Outdoor Activity

Outdoor Activity
Chapter 20.4 : "Manifestasi"


__ADS_3

Ditengah gerimis hujan darah terlihat seseorang sedang berjalan sendiri bersama payung yang dipegangnya. Dia adalah Gamma-Karina yang selalu dengan tatapan matanya yang tajam.


Inner Shiver Gamma-Karina memberikan reaksi, yang ternyata didepannya terdapat beberapa mayat tanpa kepala sedang terbaring menghalangi jalannya.


Dua pupil matanya yang bewarna biru bercahaya memperhatikan mayat-mayat tersebut.


"Bangun, atau kubangunkan." ucapnya dingin sambil memandangi mereka.


Mereka pun langsung bangkit spontan dengan cara Kip Up, lalu tertawa-tawa menyambut kedatangan Karina.


"Hahahaha, ini dia gadis yang kita tunggu-tunggu"


"Yhuu-huuuu!!"


"Baru pertama kali ada anak manusia yang berhasil masuk ke dunia ini.." ucapnya dengan suara karau sambil menunjuk Gamma-Karina.


Mereka ada berlima dan semuanya tanpa kepala, dengan penampilan yang compang camping penuh dengan darah dan bau busuk.


Dua orang di belakangnya terlihat dalam posisi tegap dengan kedua tangan melipat di dada.


"Padahal tidak ada kepala, kalian bicara dari mana? hah?"


"Hahahaha...apa kau tidak takut melihat wujud kami?"


"Tidak sama sekali!" jawabnya bersama gestur tangannya.


Merasa kesal melihat jiwa sombong yang ada pada Gamma-Karina, salah satu dari mereka dengan gerakan lincahnya lompat merapat lalu sambil berputar dan memberikan tendangan kerasnya ke arah kepala Gamma-Karina bermaksud ingin menghancurkannya.


BRASHH!! Percikan cahaya biru terlihat berhamburan.


Tanpa pergerakan tangan Gamma-Karina mengaktifkan kemampuan Karina yang bernama Room Disorder. Sebuah pelindung berbasis Energi Biru.


Sosok tanpa kepala tersebut terdiam dan berusaha melepaskan kakinya yang masih menempel pada perisai energi tersebut.


Pupil mata kanan Gamma-Karina yang menyala melirik dingin sosok yang mencoba membunuhnya.


"Sepertinya kalian bukan dari para Fantasma itu, Jin ya?"


Sosok itu fokus melihat mata yang bercahaya biru, yang tak lama ia pun terbakar oleh api biru yang muncul mendadak ditubuhnya.


"Akhhhh.. Guaarghh... Panass... Aaaaaaaa-"


Melihat satu temannya meronta-ronta kesakitan dan akhirnya tewas terbakar menjadi abu. Empat sosok tanpa kepala lainnya dibuat bergidik atas kejadian barusan.


"Aku tidak ada urusan dengan kalian, kenapa kalian mencoba mengalangi jalanku?"

__ADS_1


"Ahahaha.. Dia memang lemah..jangan kau anggap kami semua sama"


"Tabiat buruk bangsa kalian" ia berucap dan tersenyum dibalik maskernya.


"Kurang ajar!!"


Dua sosok tanpa kepala langsung menyerang Gamma-Karina dengan gaya serangan yang sama dengan tendangan kakinya. Namun berlapiskan Energi merah...


BRSHH!!


Tendangan kuat bersama Energi Negatif membuat prisai Energi Biru milik Gamma-Karina bergetar dan mendengung. Matanya merespon kekuatan cukup besar tersebut. Ia pun mundur kebelakang dengan menggunakan kemampuan barunya yang bernama Burning Step.


Burning Step


Adalah sebuah kekuatan Supranatural dengan berjalan diatas permukaan tanpa harus melangkahkan kaki. Semakin besar Energi Biru yang dikeluarkan, semakin cepat pula gerakan yang terjadi. Kemampuan ini hanya bisa digunakan pada saat Karina didalam Sleep Paradise miliknya.


Mereka berdua tersentak melihat Gamma-Karina yang mundur kebelakang begitu cepat.


"Kau ini Roh manusia, atau memang dari bangsa Jin sama seperti kami!??"


"Ahahaha.." Karina tertawa mendongak keatas, namun dengan pandangan mata melirik tajam ke arah mereka.


Ia yang masih memegangi payungnya dengan tangan kiri, tangan kanannya lalu meminta. Maka terbentuklah sebuah pedang dari cahaya partikel yang bewarna biru. Ia lalu melapisi pedang tersebut dengan Energi Biru miliknya. Sehingga terlihat bersinar.


Mereka pun terhenti lalu mencoba berpaling kebelakang ingin melihat dimana akhir garis dari api biru tersebut.


"Aku bosan bermain dengan kalian berdua" ucap Gamma-Karina yang sudah melewati mereka.


Api biru muncul berkobar tiba-tiba dan menghanguskan mereka menjadi serpihan abu.


