian di lepaskan Beta-Karina, benda itu terlihat seperti awan cerah yang penuh dengan kilatan badai petir yang bewarna biru.
Gumpalan hitam yang membentuk tangan raksasa itu siap untuk menahannya dengan mendorong tangan kanannya ke depan.
"Apa yang di lakukan monster itu?"
"Semuanya standby!! Kita tidak tahu apa yang ingin di lakukannya"
"Copy!"
Tombak trisula dan tangan raksasa itu akhirnya bertabrakan, dan mengeluarkan kobaran api biru pada putarannya yang menyentuh gumpalan sosok Fantasma. Mereka terbakar menjadi serpihan debu, akan tetapi ada gelombang hitam yang terlihat melaju deras dari perutnya. Itu adalah ratusan ribu ekor Fantasma yang berlari menuju tangan yang sedang berbenturan dengan tombak trisula Karina.
"Apa yang sudah terjadi! Kenapa tangan monster itu terbakar tiba-tiba"
"Api biru !!
"Yah, aku melihatnya dengan jelas. Api itu membakar bakarnya"
"Apakah tuhan sedang membantu kita?"
Hampir separuh tangan monster itu habis terbakar, tetapi gelombang hitam itu mengembalikan bentuknya ke seperti semula sampai tombak trisula milik Beta-Karina habis energinya.
"Mereka terus bermunculan, seolah makhluk itu sedang beregenerasi"
"(Apa yang harus kita lakukan? Kalau begini terus mereka tidak akan ada habisnya)"― Beta-Karina terdiam dan memperhatikan situasinya.
Pesawat-pesawat tempur itu masih terus memberikan gempuran serangan rudalnya, membuat ledakan besar di perutnya monster itu. Seluruh dunia sekarang menyaksikan kejadian ini dari berbagai macam perangkatnya.
Negara-negara besar seperti Amerika, Rusia, Japan, China, terlihat sudah datang memberikan bantuan pasukan tempur terbaiknya.
Selagi Monster Fantasma itu di sibukan dengan pesawat-pesawat tempur yang berdatangan dan terus menembakinya, Beta-Karina teringat akan penemuan Victoria dengan dua serum yang berbeda energi. Yang jika itu di satukan, maka akan terjadi ledakan.
"Tidak apa-apa, kita hanya menggunakan energinya. bukan inti dari benda itu"― Ia melihat pesawat-pesawat tempur itu satu persatu berjatuhan.
Dua tangan Beta-Karina meminta, maka muncul lah dua partikel dengan warna merah dan biru di masing-masing telapak tangannya.
Cahayanya bersinar sangat terang, sampai semua orang bisa menyaksikannya. Mereka keluar dari mobilnya masing-masing, lalu mengabadikan momen langka tersebut.
Pilot-pilot pesawat tempur yang tersisa keheranan melihat dua cahaya bersinar yang ada tiba-tiba.
Beta-Karina kemudian menyatukan dua energi berbeda tersebut sehingga membuat cahayanya semakin terang benderang di siang hari. Rambut Beta-Karina berubah menjadi warna putih seketika, karena ia juga ikut membakar seluruh energi miliknya ke dalam dua energi cahaya tersebut.
Ia kemudian membuat cahaya itu menjadi seperti anak panah. Tangan kirinya meminta, maka muncul lah partikel bewarna putih yang mulai membentuk busur panah cahaya.
"Aku tidak tahu apa yang akan terjadi pada tubuh kita nanti, tapi hanya inilah satu-satunya cara untuk kita bisa menghabisi mereka semua sekaligus"
"Kau, tidak marah kan?"
"Terima kasih, Karina"
Tangan Kanan Beta-Karina yang menggenggam anak panah itu terlihat bergetar, ia lalu menyatukannya pada busur panah cahaya lalu membidikkannya ke arah lubang Fantasma itu berasal.
Kekuatan Energi yang begitu sangat besar membuat arah bidikannya lari tak beraturan. Beta-Karina terlihat sangat kesusahan untuk memfokuskannya pada satu titik.
