
Fantasma itu berteriak layaknya seekor serigala yang melolong dibawah sinar bulan purnama. Karina menyuruh mereka semua cepat bersembunyi di ruangan yang ada dilantai dua. Karena hanya ruangan itulah yang sepenuhnya berdindingkan tembok.
"Dan jangan coba berpikir untuk membantuku, fokus dengan hilangkan rasa takut kalian!"
Itu benar! Para Fantasma itu bisa merasakan rasa takut. Rasa takut adalah energi positif yang hilang akibat tumbuhnya rasa cemas, khawatir, dan suatu bayangan buruk yang akan terjadi. Oleh karena itu, kalian yang tidak mempunyai nyali untuk melawan mereka jangan sekali-sekali mencoba melihatnya. Karena sekali kau melihatnya, mereka akan terus mengejarmu, mengoyak isi perutmu lalu meminum semua darah sampai tak tersisa.
Sandi kemudian mengajak mereka untuk segera bersembunyi diruangan tepat setelah naik tangga ke lantai dua. Ia membuka pintunya lalu menyuruh Ryo, Ragil, dan Pak Daniel untuk masuk.
"Karina, hati-hati!" ucap Sandi dengan tatapan mata penuh keraguan.
"Sebenarnya aku sangat ingin membantumu!" imbuhnya dalam hati.
Sandi masuk kedalam ruangan lalu menguncinya, ia kemudian menyingkirkan semua monitor yang ada diatas meja lalu meminta Ryo dan Ragil membantunya untuk memindahkan meja itu ke belakang pintu sebagai penahan dorongan dari luar.
Karina sudah memastikan bahwa semua temannya sudah aman. Ia lalu terbang ke atas dan menembus dinding langit-langit lalu muncul tepat dibelakang sosok Fantasma yang terlihat sedang khusyuk memanggil teman-temannya. Ia lalu menyodorkan mulut dari senjata Shotgun tepat dibagian belakang kepalanya sosok Fantasma. Menyadari ada sesuatu dibelakangnya, ia lalu ingin mencoba berpaling kebelakang. Dan disaat itu jugalah Karina menarik pelatuknya.
BDAARS!! Kepalanya tertembak hancur berantakan, lalu api biru membakar semua sisanya.
__ADS_1
Tatapan mata Karina terlihat datar, ia merasa ini bukanlah kehidupan dirinya yang semestinya. Tangan kanannya terlihat lelah memegang senjata laras panjang tersebut. Karina mengangkat wajahnya dan mulai memperhatikan sekelilingnya kembali. Pemandangan yang tidak berubah, rumput ilalang, semak belukar, kabut yang selalu ada sejauh mata memandang. Apakah tempat itu adalah benar dunia yang pernah dihuni manusia.
Inner Shiver Karina memberikan respon adanya Energi Negatif dalam jumlah besar sedang mendekat ke arah gedung laboratorium itu. Ia kemudian berjalan mendekati dua buah turbin ventilator yang terpasang diatas gedung untuk menyembunyikan diri. Suara mereka yang merangkak cepat dengan jumlah yang sangat banyak seakan mengoyak permukaan tanah dan menggetarkan keheningan malam. Mata Karina mencoba melirik dibalik Turbin Ventilator, disana ia melihat puluhan sepasang mata merah menyala dengan bentuk tubuh yang mengerikan bewarna hitam berhenti tepat didepan gedung laboratorium tersebut.
Mereka terlihat mengendus sesuatu yang baunya berasal dari dalam gedung tersebut. Lidah-lidah mereka yang panjang langsung menjulur keluar dan meneteskan air liur yang banyak. Tak lama sebuah pergerakan besar telah dimulai, mereka merangkak melaju cepat menabrak dan menghancurkan dinding kaca yang suaranya sampai terdengar oleh teman-teman Karina.
Suara gemuruh dari langkah empat kaki mereka diatas lantai dan dinding, membuat empat orang yang sedang bersembunyi didalam ruangan tersebut susah untuk menelan air liurnya. Ruang yang pengap membuat wajah mereka bercucuran keringat, pandangan mata mereka semua terlihat tidak tenang. Rasa takut adalah sebagai jaminan nyawa mereka, oleh karenanya semua ketidaknyamanan itu harus berhasil mereka tahan.