Sekarang tinggal dua sosok tanpa kepala berbadan tegap yang dari tadi hanya terdiam berdiri sebagai penonton.


Belum sempat Gamma-Karina ingin mengucapkan sepatah kata, dua sosok tersebut mengeluarkan pancaran energi negatifnya. Sebuah gelombang dinamik yang merambat dalam ruang hampa yang secara tidak langsung ingin merusak sistem saraf pada manusia.


Gamma-Karina menerima sinyal tersebut, ia pun membalasnya dengan kemampuan Deep Innocent miliknya.


"Hoo, kau juga bisa merasakan hal itu"


"Manusia biasa pasti akan merasakan sesak di dadanya dan tersungkur mengeluarkan darah"


Dalam pergerakan yang sama, dua sosok tanpa kepala tersebut mengarahkan tangan kiri dan kanannya secara berdempetan lalu terbentuklah sebuah bola energi yang bewarna merah kehitaman yang kemudian mereka lepaskan dalam gerakan hentakan.


kecepatannya bagaikan bola meriam, sehingga membuat Gamma-Karina hanya bisa menerima serangan itu dengan perisai energi miliknya.


Bola energi negatif tersebut tidak hanya terlontar begitu saja, dalam kondisi berbenturan sekalipun ia terlihat berputar cepat seperti ban mobil yang tak sabar ingin melepaskan lajunya.

__ADS_1


CRIK-CRIK!!


Retakan mulai terlihat di permukaan perisai energi tersebut. Gamma-Karina sama sekali tidak merasakan gen-tar sedikitpun, ia yang tahu apa yang akan terjadi selanjutnya lalu mencoba mengelak dengan menyerongkan badannya ke samping, sehingga berhasil menghindarinya tanpa bersusah payah.


"Energi yang sama" ucap Gamma-Karina


"Jadi kalian ini antek-anteknya Iblis Miira, ya?" imbuhnya.


Mereka tidak menjawab, malahan berniat memberikan serang susulan dengan pola yang berbeda. Masing-masing dari tangan mereka meminta, air hujan darah yang terus berjatuhan mengalir ke telapak tangan mereka dan mulai memperlihatkan hasil bentuknya.


Itu adalah sebuah senjata Senapan (Shotgun) namun penuh dengan darah. Gamma-Karina sedikit terkejut dengan apa yang sudah mereka lakukan, karena sama persis dengan kemampuan yang dimilikinya.


"Menarik, jadi itu kelebihan yang ada didunianya (Miirra)" ucapnya yang masih berdiri sambil memegangi payungnya.


Senjata Shotgun itu kemudian mereka bidikan ke arah Gamma-Karina, sambil melangkah ke depan mereka melepaskan tembakannya.


BDAR!―BDAR!!


Lontaran peluru senjata Shotgun bersifat menyebar dan luar biasa sangat cepat. Namun gerakan Gamma-Karina jauh lebih cepat dari suara senjata tersebut. Yang terlihat dipermukaan aspal adalah garis-garis zig-zag yang terbentuk dari api-api biru.


Didalam pandangan mata Gamma-Karina yang biru menyala, ia mampu mengkonversikan kecepatan dari perbentukan energi menjadi terlihat lambat (baginya). Sehingga yang sebenarnya terjadi adalah perbedaan penglihatan dalam dimensi ruang.


Dua sosok itu tidak peduli, mereka tetap terus berusaha menembakinya. Gamma-Karina menyadari bahwa ia tak selamanya bisa menggunakan Burning Step miliknya, karena energi yang dibayarkan cukup besar.


Oleh sebab itu ia lekas ingin mengakhirinya. Di saat dua sosok itu fokus menembaki, pedang berlapis energi milik Gamma-Karina sudah berputar sangat cepat dibelakang atas mereka.


Hanya dengan lirikan matanya, pedang tersebut langsung menukik tajam dan menancap tepat dijantung salah satu mereka.


JLEB!


Begitu tertancap, tangannya menjatuhkan senjata yang dipegangnya. Di susul tubuhnya yang hendak jatuh terbaring namun sudah terlebih dahulu terurai menjadi serpihan debu.


Sosok temannya yang tercengang menyaksikan itu, tiba-tiba merasa seperti kepanasan. Yang ternyata Gamma-Karina sudah membentukan lingkaran api disekitarnya dan pergi meninggalkannya begitu saja.


BWUSHH!! terlihat api biru besar menyala membakarnya dalam sekejap.


...


Dalam mode Burning Step hemat energi, Gamma-Karina melanjutkan perjalanannya menuju rumah tersebut. Garis api biru yang ia tinggalkan terlihat membekas diatas permukaan aspal yang berjatuhan rintik hujan darah.


Tak lama ia pun merasakan kembali sebuah keanehan, sudah sangat jauh merambat (langkahnya) namun tak kunjung sampai juga.


"Ini.."


Bersambung...

__ADS_1


__ADS_2