Sementara itu di dekat lokasi, pria bermotor berjaket merah sebelumnya sedang terdiam menyaksikan dibawah cahaya yang sangat menyilaukan. Di dalam kaca mata hitamnya, ia seperti melihat ada seseorang di atas sana.
"Cahaya apa itu?"
"Yah, itu sangat menyilaukan"
__ADS_1
"Hey lihat! Monster itu sedang mengalihkan perhatiannya, ini kesempatan kita untuk menyerangnya"
"Anggap saja itu bantuan dari tuhan. Semuanya siap menyerang kembali!"
"Roger!"
Mereka mulai bermanuver dan melepaskan rudal-rudal yang terdapat di badan pesawatnya. 8 buah rudal balistik meluncur cepat, dan menabrakkan dirinya ke Monster Fantasma raksasa.
Getaran di tangan Beta-Karina berhenti, ketika ada dua orang yang hadir di pundak kanan dan kirinya.
"Niira, Miira. Kalian datang untuk membantuku?"
Kakak beradik itu hanya memberikan senyumannya kepada Beta-Karina.
"Terimakasih"
PSYHUU!!!
Anak panah cahaya itu di lepaskan dari busurnya. dan melesat cepat masuk menuju lubang tempat para sosok Fantasma itu berkeluaran.
Semua orang yang menyaksikan itu melihatnya bagai sebuah meteor yang jatuh pada siang hari.
Winda yang berada di taman ikut melihat cahaya terang tersebut. Ia kemudian memutuskan untuk berlari keluar dan memastikan apa yang telah terjadi.
Anak panah itu melesat cepat sampai masuk ke perut bumi, dan pada saat itulah Beta-Karina mengucapkan sesuatu dari mulutnya, yang membuat milyaran energi yang sudah di mampatkan tersebut meledak menjadi cahaya putih yang sangat panas.
Ledakan cahayanya mengalir bagaikan air, membakar semua jutaan makhluk negatif (Fantasma) yang ada di tiap rongga-rongga sarang mereka dan terus merambat sampai ke atas, meleburkan jutaan Fantasma yang membentuk monster raksasa di luar permukaan, sampai habis tak tersisa.
Seluruh dunia dan umat manusia yang menyaksikan itu ikut bersorak gembira atas musnahnya monster raksasa tersebut.
"Target berhasil dimusnahkan!"
"Yah, meskipun kita tidak tahu apa yang sebenarnya terjadi"
"Hey, bukankah sudah kubilang. Tuhan sedang membantu kita"
"Baiklah, mungkin kau benar teman!"
Pilot-pilot pesawat tempur itu kemudian pulang untuk kembali kepangkalan militernya.
...
Di atas udara, angin yang bertiup kencang mengibaskan rambut Beta-Karina yang bewarna putih. Ia kemudian melihat kedua tangannya yang mulai terurai menjadi partikel cahaya biru, dan pandangan matanya menjadi minus total. Ia mulai kehilangan kesadarannya.
"Sampai bertemu lagi, Karina" kedua matanya yang bercahaya biru, padam.
Tubuh spritual Karina yang berada di atas udara jatuh ke bawah dengan keadaan mata yang tertutup tak sadarkan diri.
Pria yang berjaket merah itu melihat seorang gadis berseragam oka biru jatuh dari atas langit bersama partikel-partikel cahayanya. Ia kemudian berlari mendatangi, untuk mengetahui dimana titik jatuhnya.
Winda yang menyaksikan itu berteriak memanggil nama sahabatnya, ia pun lekas turun melalui tangga darurat.
...
Di luar Laboratorium A terlihat seorang lelaki yang berjaket merah sedang mencari dimana jatuhnya sosok wanita tersebut. Dia begitu penasaran, karena itulah ia memutuskan untuk masuk ke dalam Gedung laboratorium tersebut.
Melihat kondisi yang ada di dalam gedung yang berantakan membuatnya terkejut, dirinya pun bertanya-tanya apa sebenarnya yang sudah terjadi di tempat ini. Satu-persatu ruangan yang ada di lantai bawah ia telusuri, namun tidak mendapatkan apa-apa.