Mereka merangkak melewati tangga untuk menuju ke atas, suaranya jejak kakinya didalam ruangan yang hening bergema seperti suara telapak kaki kadal raksasa. Yang tak lama kemudian mereka langsung memenuhi seluruh ruangan gelap tersebut. Puluhan pasang mata merah berserakan memandangi satu dari mereka yang melangkah pelan mendekati sesuatu. Layaknya seorang pemimpin, semuanya terlihat menjauh untuk membuka kan jalannya. Sosok Fantasma itu sampai pada titik tujuannya, ia berdiam ditempat dengan kepala yang melenggak-lenggok melirik sekitarnya. Ia lalu mengendus lantai dan menjilatinya.
Teman-teman Karina tidak ada yang berani bergerak sedikitpun. Layaknya seperti Hantu, kepala Karina muncul setengah bagian dari sudut dinding untuk melihat apa yang sedang dilakukan oleh para sosok Fantasma tersebut. Dari sinilah semua pertanyaan selama ini tentang para Fantasma itu mengapa bisa menjadi sangat banyak akhirnya terjawab. Mereka tidak menyebarkan virus lewat dari sebuah gigitan. Tetapi mereka membelah diri dengan meminum darah manusia sebagai energi utamanya. Karina seketika tercengang melihat satu sosok Fantasma yang sudah menjilati darah bekas Pak Daniel yang tersisa dilantai, kini terbelah menjadi dua. Mereka pun semua terlihat bergembira menyambut kedatangan temannya yang baru.
Sorak-sorak suara karau yang keluar dari tenggorokan para Fantasma membuat sakit telinga mereka yang sedang bersembunyi didalam ruangan itu. Ruangan yang sempit dan minim udara membuat Ragil merasa gelisah dan coba membenarkan posisi duduknya, yang kaki kanannya tanpa sengaja menendang satu buah monitor yang sudah diletakkan diatas lantai.
BRAK!!
Sontak membuat semua sosok Fantasma yang mengisi satu ruangan dilantai dua, menoleh tertuju kepada satu ruangan dikanan yang akan didapatkan setelah menaiki tangga atas. Akibat ulah dari Ragil tersebut mulut Ryo reflek terbuka ingin berkata kasar, Sandi terlihat menaikkan alisnya, Pak Daniel hanya bisa geleng-geleng kepala.
__ADS_1
Satu Fantasma yang berada dilangit-langit turun melompat berputar kebawah lantai dan disusul tiga sosok lainnya merangkak mendatangi ruangan tersebut. Mereka mencoba memeriksa dengan mengendus dan menjulurkan lidahnya masuk melewati sela rongga kurang lebih 1cm dibawah pintu. Untungnya Sandi sudah melakukan tindakan yang tepat untuk meletakkan meja dibalik pintu, berkat itu lidah mereka tidak berhasil mencium hawa keberadaan manusia. Namun Fantasma satu ini kelihatan beda, ia terlihat sangat penasaran dengan suara yang ada didalam.
Feeling Karina yang sangat peka merasakan hal buruk akan segera terjadi, ia lekas kembali ke posisinya lalu muncul berdiri terbang melayang dibagian luar gedung diantara dinding yang berbentuk jendela kaca. Dari banyak Fantasma yang ada didalam ruangan itu, Karina mencoba menambak salah satu dari mereka yang ada diatas rak lemari buku.
BDAARS!!!
Peluru dari senjata shotgun Karina menghancurkan barisan kaca yang menghalangi didepannya lalu mengenai sosok Fantasma tersebut dan menghempaskan semua yang ada disekitarnya. Secara automatis mengejutkan semua sosok Fantasma yang ada, dan tanpa basa basi dengan pergerakan yang brutal mereka semua serentak bergerak menyerang Karina yang melayang diluar.
Semuanya lompat keluar dengan ganasnya, menabrak kaca yang belum pecah dengan hasrat kuat ingin menerkam Karina. Dirinya pun menghindar terbang bergerak spiral ke atas sehingga luput dari terkaman mereka. Karina yang berdiri sendiri melayang diatas sana menjadi pusat perhatian sebagai mangsa oleh puluhan ekor sosok Fantasma yang sedang mengelilinginya.
Dirinya yang sudah berpose ingin menembak mendapatkan teriakan dari seluruh sosok Fantasma tersebut. Seolah ingin memberikan sebuah tekanan mental untuk Karina bahwa dia tidak akan bisa mengalahkan mereka.
Semua tekanan yang diberikan dari sekelilingnya membuat rasa kecemasan timbul didalam keyakinan yang sudah terbentuk dalam diri Karina, ini adalah pertama kalinya ia harus menghadapi puluhan ekor sosok Fantasma seorang diri.
"Oh Tuhan apa yang harus aku lakukan...?!"
Bersambung...
__ADS_1