Winda berlari sekuat tenaga, rasa cemas penuh khawatiran terus berbisik di dalam hatinya. Gedung Laboratorium A sudah terlihat, ia pun segera masuk ke dalamnya.
Di saat pria berjaket merah itu hendak menaiki tangga ke lantai dua, ia mendengar suara orang berlari dari depan. Mereka pun akhirnya bertemu.
"Hahh..haahh..kamu? bukannya kamu orang yang waktu itu!" ucap Winda yang terengah-engah.
"Eh kamu Winda kan?! Apa yang sudah terjadi disini!" ucap Pria itu yang merasa cemas setelah melihat keadaan Winda yang berantakan.
Dia adalah Mandala, seorang yutuber yang pernah bertemu dengan Karina dan Winda pada saat rombongan Bus mereka sedang istirahat untuk makan siang.
"Nanti saja aku jelaskan, aku harus menyelamatkan Karina"― Winda lekas menaiki tangga ke lantai dua terlebih dahulu.
Mandala menjadi ikut gelisah, ia pun langsung mengikuti Winda dari belakang.
Sesampainya di lantai dua, Winda langsung menyuruh Mandala untuk mendobrak pintu tersebut karena kuncinya telah hilang. Lelaki itu terlihat beberapa kali menggunakan bahunya agar pintu itu terbuka. Karena tidak bisa, ia memutuskan untuk menghancurkan handel pintunya menggunakan balok kayu.
Gagang pintu itu berhasil di hancurkan dan mereka berdua masuk ke dalam.
Disana terlihat Karina yang sedang tertidur. Ia berambut putih, berkulit keriput, seperti seorang nenek-nenek yang sudah berumur 60 tahun. Winda langsung tertegun serasa tak percaya dengan apa yang sudah dilihatnya.
Ia menghampiri sahabatnya dan menangis histeris disana. Mandala pun ikut terkejut, karena mereka baru bertemu beberapa bulan yang lalu. Tak lama, suara helikopter pun datang terdengar.
***
3 Bulan kemudian.
Semua kebenaran tentang fasilitas tersebut sudah tersebar ke penjuru dunia. Pihak pemerintah setempat mengisolasi tempat tersebut dan mendirikan pangkalan militer untuk menjaganya dari pihak asing yang tak berkepentingan.
Winda dan Mandala menjadi saksi.
Saat Winda di introgasi ia menceritakan bagaimana awal mula mereka bisa terjebak disana yang ternyata sudah sampai selama 6 bulan lamanya.
Di suatu rumah sakit, Karina Suci sedang berbaring di atas Stretcher dengan di temani ibu dan ayahnya.
Karina mengalami gangguan penglihatan, saraf otaknya yang tidak bisa bekerja seperti setia kala, dan ia juga mengalami hilang ingatan. Dari wajahnya yang terlihat sudah tua, memperlihatkan pandangan kosong dari ratapan matanya yang bewarna biru.
...
Di depan rumah sakit Palam Sejahtera terlihat ada tiga orang turun dari mobilnya. Mereka kemudian berjalan menuju ruang resepsionis untuk menanyakan kamar pasien yang bernama Karina.
Setelah mendapatkan info tersebut mereka segera berjalan menuju lift, melewati orang-orang yang sibuk dengan aktifitasnya.
Tiga orang berjalan keluar dari pintu lift yang sudah terbuka, mereka pergi ke ruangan kamar yang di tuju.
Tok! Tok! Tok!
Pintu kamar pasien itu terbuka dan tiga orang itu masuk ke dalamnya. Mereka bertiga adalah dua orang pria, dan satu orang wanita berkaca mata yang memakai Jas putih sedang membawa koper Steel Cast di tangan kanannya.
Mereka meminta izin untuk kedua orang tua Karina agar pergi meninggalkan ruangan itu sebentar, karena ingin memeriksa keadaan anaknya. Kedua orang tua Karina menunduk mengucapkan terima kasih, lalu pergi meninggalkan kamar pasien tersebut.
Wanita yang memakai Jas putih itu kemudian melangkah dan duduk di samping Karina.
"Perkenalkan, nama saya adalah Villetta" ucap Wanita berambut Blonde Platinum tersebut.
__ADS_1
SELESAI.